
Masih tentang Abraham sejenak ya guys ya.
Mama Dami yang sudah sangat penasaran sekali, dia pun mendesak Abraham untuk mengatakan, apa yang sebenarnya ingin dia sampaikan.
" Memangnya kamu ingin mengatakan kepada kami apa tho Nak ," kata Mama Dami.
" Nanti tunggu Ayah saja Ma ," jawab Abraham.
Tiba-tiba ada yang baru saja masuk ke dalam rumah dan langsung memanggil nama Abraham dengan sangat semangat sekali.
" Pamaaaaaaaann ," kata orang itu.
" Hei Princess Paman yang paling cantik, dari mana saja kamu sayang?? ," kata Abraham yang ternyata kepada keponakannya sendiri.
" Fateena dali beli es tim sama Mama ," jawab sang keponakan yang bernama Fateena.
" Lalu Paman tidak kamu belikan es krim juga?? ," tanya Abraham sambil memangku Fateena.
" Tidak, es timnya sudah habis ," jawab Fateena dengan polos.
Abraham langsung saja berpura-pura merajuk ketika mendengar jawaban dari Fateena.
" Kakak ko sudah pulang, tumben sekali ," kata Eliza, adik kandungnya Abraham.
" Iya, Kakak sedang ada perlu sama Mama dan Ayah ," jawab Abraham.
" Ayah kan ada di dalam kamar Kak, sedang tidur ," jawab Eliza.
" Tadi kata Mama, Ayah sedang ke luar ," kata Abraham.
" Ayah seharian ini ada di rumah ko Kak, katanya sedang malas ke toko ," jawab Eliza.
Abraham langsung memandang ke arah sang Mama yang saat ini sedang tertawa seperti tanpa dosa.
" Tolong lihat Ayah dong dek, kalau sudah bangun, katakan jika Kakak ingin berbicara ," kata Abraham.
" Baiklah, sebentar ," jawab Eliza.
Eliza pun langsung berlalu pergi menuju ke dalam kamar sang Ayah, meninggalkan Abraham dan sang Mama bersama Fateena juga.
" Habisnya kamu membuat Mama penasaran, jadi Mama goda saja kamu ," kata Mama Dami sambil tertawa.
Abraham tidak mau menanggapi, dia masih berpura-pura merajuk.
Tidak lama, Eliza dan sang Ayah sedang berjalan ke ruang Keluarga bersama-sama, dan ternyata sang Ayah sudah bangun dari tidurnya serta kebetulan juga dia ingin ke luar kamar.
" Kata Eliza kamu sedang mencari Ayah, ada apa Abraham?? ," tanya Ayah Zaim sambil duduk di sofa sebelah Mama Dami.
" Yah, Ma, besok malam tolong temani Abraham untuk melamar gadis yang Abraham cinta ," kata Abraham.
__ADS_1
" Karena tadi, Abraham sudah memintanya langsung kepada Bapaknya, dan beliau menyuruh Abraham besok untuk datang bersama Ayah dan Mama ," kata Abraham lagi.
" Masyaallah, anak Ayah sudah besar ternyata ," kata Ayah Zaim.
" Tidak pernah mengenalkan wanita kepada Ayah dan Mama, tahu-tahu mau melamarnya, siapa sih dia Nak?? ," tanya Mama Dami.
" Abraham sudah dekat dengannya sejak empat tahun yang lalu Ma, namun hanya saja Abraham baru berani mengutarakan perasaan Abraham kepadanya saat ini ," jawab Abraham.
" Iyaaah, Kak Abraham cemen, kalau Eliza yang jadi ceweknya, sudah ku tinggal menikah dengan laki-laki lain ," kata Eliza.
" Diam dulu kamu Dek, jangan ganggu Kakak ," tegur Abraham dan Eliza langsung saja diam.
" Tidak apa-apa, yang penting gadis itu adalah gadis yang baik, dan bisa kamu ajak menuju surganya Allah ," kata Ayah Zaim.
" Jadi, Ayah sama Mama mau kan menemani Abraham besok ke rumah Kalila?? ," tanya Abraham lagi.
" Oh, namanya Kalila, bagus ko namanya, pasti orangnya juga cantik ," kata Mama Dami.
" Iya, mau, masa anak sendiri mau menikah, kita sebagai orang tua akan lepas tangan ," kata Ayah Zaim.
" Alhamdulillah ," jawab Abraham.
" Segeralah persiapkan yang harus Kakak bawa untuk melamar dia, masa Kakak mau datang cuma membawa tangan kosong saja ," kata Eliza.
" Kalau begitu, ayo temani Kakak, Dek, untuk membeli semua itu ," kata Abraham.
" Ko Eliza, Kak?? ," tanya Eliza.
" Sama kamu saja, sepertinya jari kamu sama Kalila sama ukurannya ," kata Abraham.
" Lalu Fateena?? ," tanya Eliza.
" Titipkan dulu sama Ayah dan Mama ," jawab Abraham.
" Iya sudah, kalian pergi saja, biar Fateena, Mama yang jagain bersama Ayah ," kata Mama Dami.
" Baiklah Ma, terimakasih ," jawab Abraham.
" Sebentar, Kakak mau ganti baju dulu Eliza ," kata Abraham lagi kepada Eliza.
" Iya ," jawab Eliza sambil mengangguk.
Abraham pun lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti baju lagi.
Setelah siap, dia pun langsung berlalu ke luar menuju ke ruang Keluarga.
Karena berhubung sang Mama akan pergi dan takut Fateena menangis, Mama Dami dan Ayah Zaim lalu mengajak Fateena menonton kartun saja di dalam kamar.
Sore itu Abraham ditemani sang adik perempuannya membeli seserahan untuk dia berikan kepada Kalila nanti ketika akan melamarnya besok.
__ADS_1
Kalila sendiri yang masih belum mendapatkan penjelasan dari Abraham, dia pun sedang bersedih saat ini di dalam kamarnya, hingga tanpa sadar air matanya terus ke luar dair kelopak matanya.
Ketika Kalila sedang menangis sambil menenangkan hatinya yang sedang bersedih, tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari Deena sahabatnya waktu kuliah dulu.
" Halo Assalamu'alaikum Deena ," salam Kalila.
" Wa'alaikumussalam Kalila, kamu menangis?? ," kata Deena yang mendengar suara seraknya Kalila.
" Iya, ada apa kamu menelponku?? ," tanya Kalila.
" Apakah kamu masih dekat dengan Kak Abraham, Kalila?? ," tanya Deena.
" Masih, tapi setelah dia datang ke sini, entah kenapa dia tidak mau mengangkat telepon dariku, dan dia seperti menghindari ku ," jawab Kalila.
Deena pun lalu mengubah panggilan teleponnya ke video call, dan itu langsung diangkat oleh Kalila.
" Ya Allah, mata kamu bengkak sekali Kalila ," kata Deena.
" Tidak apa-apa, ada apa?? ," tanya Kalila.
" Tuh, bukankah itu Kak Abraham ya?? ," kata Deena sambil mengalihkan kamera ponselnya ke arah Abraham yang sedang membeli cincin emas bersama Eliza.
Mata Kalila langsung melotot sangat lebar sekali untuk memastikan apa yang dilihatnya adalah salah, namun ternyata itu memang benar-benar Abraham.
Hati Kalila langsung saja semakin sakit sekali, melihat Abraham terlihat mesra dengan Eliza, padahal kenyataannya mereka Kakak adik.
" Yang sabar ya Kalila, aku tahu bagaimana perasaan kamu sekarang ," kata Deena.
" Iya, mungkin benar kata Cyra, jika laki-laki yang dekat dengan kita belum tentu dia jodoh kita ," jawab Kalila.
" Aku tutup dulu teleponnya ya, Assalamu'alaikum ," kata Kalila lagi dan dia langsung saja mematikan sambungan teleponnya tanpa mau mendengarkan jawaban dari Deena terlebih dahulu.
Deena bisa bertemu dengan Abraham, karena saat ini dia juga sedang pergi ke mall bersama sang Kakak untuk membeli sesuatu. Dan ketika matanya tidak sengaja melihat Abraham bersama Eliza, disitulah dia ingin memberitahukan kepada Kalila.
Niat Deena, supaya Kalila lebih hati-hati lagi, supaya tidak terlalu dalam menaruh hati kepada Abraham.
Tapi ya, sudah dekat selama empat tahun lamanya, tentu saja rasa sakit hati itu pun ada, karena Kalila juga mencintai Abraham.
Selesai menerima kabar dari Deena, Kalila semakin menangis saja, dan dia mencoba bertanya kepada Abraham melalui pesan singkat.
" Kak, kenapa Kakak tidak mau mengangkat telepon dari Kalila, apakah Kakak sedang sibuk?? ," tanya Kalila.
" Maafkan Kakak, Kakak sedang ada acara Keluarga sekarang ," balas Abraham.
Mendapatkan balasan dari Abraham, hati Kalila semakin hancur saja, karena jelas-jelas Abraham sedang berbohong kepadanya.
Sabar Kalila, kamu sedang salah paham sekarang, tunggulah sampai besok malam, karena semuanya akan jelas adanya.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...