IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KEMARAHAN PAK ISMAIL


__ADS_3

Pak Ismail mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sekali, karena dia dikuasai emosi yang meledak di dalam dirinya.


Mama Atika yang ketakutan melihat cara mengemudi sang suami pun, dia tidak berani menegur, karena sang suami sedang dikuasai amarah.


Sesampainya di rumahnya, Pak Ismail langsung membanting kursi, meja, apapun yang dilihatnya, bahkan makanan serta minuman yang sudah tersusun rapi di atas meja, Pak Ismail sengaja mendorong meja tersebut sampai jatuh dan membuat semua makanan serta minuman yang ada di atasnya jatuh semua ke tanah.


Para sanak saudara yang ada di situ dan para petugas W.O karyawan Aalifa, merasa sangat terkejut, melihat Pak Ismail yang marah-marah dengan brutal seperti itu.


Padahal Pak Ismail belum bertanya kepada Aalifa apa yang tadi sudah dia katakan ketika di rumah sakit, namun Pak Ismail sudah bisa menebak, jika perkataan itu adalah perkataan yang tidak seharusnya Aalifa ucapkan.


" Ismail, kamu kenapa?? ," tanya salah satu saudara, yang ternyata dia Kakak kandungnya Pak Ismail.


" Tanyakan saja kepada keponakan Mas itu, yang sudah membuat Keluarga Pak Rafiq tidak sudi mempunyai mantu seperti dia!! ," jawab Pak Ismail, sambil menunjuk Aalifa yang sedang berdiri di samping sang Mama sambil menangis.


Jawaban dari Pak Ismail, membuat semua orang yang ada di situ menjadi semakin penasaran, apa yang sebenarnya sudah dikatakan oleh Aalifa tadi.


Kakak kandung Pak Ismail yang bernama Syukron itu lalu berjalan mendekati Aalifa, yang terus tertunduk malu dihadapan semua orang.


" Aalifa, coba ceritakan kepada Paman, apa yang sebenarnya terjadi?? ," tanya Pak Sukron.


Aalifa masih diam saja, karena dia benar-benar sangat malu sekali untuk menjawabnya.


Pak Sukron lalu melihat ke arah semua orang yang saat ini sedang menatap ke arah Aalifa.


" Ayo, ikut sama Paman, kamu juga Atika, Ismail ," kata Pak Sukron kepada Aalifa dan ke dua orang tuanya.


Langkah kaki Pak Sukron langsung diikuti oleh Pak Ismail bersama Mama Atika dan juga tidak lupa Aalifa.


Ternyata Pak Sukron mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam kamar Aalifa, yang sudah disulap sedemikian rupa untuk menyambut malam pertama Aalifa dengan Akmal.


Tapi nyatanya, semua itu hanya bayangan saja, yang sampai kapanpun tidak akan terlaksana.


" Sekarang cuma ada kita berempat saja, cepat ceritakan kepada Paman dan ke dua orang tua kamu, Aalifa ," kata Pak Sukron.


" A-Aalifa menyumpahi Kak Mirza cepat meninggal, dan mengata-ngatai nya sangat sangat kasar karena sudah membuat pernikahan Aalifa dan Kak Mirza menjadi batal ," jawab Aalifa sambil terus menunduk.


" Astaghfirullah!! ," ucap semua orang secara bersamaan.

__ADS_1


" Kamu itu anak perempuan berpendidikan Aalifa, kenapa bicara kamu seperti itu?? ," kata Pak Sukron.


" Ini sudah ke dua kalinya kamu gagal menikah Aalifa, dan Papa sungguh sangat malu sekali!! ," marah Pak Ismail.


" Yang dulu saja, masih banyak orang yang mencemooh mu, apalagi yang sekarang!! ," ucap Pak Ismail.


" Walau kamu wanita mandiri dan bisa berdiri dengan kakimu, ingatlah kodratmu sebagai wanita, Aalifa ," nasihat Pak Sukron.


" Apa kamu mau hidup sendirian terus seperti ini, lihatlah umurmu sekarang berapa?? ," kata Pak Sukron lagi.


Aalifa masih terus menunduk dan menunduk, seperti lupa cara mengangkat kepalanya, karena rasa malu yang dirasakannya sekarang.


" Semua yang Papa siapkan, harus berakhir dengan sia-sia, dan apakah kamu tahu Aalifa, jika Nak Akmal adalah menantu idaman Papa!! ," kata Pak Ismail.


" Pa, sudah Pa ," kata Mama Atika.


" Kamu benar-benar sudah membuat Papa malu!! ," ucap Pak Ismail lagi.


Setelahnya, Pak Ismail pun pergi berlalu dari dalam kamar Aalifa, menuju ke dalam kamarnya sendiri, begitupula dengan Pak Sukron yang ikut pergi ke luar menyusul Pak Ismail.


Tinggallah Mama Atika dan Aalifa berdua saja di dalam kamar tersebut.


" Mama tidak bisa membantu kamu lagi Aalifa ," jawab Mama Atika.


" Benar apa kata Papa, kalau kamu sudah keterlaluan, dan sudah membuat Keluarga kita semakin malu ," ucap Mama Atika.


" Kamu tahu tidak Aalifa, bagaimana malunya Mama dulu, ketika Mama arisan dengan teman-teman Mama, mereka semua pada membicarakan kamu, bahkan berani menjelek-jelekkan mu dihadapan Mama, apalagi sekarang, mau ditaruh mana muka Mama?? ," kata Mama Atika lagi.


" Sekarang terserah kamu Aalifa, kamu mau menikah atau menjadi perawan tua, atau hamil di luar nikah, terserah,!! Mama sama Papa sudah tidak peduli ," ucap Mama Atika sangat pedas sekali.


" Jika Mama yang berada di posisi Ibu Jian, Mama juga tidak sudi mempunyai menantu sepertimu!! ," kata Mama Jian.


Mama Jian lalu berdiri dari duduknya sambil menatap ke arah Aalifa yang sedang menatapnya.


" Jika dulu Mama sama Papa masih bisa menutupi kesalahanmu, tapi sekarang sepertinya tidak bisa ," ucap Mama Atika.


" Mama dan Papa harus bersiap-siap menerima semua ucapan pedas dari semua orang atas ulah kamu ini Aalifa ," kata Mama Atika lagi dan lagi.

__ADS_1


" Mungkin dulu tanpa sadar Mama dan Papa pernah berbuat dosa di masa muda kami, dan inilah balasannya, terimakasih Aalifa ," ucap Mama Atika dengan suara tenang.


Namun suara tenang dari Mama Atika, malah membuat Aalifa semakin terpuruk.


Setelahnya, Mama Atika langsung pergi meninggalkan Aalifa yang sedang terpuruk di dalam kamar sendirian.


Mama Atika lalu menyuruh para sanak saudaranya untuk mengambil semua makanan dan camilan yang tersedia di situ daripada mubadzir.


Harapan sekarang tinggal harapan saja, tanpa bisa terjadi sama sekali sampai kapanpun.


Apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai, sepertinya itulah ungkapan yang tepat untuk Aalifa.


Seperti tidak belajar dari kesalahannya yang dulu, Aalifa mengulangi kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya, hingga membuat Keluarganya menanggung malu akan sikap dan sifat buruknya itu.


Aalifa boleh sukses dalam meniti karirnya, tapi dia tidak sukses dalam membina hubungan yang baik dengan para laki-laki.


Aalifa bisa bersikap sopan dan ramah kepada para kliennya, tapi kenapa dia tidak menerapkan sikap sopan dan ramah itu untuk kesehariannya, supaya bisa membentuk pribadi yang lebih baik lagi.


Jika Aalifa tidak memperbaiki diri, bisa dipastikan dia akan sulit untuk mendapatan jodoh.


Apalagi berita tentang kegagalannya menikah untuk ke dua kalinya, yang pasti lambat laun akan cepat menyebar ke khalayak umum, membuat para Mama pasti akan mikir dua kali untuk menerima Aalifa sebagai menantunya, jika salah satu anak laki-lakinya ingin meminang Aalifa.


Sedangkan Akmal sendiri, saat ini merasa sangat senang sekali, akhirnya semuanya terbongkar sebelum semuanya terlanjur.


Mama Jian langsung meminta maaf kepada Akmal, karena sudah pernah meragukan Akmal sebelumnya.


Setelah kepergian dari Pak Ismail dan Mama Atika serta Aalifa tadi, Mama Jian langsung menceritakan semua, apa yang tadi didengarnya ketika akan menemui Aalifa.


Ayah Rafiq pun juga meminta maaf kepada Akmal, karena kemarin pernah marah-marah, bahkan menekan Akmal untuk menerima Aalifa sebagai istrinya.


" Sudah ya Ayah, semua sudah terjadi, dan tolong jangan paksa Akmal lagi untuk segera menikah, karena yang namanya jodoh tidak akan ke mana, tapi untuk sekarang, Akmal belum mendapatkan wanita yang cocok di hati Akmal ," ucap Akmal kepada sang Ayah.


" Setidaknya, sampai Akmal bisa mencari pengganti Cyra di dalam hati Akmal ," lanjut lagi ucapan Akmal tapi di dalam hatinya.


" Iya Nak, sekarang Ayah tidak mau lagi memaksa kamu untuk segera menikah ," jawab Ayah Rafiq.


" Tidak selamanya orang tua itu merasa benar, terkadang ada masanya, anaklah yang selalu benar dalam bertindak ," ucap Ayah Rafiq lagi. Dan Akmal hanya menanggapinya sambil tersenyum manis saja.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2