IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
PERTUNANGAN


__ADS_3

Hari berikutnya, Akmal benar-benar sudah memfokuskan pikiran dan juga perasaannya untuk Aalifa seorang.


Bahkan Akmal sengaja lebih intens lagi berkomunikasi lewat ponsel dengan Aalifa, supaya dia lebih dekat dan juga cepat lupa dengan Cyra.


Terbukti, baru sekitar satu hari saja, Akmal sudah tidak teringat dengan Cyra, walau belum sepenuhnya.


Malam harinya, seperti malam-malam kemarin, Akmal pasti akan bermimpi lagi dan mimpinya kali ini benar, dia memimpikan Aalifa.


Akmal di dalam mimpinya sedang berada di sebuah tempat yang tidak bisa dia jelaskan.


Di tempat itu, Akmal melihat Aalifa sedang melambaikan tangan kepadanya.


Sambil berjalan dengan bibir yang terus tersenyum, Akmal terus melangkahkan kakinya menuju ke arah Aalifa. Dan sesampainya di depan Aalifa, Aalifa pun mengatakan sesuatu.


" Kak Akmal ko lama sekali datangnya? ," kata Aalifa.


" Maafkan Kakak Aalifa ," jawab Akmal.


" Iya, tidak apa-apa ," jawab Aalifa sambil tersenyum.


" Tapi seharusnya Kakak tidak perlu meminta maaf kepada Aalifa, tapi kepada seseorang ," kata Aalifa.


" Hah,? seseorang,? siapa Aalifa?? ," tanya Akmal.


" Tuh, dia sedang berdiri termenung di sana, dia sedang merajuk kepada Kakak ," jawab Aalifa sambil menunjuk seseorang yang berdiri di bawah pohon yang rindang nan menyejukkan.


Akmal menajamkan matanya, untuk melihat siapakah orang yang dimaksud oleh Aalifa.


Dari jauh Akmal sudah menebak, jika orang tersebut adalah Cyra, hingga tanpa Akmal sadari, kaki dia menuntunnya berjalan ke arah orang tersebut dan meninggalkan Aalifa sendirian tanpa banyak berbicara sama sekali.


Sesampainya di belakang orang itu, Akmal lalu memegang pundak orang tersebut, hingga orang tersebut langsung mengalihkan pandangannya ke arah Akmal.


Benar sekali apa tebakannya Akmal, jika orang tersebut adalah Cyra, dan dibalik niqobnya, Akmal bisa melihat dari bola matanya, jika Cyra sedang marah kepadanya.


Cyra tanpa banyak berbicara, langsung pergi berlalu dari hadapan Akmal, dan Akmal yang tidak dipedulikan oleh Cyra, secara reflek langsung menahan Cyra, sambil mengatakan sesuatu.


" Maafkan Kakak, Cyra ," kata Akmal.


" Bukan maksud Kakak untuk datang terlambat, hanya saja, Kakak ........ ," perkataan Akmal terhenti, ketika Cyra melepaskan paksa pegangan tangan Akmal tadi.


" Janganlah banyak berbicara dan berpikir ," kata Cyra.

__ADS_1


" Karena itu akan membuat Kakak semakin tersesat ," kata Cyra lagi, dan kali ini dirinya benar-benar pergi dari hadapan Akmal.


Akmal yang ditinggal pergi lagi oleh Cyra, hanya diam saja sambil terpaku di tempatnya berdiri.


Lagi dan lagi, mimpi yang tidak berujung itu, membuat Akmal langsung terbangun dari tidurnya.


Akmal benar-benar dibuat gelisah dan tidak bisa tidur, karena mimpinya yang tidak beralasan tersebut, sebab Cyra sudah menjadi istri dari Kakaknya.


Berganti dengan hari lagi, saat ini adalah hari di mana pertunangan Akmal dengan Aalifa akan dilangsungkan.


Akmal pun juga mengajak ke dua sahabatnya untuk ikut bersamanya. Dan dia sengaja mengajak Abraham bersama Hamzah, untuk menemaninya melamar wanita yang dijodohkan oleh sang Ayah.


Di rumah Ayah Rafiq pun, sudah sibuk sejak kemarin, dan hari ini semakin sibuk saja dengan persiapan ini dan itu.


Berhubung, hari ini hari minggu, jadi semua orang sedang free alias libur, dan bisa membantu untuk kesuksesan jalannya acara.


Karena perjalanan yang akan mereka tempuh sangatlah menguras waktu, mereka memutuskan berangkat sebelum jam lima sore, dan akan menunaikan sholat maghrib di masjid yang nantinya mereka lewati.


Hingga akhirnya, rombongan Keluarga besar Ayah Rafiq, sampai juga di kediaman Pak Ismail sekitar pukul tujuh malam lebih sedikit.


Pak Ismail dan seluruh Keluarganya langsung menyambut ramah, hangat kepada Keluarga besar Ayah Rafiq.


Rombongan Keluarga Ayah Rafiq pun langsung saja duduk di tempat yang sudah disedikan sebelumnya.


Di rumah Aalifa sendiri, juga sudah di sulap sedemikian rupa, dengan dekor dari W.Onya sendiri.


Aalifa pun juga sudah berdandan cantik untuk membahagiakan Akmal, dan Akmal cukup terkesan dengan make up yang dipakai oleh Aalifa, yang menurutnya sangat pas di wajah Aalifa yang kalem.


Acara demi acara, dan para tetua yang dihormati sudah saling bertukar kata, untuk menyampaikan kata demi kata, karena untuk menjalin tali silaturahmi antara dua keluarga, dengan adanya pertunangan dari anak-anak mereka.


Hingga pada akhirnya, tibalah waktunya bertukar cincin, antara Akmal dan Aalifa.


Tenang saja readers, Akmal tahu ko, jika laki-laki diharamkan memakai cincin emas, jadi dia sengaja memilih cincinnya sendiri dengan bahan yang terbuat dari perak.


Hukum memakai cincin untuk kaum pria adalahย mubahย atau diperbolehkan, namun material dasar seperti emas sebaiknya dihindari karena dilarang keras oleh Nabi SAW.


Hal ini tertuang dalam sebuah hadist riwayat Rasulullah: "Dan dari Abu Musa, bahwa Nabi saw. Bersabda: dihalalkan emas dan sutera bagi perempuan-perempuan dari umatku; dan diharamkannya atas laki-laki dari umatku." (HR Ahmad, Nasa'i, dan Tirmidzi).


Acara tukar cincin tersebut diabadikan oleh para sahabat Akmal, dan mendapatkan suka cita dari para Keluarga yang turut hadir di acara tersebut.


Malam itu Akmal, terlupa dengan Cyra, karena entah kenapa, dia merasa bahagia, akhirnya bisa bertunangan dengan Aalifa.

__ADS_1


Selesai acara tukar cincin tersebut, Ayah Rafiq mencoba bertanya kepada calon besannya, kapan pesta pernikahan dari ke dua calon pengantin mereka tepatnya bisa dilaksanakan.


" Pak Ismail, kapankah tanggal yang baik untuk acara pernikahan mereka berdua?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Sebelumnya, maafkan saya Pak Rafiq ," jawab Pak Ismail.


" Kami sudah membicarakan perihal ini kepada Aalifa, dan Aalifa bisa senggang waktunya, sekitar satu tahun lagi, karena W.O milik Aalifa sedang sangat padat sekali jadwalnya, serta kami juga tidak bisa membatalkan begitu saja, atau menyerahkan tugas itu kepada orang sembarangan Pak ," jelas Pak Ismail.


" Sebelumnya anak saya Akmal, juga sudah menjelaskan kepada saya, Pak, namun alangkah baiknya, jika saya bertanya langsung untuk kesopanan dan memperjelas lagi ," jawab Ayah Rafiq.


" Tidak apa-apa Pak, saya sangat menghargai, dan saya sangat senang dengan kejujuran dari Pak Rafiq ," kata Pak Ismail.


Di saat para orang tua sedang saling berbincang, Akmal dan Aalifa malah sedang asik curi-curi pandang, dengan bibir yang terus tersenyum malu-malu sendiri.


Setelah pasti ditentukan, jika acara pernikahan Akmal dan Aalifa satu tahun lagi, mereka semua lalu melanjutkan menikmati hidangan yang sudah disediakan.


Dan acara pertunangan Akmal bersama Aalifa, benar-benar selesai ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Keluarga besar Ayah Rafiq sampai di rumah dengan selamat, ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih.


Mereka semua tentu saja langsung bergegas masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka, sebab esok hari mereka harus beraktifitas seperti biasanya.


" Apakah Kakak sekeluarga sudah sampai rumah?? ," pesan Aalifa kepada Akmal.


Akmal yang baru saja selesai dari kegiatannya di dalam kamar mandi, sebelum tidur mencoba mengecek ponselnya terlebih dahulu, dan ternyata dia mendapatkan pesan dari Aalifa, sang calon istrinya.


" Alhamdulillah sudah Aalifa ," balas Akmal.


" Alhamdulillah, Aalifa senang mendengarnya ," balas Aalifa.


" Ya sudah, Kakak istirahat ya, besok kan katanya ada jadwal mengajar ," balas Aalifa lagi.


" Iya, kamu juga ya, segera tidur, supaya kamu tidak masuk angin ," balas Akmal.


Aalifa hanya membalasnya dengan emoticon senyuman manis saja kepada Akmal, dan mereka pun akhirnya mengakhiri percakapan mereka melalui pesan.


Akmal, lalu menaruh ponselnya di atas meja samping ranjang, dan langsung mengistirahatkan badannya untuk menyongsong hari esok, walau cuma tidur beberapa jam saja malam ini.


...๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ๐ŸŽ—๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2