
Cyra terdiam melihat kejutan yang diberikan oleh Akmal untuknya.
Tidak dirinya saja yang merasa terkejut. Semua orang yang hadir di situ pun juga merasa terkejut. Terutama bagi para kaum perempuan yang ingin diperlakukan sama dengan pasangannya.
Suara nyanyian merdu "Barakallahu lakuma wa baraka alikuma wa jamaah baina kuma fii khair" yang sudah dimodifikasi membuat suasana menjadi sangat meriah sekali.
"Kak! Ini?" Akmal mengangguk sambil tersenyum manis sekali.
Dihadapan mereka semua saat ini masih berada di depan pintu masuk. Ada banyak sekali anak-anak panti asuhan yang sengaja Akmal undang untuk meramaikan pesta pernikahannya.
Mereka diminta khusus oleh Akmal jauh-jauh hari untuk memberikan kejutan kepada Cyra.
Salah satu anak panti laki-laki dan perempuan yang sedang duet menyanyikan lagu tersebut, terlihat sangat menghayati sekali dan bisa memukau para tamu undangan. Karena kelebihannya yaitu mempunyai suara yang sangat indah sekali.
Cyra sampai meneteskan air matanya mendengar suara nyanyian tersebut. Tidak ada yang tahu terutama bagi para orang tua. Jika Akmal ternyata sudah menyiapkan kejutan seperti itu.
Akhirnya! Nyanyian Barokallahu lakuma sudah selesai dinyanyikan oleh mereka berdua. Dan langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua para tamu undangan yang hadir di situ. Termasuk dari Cyra dan juga Akmal.
Tidak sampai di situ saja. Setelah lagu selesai dinyanyikan. Semua para anak panti asuhan langsung mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dan mereka langsung membuat formasi berbentuk I LOVE YOU CYRA. Bunga mawar yang sangat kontras dengan baju yang mereka pakai berwarna putih, terlihat semakin indah saja formasinya.
Apa yang mereka lakukan? Membuat suasana semakin riuh dan ricuh saja dari para tamu undangan perempuan, terutama yang masih muda-muda.
Mulut Cyra ternganga sangat lebar sekali melihat apa yang dilakukan oleh para anak santri tersebut. Untung saja dirinya memakai niqab. Jadi tidak terlihat. Jika saat ini dirinya sedang terbengong karena merasa terkejut.
Akmal terus tersenyum bangga dan juga senang. Sebab sejauh ini rencananya untuk memberikan kejutan kepada Cyra bisa berjalan dengan baik dan juga lancar.
Tiba-tiba anak perempuan tadi yang menyanyi membawakan sebuah kata-kata dari lagu milik Shane Filan yang berjudul ''Beautiful In White'' dengan syair puisi yang sangat merdu sekali.
Puisi dari lagu Beautiful In White terdengar. Semua anak panti yang membawa setangkai bunga mawar itu, langsung berjalan perlahan ke arah Cyra dan memberikan bunga mawar tersebut kepadanya.
Cyra yang masih syok dia menerima bunga mawar tersebut dengan wajah linglung sambil melihat ke arah Akmal.
"Ambil saja sayang." Akmal tersenyum sangat manis sekali.
"Terimakasih," ucap Cyra kepada para anak-anak santri itu.
__ADS_1
Kejutan yang Akmal berikan tentu saja langsung diabadikan oleh semua para tamu undangan dan kamera yang sudah disediakan. Pesta yang sederhana terlihat sangat berarti, ketika Akmal memberikan kejutan seperti itu kepada Cyra.
Akhirnya! Tibalah bunga mawar terakhir yang Cyra terima dari anak panti. Dan bersamaan itu pula puisi dari lagu Beautiful In White selesai dibacakan.
"Tunggu dulu sayang. Masih ada satu lagi kejutan untukmu." Cyra terkejut mendengar ucapan Akmal.
"A-ada lagi?" Akmal mengangguk dan tersenyum.
Akmal mengkode tangan. Lalu majulah sang pemilik panti membawakan sebuah buket uang yang sudah dimasukkan ke dalam bingkai kaca nan indah. Dan buket bunga tersebut senilai seratus lima puluh ribu dollar Amerika. Jika di rupiahkan sebesar dua miliar dua ratus tujuh puluh empat juta dua ratus sekian.
W.O.W. Hanya itu yang bisa kita ucapkan. Karena jumlah yang sangat fantastis sekali yang Akmal berikan kepada Cyra.
"Kak! I-Ini?" dada Cyra seakan sesak. Tangannya pun merasa gemetaran menerima uang sebanyak itu dari Akmal.
"Ini mahar tambahan dari Kakak untukmu Sayang."
"Ta-tapi jumlahnya berapa itu? Sepertinya banyak sekali?" Cyra sampai kesusahan berbicara.
"Dua miliar lebih jika di rupiahkan." Akmal tersenyum santai ketika menjawabnya.
Syok! Itulah yang dirasakan oleh semua orang. Di saat mendengar nominal uang yang diberikan oleh Akmal kepada Cyra.
"Ta-tapi itu terlalu banyak Kakak?" Akmal menggelengkan kepalanya sambil mengusap kepala Cyra dengan lembut.
"Uang itu uang simpanan Kakak yang sengaja Kakak sisihkan untuk menikah. Dan sudah niat Kakak dari dulu ingin memberikan uang itu kepada istri Kakak kelak. Terimalah." Akmal tersenyum manis. Tapi tidak bagi Cyra. Spot jantungnya belum bisa dia hilangkan.
Masih merasa syok. Tiba-tiba Akmal memakaikan sebuah cincin cantik bertuliskan namanya di dalamnya.
"Di dalam cincin itu ada nama Kakak." Cyra memperhatikan sekali cincin yang terpasang manis di jari tangannya.
"Lihatlah! Kakak juga memakai cincin yang bertuliskan namamu." Akmal menunjukkan jari kirinya yang sudah ada cincin tapi tidak terbuat emas.
Semua para tamu undangan seperti tidak ada yang bergerak sama sekali. Mata mereka masih sangat fokus memperhatikan Akmal dan juga Cyra.
Cyra sebenarnya cuma meminta seperangkat alat sholat saja dari Akmal. Tapi tidak tahunya? Dia menerima lebih banyak dari yang dia inginkan.
__ADS_1
"Apa kamu membawanya?" tiba-tiba Akmal bertanya kepada pemilik panti yang membawa buket uang tadi.
"Bawa ko Mas Akmal, ini," pemilik panti itu langsung memberikan kotak kecil kepada Akmal yang dia ambil dari dalam saku celananya.
"Ini untukmu lagi sayang. Spesial dari Kakak," Akmal memberikan kotak kecil tadi kepada Cyra.
"I-ini a-apa lagi Kak?" Cyra gugup sekali.
"Kakak sudah terlalu banyak memberikan kejutan kepada Cyra," Akmal terus tersenyum.
"Tidak apa-apa. Kalau yang ini hadiah khusus dari Kakak. Yang sengaja Kakak beli untuk mengungkapkan perasaan bahagia Kakak hari ini," Akmal masih tersenyum manis sekali.
Cyra membuka kotak kecil itu dengan tangan gemetaran. Dan ketika dirinya sudah melihat isi kotak tersebut, yang ternyata ada sebuah kunci mobil mewah keluaran terbaru. Cyra sampai terhuyung akan terjatuh jika tidak Akmal tangkap.
"I-ini kunci mobil!" Akmal tersenyum lagi.
Akmal mengkode lagi. Dan terlihatlah di depan mata mereka semua, ada sebuah mobil mewah yang belum diturunkan dari tempatnya.
Mobil itu datang bersamaan dengan para anak panti tadi. Dan bersembunyi dibalik tembok pintu gerbang rumah Mirza.
Tidak cuma dada Cyra saja yang merasa sesak. Semua para tamu undangan yang datang pun rasanya ikut sesak nafas, melihat apa yang sudah diberikan oleh Akmal kepada Cyra.
Para orang tua tidak menyangka. Jika Akmal akan begitu royal kepada Cyra. Untuk mengungkapkan kebahagiaannya hari ini.
"Bagaimana? Apakah kamu suka dengan mobilnya, Sayang?" Cyra sampai kehabisan kata-kata melihat mobil mewah yang ada di depan matanya sekarang. Dan mobil itu adalah miliknya.
Yang tidak suka dengan hubungan Akmal dan Cyra. Mereka semakin tidak suka dan merasa iri. Sebab Akmal terlalu royal dan menurut mereka, Cyra tidak pantas mendapatkan itu semua. Karena pikir mereka Cyra cuma seorang janda.
Tidak rugi juga bagi Cyra dan Akmal jika mendengar ucapan seperti itu dari mereka yang membenci. Sebab itu semua hasil usaha Akmal sendiri dan pakai uangnya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Bahkan ayah Rafiq dan mama Jian tidak tahu akan hal itu.
Semua ini hanya ada di dunia halu ya readers. Kalaupun ada! Pastinya mereka dari golongan orang-orang kaya seperti Akmal.
Menghalu tidak perlu tanggung-tanggung. Jadi apa yang ingin kita tuangkan ke dalam cerita. Keluarkan saja! Yang penting jalan ceritanya nyambung antara satu dan yang lainnya.
Semoga readers tidak sesak nafas juga ya sama seperti Cyra. Wkwkwkwk.
__ADS_1
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...