IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MASIH MARAH


__ADS_3

Cyra yang melihat sikap dingin dari Akmal, hanya bisa diam dan membiarkannya saja. Karena bagaimanapun juga, Cyra merasa bersalah atas ucapannya tadi kepadanya.


Akmal langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya, tanpa mau menunggu Cyra terlebih dahulu.


Karena biasanya, Akmal akan menawarkan bantuan kepada Cyra, untuk menggendong baby Zahwa sampai ke depan kamar, tapi kali ini tidak.


Akmal yang sudah sampai di dalam kamarnya, langsung merebahkan badannya ke atas ranjang, sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Apakah aku cukup keterlaluan kepada Cyra?? ," ucap Akmal kepada dirinya sendiri.


" Tapi, tidak bisa ku bohongi, di sini rasanya sakit ," ucap Akmal lagi sambil memegang dadanya.


" Kak Mirza maafkan Akmal ," kata Akmal.


" Jujur Kak Mirza, kalau Cyra adalah cinta pertama Akmal, tapi Akmal tidak tahu, apakah Cyra juga menjadi labuhan terakhir untuk Akmal ," kata Akmal masih berbicara sendiri.


Sedangkan beralih ke Cyra.


Sesampainya di dalam kamar, Cyra langsung meenyusuii baby Zahwa dengan sangat telaten sekali.


Terlihat jika baby Zahwa sangat kehausan, namun, selama perjalanan pulang tadi, baby Zahwa tertidur lelap, tanpa rewel sama sekali.


Sambil meenyusuii baby Zahwa, Cyra terus melamun memikirkan semua yang sedang terjadi kepada dirinya, dari Mirza meninggal, dirinya melahirkan, hingga sekarang Akmal yang sedang marah kepadanya.


Sedang asik melamun, tiba-tiba Cyra mendengar ponselnya berbunyi. Dan ketika sudah dilihat olehnya, ternyata yang menelepon adalah sang Umma.


" Halo, assalamu'alaikum Umma ," salam Cyra.


" Wa'alaikumussalam Nak, sedang apa?? ," tanya Umma Nada.


" Sedang di kamar sama Aiza, Umma ," jawab Cyra.


" Apakah kamu dan cucu Umma sehat Nak?? ," tanya Umma Nada.


" Sehat ko Umma, alhamdulillah ," jawab Cyra.


" Umma sendiri dan Abi sama Saqif bagaimana di sana?? ," tanya balik dari Cyra.


" Alhamdulillah juga sehat ko Nak ," jawab Umma Nada.


" Kamu jaga diri ya Nak, jangan terlalu larut dalam kesedihan, karena kamu sedang meenyusuii ," nasihat Umma Nada.


" Karena kontak batin antara Ibu dan anak itu sangat kuat sekali, jangan sampai membuat baby Zahwa bersedih karena merasakan Uminya sedang bersedih saat ini ," kata Umma Nada.


" Iya Umma, Cyra mengerti ," jawab Cyra.


" Baiklah, sudah maghrib, Umma mau bersiap-siap mau sholat maghrib dulu ya Nak ," kata Umma Nada.


" Baik Umma ," jawab Cyra lagi.


" Assalamu'alaikum ," salam Umma Nada dan langsung di jawab oleh Cyra. Setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.

__ADS_1


Cyra yang sudah selesai meenyusuii baby Zahwa mencoba meninggalkannya sebentar ke dalam kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi, Cyra langsung melihat baby Zahwa sedang membuka matanya dan tidak rewel sama sekali.


" Maafkan Umi ya Nak, karena Umi masih merasa sedih, semoga kamu tidak merasakan apa yang saat ini Umi rasakan ," ucap Cyra sambil mengusap kepala sang baby.


Cyra berganti baju dengan gamis rumahannya plus tidak lupa dengan niqabnya juga.


Selesai berganti baju, dan Cyra juga sudah mengganti bajunya baby Zahwa, mereka berdua lalu ke luar dari dalam kamar, untuk menuju ke ruang Keluarga.


Sekitar sepuluh menit duduk di ruang Keluarga, pandangan Cyra teralihkan ke arah Akmal dan Ayah Rafiq yang baru saja pulang dari masjid.


Akmal hanya melirik sekilas saja dan langsung berlalu naik ke atas tangga untuk masuk ke dalam kamarnya, tanpa mau menyapa Cyra maupun baby Zahwa sama sekali.


Sedangkan Ayah Rafiq, mencoba menyapa Cyra sebentar, sekaligus melihat cucu cantiknya itu.


" Wah cucu Kakek, belum bobok ya ," ucap Ayah Rafiq.


" Belum Ayah ," jawab Cyra.


" Sini, sama Kakek sebentar yuk ," ucap Ayah Rafiq.


Cyra pun lalu memberikan baby Zahwa kepada Ayah Rafiq untuk dia timang dan juga gendong.


" Kamu sendirian saja Cyra, di mana Mama?? ," tanya Ayah Rafiq sambil menggendong baby Zahwa.


" Tidak tahu Ayah, mungkin sedang mengaji ," jawab Cyra.


" Boleh Ayah ajak ke dalam kamar?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Boleh Ayah ," jawab Cyra sambil mengangguk.


" Baiklah, ayo Zahwa, kita lihat Nenek sedang apa di dalam kamar ," ucap Ayah Rafiq sambil beranjak berdiri dari duduknya.


Berhubung baby Zahwa sedang diajak oleh sang Ayah mertua, Cyra pun memilih beranjak menuju ke dalam dapur.


Di dapur, para Bibi sedikit terkejut melihat kedatangannya Cyra.


" Mbak Cyra ," ucap Bi Ningsih.


" Cyra mau ikut memasak dong Bi ," ucap Cyra.


" Tidak perlu Mbak, nanti Mbak Cyra bisa kecapekan ," jawab Bi Narsih.


" Tidak apa-apa ko Bi, Cyra cuma rindu dengan Kak Mirza, jadi Cyra mau masak makanan kesukaannya ," jawab Cyra, membuat para Bibi yang ada di situ langsung saling pandang, karena merasa kasihan dengannya.


Akhirnya, para Bibi pun membiarkan Cyra untuk memasak masakan kesukaannya Mirza.


Selesai memasak, semua masakan tadi yang sudah mereka masak, langsung mereka hidangkan di atas meja makan.


Akmal yang melihat ada masakan kesukaannya pun merasa sangat senang sekali dan tidak sabar ingin segera memakannya.

__ADS_1


" Tumben Bi Narsih memasak ini?? ," tanya Akmal.


" Bukan Bibi yang memasak ko Mas, tapi Mbak Cyra ," jawab Bi Narsih.


Cyra dan Akmal refleks saling pandang ketika mendengar jawabannya Bi Narsih.


" Mau Bibi ambilkan masakannya Mas?? ," Bi Narsih menawarkan diri.


" Tidak perlu, Akmal mau makan yang lain saja ," jawab Akmal dan Bi Narsih lalu berpamitan untuk undur diri.


" Sini Ayah, biar Aiza, Cyra yang gendong, Ayah silahkan makan ," kata Cyra dan Ayah Rafiq langsung memberikan baby Zahwa kepada Cyra.


" Cyra permisi sebentar, mau meenyusuii baby Zahwa ," pamit Cyra kepada semua orang.


" Tapi kamu belum makan malam Nak, makanlah dulu untuk mengisi ASImu, sini, biar baby Zahwa, Mama saja yang gendong ," ucap Mama Jian.


" Tidak apa-apa Ma, Cyra makannya nanti saja ," jawab Cyra.


" Benar apa kata Mama, Cyra, kamu makanlah dulu, biar Zahwa sama Mama saja ," kata Ayah Rafiq juga.


Sedangkan Akmal, hanya diam saja tidak peduli. Akmal seakan tuli dan cuek dengan percakapan mereka bertiga saat ini.


" Nanti saja Ayah, permisi ," jawab Cyra dan dia langsung beranjak pergi dari ruang makan.


Cyra tahu, jika masakan yang dimasaknya saat ini itu juga makanan kesukaannya Akmal. Dan entah kenapa, ketika melihat Akmal tidak mau memakannya sama sekali, ada terbesit rasa marah dan kecewa di dalam hatinya, tanpa Cyra sadari.


Sesampainya di dalam kamar, Cyra langsung meenyusuii baby Zahwa, sampai dia ketiduran. Cyra terbangun, ketika jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. karena perutnya terasa lapar.


Sebenarnya tadi Mama Jian sudah mencoba menyuruh Cyra untuk makan malam terlebih dahulu.


Akan tetapi, ketika Mama Jian melihat Cyra sudah tertidur sangat lelap, Mama Jian langsung mengurungkan niatnya dan tidak berani membangunkan Cyra, karena dia merasa kasihan.


Saat ini, Cyra sudah terbangun dalam keadaan lapar, karena tenaganya sudah diambil oleh baby Zahwa tadi. Cyra bangun dengan tubuh gemetaran dan kepala yang terasa sangat pusing sekali.


" Kepalaku kenapa pusing sekali ," ucap Cyra sambil memegangi kepalanya.


Samar-samar, Cyra melihat sang Mama mertua sudah tidur lelap di ranjang sebelahnya, dan dia pun mencoba membangunkannya.


" Ma, Mama ," panggil Cyra dengan lembut.


" Eh, iya Nak, ada apa?? ," tanya Mama Jian.


" Cyra lapar, Cyra mau makan dulu di dapur, titip Aiza sebentar ya Ma ," jawab Cyra.


" Iya, kamu hati-hati ya ," kata Mama Jian dan Cyra hanya mengangguk saja.


Cyra pun lalu berjalan ke arah pintu untuk menuju ke dapur. Akan tetapi, ketika Cyra baru saja membuka pintu kamar, tiba-tiba dia pingsan dan membuat Mama Jian langsung berteriak memanggil namanya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2