IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KECURIGAAN AALIFA


__ADS_3

" Cyra, apakah kamu masih ingat, ketika dulu aku pertama kali mengantarmu pulang?? ," tanya Akmal.


" Sejak saat itulah hatiku mulai tertarik denganmu ," kata Akmal lagi.


Begitulah pertanyaan simple yang seharusnya tidak harus Akmal bahas lagi dengan Cyra.


" Kenapa Kakak membahas itu lagi kepada Cyra?? ," tanya balik dari Cyra.


" Bukankah tidak pantas, jika Kakak membicarakan seperti itu kepada istri dari Kakak sendiri?? ," kata Cyra lagi.


" Iya kamu benar Cyra ," jawab Akmal sambil melirik Cyra dari spion tengah.


" Sekuat apapun aku berusaha menghindar, dan sekuat apapun aku berusaha melupakanmu, rasanya hati ini selalu menyebut namamu ," kata Akmal lagi.


" Kak Akmal, istighfar Kak, Kakak sudah ada Nona Aalifa, dan Cyra sudah menjadi istri dari laki-laki lain ," kata Cyra.


" Apakah kamu dari dulu tidak ada rasa sedikitpun untukku, Cyra?? ," semakin melantur saja kan pertanyaan Akmal untuk Cyra.


" Tidak, dari dulu Cyra cuma menghormati Kakak sebagai Dosen, tidak lebih ," jawab Cyra.


" Dulu awal masuk kampus, Cyra sedikit kagum dengan Kakak, karena Kakak laki-laki yang sangat sholeh dan sangat mengerti agama, namun, semenjak Cyra dijodohkan dengan Kak Mirza, rasa kagum itu sudah tidak lagi Cyra rasakan, karena mengagumi laki-laki lain hukumnya haram, sedangkan Cyra sudah mempunyai calon suami sendiri, terlebih sekarang Cyra sudah menikah dengannya ," jawab Cyra lagi.


" Begitu pula dengan Kakak ," kata Cyra.


" Kakak sudah ada Nona Aalifa yang harus Kakak cintai, tidak baik masih memendam cinta yang lama, apalagi cinta lama itu tidak berpihak kepada Kakak ," nasihat Cyra untuk Akmal.


Selama perjalanan mereka berbincang cukup serius, akhirnya tanpa mereka sadari mobil yang Akmal kendarai, sampai juga di rumah sang Ayah.


" Tunggu Cyra ," cegah Akmal kepada Cyra yang ingin ke luar dari dalam mobil.


Cyra pun akhirnya menghentikan gerakannya yang ingin ke luar dari dalam mobil.


" Jika cinta lama itu tidak berpihak kepadaku, kenapa selama aku menunaikan sholat malam untuk meminta petunjuk, bukan Aalifa yang hadir di mimpiku, melainkan kamu ," kata Akmal.


Sungguh perkataannya Akmal membuat Cyra sangat terkejut sekali.


" Apa arti dari mimpiku itu Cyra,? apakah kamu bisa mengartikannya, karena itu sangat menyiksaku selama ini dan membuatku tidak bisa melupakanmu, walau sudah ada Aalifa di sisiku saat ini ," kata Akmal lagi.


Cyra tidak mau menanggapi Akmal, dia memilih langsung ke luar dari dalam mobil dan berjalan masuk menuju ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar, Cyra berusaha bersikap biasa saja, dan dia langsung melihat sang suami sedang membaca buku, sambil bersandar di sandaran ranjang.


" Cyra, kamu sudah pulang sayang ," kata Mirza dengan lembut.


" Iya Abi, alhamdulillah ," jawab Cyra sambil tersenyum dan juga sambil duduk di pinggir ranjang sebelah Mirza.

__ADS_1


" Bagaimana tadi acaranya sayang, siapa laki-laki yang melamar Kalila?? ," tanya Mirza.


" Kak Abraham, Abi, ternyata Kak Abraham memberikan kejutan untuk Kalila ," jawab Cyra.


" Masyaallah, mereka benar-benar berjodoh akhirnya ," kata Mirza.


" Iya Abi, emm, Cyra mau ganti baju dulu ya, gerah sekali rasanya ," jawab Cyra, dan Mirza hanya tersenyum saja.


Cyra lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk ganti baju, sedangkan Mirza memilih menaruh buku yang dibacanya tadi dan bersiap-siap untuk tidur.


Sedangkan Akmal tadi, ketika tidak mendapatkan jawaban pasti dari Cyra, dia langsung memukul stir mobilnya sambil menghela nafasnya.


" Astaghfirullah, kenapa aku selalu tidak bisa menahan perasaan, jika berdua saja bersama Cyra ," kata Akmal.


" Apa yang harus aku lakukan nanti, jika aku bertemu Cyra, rasanya aku sangat malu sekali?? ," kata Akmal.


Akmal bahkan daritadi mengabaikan pesan dan telepon dari Aalifa, dan cuma membalas singkat pesan dari Aalifa dengan berkata, jika dia sedang mengantarkan Cyra ke rumah temannya.


Ketika Aalifa bertanya lagi, kenapa tidak bersama Kak Mirza saja, Akmal memilih tidak membalasnya.


Bahkan, ketika ditelepon pun, Akmal memilih tidak mau mengangkatnya.


Hingga membuat Aalifa menjadi penasaran sendiri, sebenarnya apa hubungan Akmal dengan Cyra.


Aalifa masih berpikir biasa saja, dan tidak mau berpikir terlalu jauh, karena itu bisa merusak hubungannya dengan Akmal.


Mungkin, ada waktunya sendiri, dia akhirnya tahu, ada hubungan apakah antara Akmal dan Cyra sebenarnya.


Kembali ke Akmal lagi.


Akmal yang sudah bisa mengontrol perasaannya, dia lalu ke luar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Eh, tidak tahunya, ketika Akmal baru saja sampai di lantai atas, dia berpapasan lagi dengan Cyra yang ingin mengambil air minum di dapur.


Cyra dan Akmal hanya saling pandang saja, tanpa mau bertegur sapa, sebab Cyra sedang berusaha menghindari Akmal.


Akmal yang melihat Cyra berlalu saja dari hadapannya, dia hanya menatapnya saja, dengan tatapan yang entahlah, sambil menghela nafasnya.


Akmal lalu melanjutkan langkah kakinya untuk masuk ke dalam kamar, dan sesampainya di dalam kamar, Akmal sedang berusaha berpikir, bagaimana caranya, dirinya mencari alasan kepada sang Ayah, untuk berpindah rumah atau tinggal di apartemen saja, atau juga di kos-kosan.


Akan tetapi, selama Akmal berpikir, dia tidak menemukan alasan yang pas untuk dia katakan kepada sang Ayah.


Keesokan harinya, Akmal yang sudah selesai bersiap-siap dan ingin berangkat ke kampus, Akmal yang baru saja ingin ke luar dari dalam kamar, tiba-tiba saja dia mendapatkan telepon dari Aalifa.


" Halo assalamu'alaikum Aalifa ," salam dari Akmal.

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam Kak ," jawab Aalifa.


" Ada apa pagi-pagi menelpon Kakak?? ," tanya Akmal.


" Lusa depan Kakak ada acara tidak?? ," tanya Aalifa.


" Ada apa memangnya Aalifa?? ," tanya balik dari Akmal.


" Aalifa ingin diantarkan pergi ke rumah saudara yang sedang menikah ," jawab Aalifa.


" Emm, seperti tidak terlalu sibuk, boleh deh nanti akan Kakak antar ," jawab Akmal.


" Terimakasih Kak ," kata Aalifa.


" Iya sama-sama ," jawab Akmal.


" Nanti kabari ya Kak, jika sedang menuju ke sini ," kata Aalifa lagi.


" Iya ," jawab Akmal sambil berjalan ke luar dari dalam kamar.


" Kakak sedang apa,? apakah sudah ingin berangkat ke kampus?? ," tanya Aalifa.


" Cyra ," kata Akmal dengan suara yang sangat pelan sekali.


Akmal menyebut nama Cyra, karena dia tidak sengaja melihat Cyra, baru saja ke luar dari dalam kamar, dan Cyra cuma menatap sekilas saja ke arahnya.


Walau suara Akmal sangat pelan sekali, tapi samar-samar, Aalifa bisa mendengar nama Cyra disebut oleh Akmal.


" Kakak, apakah Kakak mendengarkan Aalifa?? ," tanya Aalifa.


" Eh, iya Aalifa, kamu tadi bilang apa?? ," tanya Akmal sedikit terkejut.


Dan Aalifa semakin merasa curiga, serta sedikit cemburu dengan Akmal, yang selalu menyebut nama Cyra.


" Tidak apa-apa, Aalifa tutup dulu teleponnya ya Kak, assalamu'alaikum ," jawab Aalifa mengakhiri teleponnya.


" Iya, wa'alaikumussalam ," jawab Akmal.


Akmal lalu mengantongi ponselnya dan dia langsung saja masuk ke dalam ruang makan, sedangkan Aalifa malah sedang berpikir sendiri, bagaimana caranya mencari tahu perasaan Akmal kepada dirinya, sebelum terlanjur jauh hubungannya.


Sebab Aalifa, sudah beberapa kali ini memergoki Akmal, selalu menyebut nama Cyra, jika mereka sedang berbincang melalui telepon.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2