
Hai-hai-haiiiiiiiii ๐ค.
Pasti kalian semua pada bertanda tanya kan,? siapa jodoh Akmal yang sebenarnya๐คญ.
Jika ingin tahu kelanjutan cerita cinta si Akmal, stay tune terus ya bestie, karena nanti insyallah akan banyak kejutan di inti ceritanya.โบ๏ธ
Semoga saja ceritanya menghibur dan cocok dengan ekspetasi kalian semua๐๐ป๐ฅฐ.
...*_______________*...
Wanita yang sedang ditabrak oleh Akmal, masih memegangi dan melihat kakinya, apakah ada yang terluka cukup serius atau tidak.
Sedangkan Akmal yang sudah berada di samping sang wanita itu, langsung saja bertanya tentang keadaannya.
" Nona, apakah anda baik-baik saja?? ," tanya Akmal.
" Eh Tuan ," jawab sang wanita dengan ekspresi terkejut.
Wanita berbaju gamis shoft dengan hijab yang senada dan terlihat sholehah, langsung berdiri dari duduknya.
" Saya tidak kenapa-kenapa ko Tuan, anda tenang saja ," jawab sang wanita sambil tersenyum tipis.
" Ini salah saya juga, yang berjalan tidak melihat sekitar, karena sedang asik membaca pesan dari saudara saya ," kata sang wanita tadi.
" Apa perlu saya periksakan ke dalam Nona, ayo saya antar ," kata Akmal.
" Eh, tidak perlu Tuan, saya tidak kenapa-kenapa ko, benar lihatlah saya terlihat sehat ," jawab sang wanita.
Akmal lalu mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompetnya untuk dia berikan kepada wanita tersebut.
" Jika ada apa-apa, ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya jika anda membutuhkan bantuan saya, saya siap bertanggung jawab Nona ," kata Akmal.
" Iya Tuan, terimakasih ," kata sang wanita sambil menerima kartu namanya.
" Kalau begitu saya mau masuk dulu, sudah ditunggu oleh Keluarga saya ," kata Akmal berpamitan pergi.
" Iya Tuan ," jawab sang wanita itu lagi.
Akmal langsung saja berlalu masuk kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan wanita tersebut untuk memarkirkan mobilnya.
Sedangkan sang wanita tadi langsung saja melihat kartu nama yang diberikan oleh Akmal kepadanya.
"Akmal ," kata sang wanita.
" Dia sangat tampan sekali ," kata wanita itu lagi.
" Astaghfirullah, apa yang sedang kamu katakan Aalifa, ingat dosa, dia bukan mahram kamu ," kata wanita tersebut yang ternyata bernama Aalifa.
Aalifa langsung saja berjalan masuk ke dalam rumah sakit untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit.
Sedangkan Akmal yang juga sudah masuk ke dalam rumah sakit, langsung saja bergegas menuju ke dalam ruang perawatan Cyra.
__ADS_1
Sesampainya di dalam ruang perawatan Cyra, ternyata sudah ada sang Ayah yang sudah selesai dari pertemuannya dengan salah seorang investor.
" Assalamu'alaikum ," salam dari Akmal.
Salam dari Akmal langsung dijawab serempak dari semua orang, termasuk Cyra sekalipun.
" Baru pulang Mal?? ," tanya sang Ayah.
" Iya Ayah, ini baru saja beli makanan dan beberapa buah-buahan untuk kita semua ," jawab Akmal.
" Oh ya Cyra, ini aku belikan buah alpukat untuk kamu, katanya ini bagus untuk ibu hamil, makannya jangan di kasih air lagi ," kata Akmal sambil menaruh buah alpukat tadi di atas meja samping brankar.
" Masa Cyra disuruh makan begitu langsung Mal, apa enak?? ," tanya Mirza.
" Tidak dong Kak, nih, Akmal sudah belikan mangkok plus sendoknya, daripada kelamaan ambil di rumah ," jawab Akmal sambil mengeluarkan barang yang tadi dia sebutkan.
" Dan ini juga susunya, untuk campuran bikin jus alpukat nya ," kata Akmal lagi.
" Akmal tidak tahu Cyra suka susu rasa apa, jadi Akmal beli semua varian rasa, biar dia bisa memilih sendiri ," kata Akmal lagi kepada Mirza.
" Terimakasih Akmal, kamu sudah perhatian dengan istri dan calon keponakan kamu ," kata Mirza sambil tersenyum.
" Sama-sama ," jawab Akmal.
" Terimakasih ," kata Cyra dengan lirih.
" Sama-sama ," jawab Akmal lagi sambil tersenyum manis.
Mama Jian juga langsung melihat makanan serta barang apa saja yang dibeli oleh Akmal sekarang.
Sedangkan Mirza sendiri setelah kepergian dari Akmal, dia langsung mencuci bersih mangkok serta sendoknya, supaya bisa segera dia pakai untuk membuat jus alpukat nya.
" Kamu mau makan makanan itu dulu atau alpukat nya saja sayang?? ," tanya Mirza.
" Alpukat saja Abi, sepertinya enak ," jawab Cyra.
" Ok sebentar, akan Abi haluskan dulu alpukat nya untuk kamu ," kata Mirza dan Cyra hanya mengangguk saja.
Mirza dengan telaten menghancurkan alpukat tersebut menggunakan sendok dan lalu dia campur dengan susu putih sesuai permintaan Cyra.
Setelah selesai, Mirza langsung menyuapi Cyra dengan buah alpukat yang sudah dibuatkannya tadi.
Entah suka atau bagaimana, Cyra bisa menghabiskan satu buah alpukat tersebut yang sudah dicampur dengan susu tanpa merasa mual sama sekali.
" Apakah enak sayang?? ," tanya Mirza.
" Iya enak, Umi suka Abi, rasanya tidak bikin eneg ," jawab Cyra.
Mirza yang penasaran dengan rasanya, dia pun langsung saja mencobanya, dan perut Mirza rasanya seperti sedang diaduk-aduk, karena eneg sekali.
Mirza langsung meminum air putih sebanyak-banyaknya, untuk menawarkan rasa aneh di dalam mulutnya.
__ADS_1
" Rasanya aneh, jika di kasih air Abi masih suka, jika begini saja rasanya bagaimana begitu ," kata Mirza dan Cyra langsung tertawa.
" Tapi Umi suka ," kata Cyra.
" Dan Umi sendiri juga pernah membaca, jika kandungan di dalam alpukat memang baik untuk ibu hamil dan juga bayi yang dikandungnya Abi ," kata Cyra lagi.
" Baiklah, mulai saat ini nanti Abi akan rajin belikan alpukat untuk Umi ," kata Mirza dan Cyra hanya mengangguk saja.
Meninggalkan Mirza dan Cyra yang sedang asik sendiri, kita beralih kepada Akmal yang sedang menikmati makanannya bersama sang Ayah dan juga Mamanya.
" Oh ya, ada yang ingin Ayah sampaikan kepada kalian semua ," kata Ayah Rafiq, dan pandangan semua orang langsung saja tertuju kepada Ayah Rafiq.
" Mau menyampaikan apa Ayah, sepertinya penting sekali ," kata Mirza.
" Sebenarnya malam ini Ayah ingin mengajak kalian semua, terutama Akmal untuk melihat wanita yang akan Ayah jodohkan kepadanya ," kata Ayah Rafiq.
" Uhuk!! ," Akmal yang mendengar langsung tersedak.
Cepat-cepat Akmal langsung meminum air putih untuk menetralkan rasa sakit di tenggorokannya.
Ayah Rafiq yang melihat Akmal terkejut sampai tersedak begitu, dia hanya menggelengkan kepalanya saja.
" Tapi kan Cyra sedang di rawat di rumah sakit Ayah?? ," kata Akmal mencari alasan, karena sebenarnya dia sangat tidak mau dijodohkan.
" Iya, maka dari itu, akhirnya pertemuan kita dibatalkan Akmal ," jawab Ayah Rafiq.
" Alhamdulillah ," kata batin Akmal.
" Maafkan Cyra, Ayah, karena Cyra acaranya jadi batal ," kata Cyra meminta maaf.
" Kenapa juga Cyra meminta maaf, justru aku sangat bahagia ," kata batin Akmal lagi.
" Iya Nak, tidak apa-apa ko, lagi pula ini juga bukan kehendak kita ," jawab Ayah Rafiq.
" Dan kenalannya Ayah juga mengerti, mereka tidak keberatan ko Nak ," kata Ayah Rafiq lagi sambil tersenyum.
" Oh ya Kak Mirza, apakah Kakak sudah menghubungi Umma, beliau juga berhak tahu, jika Cyra sedang di rawat di sini?? ," tanya Akmal mengalihkan pembicaraan.
" Sudah ko Akmal, mungkin sebentar lagi sampai ," jawab Mirza.
" Dan kata Mama tadi, jika Abi sudah tahu kalau Cyra di rawat di sini ," kata Mirza lagi.
" Iya, tadi tidak sengaja bertemu, ketika Cyra sedang ditangani Dokter ," jawab Akmal.
" Iya, Kak, kebetulan Abi bekerja di sini ," kata Cyra.
" Iya, tadi katanya mau m3ng0p3r451 dulu, setelah itu baru ke sini ," jawab Akmal.
Mereka lalu mengobrol dengan ringan, supaya Cyra tidak jenuh, ketika sedang di rawat di rumah sakit, serta mereka sendiri juga tidak merasa bosan menunggu Cyra di rumah sakit.
...๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...