
Berpindah ke Akmal.
Akmal yang sudah selesai mandi, ganti baju dan juga sholat dhuhur, dia lalu memilih ke luar dari dalam kamar, untuk mengisi perutnya, alias ingin makan siang.
Karena dirinya tadi belum sempat makan siang di kampus, dan Akmal memang sengaja memilih makan siang di rumah saja.
Di saat Akmal baru saja sampai di pertengahan tangga, dia melihat Cyra sedang tiduran di sofa ruang Keluarga bersama baby Zahwa.
Akmal tersenyum melihat pemandangan itu, dan dia pun terus melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke ruang makan.
Namun, ketika langkah kaki Akmal akan sampai di ruang makan, dia mendengar suara baby Zahwa yang sedikit rewel.
Sebetulnya Akmal mau terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang makan, karena dia pikir, ada Cyra yang menemani baby Zahwa.
Akan tetapi, hati Akmal tiba-tiba tergerak untuk mendekati mereka berdua, dan setelah Akmal sampai di samping Cyra, Akmal melihat Cyra ternyata sedang tertidur.
Mama Jian setelah pulang dari pasar tadi, dia langsung mengurus ini dan itu untuk acara besok.
Sedangkan Ayah Rafiq langsung berangkat ke Yayasan, untuk memberikan undangan kepada para staf kantor, guru dan para pengurus Yayasan miliknya, supaya bisa menghadiri tujuh hari meninggalnya Mirza, serta aqiqah nya baby Zahwa. Jadi, Mama Jian belum sempat membantu Cyra untuk mengurus baby Zahwa sama sekali.
Karena faktor usia, Mama Jian cepat merasa kelelahan mengurus persiapan untuk acara besok, dan Cyra yang melihat, dia pun langsung menyuruh Mama Jian untuk beristirahat saja di dalam kamar, tepat sepuluh menit sebelum Akmal pulang ke rumah. Dan sebagai gantinya, Cyralah yang mengerjakan pekerjaan Mama Jian sambil momong baby Zahwa.
Tadi, setelah puas bermain di ruang tamu bersama baby Zahwa, Cyra pun berpindah tempat ke ruang Keluarga untuk menonton televisi.
Karena badan yang merasa capek, mata juga sudah mengantuk, dan berhubung baby Zahwa sudah tertidur, Cyra pun sengaja tidur di sofa situ, dengan menaruh baby Zahwa di sebelahnya dan dirinya yang berada di pinggir, untuk menjaga baby Zahwa supaya tidak terjatuh ke lantai.
Untung saja sofanya besar, jadi luas jika untuk tidur Cyra dan baby Zahwa.
Akmal yang sudah berada di samping Cyra, dia melihat baby Zahwa sudah membuka matanya dan sedang meenghiisap jarinya sendiri, dan Akmal tahu itu tandanya baby Zahwa sedang merasa haus.
Akmal yang tahu, jika Cyra ketiduran dan tidak sadar kalau baby Zahwa sudah terbangun karena merasa haus, Akmal pun dengan sengaja mengambil baby Zahwa secara pelan-pelan, supaya tidak membangunkan Cyra.
" Oh, kamu haus ya sayang, mau Abu buatnya cucu?? ," ucap Akmal dengan suara pelan kepada baby Zahwa.
Untungnya di rumah itu ada persediaan susu formula, yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk membantu Cyra, yang kelelahan karena mengurus baby Zahwa seperti sekarang. Jadi Akmal sedikit santai, ketika melihat Cyra sedang tertidur seperti saat ini.
Akmal lalu berjalan ke arah dapur, untuk menyuruh salah satu Bibi, untuk membuatkannya susu untuk baby Zahwa.
__ADS_1
" Eh, Mas Akmal ," ucap Bi Tukiyah yang melihat Akmal sedang memasuki dapur.
" Apa ada yang bisa Bibi bantu Mas?? ," tanya Bi Tukiyah.
" Tolong buatkan susu untuk Aiza dong Bi ," jawab Akmal.
" Memangnya Mbak Cyra ke mana Mas?? ," tanya Bi Tukiyah lagi.
" Cyra sedang ketiduran tuh di ruang Keluarga, kasihan kalau dibangunkan ," jawab Akmal.
" Oh sebentar, akan Bibi buatkan dulu ya Mas ," ucap Bi Tukiyah dan Akmal hanya mengangguk sambil menimang baby Zahwa.
Bi Tukiyah langsung berlalu dari hadapan Akmal, untuk membuatkan susu formula untuk baby Zahwa. Dan baru saja Bi Tukiyah pergi, datanglah Bi Ningsih sambil membawa bahan-bahan sayur-sayuran yang akan di masaknya untuk nanti malam.
" Mas Akmal?? ," sapa Bi Ningsih dan Akmal cuma mengangguk saja.
" Apa ada yang bisa Bibi bantu Mas?? ," tanya Bi Ningsih.
" Sudah sama Bi Tukiyah ko Bi ," jawab Akmal dan Bi Ningsih hanya ber oh ria saja.
" Itu baby Zahwa sepertinya haus Mas ," ucap Bi Ningsih.
" Memangnya Mbak Cyra ke mana Mas?? ," pertanyaan yang sama lagi dari Bi Ningsih.
" Ketiduran di ruang Keluarga tuh ," jawab Akmal.
" Kasihan Mbak Cyra, pasti dia kecapekan ," kata Bi Ningsih.
" Soalnya tadi setelah Ibu dan Bapak pulang dari pasar, Mbak Cyra membantu ini dan itu untuk acara besok, sambil momong baby Zahwa ," cerita dari Bi Ningsih dan Akmal mendengarkannya dengan seksama, sambil terus menimang baby Zahwa yang sudah kehausan.
Hingga akhirnya, Bi Tukiyah selesai juga membuatkan susu formula untuk baby Zahwa.
" Kalau begitu, Akmal mau menidurkan baby Aiza dulu ya Bi ," pamit Akmal kepada Bi Ningsih dan Bi Tukiyah.
" Iya Mas Akmal ," jawab Bi Ningsih dan Bi Tukiyah secara bersamaan.
Akmal berlalu dari hadapan mereka berdua, dan Bi Ningsih bersama Bi Tukiyah setelah Akmal sudah menjauh dari hadapannya, mereka berdua lalu berbisik-bisik membicarakan Akmal.
__ADS_1
" Sepertinya, Mas Akmal suka deh kepada Mbak Cyra ," ucap Bi Tukiyah.
" Sepertinya sih begitu, dari tatapan mata Mas Akmal yang begitu sangat perhatian sekali kepada baby Zahwa ," jawab Bi Ningsih.
" Tapi bisa juga, Mas Akmal begitu, karena dia merasa bertanggung jawab akan pesan dari Mas Mirza, yang menitipkan Mbak Cyra kepadanya ," ucap Bi Tukiyah.
" Bisa jadi ," jawab Bi Ningsih.
" Semoga saja Mas Akmal beneran menikah dengan Mbak Cyra, rasanya adem saja melihat mereka berdua duduk bersama sambil menimang baby Zahwa ," kata Bi Ningsih lagi.
" Betul itu Mbak ," jawab Bi Tukiyah.
Setelah puas berbisik-bisik, Bi Tukiyah dan Bi Ningsih langsung melanjutkan lagi pekerjaan mereka yang tertunda.
Sedangkan kembali ke Akmal lagi.
Akmal yang tidak jadi makan siang, akhirnya memilih memakan sebuah roti yang dia ambil dari atas meja makan tadi, sambil meenyusuii baby Zahwa dengan susu formula yang sudah dibuatkan oleh Bi Tukiyah.
Supaya Cyra tidak mencari baby Zahwa, Akmal sengaja duduk di sofa seberangnya Cyra, yang ada di ruang Keluarga.
Sebenarnya, Akmal sendiri juga merasa capek, karena dia baru selesai pulang mengajar.
Namun menurut Akmal, rasa capeknya tidak seberapa, jika dibandingkan dengan rasa capek yang dirasakan oleh Cyra.
Setelah minum susu formula tadi, baby Zahwa akhirnya tertidur lagi, dengan Akmal yang ikut rebahan di sofa tersebut.
Baby Zahwa tidur di atas dada Akmal lagi, dan Akmal menepuk-nepuk nya dengan lembut, supaya baby Zahwa bisa semakin nyenyak dalam tidurnya.
Cyra yang meraba tempat di sampingnya dan merasa tidak ada sang putri tercinta, dia pun langsung terbangun untuk mencari baby Zahwa.
Alangkah terkejutnya Cyra, ketika dirinya ingin pergi mencari baby Zahwa, dia langsung melihat Akmal, tidur di sofa seberangnya dengan baby Zahwa yang ada di atas dadanya.
Cyra langsung mengusap dadanya karena merasa lega, dan dia juga memperhatikan Akmal yang sedang menepuk-nepuk punggung dan bookoong baby Zahwa sambil memejamkan matanya.
Ada perasaan hangat melihat pemandangan tersebut, namun, lagi dan lagi, Cyra malah jadi membayangkan, jika yang melakukan hal itu adalah Mirza, hingga tanpa dia sadari, ada butiran bening yang ke luar dari kelopak matanya yang indah.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...