
Tidak terasa sudah satu minggu lamanya ayah Rafiq, mama Jian, umma Nada dan abi Rasyid menjalankan ibadah umroh mereka di makkah.
Akmal dan Cyra, begitupun dengan para orang tua. Mereka semua saling mendoakan satu sama lainnya supaya bisa berkumpul lagi seperti biasanya. Dan pernikahan Akmal bersama Cyra. Tidak terasa pula sudah berjalan sekitar tiga minggu lamanya. Itu artinya umur baby Zahwa sudah sekitar enam bulan lebih. Sedangkan baby Abbiya sudah sekitar empat bulan. ( Maaf ya jika salah soal umur. Saya selalu khilaf soal umur para baby )
Hari ini adalah hari kamis. Tepat hari ke delapan para orang tua pergi umroh.
"Abu! Tidak terasa ya. Sudah delapan hari mereka semua menjalankan ibadah umroh."
Akmal merangkul pundak Cyra dengan mesra. "Iya Umi. Cuma tinggal lima hari lagi untuk mereka sampai di tanah air."
"Ko mereka belum menelpon kita lagi ya? Apa mereka masih sibuk di sana?"
"Mungkin saja Umi. Kita tunggu saja," jawab Akmal.
Hari berikutnya adalah jumat ke tiga untuk mereka saling berbagi. Dan kali ini yang datang ke rumah mereka ada sekitar dua puluh orang. Sangat banyak dari sebelumnya.
"Sepertinya, jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya ya Abu?" Cyra berbisik di telinga Akmal.
"Iya! Tadi kata mang Rohman berkata setidaknya ada sekitar dua puluh orang yang datang pagi ini," jawab Akmal sambil berbisik pula.
Sedekah yang Akmal berikan kali ini berupa beras dua setengah kilo dan uang seratus ribu. Tidak selalu sama apa yang Akmal dan Cyra berikan. Itu semata-mata Akmal dan Cyra lakukan untuk membuat mereka tidak ketergantungan dengan apa yang akan mereka dapatkan setiap jum'atnya.
Doa-doa baik dan tulus dari para kaum dhuafa selalu Akmal dan Cyra dengar. Hal itu membuat hati Akmal dan Cyra menjadi semakin tenang dan juga senang.
Niat Akmal dan Cyra untuk bersedekah sangatlah ikhlas karena Allah Subhanahu wata'ala. Bukan semata-mata untuk pamer atau sebagainya. Dan Allah tahu akan hal itu.
Setiap Akmal dan Cyra selesai bersedekah. Mereka akan mendapatkan rejeki yang tidak terduga. Contohnya tiba-tiba ada saudara jauh yang datang untuk menjenguk mereka dan baby Zahwa, sambil membawakan oleh-oleh yang begitu banyak. Atau juga kehabisan stok untuk barang yang ada di butik. Apapun itu ada saja rejeki yang mereka dapatkan setiap minggunya.
Malam harinya. Ketika Akmal dan Cyra akan tidur malam. Dan baby Zahwa sudah tertidur sejak tadi. Tiba-tiba Akmal mengungkapkan sesuatu kepada sang istri.
"Umi!" panggil Akmal.
Cyra langsung menjawabnya. "Iya Abu."
"Kalau seumpama Abu berhenti jadi Dosen bagaimana menurut Umi?"
"Rasanya Abu kasihan sekali melihat Umi pontang panting mengurus butik seperti itu sendirian sambil mengurus baby Zahwa."
"Belum lagi Abu juga harus membagi waktu untuk mengurus toko sparepart milik Abu sendiri, yang pastinya membutuhkan tenaga ekstra."
Sebagai pendengar yang baik, Cyra mencoba mengutarakan jawabannya. "Semua itu kembali kepada diri Abu sendiri bagaimana enaknya. Jika dari Umi. Umi inginnya Abu fokus saja dengan satu pekerjaan. Karena sebagai seorang istri. Jika melihat suami sangat kecapekan apalagi kurang membagi waktu kebersamaannya dengan keluarga, Umi tidak suka."
__ADS_1
"Jadi seorang Dosen adalah cita-cita Abu sejak dulu. Tapi setelah menikah dan ada tanggung jawab yang harus Abu emban. Abu tidak bisa melihat istri yang Abu sayangi harus mengeluh capek karena sibuk bekerja seharian," jawab Akmal.
"Sholatlah Abu. Minta petunjuk sama Allah. Apapun pilihan yang akan Abu pilih. Umi akan mendukungnya. Yang terpenting Abu mencari rejeki dengan cara yang halal."
Akmal cuma mengangguk saja. Dan dia terlihat seperti memikirkan sesuatu.
H-1 sebelum kepulangan orang tua mereka dari Makkah. Akmal yang baru saja pulang dari masjid setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Dirinya langsung mendekati Cyra yang sedang mengaji.
Cyra langsung menghentikan mengajinya dan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Akmal.
"Ada apa Abu? Apa ada sesuatu yang ingin Abu sampaikan kepada Umi?"
"Abu sudah mengambil keputusan Umi," jawab Akmal.
Cyra sangat penasaran sekali. "Apa itu Abu?"
"Abu akan mengundurkan diri jadi Dosen dan fokus saja dengan bisnis yang sedang kita jalani berdua. Apalagi ayah sebentar lagi akan menyerahkan Yayasan kepada Abu, untuk Abu yang menjalankannya."
Cyra tersenyum, lalu menggenggam tangan Akmal dengan lembut. "Jika itu keputusan Abu. Umi akan mendukungnya. Dan ayo kita jalani usaha itu bersama-sama."
Akmal mengusap pipi Cyra dengan mesra. "Umi memang istri yang baik. Hari ini Abu akan memberikan surat pengunduran dirinya kepada pak Rektor."
"Apakah Abu sudah membuat surat pengunduran dirinya?"
"Semoga apa yang menjadi keinginan Abu dilancarkan oleh Allah. Aamiin."
Ucapan Cyra langsung di aamiinkan juga oleh Akmal.
Selesai sarapan. Akmal yang ada jam mengajar pagi langsung segera berangkat ke kampus. Dan sesampainya di kampus. Akmal memilih untuk menemui pak Rektor terlebih dahulu untuk menyampaikan keinginannya yang ingin mengundurkan diri menjadi Dosen.
Pak Rektor yang bernama pak Zain itu sangat mengerti sekali apa alasan Akmal ingin mengundurkan diri jadi Dosen. Sebab dirinya juga tahu bagaimana kesibukan Cyra setelah menikah dengan Akmal.
"Tapi saya tidak bisa langsung meng ACC surat pengunduran diri Anda, Pak Akmal?"
Akmal mengangguk formal. "Saya mengerti Pak Zain. Saya akan masih tetap mengajar sampai keputusan yang Anda berikan sudah saya terima dengan baik."
"Baiklah. Saya akan pahami dulu surat pengunduran diri Anda. Dan saya juga akan mengevaluasinya terlebih dahulu sampai pihak kampus bisa mendapatkan Dosen pengganti untuk posisi Anda."
Akmal mengerti sekali. "Terimakasih Pak Zain. Kalau begitu saya permisi dulu. Assalamu'alaikum."
Pak Zain langsung mengangguk. "Wa'alaikumussalam."
__ADS_1
Akmal langsung berlalu pergi menuju ke kelas yang akan diajarnya pagi ini. Beban di hati dan pikirannya sudah sedikit terangkat dengan memberikannya surat pengunduran dirinya tersebut kepada pak Rektor.
Sekarang dirinya cuma harus menunggu, hingga surat pengunduran dirinya disetujui oleh pak Zain.
Sedangkan kembali ke Cyra. Cyra yang sudah selesai bersiap-siap akan berangkat ke butik dan konveksi yang bekerjasama dengannya. Tiba-tiba mendapatkan telepon dari salah satu sahabatnya yang bernama Kalila.
"Halo! Assalamu'alaikum Kalila."
Kalila langsung menjawabnya. "Wa'alaikumussalam Cyra. Kamu sedang apa?"
"Aku sedang mau berangkat ke butik. Ada apa?"
"Hari ini rencananya aku mau mengajak kamu dan yang lainnya berkumpul. Rasanya sangat rindu sekali sudah lama tidak berkumpul seperti biasanya?"
"Kalau hari ini sepertinya aku tidak bisa Kalila," Cyra terpaksa menjawab jujur.
"Kenapa Cyra?"
"Aku harus memantau pesanan orang-orang. Mungkin sampai jam tiga sore. Dan kak Akmal juga sedang sibuk di kampus hari ini. Tapi jika kamu sama yang lainnya nanti sore atau selepas maghrib mau datang ke rumah, aku bisa."
"Baiklah. Nanti akan aku sampaikan kepada Misha dan Deena. Mereka bisa tidak jika janjiannya diganti nanti malam di rumah kamu."
Tanpa sadar Cyra mengangguk. "Baiklah. Nanti kabari aku saja ya. Aku mau berangkat dulu."
"Ok. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Hati-hati di jalan ya Cyra," jawab Misha. Dan mereka lalu memilih mengakhiri sambungan teleponnya.
Jika kita ingin sukses dalam satu hal. Pasti ada salah satu hal yang harus kita korbankan. Contohnya Akmal.
Menjadi seorang Dosen adalah cita-citanya sejak ia masih kecil. Namun sekarang? Dirinya harus meninggalkan cita-citanya tersebut, supaya bisa lebih fokus dengan toko sparepart miliknya dan ke dua butik peninggalan sang kakak yang saat ini butuh tenaga ekstra untuk mengelolanya.
Terlebih lagi Akmal juga berjaga-jaga dari sekarang. Kalau seumpama nanti Cyra hamil lagi. Pastinya Akmal tidak akan membiarkan Cyra sampai kecapekan seperti saat ini, cuma karena mengurus butik sambil momong baby Zahwa yang masih kecil.
Pengorbanan yang Akmal lakukan untuk kebahagiaan istri. Insyaallah akan dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik lagi. Karena sebaik-baiknya laki-laki. Ia-lah orang yang paling baik dengan keluarga dan juga istrinya.
Semoga setiap makna yang author selipkan di setiap bab. Mudah di mengerti dan bermakna untuk kita semua. Aamiin.
Terkadang author menyelipkan sebuah makna yang berarti di setiap kata yang terkandung di dalamnya.
Selamat membaca. Semoga suka dengan alurnya.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...