
Melihat Cyra pingsan, Mama Jian langsung bergegas turun dari atas ranjang untuk mendekatinya.
Karena berhubung Mama Jian tidak kuat untuk memindahkan Cyra ke atas ranjang, Mama Jian langsung berlari menuju ke kamar Akmal yang tidak jauh dari kamar Cyra.
" Akmal ," panggil Mama Jian sambil menggedor-gedor pintu kamar.
" Akmal ," ucap Mama Jian lagi.
Akmal yang sudah tertidur sangat lelap cukup terkejut, ketika mendengar pintu kamarnya digedor-gedor begitu dari luar.
Hal tersebut membuat Akmal langsung bergegas bangun untuk membukakan pintunya.
Melihat sang Mama ada di balik pintu dengan ekspresi khawatir, membuat Akmal langsung bertanya, " ada apa Ma?? ," tanya Akmal.
" Ayo cepat bantu Cyra ," jawab Mama Jian sambil menarik tangan Akmal menuju ke dalam kamar Cyra.
Sesampainya di depan pintu kamar Cyra, Akmal sangat terkejut sekali, melihat Cyra jatuh pingsan.
" Cyra!! ," ucap Akmal.
" Cepat pindahkan dia ke atas ranjang ," kata Mama Jian.
Tanpa pikir panjang, Akmal langsung memindahkan Cyra ke atas ranjang sebelah baby Zahwa.
" Kenapa Cyra bisa sampai pingsan di tengah malam begini Ma?? ," tanya Akmal.
" Tadi Cyra bilang, katanya dia lapar dan mau makan di dapur, tapi baru buka pintu, tiba-tiba dia langsung pingsan ," jawab Mama Jian.
" Iya, mungkin terlalu lemas, jadinya dia tidak kuat dan jatuh pingsan Ma ," ucap Akmal.
" Lalu kita harus bagaimana Akmal,? Mama khawatir dengan Cyra ," tanya Mama Jian.
Akmal mencoba memegang dahi Cyra, dan ternyata dahinya sangat panas sekali. Dengan sigap Akmal langsung mencari handuk kecil milik sang Kakak yang ada di dalam lemari, untuk mengompres dahinya Cyra.
" Kenapa malah kamu kompres Akmal?? ," tanya Mama Jian.
" Badannya panas Ma ," jawab Akmal.
Tiba-tiba, baby Zahwa terbangun dan merengek, seperti minta neeneen, karena merasa haus.
Mama Jian yang melihat, langsung sigap menggendong dan menenangkan sang cucu.
" Apa kita bangunkan Ayah juga Akmal?? ," tanya Mama Jian.
" Tidak perlu Ma, sudah malam, biarkan Ayah istirahat saja ," jawab Akmal.
__ADS_1
" Titip Aiza sama Cyra sebentar Ma, Akmal mau membuatkan susu dulu untuk Aiza ," kata Akmal dan Mama Jian langsung mengangguk.
Akmal lalu bergegas turun menuju ke dapur, untuk membuatkan susu untuk baby Zahwa.
" Takarannya kira-kira berapa ya?? ," kata Akmal berbicara sendiri.
" Aku kira-kira sajalah, semoga baby Aiza suka ," kata Akmal lagi.
Setelah sesuai perkiraan dan di rasa sudah pas, Akmal langsung segera membawa susunya ke dalam kamar lagi.
Akmal mengambil alih baby Zahwa ke dalam gendongannya dan lalu dia menimangnya dengan penuh kasih sayang, sambil memberikan susu yang tadi sudah dibuatkannya.
" Bagaimana dengan Cyra, Nak?? ," tanya Mama Jian.
" Biar begitu saja dulu Mama, tenanglah, Cyra cuma kecapekan saja ko Ma ," jawab Akmal menenangkan sang Mama.
" Emm, baiklah ," kata Mama Jian.
Mama Jian lalu duduk di ranjang sebelah Cyra sambil bersandar di sandaran ranjang, hingga lama-lama matanya terasa mengantuk lagi.
Pintu kamar Cyra juga sengaja dibuka oleh Akmal, supaya tidak menimbulkan fitnah, walau ada Mama Jian di situ menemaninya.
" Tidur yang nyenyak ya anak Abu, Umi kamu sedang sakit, jangan rewel ya ," ucap Akmal kepada baby Zahwa.
Akmal terus menimangnya, hingga botol susunya sudah kosong dan baby Zahwa tidur lagi seperti sebelumnya.
Sangat penuh perhatian sekali Akmal mengurus Cyra yang sedang sakit, walau sebenarnya, dirinya masih marah kepadanya.
Akmal juga tidak mau merepotkan sang Mama, yang saat ini sedang tertidur lagi, karena ketiduran menunggui Cyra.
Ternyata tidak cuma susu panas saja yang Akmal bawa ke dalam kamar, melainkan dengan sepiring nasi plus lauknya untuk Cyra.
Akmal memang sengaja membuatkan susu panas, karena ketika Cyra sadar nanti, susu itu mungkin sudah menjadi hangat untuk dia minum.
" Sudah hampir jam dua pagi ternyata ," kata Akmal.
" Mungkin sebentar lagi Cyra sadar, biar ku basahi lagi saja handuknya ," ucap Akmal lagi.
Akmal langsung membasahi handuk yang ia gunakan untuk mengompres dahinya Cyra, setelah itu, dia mengecek baby Zahwa yang sangat anteng sekali di dalam box baby nya. Dirasa semuanya sudah baik-baik saja, Akmal pun berlalu pergi dari dalam kamar Cyra, untuk menuju ke dalam kamarnya sendiri.
Sesampainya di dalam kamar, Akmal memilih untuk bersih-bersih badannya terlebih dahulu sebelum menunaikan sholat malam.
Sedangkan kembali ke dalam kamar Cyra, setelah Akmal pergi dari dalam kamarnya, kurang lebih sekitar lima belas menit lamanya, Cyra pun akhirnya tersadar dari pingsannya.
Cyra terkejut, ketika dia duduk ada handuk yang jatuh dari kepalanya.
__ADS_1
" Basah ," ucap Cyra sambil memegang handuk kecil tersebut.
Melihat posisi tidur dari sang Mama mertua, Cyra yakin, jika yang mengurusnya tadi adalah Mama Jian.
Cyra lalu mengalihkan pandangannya ke arah meja samping ranjang, karena di situ sudah ada sepiring nasi beserta lauknya dan juga segelas susu yang tadi sudah Akmal siapkan.
Cyra tiba-tiba tersadar dengan sang putri yang tidak ada di sebelahnya.
" Aiza!! ," ucap Cyra dalam keadaan khawatir.
Cyra mencoba mengintip ke dalam box babynya, dan ketika dirinya melihat baby Zahwa tidur dengan nyenyak di situ, Cyra pun langsung merasa lega.
" Ternyata kamu tidur di sini Nak ," kata Cyra sambil mengusap pipi gembulnya baby Zahwa.
" Mama makan dulu ya, biar ada tenaga untuk meenyusuiimu lagi ," kata Cyra lagi.
Cyra langsung duduk kembali di pinggir ranjang, untuk menikmati segelas susu dan sepiring makanan yang tadi sudah khusus Akmal siapkan untuknya.
Cyra sangat lahap sekali dalam menikmati makanan tersebut, karena perutnya memang sudah sangat lapar sekali, plus di tambah dengan segelas susu hangat, sekarang perutnya sudah terasa nyaman.
" Alhamdulillah, kenyang ," ucap Cyra.
Jam saat ini sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi, karena berhubung Cyra masih nifas, dia pun memilih untuk tidur kembali, sambil membawa baby Zahwa ke atas ranjang bersamanya.
Pagi pun menjelang, ketika semua orang sudah pada berkumpul di ruang makan, Akmal tiba-tiba datang dalam keadaan sudah sangat rapi sekali.
" Ayo Nak, kita sarapan dulu ," ajak Mama Jian.
" Akmal sarapan di kampus saja Ma, Akmal sedang terburu-buru ," jawab Akmal sambil bersalaman dengan Ayah Rafiq lalu kepada sang Mama.
" Hati-hati di jalan ," kata Ayah Rafiq.
" Iya Ayah, Assalamu'alaikum ," kata Akmal, dan salamnya langsung di jawab serempak oleh semua orang, termasuk Cyra yang juga ada di situ.
Akmal memang terburu-buru, karena dia pagi ini ada meeting dengan sesama Dosen yang ada di kampus tempatnya mengajar.
Semalam setelah menunaikan sholat malam, Akmal tidur sebentar, tapi ternyata dia ketiduran cukup lama, hingga membuatnya terburu-buru paginya.
Namun, Cyra malah salah tanggap, dikira dirinya, Akmal memang sengaja menghindarinya, karena masih marah dengan ucapannya kemarin.
Baru kali ini, Cyra kepikiran terus kepada Akmal, ketika melihat Akmal marah kepadanya. Karena biasanya, selama ini Akmal tidak pernah ada kata marah kepada Cyra, walau Cyra lebih memilih Mirza dibandingkan Akmal.
Perasaan Cyra saat ini belum bisa dikatagorikan suka ataupun cinta kepada Akmal, tapi lebih tepatnya, respect hatinya yang biasanya mendapatkan perhatian dari Akmal, sekarang dia mengacuhkannya.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...