
Begitupula dengan di rumah Ayah Rafiq sekarang.
Akmal terbangun, di saat mendengar suara adzan subuh berkumandang, dan dirinya benar-benar sangat terkejut sekali, ketika terbangun masih berada di ruang Keluarga.
" Apakah aku semalam tidur di sini?? ," tanya Akmal kepada dirinya sendiri sambil duduk dari rebahannya.
Masih dalam keadaan belum terlalu sadar sepenuhnya, Akmal pun langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya, untuk mandi dan menunaikan sholat subuh.
Akmal ingat, jika hari ini jadwal mengajarnya cukup padat, namun, karena dirinya sedang terkena musibah, dengan masuknya sang Kakak ke rumah sakit, Akmal pun memilih ijin tidak berangkat mengajar terlebih dahulu dan menitipkan tugas kepada asisten dosennya.
Selesai menunaikan sholat subuh berjamaah di masjid, Akmal langsung kembali ke rumah seperti biasanya.
Namun, kali ini langkah kakinya cuma berjalan sendirian, sebab sang Kakak sedang masuk ke rumah sakit, begitupun dengan sang Ayah yang masih menemani di sana.
Ketika Akmal ingin naik ke dalam kamarnya, dia tidak sengaja melihat Aalifa sudah rapi dan sedang duduk sendirian di ruang Keluarga.
" Aalifa, ko kamu sudah rapi?? ," tanya Akmal sedikit terkejut.
" Iya Kak, Aalifa memang sengaja bersiap-siap sekarang dan sedang menunggu Kakak ," jawab Aalifa.
" Bukannya lebih baik nanti saja kita ke rumah sakitnya, kita bisa sarapan dulu di rumah ," kata Akmal.
" Aalifa ingin membeli makan di luar saja Kak, sekalian menikmati waktu berdua kita, sebelum Aalifa kembali pulang bersama Papa dan Mama nanti ," jawab Aalifa.
" Emm, ya, baiklah, kalau begitu Kakak mau ganti baju dulu ," kata Akmal, dan Aalifa hanya mengangguk serta tersenyum saja.
Tidak lama, Akmal sudah ke luar dari dalam kamar, sambil membawa tas punggung di belakang punggungnya.
" Kenapa Kakak membawa tas segala?? ," tanya Aalifa.
" Tas ini isinya baju ganti untuk Mama, Ayah dan juga Cyra, Aalifa ," jawab Akmal.
" Kak Cyra?? ," kata Aalifa.
" Iya, kasihan jika mereka harus pulang dulu cuma untuk mengambil baju ganti ," kata Akmal lagi.
" Itu artinya Kak Akmal tadi mengambil bajunya Kak Cyra dong?? ," tanya Aalifa.
" Iya, nanti Kakak juga akan meminta maaf kepadanya, karena sudah berani memegang barang pribadinya ," jawab Akmal.
" Karena maksud Kakak baik, mungkin Cyra mau memaafkan, sebab dia wanita yang lembut ," kata Akmal lagi.
Tidak sadarkah kamu Akmal, jika kamu memuji wanita lain, dihadapan calon istrimu sendiri.
" Oh, emm, iya pasti Kak Cyra mengerti ," kata Aalifa merasa kaku.
__ADS_1
" Ayo, kita berangkat ," kata Akmal.
" Eh, iya, ayo Kak ," jawab Aalifa.
Akmal dan Aalifa lalu ke luar dari dalam rumah, dan masuk ke dalam mobil milik Akmal, untuk mencari makan terlebih dahulu sebelum menuju ke rumah sakit.
Setelah berputar-putar mencari makan, akhirnya Akmal dan Aalifa ketemu tempat makan dipinggir jalan, seperti pedagang kaki lima di alun-alun kota, yang memang selalu menyediakan sarapan setiap pagi, dan akan bubar ketika jam sembilan pagi.
" Kenapa kita makan di sini sih Kak,? apakah tidak ada tempat makan yang lainnya?? ," tanya Aalifa merasa tidak suka.
" Di sini makanannya sangat enak-enak Aalifa ," jawab Akmal.
" Walau mereka pedagang kaki lima, namun mereka tetap menjaga kebersihan ko ," kata Akmal lagi.
" Ayo coba saja deh, perutku sudah lapar melihat semua menu itu ," kata Akmal.
" Emm, iya baiklah ," jawab pasrah dari Aalifa.
Akmal dan Aalifa lalu turun dari dalam mobil untuk membeli salah satu makanan yang di jual di situ.
Terlihat sekali, jika Aalifa tidak terlalu menyukai makan di pinggir jalan seperti saat ini, dan Akmal menyadarinya.
Walau dirinya seorang Dosen, dan mempunyai banyak uang, namun Akmal tidak malu untuk membeli makan di emperan jalan seperti saat ini.
Dulu pernah, Cyra, Akmal dan juga Mirza ketika ingin jalan-jalan pagi sambil membeli sarapan seperti saat ini, Cyra menyuruh Mirza dan Akmal untuk membeli makan di emperan atau pinggir jalan seperti itu.
Kata Cyra, jika masakan mereka semua tidak kalah enak dengan restoran atau Cafe-cafe besar.
Serta menurut Cyra, jika membeli makanan di tempat mereka, itu sama saja, kita sudah membantu perekonomian mereka, serta jangan lupa untuk jangan meminta uang kembalian.
Akmal sangat terharu sekali mengetahui cara berpikir Cyra yang sangat peduli dengan sesama.
Akmal semakin kagum dengan Cyra, dan semenjak saat itu, dia lebih sering beli makan di pedagang kaki lima jika dirinya sedang merasa lapar.
" Kak, sudah selesai belum, ayo segera kita pergi ke rumah sakit ," kata Aalifa yang menyadarkan masa melamunnya Akmal.
" Eh, iya, sudah ," jawab Akmal.
Akmal dan Aalifa langsung berdiri dari duduknya, dan Akmal lalu membayar semua makanan yang tadi mereka makan.
Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, untuk menuju ke rumah sakit tempat Mirza sedang dirawat.
" Kak, jika nanti sudah ada supermarket yang buka, tolong berhenti sebentar ya ," kata Aalifa.
" Iya baiklah ," jawab Akmal.
__ADS_1
Tidak lama, di depan mereka, sudah ada sebuah supermarket yang buka, walau hari masih pagi.
Akmal langsung memarkirkan mobilnya dan Aalifa langsung turun untuk membeli sesuatu di dalam supermarket tersebut.
Setelah membeli barang yang diinginkan, Aalifa pun kembali lagi ke dalam mobil.
" Kamu ko makan roti Aalifa, kan tadi sudah makan?? ," tanya Akmal sambil menjalankan mobilnya.
" Tadi makanannya tidak enak, tidak cocok dengan lidah Aalifa ," jawab Aalifa sambil memakan rotinya.
" Itu Aalifa juga membeli beberapa camilan untuk semua orang ko Kak ," kata Aalifa lagi.
" Iya ," jawab Akmal.
" Padahal, Cyra suka sekali dengan makanan itu semua ," kata batin Akmal.
Ketika Akmal mengendarai mobilnya, dia tidak sengaja melihat makanan pinggir jalan, yang selalu dibeli Cyra waktu kuliah sampai sekarang, dan Akmal sampai keceplosan berbicara, hingga membuat Aalifa teringat lagi dengan mengigaunya Akmal tadi malam.
" Eh, itu ada jajanan kesukaannya Cyra, aku belikan saja biar dia suka ," kata Akmal.
" Kamu mau Aalifa?? ," tanya Akmal kepada Aalifa.
" Tidak, Aalifa tidak suka ," jawab Aalifa.
Mendengar jawaban Aalifa, Akmal pun langsung ke luar dari dalam mobil, untuk membelikan jajanan kaki lima yang biasa Cyra beli.
" Kak Cyra terus,!! sepertinya yang selalu diingatannya Kak Akma cuma Kak Cyra sajal!! ," gerutu Aalifa.
Akmal yang sudah selesai membeli jajanan tersebut, dia langsung kembali masuk ke dalam mobilnya.
Baru saja duduk di dalam mobil, Akmal langsung mendengar pertanyaan dari Aalifa yang membuatnya terkejut.
" Kak,!! kenapa Kakak selalu teringat, mengucap, bahkan memandang Kak Cyra seperti itu, apakah Kak Akmal mencintainya?? ," tanya Aalifa.
" Bahkan, Kakak sudah sering salah memanggil Aalifa dengan nama Kak Cyra ," lanjut lagi kata Aalifa.
" Tidak tahukah Kakak, jika Aalifa cemburu dengan sikap Kakak kepada Kak Cyra, terlebih lagi perhatian yang Kakak berikan kepada Kak Cyra berbeda dengan perhatian Kakak kepada Aalifa ," kata Aalifa lagi.
" Apakah selama ini Kakak mencintai Kakak ipar, Kakak sendiri?? ," tanya Aalifa sambil meneteskan air matanya.
Akmal langsung tersadar mendengar semua ungkapan yang Aalifa ucapkan tadi kepadanya, dan sekarang dia benar-benar bingung, bagaimana menjawab semua pertanyaan itu.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...
__ADS_1