
Ketika abi Rasyid sampai di rumah sakit. Dirinya langsung segera menuju ke ruang bersalin yang sudah Akmal beritahu. Sesampainya di depan ruang bersalin. Abi Rasyid langsung membuka pintunya dan dia langsung melihat Akmal sedang membantu Cyra berjalan-jalan kecil sambil mengawasi baby Zahwa yang sedang asik bermain sendiri tas milik Cyra.
"Cyra!"
Pandangan mata Akmal dan Cyra langsung teralihkan ke arah abi Rasyid yang tiba-tiba membuka pintu ruangan.
"Abi!" ucap Akmal dan Cyra secara bersamaan.
Baby Zahwa yang melihat sang kakek datang. Dia langsung meninggalkan mainannya dan memilih berjalan mendekati abi Rasyid. Abi Rasyid tentu saja langsung membawa sang cucu ke dalam gendongannya.
"Bagaimana keadaan kamu Nak?"
Akmal langsung menjawab. "Pembukaannya sudah semakin bertambah Abi. Sekarang sudah pembukaan lima, terhitung cepat."
"Apa Abi tidak menganggu kalian jika menunggu di sini?"
"Tunggulah di sini sampai dokternya masuk lagi Abi."
Abi Rasyid menganggukkan ucapan Cyra. Tidak lama. Sekitar satu jam kemudian. Sang dokter dan asistennya masuk kembali ke dalam ruang bersalin tersebut untuk mengecek kondisinya Cyra.
Cyra sendiri juga sudah semakin merasakan sakit sejak tadi. Namun masih dia tahan, supaya Akmal dan sang abi tidak terlalu khawatir kepadanya.
"Biar Abi tunggu di luar saja bersama Zahwa."
Akmal dan Cyra cuma mengangguk saja menanggapi ucapan abi Rasyid. Sedangkan Cyra saat ini sudah tiduran di atas ranjang pasien untuk segera diperiksa keadaannya oleh dokter.
Baru saja abi Rasyid membuka pintu ruang bersalin. Matanya dari jauh menangkap bayangan ayah Rafiq dan mama Jian.
Ayah Rafiq dan mama Jian tentu saja langsung melebarkan langkah kakinya untuk segera sampai di depan abi Rasyid.
"Rasyid! Bagaimana keadaan Cyra saat ini?"
Abi Rasyid langsung menjawab ucapan ayah Rafiq. "Cyra sedang diperiksa di dalam Mas."
Wajah ayah Rafiq dan mama Jian terlihat sangat khawatir sekali.
"Semoga persalinannya lancar. Aamiin."
__ADS_1
Ucapan mama Jian langsung di aamiinkan oleh abi Rasyid dan ayah Rafiq. Untuk mengurangi rasa kekhawatirannya. Ayah Rafiq memilih mengajak bermain baby Zahwa. Di saat mereka sedang asik dengan kegiatan mereka masing-masing. Tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan oleh kedatangan umma Nada.
"Abi! Bagaimana keadaan Cyra?"
"Sedang diperiksa di dalam Nada," bukan abi Rasyid yang menjawab. Melainkan mama Jian.
Sama seperti yang lainnya. Wajah umma Nada menunjukkan kekhawatiran yang mendalam.
Sedangkan beralih kepada Cyra lagi. Ketika diperiksa lagi oleh dokter. Ternyata pembukaannya sudah sembilan. Itu artinya tinggal satu lagi Cyra sudah bisa melahirkan baby ke duanya.
Sembari menunggu pembukaan yang masih kurang satu. Sang dokter memilih menyiapkan apa saja yang dia butuhkan sambil mengecek tugas para asistennya.
Sedangkan Akmal memilih menyemangati Cyra untuk supaya tetap kuat menghadapi persalinannya.
"Abi yakin Umi pasti bisa. Demi Abu, Aiza dan keluarga kita."
Cyra tersenyum sambil mengangguk lemah menahan rasa sakit yang dirasakannya.
Tiba-tiba Cyra terasa ingin meengejan. Dan di saat di cek. Ternyata pembukaannya sudah lengkap. Sang dokter dan para asistennya langsung bersiap-siap di tempat mereka masing-masing.
"Nyonya nanti ikuti aba-aba saya ya!" ucap sang dokter.
"Umi pasti bisa sayang!" Akmal sambil mengusap keringat Cyra.
Cyra sudah mulai melakukan sesuai instruksi dari sang dokter. Dia meengejaan dan mengatur nafasnya dengan teratur.
"Ayo Nyonya! Anda pasti bisa. Sekali lagi ambil nafas, dorong!"
Cyra terus melakukan itu demi mengeluarkan buah cintanya dengan Akmal. Ini untuk ke dua kalinya Akmal menemani Cyra melahirkan. Akan tetapi rasa yang dirasakan oleh Akmal sangat berbeda dengan rasa yang sebelumnya.
"Ayo Umi. Bismillah!"
Suara meengejaan sudah berulang kali terdengar dari mulut Cyra. Dia rela berjuang demi sang buah hati tercinta. Dan perjuangannya akhirnya membuahkan hasil. Terdengarlah suara tangisan bayi yang menggema di dalam ruang bersalin tersebut.
Air mata Akmal refleks mengalir sangat deras mendengar dan melihat sendiri bayinya yang mungil kecil berlumuran darah dihadapan matanya. Bayi yang benar-benar darah dagingnya sendiri.
Para orang tua pun yang berada di luar merasa terharu dan terkejut mendengar suara bayi yang menangis sangat nyaring sekali.
__ADS_1
"Selamat Tuan Akmal. Bayinya laki-laki. Sehat dan sempurna."
Ucapan sang dokter menambah rasa hangat di dalam dada. Cyra tersenyum terharu melihat pengorbanannya tidak sia-sia.
Sang baby pun langsung segera diberikan penanganan oleh para asisten dokter tersebut sebelum mereka berikan kepada Cyra dan Akmal.
Akmal terus menghujani wajah Cyra dengan kecupan mesra, tanpa mempedulikan sang dokter yang sedang memberikan penanganan pasca melahirkan kepadanya.
Sang dokter dan para asistennya cuma melirik saja apa yang dilakukan oleh Akmal kepada Cyra. Mungkin mereka semua berbicara di dalam hati. Jika Cyra sangat beruntung sekali bisa mempunyai suami yang tampan dan romantis seperti Akmal.
"Cucu kita sudah lahir!"
Abi Rasyid yang niatnya cuma ingin singgah sebentar. Malah keterusan menunggu sampai Cyra melahirkan. Dan ucapan abi Rasyid langsung diangguki oleh semua orang dengan wajah yang terlihat berbinar senang.
Ketika anak Akmal sudah selesai dibersihkan. Salah satu asisten dokter langsung memberikannya kepada Akmal untuk dia adzani. Dengan tangan gemetaran dan wajah yang masih berlinang air mata. Akmal mengadzani sang putra penuh dengan penghayatan sekali.
Selesai mengadzani sang putra. Akmal lalu memberikannya kepada sang asisten dokter. Dan sang asisten dokter langsung memberikannya kepada Cyra untuk melakukan skin to skin.
Sang baby seperti mengerti, jika yang mendekapnya kali ini adalah sang umi. Dia bisa refleks mencari putiingg dada Cyra.
Perlahan namun pasti. Melihat hal itu Cyra pun menuntun sang putra untuk neeneen pertama kalinya kepadanya.
Senyum kebahagiaan tergambar jelas di wajah Akmal dan Cyra. Para asisten dokter dan dokter kandungannya sendiri pun juga merasa senang. Sebab Cyra sudah bisa meenyusuui dini sangat cepat sekali.
Selesai itu semua. Saatnya Cyra dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Melihat pintu ruang bersalin terbuka dari dalam. Para orang tua langsung sigap berdiri untuk menyambut Cyra, Akmal dan cucu ke dua mereka.
"Cyra! Nak."
Cyra hanya tersenyum lemah saja dibalik masker yang dipakainya.
Melihat Akmal sedang mendorong sendiri box babynya. Membuat para orang tua lalu berpindah mendekati Akmal.
"Masyaallah cucu Umma. Ini pasti jagoan ya?"
Akmal mengangguk dan sambil tersenyum cerah. "Iya Umma. Cucu Umma kali ini laki-laki."
"Akhirnya ayah punya cucu jagoan setelah kemarin dapat princess."
__ADS_1
Akmal lagi-lagi tersenyum. Hingga akhirnya tanpa mereka sadari, langkah kaki mereka semua sampai juga di ruang perawatan VIP yang ada di rumah sakit tersebut.
...~.~...