IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
JANDA LEBIH MENANTANG


__ADS_3

Tidak ada yang tahu, jika Cyra ini adalah alumni di kampus tersebut. Dan mereka semua juga tidak tahu, kalau wanita yang diajak oleh Akmal saat ini adalah Cyra, istri dari almarhum Kakaknya.


Hanya orang tertentu saja yang bisa mengenali jika itu Cyra, karena Cyra memakai niqab.


Sebelum masuk ke dalam kelas, Akmal mengajak Cyra untuk pergi ke ruang kantor sang Rektor, yang sekaligus Pamannya Cyra.


Setelah mengetuk pintu dengan sopan, terdengarlah kata masuk dari dalam, dan Akmal lalu mengajak Cyra untuk masuk ke dalam ruang kerja sang Rektor.


" Kenapa kita ke sini Kak?? ," bisik Cyra, tapi Akmal malah mengkode diam dengan jari telunjuknya.


" Assalamu'alaikum ," salam Akmal dan Cyra secara bersaman.


" Wa'alaikumussalam, oh anda Pak Akmal ," jawab sang Rektor yang bernama Pak Zain.


" Emm, Cyra,? kamu Cyra kan?? ," ucap Pak Zain kepada Cyra.


Nah, contohnya Pak Zain inilah salah satunya orang yang bisa mengenali Cyra, walau Cyra memakai niqab sekalipun.


" Iya Paman, ini Cyra ," jawab Cyra dengan sopan.


" Silahkan duduk dulu ," kata Pak Zain.


Cyra dan Akmal langsung duduk di kursi yang tersedia di depan meja kerja Pak Zain.


" Kamu tumben datang ke sini Cyra, ada apa?? ," tanya Pak Zain.


" Cyra ke sini, saya Pak yang mengajak. Kasihan dia, di rumah dia merasa suntuk, nanti malah bisa cepat tua ," jawab Akmal, hingga membuat Pak Zain tersenyum.


Pak Zain bisa melihat, jika di mata Akmal ada cinta yang besar dan tulus untuk Cyra.


" Tapi anda kan ada jadwal mengajar hari ini Pak Akmal?? ," tanya Pak Zain.


" Iya Pak, dan saya meminta ijin kepada Bapak, supaya mengijinkan saya untuk mengajak Cyra ke dalam kelas juga ," jawab Akmal.


" Boleh, asal tidak menganggu, atau bisa juga Cyra mencoba ikut mengajar, kan kamu pintar tuh Cyra ," jawab Pak Zain.


Cyra hanya diam saja sambil menunduk malu kepada sang Paman, dan cukup terkejut juga dengan tujuan Akmal.


" Dengan senang hati Pak, siapa sih yang tidak mau mempunyai asisten seperti Cyra ," jawab bercanda dari Akmal lagi, dan lagi-lagi Pak Zain tersenyum.


" Oh ya, itu cucu Paman kan Cyra, boleh Paman gendong?? ," tanya Pak Zain.

__ADS_1


" Boleh Paman ," jawab Cyra.


Cyra lalu memberikan baby Zahwa kepada sang Paman, untuk dia gendong sebentar.


" Cantik sekali, siapa nama kamu Nak?? ," ucap Pak Zain.


" Zahwa, Kakek ," jawab Cyra.


" Semoga menjadi anak yang sholehah ya Nak, tumbuh berbakti kepada orang tua, dan membimbing ke dua orang tuamu masuk ke dalam surga-Nya Allah ya Nak, aamiin ," doa tulus dari Pak Zain dan langsung di aamiinkan oleh Cyra serta Akmal.


Setelah meminta ijin dan mengobrol sebentar dengan Pak Zain, akhirnya, Akmal lalu mengajak Cyra menuju ke dalam kelas yang akan dia ajar.


" Kak, Cyra tunggu di luar saja ya ," kata Cyra.


" Tidak, kamu harus ikut masuk sama Kakak, Cyra ," jawab Akmal.


" Kakak tidak tenang, jika meninggalkanmu sendirian di sini ," ucap Akmal.


Sungguh pagi ini, kampus tempat Akmal mengajar sedang sangat gempar sekali, karena Dosen sejuta umat sedang jalan mesra bersama seorang wanita berniqab, yang sedang menggendong seorang baby.


" Assalamu'alaikum ," salam dari Akmal ketika memasuki kelas. Dan salam tersebut, langsung di jawab serempak oleh semua orang.


Pandangan mata para mahasiswa atau mahasiswi teralihkan kepada Cyra, yang berjalan berdampingan dengan Akmal di depan kelas.


" Pak Akmal, apakah dia Dosen baru?? ," tanya salah satu mahasiswa, namun Akmal hanya tersenyum saja.


" Kamu duduk di sini dulu ya Cyra, biar Kakak menjelaskan sebentar di depan, nanti gantian kamu yang mengajar mereka, ok ," kata Akmal kepada Cyra.


" Cyra tidak bisa Kak, Cyra malu ," jawab Cyra.


" Tidak apa-apa, nanti Kakak bantu, percayalah, dan nikmati saja alurnya ," jawab Akmal, hingga akhirnya, Cyra terpaksa mengangguk mengiyakan.


Akmal lalu membuka pelajaran di depan kelas sebelum memulai ke inti pelajarannya.


" Sebelumnya, perkenalkan, dia bukan Dosen baru di sini, tapi calon istri saya ," kata Akmal dengan sangat percaya diri. Dan sungguh, ucapan Akmal membuat Cyra sangat terkejut sekali, sampai membuat jantungnya seakan mau lepas dari tempatnya.


Perkataan Akmal, langsung disambut riuh gembira dari para murid-muridnya, hingga membuat Akmal tersenyum manis kepada mereka semua. Sedangkan Cyra tertunduk malu berpura-pura tidak mendengar.


" Jika dia calon istri Bapak, lalu bayi itu, apakah anak Bapak?? ," tanya dari salah satu muridnya lagi.


" Iya, dia anak saya, lebih tepatnya anak tiri saya ," jawab jujur dari Akmal sambil tersenyum.

__ADS_1


Bersoraklah lagi mereka semua mendengar jawaban dari Akmal. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang menyayangkan, kenapa Akmal lebih memilih janda, dibandingkan peerawaan yang banyak sekali mendekatinya.


" Jangan berkata, kenapa Bapak lebih memilih janda dibandingkan peerawaan?? ," kata Akmal seperti tahu apa yang mereka semua pikirkan.


" Apakah kalian semua mau tahu, apa alasannya, kenapa Bapak memilih dia, dibandingkan dengan para wanita yang mendekati Bapak?? ," kata Akmal.


" Apa itu Pak?? ," tanya beberapa muridnya.


" Jika peerawaan lebih enak dipandang, tapi janda lebih menawan dan bikin tertantang, plus, dia lebih berpengalaman ," jawab Akmal sambil bercanda kepada semua murid-muridnya.


Sehingga semua murid-muridnya menjadi terhibur dengan sikap kocak dari sang Dosen, yang selalu mengajar dengan humble dan santai.


Tanpa Cyra sadari, dia tersenyum juga dibalik niqabnya, ketika Akmal bercanda begitu kepada para murid-muridnya.


" Spesial untuk kalian semua, kali ini yang mengajar bukanlah Bapak, tapi calon istri Bapak yang cantik ini, tolong dengarkan dan hargai dia ketika dia menjelaskan ," kata Akmal lagi.


" Baik Pak ," jawab serempak dari semua murid.


Semua murid yang hadir di dalam kelas, sangat penasaran sekali, karena tidak menyangka, jika mereka akan diajar oleh Cyra, bukanlah Akmal. Dan mereka semua langsung terdiam seketika sambil memperhatikan Cyra yang sedang dibujuk oleh Akmal.


Setelah dibujuk dan dijelaskan materi apa saja yang harus diterangkan di depan kelas, apalagi semua orang sedang menatap ke arahnya, akhirnya, Cyra pun mau juga ketika disuruh sekali saja menggantikan Akmal untuk mengajar.


Padahal dulu Cyra juga sering menggantikan Akmal di depan kelas, tapi itu beda lagi ceritanya dengan sekarang.


Suara Cyra yang merdu dan lembut, seperti menghipnotis para mahasiswa yang mendengarkannya.


Begitupula dengan para mahasiswi, yang senang dengan cara penyampaian Cyra di depan kelas, yang hampir sama seperti Akmal.


Akmal terus memperhatikan Cyra sambil menggendong baby Zahwa di pinggir kelas. Dan senyum manisnya terus terpatri di bibirnya saat ini.


Hari ini, Cyra benar-benar lupa akan permasalahan yang sedang menimpanya, dengan menggantikan Akmal untuk mengajar para mahasiswa.


" Bagaimana,? apakah kalian semua mengerti penjelasan dari saya?? ," tanya Cyra.


" Jika masih ada yang belum mengerti, kalian bisa tanyakan kepada saya sekarang juga, atau kepada Pak Akmal yang sedang berdiri di sebelah sana ," kata Cyra.


" Mengerti Bu Cyra, kalau boleh, Bu Cyra saja yang mengajar kami terus ," jawab salah satu mahasiswa, hingga membuat Akmal menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Cyra, langsung sedikit melotot kan matanya sambil menatap merasa tidak enak ke arah Akmal.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2