IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
ABRAHAM - KALILA


__ADS_3

Selama tiga tahun itu pula, Abraham selalu gencar mendekati Kalila.


Kalila awalnya merasa bingung, ketika tiba-tiba ada sebuah nomor yang tidak dikenalnya sering mengirimkan pesan, bahkan menghubunginya terus menerus.


Kalila awalnya cuek-cuek saja dan tidak mempedulikannya, karena dia pikir jika nomor itu adalah nomor dari orang yang sedang iseng kepadanya.


Namun nyatanya, karena hampir setiap saat dan setiap waktu, mengganggunya terus menerus, akhirnya Kalila mencoba merespon chat bahkan telepon dari Abraham.


Pada awal pendekatan dengan Kalila, Abraham merasa sangat senang sekali ketika direspon oleh Kalila, dan dia langsung mengaku, siapa dia dan bagaimana caranya dia bisa mendapatkan nomor teleponnya, yaitu dari Hamzah.


" Memangnya Kakak siapanya Kak Hamzah?? ," seperti itulah pertanyaan dari Kalila ketika awal berkomunikasi dengan Abraham.


" Kakak sabahat baiknya Hamzah dan juga Dosen kamu, Akmal ," jawab Abraham.


Pendekatan mereka akhirnya berlanjut sampai sekarang, dan tidak terasa sudah berjalan sekitar tiga tahun lamanya.


Kalila yang cuek, lama-kelamaan hatinya luluh juga, ketika selama tiga tahun belakangan ini, Abraham begitu perhatian sekali kepadanya.


Seperti saat ini saja contohnya, Abraham sengaja datang berkunjung ke Cafenya Hamzah, untuk berbincang dengan Kalila sebelum Kalila pulang ke rumah.


" Memangnya Kak Abraham tidak bekerja, kenapa masih menyempatkan waktu untuk datang ke sini?? ," tanya Kalila.


" Kakak bekerja, hanya saja demi menemuimu, pasti akan Kakak sempatkan, walau Kakak sibuk sekalipun ," jawab Abraham terdengar manis sekali.


" Kalau Kakak dimarahi bos Kakak bagaimana?? ," tanya Kalila lagi.


Yang Kalila tahu jika Abraham bekerja di sebuah bengkel besar yang ada di kota mereka, padahal tidak tahunya bengkel itu adalah milik Abraham sendiri.


Abraham sengaja belum memberitahukan kepada Kalila, siapa dia sebenarnya, karena ingin melihat lebih dalam lagi bagaimana karakter dari Kalila.


Abraham tersenyum mendengar perkataan dari Kalila, lalu dia menjawab, " tidak, bos Kakak orangnya baik ko, dan Kakak sudah ijin dengannya ," jawab Abraham.


Hamzah yang baru saja ke luar dari dalam ruang kerjanya, dia tidak sengaja melihat pemandangan yang sudah biasa di dalam Cafenya sejak tiga tahun yang lalu, yaitu Kalila dan Abraham.


" Halo Bray, Kalila ," sapa Hamzah kepada Kalila dan Abraham.


" Halo Kak Hamzah ," sapa balik dari Kalila.


" Mau ke mana kamu, rapi sekali?? ," tanya Abraham.


" Mau menjemput Mama, katanya ingin diantarkan ke rumah calon Mama mertua ," jawab Hamzah sambil tersenyum senang.


" Iya-iya deh yang sebentar lagi akan bertunangan ," goda Abraham.


Sama seperti Abraham, Hamzah pun selama tiga tahun ini terus mencoba mendekati Misha.


Sifat Misha yang lugu, sangat mudah sekali untuk Hamzah dekati, dan usaha tidak akan mengkhianati hasil, kurang dari dua minggu lagi, Hamzah dan Misha akan melangsungkan acara pertunangan mereka.


Yaps, Hamzah memang sudah melamar Misha, dan Misha pun menerima lamaran dari Hamzah, bahkan ke dua orang tua mereka sudah saling bertemu dan juga berunding.

__ADS_1


Diantara ke tiga laki-laki itu, yang belum ada perubahan sama sekali, ya cuma Akmal saja, karena dia diposisi yang cukup sulit, walau tidak terlalu tabu jika sang Dosen mendekati mahasiswinya sendiri, namun tetap saja akan mengundang rasa penasaran dari banyak orang yang mengetahuinya.


Hamzah langsung tertawa ketika digoda oleh Abraham.


" Kamu juga aku doakan semoga segera menyusul ," kata Hamzah kepada Abraham sambil melirik Misha.


Misha yang tahu apa maksud dari perkataan Hamzah pun langsung tersenyum sambil menunduk, sedangkan Abraham langsung tersenyum senang kepada sang sahabat sambil mengkode ibu jarinya.


" Aamiin ," kata Abraham.


" Baiklah, lanjutkanlah saja kalian mengobrolnya, aku pamit pergi dulu ," kata Hamzah.


" Iya Kak ," jawab Kalila.


Hamzah pun berlalu pergi dari hadapan Abraham dan juga Kalila untuk pulang ke rumah.


Setelah kepergian dari Hamzah, Abraham langsung saja melanjutkan lagi perbincangannya dengan Kalila.


Beralih ke Akmal dan Mirza lagi.


Saat ini mereka berdua masih berada di bengkel, untuk menunggu mobil mereka selesai diperbaiki oleh montir.


" Kak ini berarti kita tidak jadi berkunjung ke rumah calon Kakak ipar?? ," tanya Akmal.


" Tidak Akmal ," jawab Mirza.


" Dan ini mungkin petunjuk dari Allah, jika Allah tidak mengijinkanmu untuk melihat Cyra ," kata batin Mirza.


Mirza akui, jika sang adik juga memiliki paras yang sama tampan seperti dirinya, dan hal itu membuat Mirza sangat takut, jika Cyra akan berpaling darinya kepada sang adik, walau itu kecil kemungkinannya.


Mirza tidak mau jika sampai merebutkan satu wanita bersama sang adik, kalau hal itu sampai terjadi, Mirza akan lebih memilih mengalah kepada sang adik, daripada hubungan persaudaraan mereka dipertaruhkan, hanya karena seorang perempuan.


Tapi tidak dengan Cyra, karena Mirza sudah sangat mencintai Cyra sebagai lawan jenis, dan sudah tidak sabar ingin segera menikahinya.


Itulah mengapa, Mirza begitu menjaga dan tidak mau terlalu terbuka dengan Akmal, tentang siapa calon istrinya.


Berbeda halnya nanti jika sudah menikah, karena jika Mirza dan Cyra sudah dipersatukan oleh tali pernikahan, tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka, jika Allah tidak menghendaki atau meridhoinya.


Akmal yang mendengar jawaban dari Mirza, hanya bisa menghela nafasnya, karena memang bagaimanapun juga, yang namanya musibah siapa yang tahu.


Sedangkan Cyra yang mendapatkan kabar dari Mirza, dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Mirza, semoga bisa pulang ke rumah dengan selamat.


Umma Nada yang melihat Cyra berdiam diri di ruang tamu pun mencoba bertanya, karena pikir Umma Nada jika Cyra sedang menunggu Mirza.


" Apakah Nak Mirza jadi datang Cyra?? ," tanya Umma Nada.


" Tidak Umma ," jawab Cyra.


" Lho kenapa?? ," tanya Umma Nada.

__ADS_1


" Kak Mirza sedikit mengalami musibah ," jawab Cyra.


" Innalillahi, musibah apa Nak?? ," tanya Umma Nada lagi.


" Mobil yang Kak Mirza kendarai, mengalami pecah ban ketika sedang perjalanan ke sini ," jawab Cyra.


" Tapi Nak Mirzanya sendiri tidak kenapa-kenapa kan Cyra?? ," tanya Umma Nada, dan Umma Nada terlihat sangat khawatir sekali.


" Alhamdullillah tidak kenapa-kenapa Umma, Kak Mirza juga saat ini sudah membawa mobilnya ke bengkel terdekat ," jawab Cyra.


" Alhamdulillah, apakah Nak Mirza tidak membawa ban cadangan?? ," tanya Umma Nada lagi, dan Cyra reflek menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


" Ya tidak apa-apa, mungkin Allah belum merestui kalian bertemu ," kata Umma Nada.


" Setidaknya Nak Mirza baik-baik saja di sana ," kata Umma Nada lagi.


" Karena setiap kejadian pasti ada hikmah dibaliknya ," kata Umma Nada kepada Cyra.


" Iya Umma, Cyra juga percaya akan hal itu ," kata Cyra.


Karena memang, tanpa Cyra, Akmal atau Mirza ketahui, di jalan dekat rumah Cyra sedang ada kecelakaan sebuah mobil box yang terguling di tengah jalan, dan menyebabkan kemacetan cukup parah.


" Iya sudah, Umma mau masuk dulu, mau beristirahat ," kata Umma Nada.


" Iya Umma ," jawab Cyra.


Baru saja Umma Nada masuk ke dalam rumah, pandangan Cyra teralihkan kepada sang adik yang baru saja pulang dari sekolah.


" Assalamu'alaikum ," salam dari Saaqif.


" Wa'alaikumussalam Saaqif, ko baru pulang dek?? ," kata Cyra.


" Di jalan depan terjadi kecelakaan Kak, dan menyebabkan kemacetan yang sangat parah, makanya Saaqif baru saja sampai rumah di jam segini ," jawab Saaqif.


Cyra cukup terkejut mendengar jawaban dari Saaqif, karena sang Umma baru saja berbicara, jika dibalik kesusahan pasti ada hikmahnya.


" Saaqif masuk ke kamar dulu ya Kak, gerah sekali, mau mandi ," kata Saaqif membuyarkan lamunan dari Cyra.


" Eh, iya dek ," jawab Cyra.


Saaqif lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Cyra langsung saja mengirimkan sebuah pesan kepada Mirza yang berbunyi.


" Dibalik kesusahan pasti ada hikmah dibaliknya, dan Cyra percaya akan hal itu ," pesan Cyra untuk Mirza.


" Allah bukan melarang Kakak berkunjung ke rumah Cyra, namun Allah mempermudah jalan Kakak untuk menentukan pilihan, sebab ternyata di dekat rumah Cyra sedang terjadi kecelakaan dan terjadi kemacetan yang sangat parah Kak ," pesan Cyra lagi.


Mirza yang sedang mengobrol dengan Akmal langsung membuka ponselnya, ketika dia mendengar pesan ponselnya berdering.


Mirza tersenyum sendiri ketika membaca pesan yang dikirimkan oleh Cyra tadi kepadanya, dan tidak lupa Mirza juga mengirimkan sebuah balasan kepada Cyra, supaya Cyra jangan terlalu mencemaskannya.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2