
Selesai memandikan baby Zahwa, Cyra pun lalu ke luar dari dalam kamar, untuk meminta bantuan kepada Mama Jian.
" Ma, Mama ," panggil Crya sambil turun dari atas tangga.
" Mama ," panggil Cyra lagi.
" Ibu sedang pergi ke pasar Mbak Cyra sama Bapak ," jawab Bi Narsih yang mendengar Cyra memanggil Mama Jian.
" Tumben sekali Mama ke pasar sama Ayah, Bi?? ," tanya Cyra.
" Katanya, Ibu mau memilih sendiri bahan-bahan yang bagus untuk acara besok Mbak, sekalian untuk membelikan buah-buahan dan makanan yang baik di konsumsi sama Ibu meenyusuii ," jawab Bi Narsih.
Cyra tersenyum mendengar jawaban Bi Narsih, sebab dia tidak menyangka, jika Mama mertuanya begitu sangat menyayanginya.
" Mama sangat baik sekali sama Cyra ," ucap Cyra dan membuat Bi Narsih tersenyum kepadanya.
" Oh ya Bi Narsih, bisakah Bibi mengajak Aiza sebentar,? Cyra mau mandi Bi, gerah sekali rasanya ," kata Cyra.
" Biar Aiza, sama Kakak saja Cyra ," kata Akmal yang tiba-tiba menyahut dari arah belakang.
Cyra dan Bi Narsih tentu saja langsung mengalihkan pandangannya ke arah Akmal, yang sedang turun dari atas tangga.
" Kak Akmal ," ucap Cyra.
" Sini, Aiza biar sama Kakak saja ," kata Akmal.
" Tapi Kakak sudah rapi dan wangi, nanti kalau bajunya kena pipisnya Aiza kan jadi kotor ," kata Cyra.
" Iya kalau begitu, tinggal ganti baju lagi saja, apa susahnya tho Cyra ," jawab Akmal.
" Sini sayang, sama Abu ," ucap Akmal sambil mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Cyra.
Bi Narsih yang melihat pemandangan manis dihadapannya, dia tersenyum senang dan lalu berdoa, supaya kelak, Akmal bisa bersatu dengan Cyra.
" Benar nih, Cyra tidak merepotkan Kak Akmal?? ," tanya Cyra.
" Iya tidak apa-apa, sudah sana buruan mandi, biar harum juga sama seperti Aiza ," jawab Akmal sambil mencium pipinya baby Zahwa.
" Baiklah ," jawab Cyra, dan Akmal hanya mengangguk saja.
Cyra langsung kembali ke dalam kamarnya lagi, sedangkan Akmal lalu memilih duduk di ruang Keluarga, sambil menimang baby Zahwa. Dan untuk Bi Narsih langsung melanjutkan lagi pekerjaannya.
Tiba-tiba ponsel milik Akmal berdering, dan ketika sudah dilihat, ternyata dari Abraham.
" Halo, assalamu'alaikum Abraham ," salam Akmal.
" Wa'alaikumussalam Mal ," jawab Abraham.
" Ada apa kamu menelponku?? ," tanya Akmal.
" Aku mau tanya kepadamu ," jawab Abraham.
" Tanya apa?? ," tanya Akmal.
__ADS_1
" Nanti malam, Cyra di rumah tidak ya, tolong tanyakan kepadanya ," jawab Abraham.
" Ada apa kamu tanya nanti malam Cyra di rumah apa tidak?? ," tanya lagi dari Akmal, dan suaranya terdengar seperti sedikit cemburu.
" Hei, helo, kenapa kamu cemburu begitu Akmal, aku sudah punya Kalila!! ," jawab Abraham.
" Lalu?? ," tanya Akmal.
" Nanti malam rencananya aku bersama Kalila, Hamzah, dan Misha, akan datang ke rumah untuk melihat si baby ," jawab Abraham.
" Iya sudah, datang saja ," ucap Akmal.
" Lagipula Cyra di rumah terus ko, dia tidak pergi ke mana-mana ," kata Akmal.
" Ok, nanti tolong sampaikan kepada Cyra ya Mal kalau kita-kita akan datang menjenguknya ," kata Abraham.
" Iya ," jawab Akmal.
Abraham yang mendengar ada suara baby Zahwa yang sedikit rewel, dia pun mencoba bertanya kepada Akmal.
" Itu suara siapa Akmal?? ," tanya Abraham.
" Aiza, anakku ," jawab Akmal.
" Anakmu,? kamu kan belum punya anak dan istri?? ," ucap Abraham.
" Lalu, Aiza itu siapa?? ," tanya Abraham.
" Nanti kamu tahu sendiri ," jawab Akmal.
Tentu saja Abraham di seberang sana merasa heran, dengan sikap Akmal yang menurutnya sangat aneh sekali.
" Apakah tadi anaknya Cyra?? ," ucap Abraham bertanda tanya sendiri.
" Aah, semua ini membuatku penasaran saja ," kata Abraham lagi.
Sedangkan kembali kepada Akmal.
Akmal saat ini sedang mencoba menenangkan baby Zahwa, yang sepertinya sedang haus dan ingin tidur.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Akmal, dan Akmal berusaha semaksimal mungkin untuk menidurkan baby Zahwa sendirian, karena Cyra belum selesai mandi.
" Oh sayang, kamu haus ya ," ucap Akmal.
Setelah berusaha beberapa saat, akhirnya, Akmal bisa juga menidurkan baby Zahwa dengan dia tidurkan di atas dadanya.
" Apakah seperti ini rasanya mempunyai anak sendiri?? ," ucap Akmal di dalam hatinya.
Sambil memejamkan matanya, Akmal terus bersholawatan, sambil juga menepuk-nepuk pelan bookoong baby Zahwa, dengan duduk di atas sofa ruang Keluarga.
Cyra yang sudah selesai mandi, dan ingin menemui Akmal, tidak sengaja melihat pemandangan itu, hingga membuatnya tiba-tiba langsung menghentikan langkah kakinya.
Entah kenapa melihat pemandangan Akmal yang menidurkan baby Zahwa, hati Cyra memanas, karena sedang membayangkan jika itu adalah sang suami yang sedang menidurkan baby Zahwa.
__ADS_1
Tapi semua itu tidak akan mungkin terjadi di dunia ini, karena Mirza sudah tenang di atas sana.
Cyra mencoba menguatkan hatinya, lalu dia mengusap air matanya, dan mencoba berjalan mendekati Akmal.
" Kak Akmal ," panggil Cyra dengan perlahan, sambil menggoyangkan tangan Akmal.
Akmal tentu saja langsung membuka matanya, dan melihat Cyra sudah berdiri di depannya.
" Eh, kamu sudah selesai?? ," tanya Akmal.
" Sudah Kak ," jawab Cyra.
" Aiza, Cyra ambil ya Kak ," kata Cyra mencoba mengambil alih baby Zahwa.
" Pelan-pelan ya biar tidak terbangun, tadi dia rewel ," jawab Akmal.
Akhirnya, baby Zahwa sudah berpindah gendongan kepada Cyra.
" Kalau begitu, Kakak berangkat mengajar dulu ya Cyra, hati-hati di rumah ya ," pamit Akmal.
" Iya Kak, Kakak juga hati-hati di jalan ya ," jawab Cyra. Dan Akmal cuma tersenyum, sambil mengusap kepala Cyra dengan lembut.
" Oh ya Cyra, nanti siang Kakak sudah pulang, karena Kakak cuma mengajar dua mata kuliah saja. Apakah kamu mau dibelikan sesuatu sama Kakak?? ," tanya Akmal.
" Emm, apa ya?? ," jawab Cyra.
" Kalau bingung, kapan-kapan ikut ke kampus saja sama Kakak ," ucap Akmal.
" Nanti kamu bisa memilih sendiri makanan apa yang ingin kamu makan, sekaligus mengenang masa kuliah kamu dulu di sana, bagaimana?? ," kata Akmal.
" Hitung-hitung sedang refreshing, sama cari udara segar ," kata Akmal lagi.
" Boleh deh Kak, tapi nanti ijin dulu ya sama Mama dan Ayah ," jawab Cyra.
" Ok, siap ," jawab Akmal sambil mengacungkan ibu jarinya.
" Assalamu'alaikum ," pamit Akmal.
" Wa'alaikumussalam Abu ," jawab Cyra menirukan suara anak kecil, sambil melambaikan tangan baby Zahwa yang sedang tidur.
Akmal tersenyum sangat manis sekali, bahkan manis senyumannya seperti melebihi pemanis yang ada di dunia ini, ketika dia mendengar Cyra menjawab salamnya seperti itu.
Hati Akmal merasa sangat bahagia, bisa membantu Cyra untuk bangkit dari keterpurukannya. Dan entah kenapa, hatinya merasa senang sekali, mendengar Cyra memanggilnya dengan panggilan Abu.
Bahkan, sepanjang perjalanan menuju ke kampus, senyum di bibir Akmal, tidak luntur sama sekali. Dan suara Cyra yang menirukan suara anak kecil tadi sambil memanggilnya Abu, membuat moodnya pagi itu benar-benar sangat baik sekali.
Sedangkan untuk Cyra sendiri, setelah melihat Akmal berlalu pergi dari hadapannya, dia langsung masuk kembali ke dalam kamarnya, untuk menidurkan baby Zahwa sekaligus meenyusuiinya.
Walau Cyra sudah cukup dekat dengan Akmal saat ini, tapi dia belum mempunyai perasaan apa-apa kepadanya.
Yang Cyra lakukan kepada Akmal, cuma keramah tamahan dan tanggapan biasa, seperti yang biasanya dia lakukan kepada yang lainnya.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
***TBC***