IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KEPUTUSAN AALIFA


__ADS_3

Tidak tahukah mereka berdua, jika pembicaraan kalian itu ada yang mendengar, dan yang mendengar adalah Aalifa.


Ketika Aalifa melihat Akmal pergi menyusul Cyra, dia langsung ikut ke luar juga, tanpa sepengetahuannya Akmal.


Akmal masih tidak tahu, jika Aalifa mengikutinya, karena Aalifa memilih naik lift daripada turun dari tangga.


Aalifa sempat kehilangan jejaknya Akmal dan Cyra, namun, ketika dirinya akan berjalan ke arah luar rumah sakit, matanya tidak sengaja melihat Akmal dan Cyra sedang duduk berdua di taman rumah sakit.


Tentu saja Aalifa langsung mencari tempat yang pas untuk mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Aalifa benar-benar merasa cemburu sekali, melihat Akmal bisa bersikap lembut dengan Cyra, tapi tidak kepadanya.


Bahkan ucapan Akmal yang masih mencintai Cyra, membuat Aalifa benar-benar merasa sangat terkejut sekali. Dan sekarang dia tahu, apa penyebab Akmal begitu sangat memperhatikan Cyra.


Pertanyaan yang menumpuk di dalam hatinya, sekarang sudah terjawab, dan terlihat sangat jelas sekali.


Melihat Akmal dan Cyra akan beranjak pergi, Aalifa segera berlalu pergi dari tempat persembunyiannya, menuju ke ruang perawatan Mirza lagi.


" Lho ko sendirian saja Aalifa, di mana Nak Akmal dan Nak Cyra?? ," tanya Mama Atika.


" Aalifa tidak melihat mereka Ma, jadinya ya Aalifa putuskan kembali ke sini lagi ," jawab Aalifa berbohong.


Lima menit kemudian, Akmal dan Cyra sampai juga di ruang perawatan Mirza, dan Cyra langsung saja berlari, lalu memeluk Mirza dengan sangat erat sekali.


" Abi, maafkan Cyra ," kata Cyra sambil menangis.


Mirza tidak bisa leluasa membalas pelukannya Cyra karena keadaan, namun dia memberikan usapan lembut dan penuh kasih sayang kepada sang istri.


" Maafkan Cyra yang sudah berani bersikap kasar kepada Abi, maafkan Cyra, Abi ," kata Cyra lagi masih sambil menangis.


" Jangan marah kepada Cyra, karena Allah bisa murka kepada Cyra ," kata Cyra sambil sesenggukan.


" Sssuusstt, tenanglah sayang, Abi tidak marah ko sama Umi ," jawab Mirza sambil mengusap air mata Cyra.


" Jangan menangis lagi ya sayang, karena air matamu membuat Abi tambah sedih ," kata Mirza lagi.


Akmal langsung tersenyum senang, ketika bisa melihat kemesraan sang Kakak bersama Cyra lagi. Dan entah kenapa, perasaannya kali ini merasa sangat senang sekali, tidak ada rasa iri, marah, atau cemburu sama sekali kepada sang Kakak.


Akmal malah berharap dan berdoa, jika kemesraan antara sang Kakak dan Cyra tidak pernah terputus oleh keadaan.


Apakah itu artinya, Akmal sudah bisa rela mengikhlaskan Cyra dengan Mirza, Wallahu a'lam bishawab.


Sedangkan Aalifa yang melihat Akmal sedang memperhatikan Cyra dan Mirza, dia berpikir, jika Akmal merasa cemburu dan tidak suka dengan kedekatannya Cyra bersama Mirza.

__ADS_1


Setan mudah sekali merasuki pikiran seseorang jika imannya lemah, begitupula dengan Aalifa, dia sudah berburuk sangka dan bersu'udzon kepada Akmal, tanpa tahu kebenarannya terlebih dahulu.


Umma Nada, Mama Jian dan Ayah Rafiq, yang melihat Cyra menangis di pelukannya Mirza, mereka lalu berjalan mendekati mereka berdua.


" Ingat Nak, ridho suami, adalah ridho Allah juga ," kata Umma Nada kepada Cyra.


" Jika kamu tidak suka dengan apa yang diucapkan oleh suami kamu, kamu bisa menolak atau membicarakannya dengan baik-baik, jangan seperti tadi ya ," nasihat Umma Nada lagi kepada Cyra.


" Iya Umma ," jawab Cyra merasa sangat malu sekali.


" Dan kamu, Mirza!! ," kata Ayah Rafiq menegur Mirza.


" Istri kamu sedang hamil, hormon kehamilannya bisa berubah-ubah, janganlah menambah beban pikiran kepadanya ," kata Ayah Rafiq.


" Dari kemarin dia sholat, mengaji terus menerus tiada henti, hanya untuk bisa melihat kamu seperti sekarang, eeh sudah sadar malah berbicara seenaknya sendiri ," tegur Ayah Rafiq.


Setelah kepergian dari Aalifa tadi, Ayah Rafiq langsung bertanya kepada Mirza apa yang membuat Cyra sampai menangis dan marah seperti itu.


Tentu saja Ayah Rafiq juga tidak suka dengan penjelasan dari Mirza, walau maksudnya baik.


" Iya Ayah, Mirza mengaku salah, maafkan Mirza ," jawab Mirza.


" Iya Nak, jangan diulangi lagi ya ," jawab Ayah Rafiq.


" Iya Kak, tanpa Kakak minta, Akmal akan menjaga mereka ko ," jawab Akmal untuk mencairkan suasana.


" Sudah, tidak perlu dibahas lagi ," kata Mama Jian.


" Kasihan Pak Ismail, Ibu Atika dan Aalifa yang malah kita anggurin ," kata Mama Jian lagi.


Tiba-tiba, Aalifa mengucapkan sesuatu yang membuat semua orang merasa terkejut dan juga senang secara bersamaan.


" Ayah, Mama, Papa, Mama, Aalifa mau mempercepat pernikahan Aalifa dan Kak Akmal ," ucap Aalifa.


" Apakah kamu serius Aalifa?? ," tanya Akmal.


" Iya Kak, Aalifa serius, bagaimana dengan Kakak?? ," tanya balik dari Aalifa.


" Siapa tahu Kakak tidak siap, karena belum mencintai Aalifa ," sindir Aalifa kepada Akmal.


Akmal dan Cyra tidak sadar, jika mereka sedang di sindir oleh Aalifa, sebab pikiran mereka bersih dan tidak tahu apa itu sindir menyindir seperti itu.


" Kakak terserah kamu saja, karena memang lebih cepat lebih baik ," jawab Akmal, dan Aalifa langsung tersenyum senang.

__ADS_1


Aalifa memang sengaja memajukan pernikahannya dengan Akmal, karena dia ingin segera mengambil hati Akmal dan menghilangkan bayang-bayang Cyra di dalam hatinya.


" Lalu, tepatnya kapan Nak Aalifa?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Satu bulan dari sekarang Ayah ," jawab Aalifa sangat mantap sekali.


" Alhamdulillah, Ayah senang mendengarnya ," jawab Ayah Rafiq dan semua orang, kecuali Akmal.


Karena Akmal cuma diam saja tidak menanggapi ucapannya Aalifa.


" Emm, kalau begitu kami pamit pulang dulu Ayah, Mama, untuk menyiapkan sesuatu yang harus kami persiapkan dari sekarang ," pamit Aalifa.


" Iya Nak ," jawab Ayah Rafiq.


" Nanti jika surat-surat pengantarnya sudah jadi, akan diantarkan oleh Akmal langsung ke rumah ," kata Ayah Rafiq lagi.


" Baik Ayah, akan Aalifa tunggu ," jawab Aalifa.


Setelahnya, Aalifa, Pak Ismail dan juga Mama Atika, lalu berpamitan pulang kepada semua orang.


" Selamat ya Akmal, sebentar lagi kamu akan menikah, dan Kakak sudah tidak sabar ingin segera melihatnya ," kata Mirza.


" Eh, iya Kak, terimakasih ," jawab Akmal sambil tersenyum garing.


Entah kenapa, perasaan Akmal merasa tidak nyaman, karena sebentar lagi akan segera menikah dengan Aalifa.


Sebagai jalan ke luar satu-satunya, Akmal akan bermunajat lagi kepada Sang Maha Pencipta, untuk meminta jalan ke luar atas kegundahan hatinya saat ini.


Singkat cerita, waktu di mana Mirza akan di 0p3r451 pun tiba, semua orang saat ini sedang menunggu di depan ruang 0p3r451 dengan bibir yang terus berdoa.


Mereka semua memanjatkan doa, supaya 0p3r451 yang dijalani oleh Mirza, berjalan dengan lancar tanpa kendala.


Bahkan Abi Rasyid pun saat ini sudah ikut bergabung dengan mereka semua. Karena berhubung hari ini Abi Rasyid tidak ada jadwal 0p3r451, jadi dia meminta ijin kepada temannya, untuk libur satu hari saja untuk bisa menemani Keluarganya yang sedang menunggu Mirza di 0p3r451.


Tidak ada perbincangan yang pasti diantara mereka semua, karena pikiran mereka sedang tertuju kepada Mirza yang berjuang di dalam ruang 0p3r451.


Bahkan Akmal, ikut berdoa, berdzikir, dan memperhatikan Cyra secara diam-diam yang sedang mengaji, sambil memikirkan mimpinya yang semalam.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


Nah kan, mimpi apa lagi Akmal tadi malam, kita lanjut part selanjutnya🤭.


...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2