IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MENGOBROL


__ADS_3

Pagi harinya, ketika semua Keluarga Ayah Rafiq sedang menikmati sarapan bersama seperti biasanya, Ayah Rafiq pun mencoba bertanya kepada Cyra.


Dan pertanyaan dari Ayah Rafiq, adalah pertanyaan yang ingin Akmal tanyakan sejak tadi.


" Cyra, bagaimana dengan tangan kamu Nak?? ," nah seperti inilah pertanyaan dari Ayah Rafiq untuk Cyra.


" Alhamdulillah Ayah, sudah lebih baik, dan sudah tidak bengkak lagi seperti semalam ," jawab Cyra.


" Alhamdulillah ," jawab Ayah Rafiq.


" Kak Akmal, terimakasih ya ," kata Cyra kepada Akmal.


Eh, jantung kenapa tiba-tiba berdebar tidak sesuai kondisi sih, bisa-bisanya cuma mendengar kata terimakasih dari Cyra, dia berdebar tidak beraturan sekali.


Bahkan membuat Akmal sampai takut, jika Cyra bisa sampai mendengar suara detak jantungnya.


" Iya sama-sama Cyra ," jawab Akmal mencoba bersikap biasa saja, padahal aslinya dia sedang gugup.


Selesai sarapan, Cyra seperti biasanya, dia langsung mengantarkan Mirza ke depan untuk berangkat mengajar. Dan ketika mobil milik sang suami sudah melaju pergi dari rumah, Cyra memutuskan untuk membaca novel kesukaannya di teras rumah.


Kebetulan hari itu Akmal ada jadwal mengajar nanti sekitar jam sepuluh pagi, jadi sekarang dia masih santai di rumah.


Di saat Akmal mendengar mesin mobil sang Kakak sudah berlalu pergi dari rumah, dia mencoba menemui Cyra yang sedang membaca novel di teras depan.


Karena Akmal ingin memastikan sendiri bagaimana kondisi tangan Cyra, sebab dia sudah khawatir sejak semalam.


" Ehem ," tegur Akmal, dan Cyra langsung mengalihkan pandangannya.


" Eh Kak Akmal ," kata Cyra.


" Bolehkah Kakak duduk di sini?? ," tanya Akmal sambil menunjuk kursi seberang Cyra.


" Boleh, silahkan Kak ," jawab Cyra.


Walau mereka cuma berdua saja, tapi Cyra merasa biasa saja, sebab saat ini, mereka berdua berada di teras depan, dan lagi pula di dalam rumah ada Mama Jian serta Ayah Rafiq.


Tentu saja Akmal langsung duduk, ketika sudah diperbolehkan oleh Cyra.


" Emm, bagaimana dengan tangan kamu Cyra?? ," tanya Akmal.


" Alhamdulillah, sudah lebih baik Kak, sudah tidak sesakit kemarin ," jawab Cyra.


" Alhamdulillah, Kakak senang mendengarnya ," kata Akmal.


Akmal benar-benar sudah merasa lega sekali, ketika mendengar dan melihat sendiri, jika tangan Cyra sudah tidak seperti kemarin.


" Apakah Kakak tidak mengajar hari ini?? ," tanya Cyra.


" Mengajar, tapi nanti jam sepuluh pagi ," jawab Akmal, dan Cyra hanya ber oh ria saja.


Cyra dan Akmal lalu terlibat pembicaraan santai, tentang seputar kampus dan tentang ilmu agama.


Setelah sekian lama mengenal Cyra, baru kali ini Akmal bisa berbicara santai dan nyambung dengan Cyra.


Hingga tanpa Akmal sadari, ketika mengobrol dengan Cyra, dia sampai lupa dengan sang tunangan, yaitu Aalifa.

__ADS_1


" Oh ya, hubungan Kakak dengan Nona Aalifa bagaimana?? ," tanya Cyra.


" Alhamdulillah baik ," jawab Akmal.


" Semoga dilancarkan ya Kak, sampai hari pernikahan ," kata Cyra.


" Aamiin ," jawab Akmal.


" Setelah pertunangan kemarin, ko Cyra lihat, Kakak tidak pernah pergi sama Nona Aalifa ," kata Cyra.


" Hayo, kamu perhatiin Kakak ya?? ," goda Akmal.


Eh, sekarang si Akmal sudah berani bercanda dengan Cyra.


" Eh, enggak, apaan sih Kak ," jawab Cyra malu-malu.


" Maksudnya tuh begini, Cyra melihat Kakak lebih sibuk mengajar, dan tidak ada waktu me time dengan Nona Aalifa ," kata Cyra.


" Kakak sudah senang diperhatikan kamu, eh tidak tahunya cuma tanya saja ," kata Akmal.


Mereka masih tahu batasan ya readers, walau pembicaraannya terkesan cukup dekat begitu.


" Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)." kata Cyra.


" Itu artinya kamu mencintai Kakak dong ," goda Akmal lagi.


" Iya, mencintai karena kita saudara Kak ," jawab Cyra.


" Kakak tahu, dan Kakak cuma bercanda saja ," kata Akmal meralat perkataannya.


" Betul sekali Kak ," jawab Cyra.


Mereka berdua berbincang dan mengobrol hingga tidak sadar, jika waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi.


Jika Mama Jian tidak datang menegur mereka berdua, pasti Akmal akan keasikan mengobrol dengan Cyra.


Karena menurut Akmal, tidak akan setiap saat dia bisa mengobrol dengan Cyra seperti itu, jadi dia begitu sangat menikmati sekali obrolan tersebut.


" Sudah jam setengah sepuluh pagi lho Akmal, kamu ko masih asik mengobrol di sini, bukannya kata kamu, kamu ada jadwal mengajar jam sepuluh nanti?? ," tegur Mama Jian.


" Masa sih Ma?? ," kata Akmal kepada sang Mama.


" Jika tidak percaya, sana masuk saja, lihat sendiri sekarang sudah jam berapa?? ," jawab Mama Jian.


Cyra yang kebetulan membawa ponsel pun langsung mengecek ponselnya dan memang benar, jika sekarang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi.


" Astaghfirullah ," kata Akmal.


Akmal langsung berlari masuk ke dalam kamarnya, dan Cyra yang melihat hanya tersenyum saja.


Sedangkan Mama Jian, juga ikut berlalu masuk lagi ke dalam rumah, meninggalkan Cyra sendirian di situ.


Cyra lalu melanjutkan lagi membaca novelnya yang tadi sedikit terhenti, karena diajak mengobrol oleh Akmal.


Sekitar setengah jam kemudian, Akmal pun sudah ke luar dari dalam rumah dan masih melihat Cyra duduk di teras rumah.

__ADS_1


" Lho kamu masih ada di sini Cyra?? ," tanya Akmal.


" Iya Kak ," jawab Cyra.


" Kakak pergi dulu ya Cyra, Assalamu'alaikum ," pamit Akmal.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Cyra masih sambil duduk di tempat duduknya.


Akmal langsung masuk ke dalam mobilnya, dan sebelum ke luar dari dalam pekarangan rumah, dia membunyikan klakson mobilnya kepada Cyra, dan Cyra langsung mengangguk menanggapinya.


Tanpa Akmal sadari, selama dia mengendarai mobilnya menuju ke kampus, senyum dia tidak luntur sama sekali.


Sebab dia masih terbayang-bayang bisa mengobrol santai seperti tadi bersama Cyra.


Hingga Akmal tidak menyadari, jika ponselnya daritadi berbunyi, karena sedang ditelepon oleh Aalifa.


Ketika lampu sedang merah, Akmal baru tersadar di saat ponselnya berbunyi untuk ke sekian kalinya.


" Aalifa ," kata Akmal ketika membaca nama Aalifa di ponselnya.


Sambil terus mengendarai mobilnya, Akmal pun lalu mengangkat telepon dari Aalifa dengan menggunakan handsfree.


" Halo, assalamu'alaikum Cyra ," kata Akmal, malah salah menyebut nama.


Itu pertanda yang ada di dalam pikiran Akmal sekarang adalah Cyra, bukanlah Aalifa.


Tidak sadarkah kamu Akmal, jika kamu berada di kesesatan yang nyata, karena masih menyimpan rasa untuk sang Kakak ipar, yang jelas-jelas sudah menikah dengan Kakak kandung kamu sendiri.


" Hah,!! Cyra?? ," kata Aalifa.


" Aku Aalifa, Kak Akmal ," kata Aalifa lagi.


Ciiiiiiitttt!!


Akmal sampai mengerem mendadak, karena terkejut jika dia salah memanggil nama.


Akmal yang tersadar, langsung saja melajukan mesin mobilnya lagi, sebelum dia ditabrak dari belakang.


" Eh, maaf Aalifa ," kata Akmal, dan Aalifa di seberang sana menjadi sedikit curiga dengan Akmal.


" Ada apa kamu menelpon Kakak?? ," tanya Akmal.


" Aalifa sudah mengirimkan pesan dan mencoba menelpon Kakak banyak sekali, tapi tidak Kakak respon satu pun, jadi membuat Aalifa khawatir ," jawab Aalifa.


" Oh, Kakak tidak kenapa-kenapa ko, ini Kakak sudah sampai kampus ," kata Akmal.


" Kakak tutup dulu teleponnya ya, nanti Kakak hubungi lagi, assalamu'alaikum ," kata Akmal lagi, dan salam Akmal langsung dijawab oleh Aalifa.


Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Akmal sengaja mengakhiri telepon dari Aalifa, karena dia menjadi kepikiran, dan sedikit tidak nyaman, ketika dirinya tadi salah memanggil nama Aalifa dengan Cyra, dan Akmal menjadi takut, jika Aalifa sampai tahu, kalau dirinya pernah mencintai Kakak iparnya, bahkan cinta itu masih ada hingga sekarang, walau tidak sebesar dulu.


...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2