
Malam harinya setelah selesai menikmati makan malam. Cyra dan Akmal bersama baby Zahwa memilih bercengkerama menikmati waktu bersama di ruang keluarga.
Kelucuan baby Zahwa sangat mengalihkan dunia Akmal dan Cyra. Senyum kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua. Karena baby Zahwa tumbuh dengan keadaan sehat dan sesuai dengan umurnya.
Semakin besar, wajah baby Zahwa semakin terlihat jelas dia mirip siapa. Dan wajahnya sangat mirip dengan Mirza. Namun juga ada mirip-miripnya dengan Akmal. Sebab Akmal adik kandungnya Mirza. Jika orang lain melihat. Baby Zahwa pasti dikira memang benar-benar anak kandung Akmal. Sebab ada kemiripan di wajah mereka berdua.
Tidak terasa karena keasikan bercanda dengan baby Zahwa. Jam pun tanpa sadar sudah menunjukkan waktunya baby Zahwa untuk tidur. "Sudah jam sembilan malam. Kita pindah ke dalam kamar saja yuk Umi."
Cyra hanya mengangguk saja. Sambil menggendong baby Zahwa. Dirinya berjalan bersama Akmal menuju ke dalam kamar.
Sesampainya di dalam kamar. Baby Zahwa yang belum merasa mengantuk. Ketika sedang neenen dengan sang Umi. Bukannya tidur malah mengoceh sendiri. Puas neenen, baby Zahwa memilih bermain dengan sesuka hatinya. Terkadang di atas tubuh Akmal. Bermain dengan wajah Cyra sambil dipukul-pukul. Mendengar suara keentutnya sendiri pun malah tertawa terbahak-bahak.
Hal itu membuat perasaan Cyra dan Akmal merasa terhibur sekali. Tidak lupa, Cyra juga mengabadikan momen tersebut ke dalam ponselnya. Atau terkadang gantian Akmal yang mengabadikan momen itu ke dalam ponselnya sendiri.
"22:15. Bukannya tidur malah mengajak bermain dengan Abunya," tulis Cyra di dalam story whatsappnya. Dengan disertai sebuah video yang berdurasi delapan detik. Di mana baby Zahwa sedang duduk di atas dada Akmal. Sambil memukul-mukul wajahnya dengan tangan mungilnya. Lalu tertawa sendiri jika Akmal berpura-pura kesakitan ketika dipukul olehnya.
Baru saja diposting. Langsung saja mendapatkan komentar dari para sahabatnya yang belum pada tidur.
"Wah senangnya lagi main sama Abu," tulis Kalila untuk baby Zahwa.
"Kasihan Abunya jika diajak main terus. Nanti bisa nggak jadi begadang dengan Uminya," canda Deena untuk Cyra. Hingga Cyra tersenyum sendiri ketika membacanya.
"Senang deh lihat Zahwa bisa tertawa bahagia seperti itu. Nanti kapan-kapan main sama adik Abbiyya yah?" tulis Misha juga untuk Cyra. Dan masih ada lagi pesan untuknya dari temannya yang lain serta saudaranya juga.
Abi Rasyid yang belum tidur pun. Juga tidak mau ketinggalan untuk mengomentari story whatsapp sang putri.
"Masyaallah cucu Abi. Abi kirimi videonya dong Cyra. Cucu Abi yang sedang bahagia."
Di antara mereka semua. Hanya pesan dari abi Rasyid saja yang Cyra balas.
"Iya Abi. Sebentar," balas Cyra. Setelahnya dia mengirimkan video baby Zahwa yang sedang asik bermain sendiri. Tertawa sendiri dan juga sedang bercanda dengan Akmal.
__ADS_1
Abi Rasyid yang mendapatkan kiriman video dari Cyra, langsung memperlihatkan semua itu kepada umma Nada.
"Masyaallah lucunya. Senang deh Umma melihatnya. Zahwa sudah mempunyai keluarga yang lengkap sekarang."
Abi Rasyid tersenyum. "Iya Umma. Abi pun juga merasa senang. Dan insyaallah Abi yakin. Kalaupun Akmal mempunyai anak kandung sendiri dengan Cyra. Pasti dia akan berusaha adil memberikan kasih sayangnya kepada mereka semua."
Umma Nada mengangguk setuju membenarkan ucapan abi Rasyid. "Akmal anak yang tahu agama Abi. Pastinya dia tidak mau membuat orang-orang yang ada di sekitarnya merasa bersedih."
Abi Rasyid cuma mengangguk saja. Dia lalu memutuskan untuk tidur, begitupula dengan umma Nada.
Kembali ke Cyra dan Akmal lagi, dengan baby Zahwa yang masih asik bermain sendiri. Malah sekarang dirinya sedang bermain di lantai sambil memberantakin semua barang yang dia temui.
"Sayang? Apa kamu tidak mengantuk?" ucap Cyra. "Bobo yuk?"
Akmal yang melihat. Cuma memperhatikan saja mereka berdua sambil tiduran di atas ranjang.
"Jika Umi sudah mengantuk. Tidurlah dulu. Biar Abu yang menjaga Aiza."
Cyra tersenyum. "Umi belum mengantuk. Abu tidurlah dulu tidak apa-apa. Memang terkadang Aiza susah tidur begini ko."
Tiba-tiba Akmal merasa ada yang memperhatikannya dari jarak yang tidak terlalu jauh darinya. Ketika sudah membuka mata. Ternyata ada sang kakak yang sedang berdiri tidak jauh dari Cyra dan baby Zahwa.
Mirza tersenyum kepada Akmal yang sedang melihat ke arahnya. Lalu Mirza juga tersenyum melihat Cyra dan baby Zahwa yang sedang asik bermain berdua. Namun Akmal merasa aneh dengan sikap Cyra. Karena seolah-olah dirinya tidak melihat Mirza yang jelas-jelas sedang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya.
"Kak Mirza!" Akmal sambil beranjak turun dari atas ranjang.
Mirza tersenyum lagi mendengar Akmal sedang memanggilnya. Sesampainya Akmal di depan sang kakak. Tiba-tiba Mirza memeluknya dengan sangat erat sekali. Akmal yang sedang terkejut cuma diam saja dengan tangan yang menggantung di sisi tubuhnya.
Setelah puas memeluk Akmal dengan bibir yang masih tersenyum manis. Mirza lalu mengusap kepala Akmal dengan gemas dan juga lembut.
Mata Akmal masih terpaku dengan kehadiran sang kakak. Dirinya tidak bisa berbicara sepatah katapun atau bertanya sesuatu kepada Mirza. Yang bisa Akmal lakukan cuma berdiam diri sambil menatap Mirza dengan sangat lekat sekali.
__ADS_1
Cyra yang ada di situ. Masih asik sendiri bermain dengan baby Zahwa. Tanpa menyadari apa yang sedang Akmal dan Mirza lakukan.
"Titip mereka berdua. Jaga, sayangi dan lindungi mereka sepenuh hatimu. Walau kamu kelak nantinya akan mempunyai anak kandung sendiri, Adikku."
Ucapan Mirza begitu dalam sekali menurut Akmal. Walau Mirza mengucapkannya sambil tersenyum.
Setelah mengatakan hal tersebut. Mirza berjongkok dan mengusap kepala baby Zahwa, lalu mencium ubun-ubunnya dengan lembut. Namun anehnya Cyra seperti tidak melihat hal tersebut. Seolah-olah cuma Akmal saja yang bisa melihat.
"Selamat tinggal. Kalian berbahagialah selalu." Mirza tersenyum sangat manis sekali kepada Akmal.
Seperti ucapan terakhir dari Mirza untuk Akmal. Tiba-tiba Mirza menghilang dan secara bersamaan Akmal terbangun dari tidurnya.
"Hah!" Akmal terjingkat terkejut. Hingga membuat Cyra yang tidur di sampingnya juga merasa terkejut.
"Hah! Hah! Hah!" keringat Akmal bercucuran cukup deras.
"Abu! Abu kenapa? Apa Abu baru saja bermimpi buruk? Ini minumlah dulu?" Cyra memberikan segelas air minum untuk Akmal.
Akmal meminum segelas air putih itu sampai habis. Lalu memberikan gelas kosongnya kepada Cyra kembali.
"Tenanglah. Ada Umi di sini." Cyra mengusap keringat yang ada di dahi Akmal.
"Bukannya tadi Abu cuma memejamkan mata saja ya Umi?" Akmal seperti orang linglung.
"Abu sudah cukup lama tidurnya. Lihatlah! Sekarang sudah menunjukkan pukul tiga pagi," jawab Cyra.
"Lalu Aiza tadi malam tidur jam berapa?" tanya Akmal.
"Jam sebelas Abu. Setelah menidurkan Aiza. Umi langsung ikut tidur di samping Abu."
Akmal masih belum bisa menetralkan rasa aneh yang ada di dalam perasaannya. Karena dirinya baru saja bertemu dengan sang kakak. Dan sang kakak mengucapkan selamat tinggal kepadanya.
__ADS_1
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...