IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KARENA SEBUAH INSTASTORY


__ADS_3

Ketika Akmal baru saja ke luar dari dalam kelas, karena sudah selesai mengajar jam mata kuliahnya yang pertama, tiba-tiba dia mendengar seseorang sedang memanggil namanya.


" Pak Akmal ," panggil oleh orang itu.


" Lho, Fadli? ," ucap Akmal kepada Fadli, mahasiswanya dulu.


Akmal cukup terkejut melihat Fadli ada di kampus saat ini, dengan pakaian rapi seperti dirinya. Dan Fadli yang sudah sampai dihadapannya Akmal, lalu menyalami tangan Akmal dengan sopan.


" Apa kabar kamu, ko kamu ada di sini?? ," tanya Akmal.


" Alhamdulillah baik Pak ," jawab Fadli.


" Fadli Dosen muda di sini Pak ," ucap Fadli lagi sambil tertawa canggung.


" Waah, hebat dong, Bapak senang mendengarnya ," kata Akmal dengan ekspresi cukup terkejut.


" Bapak tidak menyangka, kamu bisa menjadi Dosen muda di kampus ini?? ," ucap Akmal.


" Iya Pak, Fadli sendiri juga tidak menyangka ," jawab Fadli.


" Fadli yang orangnya urakan dan suka bercanda di kelas, malah keterima menjadi seorang Dosen di sini untuk berbagi ilmu dengan yang lainnya ," ucap Fadli.


" Kamu jangan begitu Fadli ," kata Akmal.


" Kamu itu sebenarnya pintar, hanya saja penampilanmu yang santai dan suka bercanda, jadi menutupi kepintaran mu itu ," kata Akmal lagi dan Fadli langsung tersenyum malu.


" Oh ya, sudah sejak kapan kamu mengajar di sini Fadli, ko Bapak tidak pernah bertemu denganmu ya?? ," tanya Akmal.


" Sudah sejak dua bulan ketika sudah lulus dari kampus ini Pak ," jawab Fadli.


" Namun, pada waktu itu Fadli cuma Dosen pengganti dan Pak Akmal tidak melihat Fadli, karena Fadli masih belum aktif menjadi Dosen, tapi sedang aktif menjadi mahasiswa S2 ," kata Fadli.


" Sebenarnya, Fadli sudah melamar menjadi guru SMA, Pak, namun, entah kenapa, hati Fadli tergerak ingin mencoba melamar jadi Dosen, sekaligus kuliah Magister di kampus ini juga, dan alhamdulillah, setelah menyelesaikan kuliah S2 saya, sekarang Fadli sudah ditetapkan menjadi Dosen tetap di sini ," jelas Fadli sambil tersenyum.


" Selamat Fadli, Bapak senang sekali mendengarnya ," ucap Akmal sambil menepuk lengan Fadli merasa bangga.


" Terimakasih Pak ," jawab Fadli.


" Kalau begitu, Bapak permisi dulu ya Fadli, Bapak mau mengisi kelas yang satunya lagi ," pamit Akmal.


" Iya Pak ," jawab Fadli sambil tersenyum.


Setelah itu, mereka berdua pun berpisah tempat menuju ke tujuan mereka masing-masing.

__ADS_1


Baru saja Akmal akan memasuki ruang kelas terakhirnya, tiba-tiba saja dia mendengar seseorang memanggil namanya lagi. Dan kali ini yang memanggilnya adalah Dosen wanita yang dia ketahui suka dengannya sejak dulu, yaitu Ibu Aish.


" Iya, ada apa ya Bu Aish?? ," tanya Akmal.


" Tidak apa-apa ko Pak, saya cuma mau tanya sesuatu kepada Bapak?? ," tanya dan jawab dari Aish.


" Tanya apa ya Bu,? apakah masih lama,? jika iya, Ibu bisa menanyakannya nanti saja kalau saya sudah selesai mengajar ," jawab Akmal.


" Oh tidak ko Pak Akmal, cuma sebentar saja ," kata Aish.


" Lalu, apa yang ingin Bu Aish tanyakan kepada saya?? ," tanya Akmal.


" Emm, foto bayi yang sekarang menjadi story WhatsApp nya Pak Akmal, itu anak siapa ya Pak?? ," tanya Aish sangat ingin tahu sekali.


Akmal mencoba tidak terkejut mendengar pertanyaan dari Aish. Karena Akmal sudah tahu, jika Aish selalu mengikuti story WhatsApp miliknya.


Akmal tadi pagi, ketika sudah bisa menidurkan baby Zahwa di atas dadanya, dia memang sengaja berfoto selfie sendiri, lalu mengunggahnya di story WhatsApp nya, dengan dibumbui caption "Dia anakku, anak perempuanku, seberapa besar usianya, dia akan selalu menjadi bayi kecilku."


Iya kira-kira seperti itulah yang ditulis oleh Akmal untuk baby Zahwa.


" Anak saya Bu Aish ," jawab santai dari Akmal sambil tersenyum formal.


" Bu-bu-bukankah Pak Akmal belum menikah sampai sekarang?? ," tanya Aish sangat terkejut sekali.


Akmal memang sengaja tidak mau menjawab pertanyaan dari Aish, karena menurutnya itu sangat tidak penting sama sekali.


Sedangkan di rumah.


Cyra yang sedang meenyusuii baby Zahwa sambil melihat story whatsapp milik teman-temannya, tidak sengaja melihat story WhatsApp milik Akmal.


Cyra awalnya ingin cuek tidak peduli seperti biasanya, namun, entah kenapa, ketika Cyra melihat ada foto sang putri yang fotonya sengaja dibuat buram dan hitam putih oleh Akmal, membuat hatinya tergerak ingin membukanya.


" Dia anakku, anak perempuanku, seberapa besar usianya, dia akan selalu menjadi bayi kecilku." kata Cyra, ketika dia membaca caption di story WhatsApp milik Akmal.


Bibir Cyra tanpa dia sadari tersenyum membaca caption itu.


" Apakah Kakak tidak malu, jika caption nya sampai dibaca sama perempuan yang suka dengan Kakak?? ," balas Cyra.


" Nanti kalau Kakak dikira sebagai duda bagaimana?? ," balas Cyra lagi.


Setelah sekian lama Cyra kenal dengan Akmal, baru kali ini dia berani mengomentari story WhatsApp milik Akmal.


Akmal yang masih sibuk mengajar pun belum mengetahui, jika ada pesan masuk dari Cyra untuknya.

__ADS_1


Setelah mengomentari story WhatsApp milik Akmal, Cyra memilih untuk bersih-bersih kamarnya, selagi baby Zahwa sedang tidur.


Dan beralih ke kampus lagi.


Akmal yang sudah mencatatkan materi di papan tulis untuk para mahasiswanya, dia lalu duduk di kursinya sambil mengecek ponselnya. Sebab Akmal tadi merasakan, jika ponselnya sedang bergetar di dalam saku celananya.


Alangkah terkejutnya Akmal, ketika ada pesan masuk dari Cyra, yang selama ini tidak pernah dia dapatkan sama sekali.


Bahkan Akmal juga mengecek story WhatsApp miliknya yang ternyata dilihat oleh Cyra.


Akmal tersenyum sendiri sambil membaca pesan dari Cyra, dan lalu dia mencoba membalasnya.


" Lebih baik dianggap sebagai duda, daripada dikejar-kejar sama tante-tante gila ," balas Akmal dengan ditambahi emoticon tertawa menjuuluurkan lidahnya.


Cyra yang sedang beres-beres kamarnya, mendengar ada pesan masuk ke dalam ponselnya, ia pun mencoba melihatnya.


" Dari Kak Akmal ," kata Cyra.


Cyra tersenyum juga ketika membaca pesan dari Akmal, dan dia pun mencoba ingin membalasnya, tapi tidak tahu bagaimana kata-katanya. Sebab Cyra baru kali ini berkirim pesan dengan seorang laki-laki seperti Akmal.


Karena biasanya, Cyra cuma berkirim pesan kepada Mirza, Abi Rasyid, atau adik laki-lakinya saja.


Akmal yang tahu, jika Cyra sudah membaca pesan miliknya, dia terus menunggu balasan darinya. Namun setelah beberapa saat ditunggu, balasan itu pun tidak kunjung dia dapatkan, hingga akhirnya, jam mengajarnya selesai.


Tepat dipukul jam satu siang, Akmal sampai juga di rumah Ayah Rafiq.


Kebetulan atau tidak, pada saat itu, Cyra bersama baby Zahwa sedang duduk di ruang tamu sambil bermain sendiri.


Salam dari Akmal tentu saja langsung dijawab oleh Cyra.


" Kakak sudah pulang?? ," tanya Cyra.


" Iya, kan kamu lihat sendiri, Kakak sudah ada di rumah saat ini ," jawab Akmal sambil bercanda dan membuat Cyra langsung tersenyum.


" Kakak masuk dulu ya, mau mandi dan ganti baju, gerah sekali ," kata Akmal dan Cyra hanya mengangguk saja.


Sepeninggal dari Akmal, Cyra pun melanjutkan lagi bercanda dengan sang putri, sambil menahan perasaan sedih di dalam hatinya. Karena Cyra merasa rindu dengan Mirza, yang seharusnya bisa bercanda berdua dengan baby Zahwa bersamanya.


Sekuat tenaga Cyra menahan air matanya, supaya tidak ke luar dari kelopak matanya yang indah itu. Sebab dirinya sudah bertekad, untuk bangkit dan merawat buah hatinya, walau dia harus menjadi single parent sekalipun.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2