IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Setelah kedatangan sang Dokter, semua orang menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada para tim medis.


Abi Rasyid yang juga sebagai seorang Dokter, dia sudah menyiapkan hati sejak sekarang, jika keadaan Mirza semakin memburuk.


Melihat para tim medis sudah pada selesai memeriksa Mirza, Cyra dan yang lainnya langsung mendekat ke arah ranjang.


" Dokter, bagaimana keadaan suami saya?? ," seperti itulah ucapan yang beberapa hari ini sering Cyra ucapkan.


" Keadaan Tuan Mirza sudah sedikit membaik Nyonya, namun belum sepenuhnya ," jawab sang Dokter.


" Alhamdulillah ," jawab Cyra dan yang lainnya.


" Dan syukur alhamdulillah, Tuan Mirza tidak jadi koma, jadi ini adalah kabar yang sangat baik untuk kita semua ," jelas sang Dokter lagi.


" Biarkan Tuan Mirza lebih banyak beristirahat dari sekarang, jangan terlalu lama mengajaknya mengobrol ya Tuan, Nyonya, nanti dia bisa kelelahan ," kata sang Dokter kepada semua orang.


" Baik Dokter, kami mengerti ," jawab Akmal.


" Kalau begitu kami permisi dulu Tuan, Nyonya ," pamit sang Dokter.


" Iya Dokter terimakasih ," jawab dari Akmal dan Abi Rasyid.


Setelahnya para tim medis pun berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Mirza.


" Akmal, Kakak senang kamu sudah kembali pulang, jangan pergi lagi ya, jangan tinggalkan Kakak sendirian di sini ," ucap Mirza kepada Akmal.


Akmal terharu melihat cinta di mata sang Kakak untuknya.


" Akmal berjanji tidak akan pergi lagi meninggalkan Kakak sendirian di sini ," jawab Akmal sambil tersenyum.


" Dan jika Kakak ingin melihat Akmal segera menikah, Akmal siap ko Kak, jika di suruh untuk menikahi Aalifa ," kata Akmal lagi.


" Apakah kamu serius Akmal?? ," tanya Mirza cukup terkejut.


Bukan Mirza saja yang terkejut, melainkan Cyra, Hamzah dan juga Abraham yang sama terkejutnya seperti Mirza, kecuali Abi Rasyid, sebab dia sebelumnya sudah berbincang dengan Akmal.


" Iya, Akmal serius Kak ," jawab Akmal.


" Tapi dengan satu syarat, Kakak harus semangat menjalani pengobatan, karena Akmal ingin melihat Kakak bisa menggendong anak Kakak kelak dan kembali sehat seperti semula ," kata Akmal.


" Iya, Kakak mau Akmal ," ucap Mirza sangat bersemangat sekali.


" Kakak akan lebih semangat lagi dalam menjalani pengobatan, karena yang membutuhkan Kakak, bukan mereka saja, tapi Cyra, istri Kakak, maafkan Abi ya sayang ," kata Mirza kepada Akmal dan Cyra.


Cyra tersenyum manis, sambil menggenggam erat tangan Mirza, sedangkan Akmal pun sama halnya seperti Cyra.

__ADS_1


" Emm, kalau begitu, Akmal mau ke luar sebentar ya Kak, mau menelpon Ayah, untuk menyiapkan pernikahan Akmal dan Aalifa ," ijin Akmal.


" Iya, jangan lama-lama ya Akmal ," jawab Mirza dan Akmal hanya mengangguk saja.


Akmal pun langsung berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan sang Kakak, dan ternyata diikuti oleh Hamzah bersama Abraham.


" Apakah kamu serius dengan ucapanmu tadi Akmal?? ," tanya Abraham.


" Iya aku serius ," jawab Akmal.


" Tapi kata kamu, Aalifa?? ," tanya Hamzah.


" Jika dia benar-benar menjadi jodohku, aku sudah bertekad untuk merubah sifatnya, karena itu adalah tugasku ," jawab Akmal.


" Semoga niat baikmu yang ingin membahagiakan Kak Mirza mendapatkan keridhoan dari-Nya ," kata Hamzah.


" Aamiin ," jawab Akmal.


" Aku mau menelpon Ayah sebentar ," kata Akmal, dan Hamzah bersama Abraham hanya mengangguk saja.


Ayah Rafiq yang sedang bersantai di ruang Keluarga, langsung mengangkat ponselnya yang sedang berdering, yang ternyata dari Akmal.


" Halo assalamu'alaikum Akmal ," salam Ayah Rafiq.


" Wa'alaikumussalam Ayah ," jawab Akmal.


" Kak Mirza sudah sadar Ayah, dan kondisinya sudah mulai berangsur membaik ," jawab Akmal.


" Alhamdulillah, Ayah sangat senang sekali mendengarnya ," kata Ayah Rafiq merasa senang.


" Ayah, ada yang ingin Akmal sampaikan kepada Ayah ," ucap Akmal.


" Katakanlah Nak ," jawab Ayah Rafiq.


" Akmal jadi menikahi Aalifa, Ayah, tolong sampaikan kepada mereka, untuk menyiapkan semuanya secepatnya, kalau bisa tiga hari dari sekarang ," kata Akmal.


" Apa kamu sedang bercanda Akmal?? ," tanya sang Ayah.


" Tidak Ayah, Akmal serius, dan mungkin dengan berkorban seperti ini, Kak Mirza ada semangat lebih untuk sembuh dan melawan penyakitnya ," jawab Akmal.


" Baiklah, malam ini juga, Ayah akan menelpon Pak Ismail ," kata Ayah Rafiq.


" Baik Ayah, terimakasih ," jawab Akmal.


" Iya ," ucap Ayah Rafiq.

__ADS_1


" Kalau begitu, Akmal tutup dulu teleponnya ya Ayah, assalamu'alaikum ," salam dari Akmal, dan sambungan telepon mereka terputus, ketika Ayah Rafiq sudah menjawab salam dari Akmal.


Sesuai perkataan dari Ayah Rafiq tadi, pada saat itu juga, dia langsung menghubungi Pak Ismail untuk menyampaikan niatnya, yang mau menikahkan Aalifa dengan Akmal.


Pak Ismail tentu saja merasa sangat terkejut sekali, dan walau begitu, dia juga merasa sangat bahagia, apalagi Aalifa, dia sampai berjingkrak kesenangan, karena pada akhirnya, impiannya yang ingin menikah dengan Akmal sebentar lagi akan terwujud.


Walau semuanya sudah dibatalkan, tapi semua itu tidak menjadi halangan bagi Aalifa, untuk mengabulkan keinginan Akmal.


Aalifa kerahkan semua karyawan W.Onya dan catering langganannya, untuk menyiapkan jamuan pernikahannya dengan Akmal yang kurang dua hari lagi.


Mirza begitu sangat senang sekali, hingga kondisinya sudah mulai berangsur membaik. Dan di hari ke tiga tepat di hari pernikahan Akmal dan Aalifa terjadi, Mirza terus memohon kepada Dokter untuk mengijinkannya pulang.


Sebenarnya belum waktunya Mirza pulang, tapi karena Mirza sangat gigih sekali ingin segera pulang, akhirnya sang Dokter pun mengijinkan Mirza, tapi dengan catatan, jika merasakan sesuatu, harus segera pergi ke rumah sakit.


Semua Keluarga Ayah Rafiq dan Abi Rasyid sangat mengawasi Mirza sekali, karena mereka semua tidak mau, kalau Mirza sampai kecapekan atau sampai salah makan nanti ketika di rumah Aalifa.


Di rumah Aalifa sendiri sudah sangat ramai sekali oleh para saudara yang sudah pada berdatangan.


Rumah tersebut sudah didekor sedemikian rupa oleh para karyawan W.Onya sendiri, hingga hasilnya terlihat sangat indah sekali, walau dikerjakan secara mendadak.


Aalifa saat ini sedang didandani oleh MUA langganan W.Onya, dan dia benar-benar sudah tidak sabar sekali ingin segera berada di pelaminan bersama Akmal.


" Mbak Aalifa, bagaimana sih wajah calon suaminya,?? kenapa dia tidak ikut dimake up juga di sini?? ," tanya sang MUA.


" Calon suamiku itu sangat tampan sekali, jika kamu melihatnya, kamu pasti akan pingsan ," jawab Aalifa.


" Aah, aku jadi tidak sabar ingin segera melihat dia ," kata sang MUA lagi.


Saat ini, semua Keluarga besar Ayah Rafiq dan Abi Rasyid sedang berada di perjalanan menuju ke rumah Aalifa.


Mereka semua sudah menempuh perjalanan sekitar hampir dua jam lamanya, dan sebentar lagi akan sampai di rumah sang calon mempelai wanita.


Ketika iring-iringan mobil Keluarga besar Ayah Rafiq sudah terlihat di mata semua Keluarga besar Pak Ismail, semua orang langsung berjejer rapi untuk menyambut kedatangan sang calon mempelai laki-lakinya.


Walau hati merasa tidak siap, akan tetapi karena melihat senyuman dari sang Kakak, dan semangat Mirza yang sudah tidak sabar ingin melihat dirinya mengucapkan ijab kabul di depan Pak Penghulu, membuat Akmal menepis perasaan itu semua.


Akmal mencoba memantapkan hatinya untuk terus melangkah, walau belum ada cinta untuk Aalifa.


Saat ini Akmal terlihat sangat gagah sekali, dengan jas mahal serta jam tangan, sepatu, dasi yang semuanya serba mahal, semua itu menambah ketampanannya Akmal.


Para wanita di Keluarga besar Aalifa, pada saling salah tingkah melihat ketampanan Akmal yang tiada duanya.


Andai Mirza tidak botak kepalanya, pasti para kaum hawa akan sedikit bingung membedakan mana calon mempelai laki-lakinya, karena Mirza juga tidak kalah tampan seperti Akmal.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2