
Di saat Akmal sedang berteriak begitu kerasnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan tepukan pelan di pundaknya.
Suara tangisan Akmal terhenti dan dia langsung menolehkan pandangannya, untuk melihat siapakah orang yang sudah menepuk pundaknya.
Ada seorang laki-laki yang sudah cukup tua, sedang tersenyum manis kepadanya.
" Anak muda, sepertinya kamu sedang bersedih?? ," kata sang Kakek.
" Kakek, apakah suara saya tadi mengganggu Kakek?? ," tanya Akmal.
Sang Kakek dengan wajahnya yang tua, dia hanya tersenyum manis nan meneduhkan saja menanggapi Akmal.
" Apakah ada masalah di dunia ini yang tidak ada jalan ke luarnya Nak?? ," tanya sang Kakek.
Sang Kakek yang capek berdiri, dan Akmal juga tidak bangun dari berlututnya, dia pun memilih duduk beralaskan tanah di samping Akmal.
" Di dunia ini setiap masalah yang kita alami, pasti ada jalan ke luarnya Nak ," kata sang Kakek.
" Walau tidak instan, tapi percayalah, jika setiap musibah yang kamu alami, ada hikmah besar di dalamnya ," kata sang Kakek lagi.
Akmal masih saja diam mendengarkan sang Kakek yang sedang berbicara kepadanya.
" Jika Kakek boleh tahu, masalah apa yang saat ini kamu alami Nak?? ," tanya sang Kakek kepada Akmal.
Sebelum menjawab, Akmal pun juga ikut duduk di samping sang Kakek, sambil memandang lurus ke depan, yang pemandangannya sangat indah sekali dari tempat Akmal dan sang Kakek duduk.
" Saya mencintai seorang wanita Kek, dia sangat sholehah sekali ," kata Akmal.
" Di sepertiga malam, saya selalu menyebut namanya, saya selalu memanjatkan diri kepada Allah untuk meminta dia menjadi pendamping hidup saya, tapi ....... ," kata Akmal sambil menarik nafasnya, sebab rasanya sangat sesak sekali mau melanjutkan ceritanya.
" Gadis itu ternyata sudah dijodohkan dengan Kakak kandung saya sendiri, dan hari ini mereka menikah ," kata Akmal lagi.
Sang Kakek yang mendengar cerita dari Akmal, langsung tersenyum dan menepuk pundak Akmal untuk menenangkan.
" Wanita tidak cuma ada satu di dunia ini Nak ," kata sang Kakek.
" Di dalam surat Al - Insyirah ayat 5 - 6 yang berbunyi " Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.β
Percayalah, jika kesulitan yang kamu alami sekarang, itu ada kebahagiaan yang tersembunyi yang sudah menantimu, dan hanya Allah yang tahu kapan datangnya kebahagiaan tersebut.
" Di dalam surat Ali Imran Ayat 139 " "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.β
__ADS_1
Arti surat tersebut, jika kamu orang beriman, jangan biarkan kamu larut dalam emosi negatif. Jika muncul pikiran buruk, segera alihkan ke hal yang lebih bermanfaat. Jadikan masalahmu sekarang sebagai pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi Nak ," nasihat panjang lebar dari sang Kakek.
Akmal masih setia mendengarkan nasihat dan ceramah singkat dari sang Kakek yang sangat menenangkan hati dan juga perasaannya.
" Di dalam surat Ath - Thalaq ayat 2 -3 "
βBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan jalan keluar atas tiap masalah yang sedang kamu hadapi. Kuncinya adalah tetap tawakal dan tidak berhenti berusaha. Pasti akan datang pertolongan yang tidak terduga suatu saat ini ," nasihat dari sang Kakek lagi.
" Janganlah terlalu terpuruk dengan masalah hatimu saat ini Nak, ingat, Allah juga bisa merasa cemburu jika hambanya lebih mementingkan manusia ," kata sang Kakek.
" Jika kamu masih ingin meluapkan rasa sakit dan sesak di dalam hatimu, luapkanlah saat ini juga, keluarkan sekarang, tapi berjanjilah, setelah pulang dari sini anggap saja semua masalah yang kamu hadapi, untuk mengangkat derajatmu menjadi lebih tinggi lagi dihadapan Allah Subhanahu Wata'ala ," kata sang Kakek sambil berdiri dari duduknya.
Sebelum pergi, sang Kakek menepuk pundak Akmal sekali lagi, dan dia lalu pergi dari hadapan Akmal tanpa mengucapkan salam sama sekali.
Akmal yang masih terbengong, belum terlalu menyadari jika sang Kakek sudah pergi dari hadapannya.
Dan ketika Akmal menolehkan kepalanya ke belakang, alangkah terkejutnya Akmal, sebab dia tidak menemukan sang Kakek lagi.
Apakah kalian semua pernah mendengar jin muslim, bisa jadi sang Kakek tadi adalah jin muslim yang sengaja menemui Akmal, untuk membantunya ke luar dari masalah hati yang di rasakannya sekarang.
Wallahualam bish-shawab ( hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya ).
Walau Akmal merasa aneh dengan sang Kakek, namun dia tidak mau berpikir yang terlalu jauh, yang dia pikirkan sekarang, jika apa yang tadi sang Kakek katakan kepadanya, itu benar adanya.
Akmal tidak mau terlalu larut di dalam kesedihan yang dia alami sekarang, sebab itu bisa membuatnya sakit sendiri, dan dia bisa membuat Allah marah kepadanya.
Akmal yang sudah merasa tenang, lalu mengusap air matanya dengan kasar dan langsung meninggalkan tempat tersebut.
Hatinya yang sudah lebih baik, walau tidak sepenuhnya, sebab mulai hari ini, Akmal akan terus melihat Cyra, namun bukan sebagai mantan mahasiswinya, melainkan sebagai Kakak iparnya di rumah.
Supaya Keluarga besarnya tidak merasa curiga kepadanya, Akmal pun memutuskan kembali lagi ke rumah Cyra, sampai acara pernikahannya selesai.
Dan ketika dirasa sudah selesai, Akmal langsung pulang ke rumah sang Ayah.
Sedangkan Mirza tentu saja masih tetap tinggal di rumah Cyra, sampai waktunya dia kembali beraktifitas seperti semula.
Malam harinya dan untuk pertama kalinya, Mirza saat ini berada di dalam kamar Cyra yang sudah di sulap begitu cantiknya.
Jantung Cyra benar-benar berdebar sekali, sebab dia harus terbiasa satu kamar dengan Mirza mulai malam ini.
__ADS_1
Mirza yang cuma duduk di pinggir ranjang, menatap Cyra dengan tatapan yang membuat Cyra malu sendiri.
" Kenapa Kakak melihat Cyra seperti itu?? ," tanya Cyra kepada Mirza.
" Sini istriku ," kata Mirza sambil menepuk ranjang di sebelahnya.
Cyra pun menurut, dan dia langsung duduk di samping Mirza sambil menunduk.
Mirza lalu mendongakkan wajah Cyra menggunakan jarinya, supaya dia bisa menatapnya.
Perlahan dengan pasti, tangan Mirza mencoba melepaskan niqob yang selalu dipakai oleh Cyra.
" Masyaallah, sangat cantik sekali istriku ini ," kata Mirza mengagumi wajah Cyra.
Cyra tersenyum tersipu malu di puji seperti itu oleh Mirza, dan pipinya pun terlihat sangat memerah sekali.
" Ternyata istriku ini mempunyai lesung pipi yang menambah kesan cantik di wajahnya ," kata Mirza lagi sambil mengusap pipi Cyra.
Mirza benar-benar terpesona bisa melihat secara jelas dan nyata wajah Cyra dihadapannya saat ini.
Dan sekarang Mirza juga tidak perlu ragu lagi untuk menyentuh Cyra, sebab Cyra sudah sah menjadi istrinya.
" Kakak jangan memuji Cyra terus, Cyra malu ," kata Cyra sambil menunduk.
" Hei, untuk apa malu, Kakak ini suami kamu, apapun yang ada di dalam diri kamu, insyaallah Kakak akan menerima semuanya ," jawab Mirza.
Untuk menyembunyikan perasaan malunya, Cyra reflek langsung memeluk Mirza, dan Mirza langsung tersenyum sambil membalas pelukannya Cyra.
" Katanya malu, tapi sudah berani memeluk duluan ," goda Mirza kepada Cyra.
" Kakak ," kata Cyra pura-pura merajuk.
Mirza langsung tertawa terbahak-bahak melihat Cyra merajuk kepadanya, dan dia lalu membawa Cyra ke dalam pelukannya lagi.
Malam itu perasaan Mirza benar-benar merasa sangat bahagia sekali.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...
Β
__ADS_1