IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
JODOH UNTUK AKMAL


__ADS_3

Hari berikutnya, seperti perkataan dari Ayah Rafiq kemarin, jika hari ini adalah hari di mana Keluarganya akan datang bertamu ke rumah wanita yang akan menjadi calon istrinya Akmal.


Akmal seharian sudah merasa malas sekali untuk ikut bersama sang Ayah, namun dia tidak punya pilihan lain, sebab kekasih atau calon istri saja dia tidak punya.


Karena berhubung kondisi Cyra sudah membaik, dia pun akhirnya ikut juga bersama sang suami dengan naik mobil sendiri untuk melihat calon istrinya Akmal.


Cyra berdoa, semoga Akmal berjodoh dengan wanita tersebut, sebab Cyra juga masih merasa, jika Akmal masih mempunyai perasaan kepadanya, terbukti dengan perhatian-perhatian kecil yang Akmal berikan kepadanya, jika dia sedang membutuhkan bantuan, ketika Mirza sedang tidak berada di rumah.


Walau Cyra membutuhkan bantuannya Akmal, tapi tenang saja, disitu juga ada Mama Jian yang menemaninya.


Karena tidak mungkin Cyra akan meminta tolong begitu saja dengan laki-laki lain, di saat sang suami tidak berada di rumah.


Rumah dari calon istrinya Akmal ternyata cukup jauh juga, dan mereka harus menempuh perjalanan sekitar dua jam lamanya, perjalanan yang cukup melelahkan bagi Cyra yang sedang hamil.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mobil Ayah Rafiq yang dikendarai oleh Akmal, dan mobil milik Mirza, sampai juga di depan rumah cukup mewah milik kenalannya Ayah Rafiq.


Kedatangan Ayah Rafiq langsung disambut hangat dan ramah dari sang pemilik rumah.


" Assalamu'alaikum ," salam dari Keluarga besar Ayah Rafiq. Dan salam tersebut langsung di jawab serempak dari sang pemilik rumah.


" Mari-mari silahkan masuk ," kata ramah dari sang kepala Keluarga.


Mereka semua saat ini sudah pada duduk di ruang tamu rumah tersebut.


" Akmal, kenalkan, dia ini juga salah satu teman Ayah, namanya Pak Ismail ," kata Ayah Rafiq kepada Akmal.


" Dan istrinya itu bernama Ibu Atika ," kata Ayah Rafiq lagi, dan Akmal hanya mengangguk sambil tersenyum ramah saja kepada mereka berdua.


" Apakah dia Pak Rafiq, anak anda yang ingin anda jodohkan dengan anak saya?? ," tanya Pak Ismail.


" Benar sekali, namanya Akmal, kalau ini Kakaknya, namanya Mirza dan di sampingnya adalah istrinya, namanya Cyra ," jawab Ayah Rafiq sambil tersenyum.


Pak Ismail langsung tersenyum dan mengangguk ramah juga kepada mereka semua.


Begitupun dengan Mirza dan juga Cyra yang membalas senyum dari Pak Ismail.


" Tampan-tampan ya anaknya, Pak Rafiq ," kata Mama Atika.


Ayah Rafiq hanya mengangguk dan tersenyum saja menanggapi perkataan dari Mama Atika.


" Oh ya, di mana putri anda yang ingin anda jodohkan dengan anak saya, Akmal?? ," tanya Ayah Rafiq kepada Pak Ismail.

__ADS_1


" Dia sedang membuat minum di dalam Pak, tunggulah sebentar ," jawab Pak Ismail dan Ayah Rafiq hanya mengangguk saja.


" Putri anda itu anak sulung kan ya, saya sedikit lupa ," kata Ayah Rafiq.


" Iya dia anak sulung saya, dan dia masih mempunyai dua adik lagi, yang satu sudah kerja, yang satunya masih kuliah ," jawab Pak Ismail.


" Umur berapa ya Pak, anak-anak anda?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Yang pertama sudah berumur dua puluh tujuh tahun, yang ke dua laki-laki, sudah berumur dua puluh lima tahun, dan yang terakhir perempuan lagi, baru berumur dua puluh tahun ," jawab Pak Ismail.


" Anak anda tiga berarti ya Pak Ismail?? ," tanya Mama Jian.


" Benar sekali Bu ," jawab Pak Ismail sambil tersenyum ramah.


Perbincangan mereka semua sedikit terhenti, ketika anak pertama Pak Ismail datang dari dalam rumah, sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman.


Gadis itu menyuguhkan minuman yang dibuatnya tadi untuk para tamu sang Papa, dan dia sendiri juga tahu siapakah tamu tersebut yang nantinya akan dijodohkan kepadanya.


" Sini dulu Nak, duduk di samping Mama ," kata Pak Ismail kepada putrinya.


Sang putri pun langsung saja duduk di sofa samping sang Mama dengan kepala yang terus menunduk.


Akmal mencoba memanggilnya, dan semoga saja tebakannya benar.


" Aalifa,? kamu Aalifa kan?? ," kata Akmal.


Aalifa yang daritadi menunduk pun menjadi mendongak, untuk melihat siapakah orang yang sedang memanggilnya.


" Tuan Akmal ," kata Aalifa juga.


Ternyata eh ternyata gadis yang akan dijodohkan dengan Akmal, adalah gadis yang pernah ditabraknya kemarin ketika di rumah sakit.


" Apakah kalian berdua sudah saling mengenal?? ," tanya Pak Ismail.


" Oh tidak Pak, kami waktu itu tidak sengaja bertemu di rumah sakit, dan saya yang sudah menabrak Nona Aalifa ," jawab Akmal.


" Rumah sakit, kenapa kamu ke rumah sakit Aalifa?? ," tanya Pak Ismail kepada sang putri.


" Itu lho Papa, kemarin ketika Aalifa sedang menjenguk Mbak Ningsih yang baru saja melahirkan ," jawab Aalifa.


" Oh ya, Papa lupa ," jawab Pak Ismail.

__ADS_1


" Sepertinya perjodohan ini bisa berjalan dengan lancar, karena Akmal dan Nak Aalifa ternyata sudah saling mengenal ," kata Ayah Rafiq.


" Bagaimana Akmal, apakah kamu mau meneruskan perjodohan ini?? ," tanya Ayah Rafiq kepada Akmal.


" Jika mau, satu minggu lagi, kalian berdua akan melangsungkan pertunangan, bagaimana Pak Ismail, apakah anda setuju?? ," kata Ayah Rafiq.


" Saya setuju-setuju saja Pak Rafiq, tapi semua kembali kepada anak-anak kita berdua ," jawab Pak Ismail.


Akmal malah terus memandangi Aalifa, hingga membuatnya merasa malu.


" Baiklah, Akmal mau Ayah ," jawab Akmal.


" Bagaimana denganmu Nak?? ," tanya Pak Ismail kepada Aalifa.


" Iya Ayah, Aalifa mau ," jawab Aalifa dengan malu-malu.


Semua orang langsung mengucap syukur, sebab acara pertemuan ke dua Keluarga bisa berjalan dengan lancar.


Sebenarnya Aalifa juga tidak mau dijodohkan dengan Akmal, namun karena sudah melihat sendiri siapa calon suaminya, dia pun akhirnya menyetujui juga.


Begitupula dengan Akmal, karena hati Akmal mengatakan jika Aalifa gadis yang baik, terlihat dari tutur kata serta cara berpakaiannya, yang hampir mirip dengan Cyra, cuma dia tidak memakai niqob.


Tidak ada salahnya mencoba, karena jika ingin membuat cerita yang baru, tentulah harus membuka lembaran yang baru lagi.


Akmal dan Aalifa lalu bertukar nomor telepon, dan walau mereka masih merasa malu, mereka akan mencoba menjalin komunikasi, supaya bisa terbentuk chemistry antara mereka berdua.


Cyra merasa lega, karena pada akhirnya Akmal akan menemukan labuhan hatinya untuk menggantikan dirinya, dan sampai saat ini juga Mirza tidak mengetahui, jika adik yang sangat dia sayangi pernah jatuh cinta dan bahkan pernah melamar istrinya.


Setelah pertemuan dan berbincang cukup lama untuk mengenal satu sama lainnya, akhirnya Keluarga Ayah Rafiq berpamitan pulang kepada Pak Ismail.


Ayah Rafiq merasa sangat lega sekali, karena akhirnya anak ke duanya sebentar lagi akan menikah menyusul sang Kakak.


Mirza pun juga merasa senang, karena beban dipundak sang Ayah dan sang Mama, sudah terangkat, dengan Akmal yang setuju dijodohkan dengan Aalifa.


Apapun yang terjadi nanti, setidaknya saat ini mereka sedang menata rencana, untuk menunjang masa depan yang lebih baik, terutama bagi si Akmal yang jomblo akut.


Garis takdir siapa tahu, jadi untuk saat ini, semua orang melakukan sesuai dengan rencana yang sudah mereka buat.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2