
Semalam, Akmal tidur cukup larut malam sekali. Sekitar jam satu dini hari, karena matanya benar-benar tidak bisa di ajak tidur sama sekali.
Banyak sekali masalah yang sedang dipikirkannya, seperti memenuhi memori otaknya, hingga membuatnya tidak bisa tidur.
Setelah Akmal paksakan untuk tidur, akhirnya dirinya bisa tidur juga, walau sudah terlewat jam tidurnya.
Di saat Akmal sudah tertidur lelap, tiba-tiba dia bermimpi masuk ke dalam rumah, rumah itu terlihat sangat indah sekali, dan rumahnya tidak seperti rumah-rumah pada umumnya.
Entahlah, Akmal tidak bisa menjabarkannya, namun yang pasti, rumah itu sangat indah sekali, dan tidak pernah dilihatnya sama sekali.
Sambil membuka pintu, Akmal sambil juga mengucapkan salam, dan tiba-tiba salam tersebut ada yang menjawab dari dalam rumah.
Ketika semakin jelas suara siapakah itu, ternyata suara seorang perempuan yang sangat dikenalnya, yaitu Cyra.
" Cyra?? ," kata Akmal.
" Eh, Abu sudah pulang ," jawab Cyra sambil tersenyum manis sekali.
Walau Cyra memakai cadar, akan tetapi Akmal tahu, jika Cyra sedang tersenyum manis kepadanya. Dan entah kenapa, Cyra malah memanggil Akmal dengan panggilan Abu, bukannya Kakak seperti biasanya, hal itu membuat Akmal merasa sangat kebingungan sekali
Abu sama seperti Abi atau Abah, yang berarti Ayah atau Bapak.
" Abu?? ," tanya Akmal merasa bingung.
Cyra tidak menjawab, namun malah langsung menggandeng tangan Akmal, untuk berjalan bersama menuju ke tempat yang tahu-tahu sudah ke luar dari dalam rumah.
Di tempat tersebut, pemandangannya jauh lebih indah dari mimpi-mimpinya yang kemarin. Sambil berjalan berdua, Cyra menggenggam tangan Akmal dengan sangat erat sekali dan sambil menyandarkan kepalanya di pundaknya.
" Cyra, kamu akan membawa Kakak ke mana?? ," tanya Akmal masih merasa kebingungan.
" Umi akan membawa Abu ke suatu tempat ," jawab Cyra.
" Umi,? Abu,? maksudnya apa sih, Cyra,? Kakak benar-benar tidak mengerti?? ," tanya Akmal.
Namun lagi dan lagi, Cyra hanya tersenyum manis saja, tidak mau menjelaskan kepada Akmal, walau dirinya melihat Akmal sedang merasa kebingungan.
" Tuh lihatlah ke sana, sudah ada orang yang menunggu Abu ," kata Cyra sambil menunjuk ke depan.
Akmal menajamkan pandangannya, karena di situ ada cahaya putih yang benar-benar sangat menyilaukan mata sekali.
__ADS_1
Setelah berusaha menatap ke arah cahaya putih tersebut, akhirnya, Akmal bisa melihat ada seorang laki-laki yang sedang berjalan ke arahnya.
Semakin dekat, akhirnya Akmal bisa melihat wajah laki-laki tersebut, yang ternyata adalah sang Kakak, yaitu Mirza.
" Kak Mirza?? ," kata Akmal.
" Hiduplah bahagia kalian berdua, Kakak titip Cyra ya Akmal ," cuma itu yang dikatakan oleh Mirza. Karena setelahnya, Mirza pun melambaikan tangannya kepada Cyra dan Akmal.
Akmal benar-benar merasa bingung sekali dengan sikap Mirza dan Cyra, sebab Cyra seperti tidak terlihat bersedih sama sekali, dan pada akhirnya, Mirza pun menghilang di balik cahaya putih tersebut.
Seperti biasa, tiba-tiba, langsung Akmal terbangun dari tidurnya, karena mimpi yang meresahkannya itu lagi.
Niat hati ingin meminta petunjuk, Allah sepertinya sudah langsung memberikan petunjuk kepada Akmal, walau dia belum sempat menunaikan ibadah sholat malam, karena ketiduran.
Di saat sudah terbangun pun, waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi, yang artinya sudah memasuki waktu subuh.
Akmal yang sudah menetralkan pandangannya, dia langsung berusaha duduk dari rebahannya, dan ketika sudah duduk, dia langsung melihat Cyra masih memakai mukena, duduk di atas sajadah, dengan suara orang yang sedang mengaji atau berdzikir.
Akmal lalu mengalihkan pandangannya ke arah samping, ada sang Kakak yang masih tidur di atas ranjang pasiennya, begitupula dengan para orang tua.
" Cyra ," panggil Akmal.
Karena menutup wajah dapat menghalangi tersentuh nya jidat dan hidung dengan tempat sujud, demikian pula menutupi mulut. Nabi shalallahu alaihi wa sallam pernah melarang sahabatnya yang sholat dengan menutupi mulutnya. Adapun jika dibutuhkan, seperti kehadiran laki-laki yang bukan mahram, maka tidak dimakruhkan.
(Dikutip dari : Al Mausiβah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah 41/135)
Namun, dalam kondisi tertentu, di saat wanita berniqab sedang menunaikan sholat di masjid, tentunya hukum makruh tadi menjadi mubah, karena dalam kondisi tertentu.
Cyra ketika sudah memakai niqabnya lagi, langsung menolehkan kepalanya ke arah Akmal.
" Kakak sudah bangun?? ," tanya Cyra.
" Apakah ini sudah subuh?? ," tanya Akmal.
" Belum, sebentar lagi ," jawab Cyra.
" Nah, itu baru terdengar suara adzan subuhnya ," kata Cyra lagi, karena tiba-tiba terdengar suara adzan.
" Baiklah, Kakak mau ke kamar mandi dulu kalau begitu ," kata Akmal, dan Cyra hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Cyra lalu berinisiatif membangunkan sang Ayah mertua yang tidur di sofa, untuk menunaikan sholat subuh berjamaah bersama Akmal.
Singkat cerita selesai sholat subuh, tidak terasa waktu cepat berlalu, dan mereka tahu-tahu sudah menunggu Mirza sedang di 0p3r451 di dalam ruang 0p3r451 saat ini.
Di sinilah Akmal sekarang, sedang melamun memikirkan mimpinya semalam, yang seperti tadi dijelaskan di atas.
" Kak, Kak Akmal ," panggil Cyra sambil menggoyangkan pundaknya.
" Eh, iya Umi ," jawab Akmal sangat terkejut sekali.
" Umi?? ," kata Cyra merasa bingung.
" Eh, tidak Cyra, ada apa?? ," tanya Akmal mengalihkan pembicaraan.
" Daritadi telepon Kakak berbunyi terus tuh, Kakak pagi-pagi sudah melamun, nanti kesambet hantu cantik lho ," goda Cyra.
Cyra memang daritadi sudah memanggil Akmal, namun karena berhubung Akmal sedang melamunkan mimpinya semalam, jadinya dia tidak tahu, jika Cyra sedang memanggilnya, bahkan ponselnya daritadi sedang berbunyi pun, telinganya seperti sedang tertutup sesuatu.
" Iya, hantunya ya kamu, nih nyatanya kamu memanggil Kakak sekarang ," jawab Akmal sambil bercanda.
Cyra hanya tersenyum saja, setelah itu dia kembali duduk lagi ke tempat duduknya yang tidak jauh dari Akmal.
Setelah duduk, Cyra langsung melanjutkan lagi mengaji dan juga berdzikir nya yang tadi sedikit terhenti, karena terganggu dengan suara dering ponsel milik Akmal.
Sedangkan Akmal lalu melihat ponselnya, yang ternyata itu panggilan dari asisten dosennya, dan ada juga dari yang sesama Dosen.
Setelahnya, Akmal langsung menelpon balik mereka semua untuk bertanya ada apa, padahal Akmal sudah meninggalkan tugas kepada asisten Dosennya.
0p3r451 yang dijalani Mirza cukup lumayan lama, kurang lebih sekitar tiga sampai empat jam, tergantung sel kanker itu sendiri di bagian mana bersarangnya.
Para orang tua yang ikut menunggu, mereka pada mengobrol sendiri-sendiri, bahkan ada yang mengobrol dengan para Keluarga pasien yang lainnya untuk mengurangi rasa jenuh yang dirasakan.
Sedangkan Cyra masih sibuk mengaji, sampai mulutnya terasa lelah untuk berucap.
Karena merasa capek, Cyra memilih menghentikan mengajinya sejenak, untuk melihat ponselnya.
Dari kemarin, Cyra lebih memilih mengaji, dibandingkan mengecek ponselnya, alhasil ketika sekarang dia mengecek ponselnya, ada cukup banyak pesan masuk, terutama dari para sahabatnya, siapa lagi, jika bukan Deena, Misha dan juga Kalila.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...