
Dua jam mengajar bersama, membuat Cyra dan Akmal terlihat semakin dekat, bahkan mereka juga bercanda bersama para murid-murid yang mengajak mereka berbicara.
Keseruan yang sudah lama tidak Cyra rasakan di dalam kelas, saat ini dia rasakan kembali, dan bisa membuat beban pikirannya sedikit plong.
Selesai mengajar, Akmal pun mengajak Cyra untuk pergi ke kantin menikmati makanan dan jajanan kesukaannya Cyra dulu.
" Apakah Kakak tidak malu, jalan berdua dengan Cyra yang sudah janda ini?? ," tanya Cyra.
" Jika jandanya berkualitas sepertimu, siapa saja pasti mau dan tidak akan malu atau menolak ," jawab Akmal sambil menggoda Cyra.
Cyra tersipu malu dibalik niqabnya, ketika digoda oleh Akmal seperti itu. Dan untungnya Cyra memakai niqab, kalau tidak, pasti Akmal bisa melihat pipi Cyra yang memerah karena malu.
Senyuman dan kebahagiaan Akmal yang dia berikan kepada Cyra, membuat para kaum hawa merasa terkejut. Sebab biasanya Dosen sejuta umat itu, hanya tersenyum formal saja dan selalu menunjukkan wajah formal kepada semua orang.
Tapi kali ini, senyum dan suara tawanya terlihat begitu lepas, hingga membuat wajahnya terlihat semakin tampan di mata para kaum hawa yang melihat.
Di tengah perjalanan menuju ke kantin, Akmal berpapasan dengan salah satu Dosen yang baru saja ke luar dari dalam kelas.
" Ehem, Pak Akmal, siapa nih?? ," tanya sang Dosen.
" Calon istri saya ," jawab Akmal sambil berbisik, tapi Cyra juga mendengarnya.
Walau Cyra mendengarnya, namun kenapa, Cyra belum menegur Akmal sama sekali sejak tadi, ketika dirinya diperkenalkan sebagai calon istri oleh Akmal kepada semua orang.
" Ooo, ditunggu undangannya ya ," kata sang Dosen.
" Siap ," jawab Akmal. Dan setelahnya, mereka pun berpisah haluan ke tempat mereka masing-masing.
Sesampainya di dalam kantin, mata semua orang langsung tertuju ke arah Akmal yang baru saja datang bersama Cyra.
Akmal dan Cyra, memilih duduk di tempat yang mereka rasa nyaman untuk baby Zahwa.
" Kamu mau pesan apa Cyra?? ," tanya Akmal.
Cyra langsung menyebutkan makanan yang ingin di makanannya.
" Ok, kamu tunggu di sini sebentar ya, biar Kakak belikan ," kata Akmal dan Cyra hanya mengangguk saja.
Akmal langsung memesankan makanan serta minuman yang dipesan oleh Cyra kepada penjual di kantin tersebut. Dan setelah memesan, beberapa menit kemudian, Akmal pun kembali duduk di kursi yang tadi dia duduki.
" Kamu kenapa Cyra?? ," tanya Akmal. Ketika dia melihat Cyra sedikit kesusahan memakai apron menyusuinya.
" Aiza minta neeneen Kak ," jawab Cyra.
" Oh, sini Kakak bantuin ," ucap Akmal.
__ADS_1
Akmal lalu memasangkan apron itu ke leher Cyra dengan perlahan, dan dia juga bersedia untuk menjadi sandaran punggung Cyra yang sedang meenyusuii, dengan Cyra yang membelakangi Akmal.
Menurut para mahasiswa atau mahasiswi yang ada di kantin, sikap Akmal kepada Cyra terlihat sangat romantis sekali dan juga manis.
" Aaaah, Pak Akmal, sudah tampan, pintar, kaya, sholeh, dia manis, romantis dan juga perhatian sekali ," bisik dari salah satu mahasiswi.
" Bu Cyra itu janda lho, tadi Pak Akmal mengajar di kelasku sama Bu Cyra ," jawab salah satu temannya.
" Tapi, jika jandanya sholehah seperti dia, tetap saja Pak Akmal tidak akan menolak, ," jawab mahasiswi yang lainnya.
" Benar juga sih. Suara Bu Cyra sangat lembut dan juga kalem, dia asik ko orangnya, dan terlihat sekali jika dibalik niqabnya, pasti wajahnya sangat cantik sekali ," kata mahasiswi yang diajar oleh Cyra tadi.
Bisik-bisik seperti itu sudah sangat cepat sekali menyebar di seluruh penjuru kampus, dan bahkan seperti sudah menjadi trending topik untuk hari ini.
Walau Akmal mengetahuinya, dia tipikal orang yang cuek, jadi ya, Akmal biarkan saja, yang penting dirinya sekarang sedang bahagia bersama Cyra.
Makanan dan minuman yang dipesan oleh Akmal dan Cyra, akhirnya diantarkan juga oleh penjual kantin.
" Cyra, ini pesanan kamu ," kata Akmal.
" Oh, iya Kak, nanti saja Cyra makannya ," jawab Cyra sambil berganti posisi tempat duduk. Yang tadinya membelakangi Akmal, sekarang menghadap ke arah makanan yang ada di atas meja.
" Mau Kakak suapi?? ," tanya Akmal.
Jika tidak sedang berada di kampus, Akmal pasti akan memilih menyuapi Cyra. Tapi sekarang dia memilih untuk makan lebih dahulu, supaya bisa bergantian menjaga baby Zahwa.
Selesai meenyusuii, Cyra pun mencoba memakan makanan yang sudah dipesannya itu. Dan Akmal yang melihat, semakin mempercepat makannya, karena merasa kasihan melihat Cyra makan sambil menggendong baby Zahwa.
" Kakak sudah selesai, sini, biar Aiza sama Kakak dulu ," kata Akmal.
Akmal lalu mengambil alih baby Zahwa ke dalam gendongannya. Dan ketika Akmal menggendong baby Zahwa, di mata semua orang, Akmal terlihat sangat hot daddy sekali.
Sambil menggendong baby Zahwa, Akmal memfoto Cyra yang sedang makan secara diam-diam. Dan foto candidnya terlihat sangat pas sekali, hingga membuat Akmal tersenyum sendiri ketika melihatnya.
" Makanannya masih sama enaknya seperti dulu ," kata Cyra sambil mengunyah makannya.
" Masa sih, cobain sedikit dong ," kata Akmal.
" Boleh, nih ," jawab Cyra memberikan makanannya.
" Nggak mau, suapi ," kata manja dari Akmal.
" Lihatlah, tangan Kakak sedang menggendong Aiza sama memegang ponsel ," kata Akmal mencari alasan.
Mau tidak mau, Cyra langsung menyuapkan satu sendok ke dalam mulut Akmal.
__ADS_1
Dunia seperti milik mereka berdua, Akmal yang awalnya tidak mau terlihat pamer kemesraan dengan Cyra, malah sekarang dia terlihat begitu mesra bersama Cyra.
Bahkan, ketika Cyra menyuapi Akmal, para mahasiswi atau kaum hawa yang melihat, merasa iri ingin bisa sedekat itu bersama Akmal seperti Cyra.
" Iya enak, mau lagi dong ," kata Akmal sambil tersenyum.
" Tidak mau malu, tuh dilihatin sama mahasiswa yang ada di sini ," jawab Cyra, hingga membuat Akmal tertawa bahagia.
Jakun yang naik turun menambah kesan manly dan jaantaan untuk Akmal di mata para kaum hawa yang melihat.
Setelah selesai menikmati makanan di kantin, Akmal mengajak Cyra untuk pergi ke ruang kantornya sendiri. Karena dia ingin mengambil berkas sebentar di sana.
Sesampainya di dalam ruang kantornya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya dari luar. Dan ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Akmal, ternyata itu adalah Aish, Dosen wanita yang menyukai Akmal.
Tadi, ketika Aish mendengar jika Akmal datang ke kampus bersama seorang perempuan yang menggendong bayi, ingin sekali dia langsung menemui Akmal. Tapi apalah daya, Aish ada kesibukan mengajar yang tidak bisa dia tinggalkan, dan di sinilah Aish sekarang, sudah berdiri di hadapan Akmal dan juga Cyra.
" Oh Bu Aish, ada apa Bu,? apa ada yang bisa saya bantu?? ," tanya Akmal dengan sopan.
" Hmm, ternyata selera Pak Akmal seorang janda, pantas saja Pak Akmal selalu menolak dan menghindari saya!! ," ucap Aish to the point.
Hati Cyra merasa sakit mendengar ucapannya Aish.
" Apa maksud ucapan Bu Aish?? ," tanya Akmal.
" Perempuan ini kan, yang membuat Pak Akmal selalu menolak saya!! ," jawab Aish sambil menunjuk Cyra.
Akmal sangat tidak suka dengan sikap dari Aish yang seperti itu kepadanya maupun kepada Cyra.
" Dengar ya Bu Aish!! ," kata Akmal.
" Saya mencintai dia selama lima tahun lamanya, sebelum saya mengenal Bu Aish!! ," kata Akmal.
" Dan walau saya tidak mencintai dia, saya juga tidak mau bersama dengan anda Bu Aish, karena anda jauh dari tipe saya!! ," kata Akmal.
" Sekarang anda pergi dari sini, dan saya harap, anda tidak akan mengganggu saya lagi. Karena saya sudah mempunyai calon istri yang jauh segala-galanya dibandingkan anda!! ," ucap Akmal.
" Huh!! ," kata Aish langsung berbalik badan dengan ekspresi marah meninggalkan ruang kantornya Akmal.
Setelah Aish pergi, Akmal langsung mendekati Cyra untuk menenangkan perasaannya.
Semakin mengenal Cyra, Akmal sangat tahu sekali, kalau hati dan perasaan Cyra begitu lembut, hingga mudah rapuh jika ada yang berkata kasar sedikit saja kepadanya.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...
__ADS_1