IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
UCAPAN PEDAS AALIFA


__ADS_3

Selesai mengantarkan Cyra kontrol kandungan, Akmal pun lalu mengantarkan Cyra kembali ke dalam ruang perawatan sang Kakak.


Walau masih ada rasa cinta di dalam hati Akmal untuk Cyra, tapi sama sekali Akmal tidak ada niatan untuk mendekati Cyra.


Semua itu real Akmal lakukan, cuma ingin melindungi dan membantu Cyra saja sebagai kerabat, saudara, apalagi status mereka sebagai Kakak dan adik ipar, yang harus hidup rukun serta saling tolong menolong satu sama lainnya, dan Akmal juga tanpa ada keinginan ingin dibalas oleh Cyra, terutama rasa cintanya itu.


Cyra tahu, jika Akmal masih ada rasa cinta untuknya, karena terlihat dari bola matanya. Namun Cyra tahu batasan antara dirinya dan Akmal, yang bukan mahram dan harus jaga jarak.


Sejauh-jauhnya Cyra menjaga jarak dengan Akmal, tapi dia sadar, antara dirinya dan Akmal tidak akan bisa berjauhan, karena status mereka sebagai Ipar.


Ketika Akmal dan Cyra hampir saja akan masuk ke dalam lift, tiba-tiba langkah kaki mereka berdua terhenti. Karena telinga mereka mendengar seseorang sedang memanggil nama Akmal.


Akmal dan Cyra langsung menolehkan kepala ke sumber suara, yang ternyata ada Aalifa sedang berjalan ke arah mereka.


" Aalifa ," kata Akmal dengan eskpresi terkejut.


Bagaimana tidak terkejut, sebab Aalifa berkata kepadanya, jika dia sedang berada di sebuah pernikahan kliennya yang sedang menyewa jasa W.Onya.


" Kak Akmal, Kak Cyra ," sapa Aalifa ketika sudah sampai dihadapan mereka berdua.


Cyra hanya mengangguk saja sambil tersenyum menanggapi sapaan dari Aalifa.


" Kamu ko ada di sini Aalifa?? ," tanya Akmal.


" Sengaja ," jawab Aalifa.


" Tidak apa-apa kan Kak Cyra, jika saya di sini untuk menjenguk Kak Mirza ," kata Aalifa.


" Iya tidak apa-apa ," jawab Cyra.


" Emm, kalau begitu, boleh pinjam Kak Akmalnya sebentar tidak Kak, kan Kakak sudah sering bersama Kak Akmal dibandingkan dengan Aalifa ," kata Aalifa.


" Aalifa!! ," Akmal menegur ucapannya Aalifa.


Perasaan Cyra sedikit tidak nyaman dengan ucapan dari Aalifa yang seperti sedang menyindirnya.


Namun Cyra tidak mau berburuk sangka, karena itu akan menambah beban pikirannya saja.


" Oh silahkan, tidak apa-apa ," jawab Cyra.


" Nah tuh Kak, Kak Cyra sudah mengijinkan ," kata Aalifa kepada Akmal.


" Ayo kita segera pergi dari sini ," kata Aalifa lagi.


" Kakak tidak bisa bersamamu Aalifa ," kata Akmal.


" Kenapa Kakak bicara seperti itu?? ," tanya Aalifa.


" Ko sepertinya Kakak lebih memilih Kak Cyra daripada Aalifa?? ," kata Aalifa lagi.


" Jaga ucapan kamu Aalifa!! ," marah Akmal.


" Maaf Nona, saya permisi dulu ," Cyra memilih tidak mau ikut campur urusan mereka berdua.


" Iya Kak, hati-hati ," jawab Aalifa.


" Tunggu Cyra!! ," cegah Akmal.

__ADS_1


" Kenapa Kakak mencegahnya sih, biarkan saja, biar Kak Cyra tidak MENGGANGGU kita!! ," kata Aalifa sambil menekan kata mengganggu.


" Dia kan sudah suami, jadi tidak baik berdekatan dengan laki-laki lain selain suaminya!! ," sindir Aalifa lagi.


" Cukup Aalifa!! ," Akmal marah dan tidak suka dengan semua ucapan Aalifa kepada Cyra, yang terdengar kasar.


" Cyra ini ipar Kakak, apa salahnya jika Kakak sering membantunya hah!! ," kata Akmal.


" Sekarang katakan, apa mau kamu datang ke sini!! ," tanya Akmal.


" Mau Aalifa, kalau Kakak jangan terlalu dekat dengan Kak Cyra!! ," jawab Aalifa jujur di hadapan Cyra.


" Semakin ke sini sikap kamu semakin buruk saja Aalifa!! ," ucap Akmal.


Cyra yang tidak mau mengambil pusing ucapan Aalifa tadi, dia memilih langsung melangkahkan kakinya, meninggalkan Akmal dan Aalifa untuk masuk ke dalam lift.


" Tunggu ," cegah Akmal lagi.


" Selesaikan permasalahan Kakak dengan Nona Aalifa, nanti akan Cyra sampaikan kepada Mama ," ucap Cyra.


" Iya baiklah, Kakak tidak akan lama, maafkan Kakak ya, kamu hati-hati di jalan ," kata Akmal dan Cyra hanya mengangguk saja.


Cyra langsung memencet tombol lift untuk naik ke lantai atas, tempat ruang perawatan Mirza berada.


Sedangkan Aalifa langsung menampilkan wajah piciknya yang terlihat sangat menyebalkan sekali setelah kepergiannya Cyra.


" Ayo ikut Kakak!! ," kata Akmal sambil menarik lengan Aalifa.


" Sakit Kak, lepaskan!! ," kata Aalifa.


Namun Akmal tidak peduli, dan terus menarik tangan Aalifa menuju ke taman rumah sakit yang cukup jauh dari keramaian pengunjung.


" Kenapa sepertinya Kakak tidak suka Aalifa datang ke sini!! ," jawab Aalifa.


" Takut,? jika kedekatan Kakak bersama Kak Cyra terganggu karena kedatangan Aalifa!! ," sindir Aalifa lagi.


" Sudah cukup Aalifa, Kakak tidak tahan dengan semua sikap kamu selama ini!! ," ucap Akmal.


" Kakak sudah tidak mau lagi melanjutkan rencana pernikahan kita!! ," kata Akmal.


" Lebih baik Kakak tidak menikah seumur hidup, daripada harus menikah dengan wanita picik dan jahat sepertimu!! ," kata Akmal lagi.


Setelahnya, Akmal langsung berbalik badan untuk meninggalkan Aalifa, namun dicegah oleh Aalifa.


" Kakak tidak bisa membatalkan rencana pernikahan kita begitu saja, semuanya sudah disiapkan oleh Papa!! ," kata Aalifa.


" Kakak akan mengganti semua kerugian yang sudah kalian ke luarkan selama ini!! ," kata Akmal lagi, dan Aalifa langsung menangis.


" Jika sikapmu seperti ini terus, sampai kapanpun tidak akan ada laki-laki yang mau menjadi suami kamu, Aalifa!! ," ucap Akmal.


" Maafkan Aalifa, Kak ," kata Aalifa merasa takut kehilangan Akmal.


" Aalifa berjanji akan merubah sikap Aalifa kepada Kak Cyra, Kak ," kata Aalifa.


" Tolong jangan batalkan pernikahan kita ," mohon Aalifa kepada Akmal.


Namun Akmal tidak mempedulikan rengekan dari Aalifa, dia memilih langsung pergi dari hadapan Aalifa, untuk berjalan masuk ke dalam ruang perawatan Mirza.

__ADS_1


Akmal benar-benar sangat tidak suka dengan semua ucapan dari Aalifa tadi, yang terdengar sangat tidak sopan kepada Cyra.


Sesampainya di ruang perawatan sang Kakak, Akmal pun langsung ditanya oleh sang Mama.


" Lho, kata Cyra, kamu sedang pergi sama Aalifa, Nak,? mana dia?? ," tanya Mama Jian.


" Katanya dia mau langsung pulang Ma, karena terburu-buru, dan cuma titip salam saja sama Mama ," jawab Akmal berbohong.


Cyra melihat ada kebohongan di mata Akmal, namun Cyra tidak mau ikut campur dalam permasalahan antara Akmal dan Aalifa.


" Oh, ya sudah ," jawab Mama Jian.


" Kalau begitu, Mama mau pulang dulu, kamu temani Cyra dan Kakak kamu di sini ya Akmal ," ucap Mama Jian lagi.


" Iya Ma, apa mau Akmal antarkan pulang?? ," tanya Akmal.


" Tidak perlu, Mama sudah di jemput sopir ko ," jawab Mama Jian.


" Hati-hati Ma di jalan ," jawab Akmal, dan Mama Jian hanya mengangguk saja.


Sebelum Mama Jian berlalu pergi, Akmal, Cyra dan juga Mirza, menyalami tangan sang Mama dengan sopan.


Tinggallah Akmal, Cyra dan Mirza, bertiga saja di dalam ruang perawatan tersebut.


" Akmal ," panggil Mirza.


Kebetulan sang Kakak memanggilnya, dan di dalam ruang perawatan itu cuma ada mereka bertiga. Jadi Akmal memutuskan untuk berusaha jujur kepada sang Kakak, jika dirinya sudah tidak bisa melanjutkan lagi rencana pernikahannya dengan Aalifa.


" Iya Kak ," jawab Akmal sambil berjalan ke arah sang Kakak.


" Rencana pernikahanmu dengan Nona Aalifa, kurang tiga minggu lagi kan, Akmal?? ," tanya Mirza.


" Iya Kak ," jawab Akmal.


" Kakak sudah tidak sabar ingin melihat kamu menikah dan berumah tangga ," ucap Mirza.


" Setidaknya, sebelum Kakak meninggal, Kakak sudah bisa menyaksikan adik Kakak satu-satunya menemukan pendamping hidup, dan melihat beban Ayah sama Mama berkurang di pundaknya, biar Kakak bisa pergi dengan tenang ," kata Mirza lagi.


Mana bisa Akmal jujur kepada sang Kakak, jika ucapan Mirza saja seperti itu.


" Kakak bicara apa sih ," kata Akmal.


" Umur Kakak masih panjang, jangan suka ngawur begitu dong bicaranya, kasihan Cyra ," ucap Akmal lagi.


" Jika Kamu belum mempunyai tunangan, Kakak ikhlas ko, jika kamu mau menikahi Cyra, kalau Kakak sudah meninggal ," kata Mirza semakin melantur saja berbicaranya.


" Abi!! ," tegur Cyra.


" Kakak, kenapa berbicara seperti itu?? ," tanya Akmal.


Mirza hanya tersenyum saja kepada Cyra dan Akmal, tanpa mau menjawabnya sama sekali.


" Kakak sudah tidak sabar ingin ke luar dari rumah sakit ini ," kata Mirza mengalihkan pembicaraan.


Akmal dan Cyra langsung saling pandang, dan mereka merasa aneh dengan sikap Mirza hari ini yang terlihat banyak perubahan akhir-akhir ini.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2