IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
UCAPAN MIRZA DAN AKMAL


__ADS_3

Ketika Akmal, Cyra dan juga Mirza, yang sedang asik berbincang, tiba-tiba Mirza mengatakan sesuatu kepada Akmal, hingga membuat suasana diantara mereka bertiga menjadi hening seketika.


" Akmal ," panggil Mirza.


" Hmm, iya Kak ," jawab Akmal.


" Apakah kamu mau berjanji kepada Kakak?? ," tanya Mirza.


" Janji apa Kak?? ," tanya balik dari Akmal.


" Pokoknya janji sajalah dulu ," jawab Mirza.


" Baiklah, Akmal sepenuh jiwa dan raga berjanji kepada Kakak ku tersayang ," kata Akmal dan Mirza yang mendengar ucapannya langsung tersenyum senang.


Sedangkan Cyra, hanya diam saja sambil terus mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


" Sekarang katakan kepada Akmal, Kakak ingin Akmal melakukan apa, kenapa sampai berjanji segala seperti tadi?? ," tanya Akmal kepada Mirza.


" Kakak cuma mau satu permintaan saja darimu Akmal ," kata Mirza dan Akmal sangat serius sekali mendengarkannya, begitu pula dengan Cyra.


" Katakanlah Kak ," kata Akmal.


" Tolong jaga Cyra demi Kakak, kamu mau kan Akmal, kamu tadi sudah berjanji kepada Kakak?? ," kata Mirza.


Akmal dan Cyra reflek langsung saling pandang mendengar ucapan Mirza, dan mereka berdua benar-benar terkejut mendengar permintaan Mirza.


" Emm, kenapa Abi berkata seperti itu,? kan umur Abi masih panjang, apalagi Kak Akmal sebentar lagi juga mau menikah dengan Nona Aalifa ," kata Cyra.


" Alqur'an surat Al-A'raf Ayat 34 : Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."


" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha mengenal apa yang kamu kerjakan.” QS Al Munafiqun ayat 11.


" Dari Ayat di tadi, umur seseorang tidak bisa ditebak sampai kapan sayang, apalagi penyakit yang Kakak derita saat ini, bisa merenggut nyawa Kakak kapan saja, bahkan ketika Kakak sedang tidur sekalipun ," kata Mirza.


Mata Cyra berkaca-kaca, mendengar ucapan sang suami. Padahal usia pernikahan mereka masih terbilang sangat muda sekali, dan mereka masih mempunyai banyak rencana yang ingin mereka berdua lakukan.


" Kamu mau kan Akmal, menjaga Cyra demi Kakak, dan menjaga anak Kakak juga, anggaplah dia sebagai anak kamu sendiri, dan jangan pernah kamu menyakiti mereka berdua ," kata Mirza kepada Akmal.


Akhirnya, ke luar juga butiran bening dari mata Cyra yang daritadi ditahannya dan langsung membasahi niqob yang dipakainya, setelah mendengar permintaan sang suami kepada Akmal.


" Kenapa Kak Mirza tidak meminta Akmal untuk menjaga Mama saja?? ," tanya Akmal.

__ADS_1


" Untuk apa Kakak minta?? ," jawab Mirza.


" Karena tanpa Kakak minta pun, pasti kamu akan menjaga Mama sepenuh jiwa dan ragamu ," kata Mirza lagi.


" Tapi kalau Cyra,? siapa yang akan menjaganya selain Kakak, jika Kakak sudah tidak ada di dunia ini Akmal? ," kata Mirza.


" Kan masih ada Abi, Kak, kenapa Kakak berbicara seolah-olah akan mati besok!! ," teriak Cyra kepada Mirza sambil menangis.


Sungguh Cyra sangat tidak suka dengan semua ucapan Mirza, dan kali ini Cyra tidak bisa mengontrol emosinya, hingga dia tanpa sadar berteriak kepada sang suami.


Pandangan mata semua orang langsung teralihkan ke arah Cyra yang tiba-tiba marah dan berteriak seperti itu kepada Mirza.


Apalagi Umma Nada sebagai sang Mama, tidak pernah melihat Cyra sampai marah seperti saat ini.


Semua orang yang ada di situ, termasuk Mirza dan Akmal, benar-benar merasa terkejut dengan suara teriakannya Cyra yang baru pertama kali mereka dengar.


Setelah Cyra berteriak kepada Mirza, dia langsung ke luar dari dalam ruang perawatan tersebut, sambil menangis sejadi-jadinya.


" Cyraaa!! ," panggil Mirza dan Akmal secara bersamaan.


Kaki Akmal ingin sekali mengejar Cyra, tapi dia merasa bingung dengan situasi yang ada, karena di situ ada Aalifa dan ke dua orang tuanya, hingga ucapan Mirza membuatnya yakin untuk mengambil keputusan.


" Kejarlah Cyra, Akmal, tenangkan dia, berikan dia pengertian, Kakak percaya kamu bisa menenangkannya, tanpa mengkhianati kepercayaan Kakak ," kata Mirza.


Semakin ke sini Aalifa semakin bingung dengan sikap Akmal, karena Akmal tidak mau menatapnya sama sekali, bahkan seperti tidak menghargai kehadirannya di situ dan sejak kemarin lebih memilih bersama Cyra dan Cyra saja.


Sebelum Cyra masuk ke dalam lift, Akmal sudah bisa mencegah langkah kakinya.


" Cyra!! ," teriak Akmal.


Tapi sayang, Akmal kira, Cyra akan berhenti, namun ternyata, dia terus melangkah dan akhirnya masuk ke dalam lift.


Akmal tidak mau kalah, dia akhirnya menyusul Cyra, dengan memilih turun lewat tangga saja.


Sesampainya di lantai dasar, untung saja Akmal bisa bersamaan dengan lift yang dinaiki oleh Cyra.


" Cyra tunggu!! ," cegah Akmal, ketika Cyra sudah ke luar dari dalam lift.


" Ada apa Kak? ," tanya Cyra dengan mata yang masih ada sisa air matanya.


" Janganlah pergi dalam keadaan marah seperti ini, ingat anak kamu Cyra ," kata Akmal dengan lembut.

__ADS_1


" Bukankah ini yang Kakak inginkan, bisa selalu berdekatan dengan Cyra,!! jawab Kak!! ," ucap Cyra yang masih dikuasai emosi.


" Astaghfirullah, Cyra, istighfar ," kata Akmal.


" Ayo kita duduk dulu ," kata Akmal.


Akmal lalu mengajak Cyra untuk duduk di taman rumah sakit, untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.


Perasaan yang sudah tidak menentu, karena mendengar kabar vonis dari Dokter, ditambah mendengar ucapan Mirza, yang menurutnya sangat melantur sekali, membuat Cyra menjadi hilang kendali.


Saat ini Akmal dan Cyra sedang duduk berdua, namun masih ada jarak diantara mereka.


Cyra diam saja, karena dia sangat malas sekali untuk mengeluarkan suaranya.


" Rasulullah berkata : “Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya akan perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).


" Dari hadist yang Kakak sebutkan, ketaatan untuk seorang istri kepada suami, sangatlah besar sekali Cyra ," jelas Akmal.


" Dan dosa besar baginya, jika dia membangkang, atau membentak suaminya dengan suara keras ," jelas Akmal lagi.


" Kakak tahu bagaimana perasaanmu saat ini, tapi janganlah kamu bersikap seperti tadi kepada Kak Mirza ," nasihat Akmal kepada Cyra.


Cyra masih diam saja, sambil menunduk dan juga menangis, serta mendengarkan nasihat dari Akmal dengan sang baik sekali.


Bagi Cyra, Akmal sangat pintar sekali untuk menasihati seseorang, karena semua nasihat dari Akmal, selalu ngena di dalam hatinya.


" Kak Mirza cuma ingin yang terbaik untuk kamu dan anak kalian, Cyra ," kata Akmal lagi.


" Jika Kakak berada di posisi Kak Mirza, pasti Kakak juga akan berbicara seperti itu, Cyra ," ucap Akmal.


" Karena bagi seorang laki-laki, melihat wanita yang dicintainya merasa bahagia, dia juga akan ikut bahagia, walau takdir tidak menakdirkan mereka bersama ," kata Akmal, dan kali ini Cyra langsung mengalihkan pandangannya untuk menatap Akmal.


" Iya Cyra, seperti Kakak yang masih mencintaimu sampai sekarang, walau kamu tidak menjadi milik Kakak ," kata Akmal berkata jujur.


Cyra benar-benar sangat terkejut sekali mendengar pengakuan Akmal lagi untuk ke dua kalinya.


" Tapi tenang saja, Kakak tidak ada niatan sama sekali ingin merebut mu dari Kak Mirza, atau memisahkan kalian berdua ," kata Akmal lagi.


" Sekarang ayo masuk, minta maaflah kepada Kak Mirza, karena ridho suami, ridho Allah juga ," kata Akmal sambil mengusap pundak Cyra.


Cyra menanggapinya dengan mengangguk tipis saja, setelahnya, mereka berdua langsung beranjak berdiri dari duduknya, untuk kembali ke dalam ruang perawatan Mirza.

__ADS_1


...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...


...***TBC***...


__ADS_2