IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KANKER OTAK


__ADS_3

Ketika Akmal sedang ditelepon oleh Cyra, dia baru saja ke luar dari dalam kelas, karena baru saja selesai mengajar.


Akmal langsung mengangkat telepon dari Cyra, ketika nama Cyra tertera di panggilan masuk ponselnya.


" Halo assalamu'alaikum Cyra ," kata Akmal sambil terus melangkah menuju ke ruang kerjanya.


" Halo Kak Akmal, cepatlah pulang, Kak Mirza sakit, Cyra bingung Kak ," kata Cyra, hingga dia lupa menjawab salam dari Akmal.


" Astaghfirullah, Mama sama Ayah di mana Cyra?? ," tanya Akmal merasa khawatir sekali.


" Mama sama Ayah sedang pergi ke desa Kak, katanya Nenek sedang sakit ," jawab Cyra dan suaranya terdengar sedang kebingungan sekali.


" Kamu bawa Kak Mirza ke rumah sakit dulu ya Cyra, minta bantuan Pak satpam, nanti Kakak akan menyusul mu ke rumah sakit ," saran Akmal.


" Baik ," jawab Cyra dan dia lalu mematikan sambungan teleponnya.


Cyra yang sedang bingung sampai tidak bisa berpikir dengan jernih, dan setelah mendapatkan saran dari Akmal, Cyra langsung meminta tolong kepada para satpam yang ada di rumahnya, untuk membawa Mirza ke rumah sakit terdekat.


Cyra mengendarai mobil Mirza sendirian, dan Mirza duduk di kursi sampingnya.


Cyra berusaha fokus dalam menyetir, hingga akhirnya, setelah berada diperjalanan sekitar tiga puluh menit lamanya, dirinya sampai juga di rumah sakit terdekat.


Cyra langsung memarkirkan mobilnya di depan ruang UGD rumah sakit tersebut, dan kedatangan Cyra langsung disambut oleh para tenaga medis yang sedang berjaga.


Karena Cyra harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, terpaksa dia meninggalkan Mirza dengan para Dokter yang akan merawatnya.


Setelah memarkirkan mobilnya, Cyra langsung bergegas berlari menuju ke ruang UGD untuk mencari keberadaannya Mirza.


Ketika sudah mengetahui di ruang mana Mirza sedang mendapatkan perawatan, Cyra lalu menunggunya dengan gelisah.


Pikiran Cyra teralihkan, ketika dirinya mendapatkan telepon dari Akmal.


" Halo assalamu'alaikum Kak Akmal ," salam dari Cyra.


" Wa'alaikumussalam Cyra, kamu ada di mana sekarang?? ," tanya Akmal.


Cyra langsung menyebutkan rumah sakit tempat Mirza sedang mendapatkan perawatan.


" Baik, Kakak akan segera sampai di rumah sakit itu, tunggulah sebentar ," kata Akmal.


" Baik Kak ," jawab Cyra, dan akhirnya mereka mengakhiri sambungan teleponnya.


Tidak lama, sekitar sepuluh menit kemudian, akhirnya Akmal sampai juga di rumah sakit tersebut, dan dia langsung menuju ke ruangan yang sudah diberitahukan oleh Cyra sebelumnya.


" Cyra ," panggil Akmal dari jauh.

__ADS_1


" Kak Akmal ," jawab Cyra sambil mengalihkan pandangannya.


" Bagaimana keadaannya Kak Mirza?? ," tanya Akmal ketika sudah sampai di depan Cyra.


" Tidak tahu Kak, Dokternya belum ke luar ," jawab Cyra.


Akmal akhirnya ikut menunggu juga bersama Cyra di depan ruang perawatan tersebut.


Tidak lama, Dokternya pun ke luar juga dari dalam ruang pemeriksaan, dan Cyra bersama Akmal langsung segera berdiri untuk mendekat.


" Dokter, bagaimana keadaan suami saya?? ," tanya Cyra.


" Bisakah kita berbicara di ruangan saya saja Nyonya ," jawab sang Dokter.


Cyra reflek melihat ke arah Akmal, dan Akmal yang mengerti kegundahannya Cyra, dia langsung memberikan jawaban.


" Kamu pergilah bersama Dokter, biar Kak Mirza, Kak Akmal saja yang menjaga di sini ," kata Akmal, dan Cyra langsung mengangguk.


Setelahnya, Cyra pun lalu mengikuti langkah kaki sang Dokter yang masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Silahkan duduk Nyonya ," kata ramah dari sang Dokter.


" Ayo Dokter, jelaskan kepada saya, bagaimana kondisi dari suami saya ,'' kata Cyra.


" Tu-tumor otak Dokter?? ," tanya Cyra.


" Iya, dan saya lihat dari gejala medisnya, suami anda sepertinya dulu sudah pernah menjalani 0p3r451, tapi sekarang tumor itu tumbuh lagi ," jelas sang Dokter.


" Astaghfirullah hal 'adzim ," kata Cyra sambil menangis membasahi niqobnya.


" A-apakah tumor otak yang dialami oleh suami saya, tidak akan bisa disembuhkan lagi Dokter?? ," tanya Cyra dengan terbata-bata.


" Sepertinya sudah tidak bisa Nyonya, karena tumor otak yang dialami oleh suami anda, sudah termasuk tumor ganas atau kanker otak, dan penyebarannya sudah menyebar dengan sangat cepat sekali ," penjelasan dari sang Dokter.


Semakin meleleh air mata Cyra, mendengar penjelasan dari sang Dokter.


" Jika suami anda sudah sadar, kita bisa melakukan kemoterapi atau radioterapi Nyonya, untuk mencegah tumornya semakin tumbuh dan menyebar ," jawab sang Dokter lagi.


" Untuk saat ini, suami anda harus mendapatkan perawatan intensif di sini, sampai keadaannya benar-benar pulih Nyonya ," kata sang Dokter.


" Lakukanlah Dokter, dan berikanlah perawatan yang terbaik untuk suami saya ," kata Cyra.


" Pasti Nyonya, kami akan mengerahkan kemampuan kami sebisa mungkin ," jawab sang Dokter.


" Tapi anda juga harus terus berusaha dan berikhtiar kepada Allah yang maha pemberi kesehatan Nyonya ," nasihat sang Dokter.

__ADS_1


" Iya Dokter ," jawab Cyra.


" Kalau begitu, saya permisi dulu Dokter, assalamu'alaikum ," pamit Cyra


" Wa'alaikumussalam Nyonya ," jawab ramah dari sang Dokter.


Cyra lalu berjalan ke luar dari dalam ruang kerja sang Dokter dengan langkai gontai dan juga lemas.


Sambil mengangkat sambungan telepon dari Akmal, Cyra pun terus melangkah menuju ke ruang perawatan Mirza, yang sudah diberitahu petunjuknya oleh Akmal.


Hingga akhirnya, Cyra pun sampai juga di ruang perawatannya Mirza.


" Assalamu'alaikum ," salam Cyra sambil membuka pintunya.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Akmal.


Akmal melihat Cyra seperti tidak bersemangat lagi, setelah mendapatkan penjelasan dari Dokter.


" Cyra, bagaimana penjelasan dari Dokter tadi?? ," tanya Akmal.


" Kenapa Kakak dan Kak Mirza tidak ada yang jujur kepada Cyra, jika Kak Mirza sebenarnya sudah pernah terkena tumor otak ," kata Cyra kepada Akmal.


Hal yang selama ini disembunyikan oleh mereka semua akhirnya terbongkar juga, dan Cyra sekarang mengetahui kenyataan pahit itu.


" Maafkan Kakak, Cyra, bukan keinginan Kakak untuk tidak bercerita kepada kamu ," jawab Akmal.


" Ini semua permintaan Kak Mirza, supaya kamu tidak khawatir dan banyak pikiran memikirkan keadaannya ," jelas Akmal.


" Tapi bukan seperti ini caranya Kak ," kata Cyra sambil menumpahkan air matanya.


Akmal yang melihat Cyra menangis seperti itu, rasanya dia ingin memberikan bahunya untuk bersandar, akan tetapi apalah daya, dia bukan mahram bagi Cyra.


" Tumor itu sudah menjadi tumor ganas dan sudah menyebar ke mana-mana ," kata Cyra lagi dan Akmal sangat terkejut sekali mendengarnya.


" A-apa yang kamu bilang Cyra, tu-tumor ganas?? ," kata Akmal.


" Iya, bahkan tumor itu sudah berubah menjadi kanker otak Kak ," jawab Cyra dengan lemas.


" Bahkan harapan hidup untuk Kak Mirza sangat tipis sekali ," kata Cyra lagi, dan air matanya semakin deras saja mengalirnya.


Akmal benar-benar sangat terkejut sekali, matanya melotot, mulutnya terbuka lebar, dan jantungnya berdebar sangat kencang sekali, mendengar penjelasan dari Cyra yang benar-benar diluar dugaannya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2