IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Malam harinya di Keluarga Ayah Rafiq saat ini sedang menikmati makan malam bersama.


Seperti biasa, formasinya komplit, ada Ayah Rafiq, Mama Jian, Akmal, Mirza dan juga Cyra.


Ketika sedang pada sibuk menikmati makanan mereka masing-masing, Mirza tiba-tiba mengatakan sesuatu kepada Ayah Rafiq.


" Ayah, ada sesuatu yang ingin Mirza katakan kepada Ayah ," kata Mirza.


" Katakan saja Nak ," jawab Ayah Rafiq.


Mirza tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari bawah meja, sebuah kotak hadiah kecil yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Cyra yang melihat hanya tersenyum saja, dan walau dia memakai niqob, semua orang tahu jika Cyra sedang tersenyum saat ini.


" Hadiah,? Ayah sekarang tidak sedang berulang tahun Mirza?? ," kata Ayah Rafiq.


" Kan memberi hadiah tidak harus ketika ulang tahun saja Ayah ," jawab Cyra.


" Bukalah Ayah, itu isi hadiahnya juga untuk Mama ko ," kata Mirza.


" Untuk Mama juga,? tapi ko kecil sekali ," jawab Mama Jian.


Mirza dan Cyra langsung tertawa mendengar jawaban dari sang Mama, sedangkan Akmal sendiri hanya diam saja sambil menahan rasa penasarannya, tentang hadiah apa yang sedang diberikan oleh sang Kakak kepada sang Ayah.


" Cepat buka Ayah, Mama sudah sangat penasaran sekali apa isinya ," kata Mama Jian.


Mirza dan Cyra yang mendengar perkataan dari sang Mama, langsung saling berpegangan tangan dengan mesra dan saling melempar senyuman manis mereka.


Tidak pakai lama, Ayah Rafiq pun membuka kotak hadiah tersebut, yang isi di dalamnya mampu membuat Ayah Rafiq menangis terharu.


" Ini kalian?? ," kata Ayah Rafiq, membuat Mirza dan Cyra langsung mengangguk dan tersenyum kepada sang Ayah.


" Isinya apa Ayah?? ," tanya Mama Jian.


Ayah Rafiq lalu mengeluarkan isi hadiah yang diberikan oleh Mirza tadi yang ternyata sebuah foto USG kehamilannya Cyra.


Yaps, Cyra saat ini dinyatakan positif hamil oleh Dokter, dan Cyra sudah periksa ke Dokter diantar oleh Mirza tadi setelah datang ke acara pernikahannya Hamzah dan Misha.


Tiga hari sebelum Cyra tes, dia sedikit merasa tidak enak badan, dan wajahnya pun terlihat pucat sekali.


Mirza yang mengetahui jika sang istri sedang sakit, dia menjadi sangat khawatir sekali, namun ketika Cyra dipaksa oleh Mirza untuk periksa ke Dokter dia kekeh menolak.

__ADS_1


" Cyra paling kecapekan saja Kak ," begitu perkataan Cyra kemarin.


Namun, setelah berganti hari, rasa tidak enak badan yang dirasakan oleh Cyra semakin menjadi saja, dan tepat dihari ke tiga, Cyra muntah-muntah hebat sekali setelah Mirza berangkat mengajar.


Cyra yang tidak mendapatkan tamu bulanannya, dan dia merasa curiga dengan gejala yang dirasakannya akhir-akhir ini, akhirnya Cyra terpaksa berbohong kepada Mirza, ketika ingin pergi ke apotek untuk membeli testpack.


Pada waktu itu, Cyra mengatakan kepada Mirza jika dia ingin membeli obat ke apotek terdekat, tapi tidak tahunya bukan obat yang dia beli, melainkan sebuah testpack.


Terpaksa Cyra berbohong, supaya Mirza tidak terlalu berharap kepadanya, karena Cyra tidak mau membuat sang suami merasa kecewa, jika hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.


Setelah mendapatkan testpack yang diinginkannya, sekitar jam sepuluh pagi, Cyra mencoba mengetesnya.


Dua testpack langsung Cyra gunakan supaya hasilnya semakin meyakinkan, dan benar saja, setelah beberapa detik dia menunggu, barulah kelihatan hasilnya yang dua-duanya menunjukkan garis dua, yang artinya benar-benar positif hamil.


Cyra menangis terharu sejadi-jadinya di dalam kamar, sampai seluruh badannya bergetar tidak karuan sekali rasanya.


Cyra masih tidak menyangka, di pernikahannya yang baru seumur jagung bersama Mirza, sudah langsung diberikan kepercayaan oleh Allah untuk mempunyai seorang buah hati.


Cyra masih syok, dia sampai tidak bisa berkata apa-apa sampai beberapa menit lamanya, dan ketika sudah mulai tenang keadaannya, Cyra langsung tersenyum senang dan juga bahagia sekali.


Mama Jian tahu jika Cyra sedang tidak enak badan sejak kemarin, dan Mama Jian tidak ada kepikiran sama sekali jika Cyra akan hamil secepat itu, karena pikir Mama Jian, jika Cyra dan Mirza baru saja menikah.


Jadi Mama Jian sejak beberapa hari yang lalu membiarkan Cyra, jika dia ingin terus-terusan berada di dalam kamar.


Cyra yang awalnya badannya lemas, pusing dan ingin muntah terus, setelah dia tahu jika dia sedang hamil, perasaan itu semua seakan tawar, sebab Cyra saat ini sudah tahu apa penyebabnya.


Tiba waktunya ketika Mirza pulang ke rumah sekitar jam tiga sore.


Walau wajah Cyra masih terlihat pucat, tapi dia sengaja berhias untuk Mirza, supaya terlihat lebih cerah wajahnya.


" Kamu sudah sembuh sayang?? ," tanya Mirza.


" Bagaimana keadaan kamu sekarang?? ," tanya Mirza lagi.


" Sudah lebih baik sayang ," jawab Cyra sambil tersenyum super manis sekali.


" Kelihatannya sedang bahagia sekali sayang, ada apa hmm?? ," tanya Mirza untuk kesekian.


" Cyra punya kejutan untuk Kak Mirza ," jawab Cyra.


" Kejutan apa sih?? ," kata Mirza sambil mencubit mesra hidung Cyra.

__ADS_1


" Tutup matanya dulu dong ," kata Cyra.


" Ok baiklah, Kakak akan tutup mata sekarang ," jawab Mirza sambil menutup matanya.


Cyra yang melihat Mirza sudah menutup matanya, dia lalu mengeluarkan sebuah kertas yang berwarna cantik, untuk dia berikan ke tangan Mirza.


" Apa ini?? ," kata Mirza meraba kertas tersebut.


" Buka saja ",, jawab Cyra sambil tersenyum.


Mirza lalu membuka matanya, setelahnya dia membuka kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di dalamnya yang berbunyi " Rabbi habli milladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a.


Artinya: β€œ Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)


" Assalamu'alaikum Abi Mirza ," tulis lain oleh Cyra.


Mirza masih bingung, namun setelah dia membuka bungkusan kertas yang di tali pita seadanya, barulah dia mengerti apa maksud dari semua itu.


" Kamu hamil sayang?? ," tanya Mirza dengan mata berkaca-kaca, setelah melihat dua testpack dengan dua garis di dalamnya.


" Hu'um, iya ," jawab Cyra sambil mengangguk dan juga tersenyum manis.


Mirza langsung membawa Cyra ke dalam pelukannya dan dia memeluk Cyra begitu sangat erat sekali.


" Ya Allah, ya Tuhanku, terimakasih atas rejeki yang begitu indah hari ini ," kata Mirza berdoa dengan tulus.


Mirza lalu menghujani Cyra dengan banyak sekali kecupan di seluruh wajahnya, hingga Cyra merasa geli sendiri.


" Terimakasih sayang, Kakak begitu sangat senang sekali hari ini ," kata Mirza sambil menangis.


Cyra yang melihat Mirza menangis, langsung mengusap air mata Mirza sambil mengatakan sesuatu " iya sama-sama, ini benar-benar hadiah terindah dari Allah untuk kita Kak ," kata Cyra sambil tersenyum.


" Iya ," jawba Mirza sambil tersenyum juga.


Sejak malam itu Mirza selalu rajin membacakan surat-surat Al-Qur'an untuk kehamilannya Cyra, supaya calon anaknya kelak akan menjadi anak sesuai dengan harapan mereka berdua.


Mirza dan Cyra benar-benar sangat bahagia sekali, dan mereka belum teringin memberitahukan perihal tersebut kepada semua orang, sebelum mereka memeriksakannya terlebih dahulu kepada Dokter.


Kebetulan setelah janjian dengan Dokter, mereka mendapatkan hari bersamaan dengan pernikahan Hamzah dan Misha, jadi setelah menghadiri pesta resepsi pernikahan Hamzah dan Misha, Cyra dan Mirza langsung berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya Cyra.


Malam harinya, sesuai keinginan mereka berdua, Mirza langsung memberikan kejutan tersebut kepada ke dua orang tuanya, termasuk Akmal sekalipun.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2