
"Ada apa ini Nak? Cepat jelaskan kepada kami?"
Raut wajah mama Jian terlihat benar-benar terkejut. Apalagi mama Jian sangat tahu sekali bagaimana sifatnya Aalifa.
"Apa ini yang membuat Cyra sampai jatuh pingsan. Karena perbuatan Aalifa, Nak?" tanya abi Rasyid juga.
Akmal masih terlihat tenang ketika semua keluarganya sedang pada tegang menunggu jawaban darinya.
"Abu! Cepatlah jelaskan kepada mereka. Jangan lama-lama." Cyra ikut-ikutan berbicara.
Akmal menganggukkan kepalanya. "Iyah! Aalifalah yang membuat Cyra sampai jatuh pingsan."
"Hah!" mama Jian dan umma Nada sambil menutup mulutnya karena saking terkejutnya. Sedangkan ayah Rafiq dan abi Rasyid langsung melototkan matanya.
"Tapi bukan karena dia menyakiti fisik Cyra. Tapi hatinya."
Abi Rasyid ingin mendengar penjelasan yang lebih jelas dari Akmal. "Bisa jelaskan yang lebih detail kepada kami, Nak? Kalian tidak ada angin dan hujan. Tahu-tahu kami mendapatkan kabar seperti ini. Orang tua mana yang tidak terkejut mendengarnya?"
Umma Nada mengangguk membenarkan ucapan sang suami. "Iya! Apalagi kita semua tahu bagaimana sifatnya Nona Aalifa."
Akmal merangkul pundak Cyra dengan mesra. "Umma, Abi dan semuanya. Kalian tenang saja. Akmal masih bisa menjaga Cyra."
"Akmal pasti tidak akan tinggal diam saja. Jika ada orang yang sudah berani menyakiti orang yang Akmal sayangi. Terlebih lagi yaitu Cyra."
"Lalu apa yang membuatmu sampai melaporkan Nona Aalifa kepada polisi. Jika dia tidak melukai Cyra secara fisik, Akmal?" tanya ayah Rafiq.
"Aalifa sudah menghina Cyra di depan umum Ayah. Dia mengata-ngatai Cyra dengan ucapan kasar hingga membuat nama Cyra menjadi tercemar buruk. Bahkan Aalifa mengatai Cyra dengan wanita murahan yang selingkuh dengan Akmal."
Terkejut sekali para orang tua mendengar penjelasannya Akmal.
"Apakah Akmal bisa tinggal diam saja? Jika Cyra diperlakukan seperti itu olehnya?"
Akmal melanjutkan lagi ucapannya. "Dan karena ucapan itulah membuat Cyra sampai jatuh sakit selama tiga hari. Karena terlalu stres."
Cyra menggenggam tangan Akmal dengan mesra. "Abu! Apakah kita sudah keterlaluan dengannya?"
Akmal menggelengkan kepalanya. "Sepertinya tidak Umi. Karena orang seperti Aalifa memang perlu diberikan pelajaran. Supaya dirinya bisa lebih menjaga lisannya lagi."
__ADS_1
"Sudah cukup dulu dia menghina kak Mirza. Sudah cukup dulu dia bersikap buruk kepada Abu. Mungkin saatnya dia menerima hasil dari sikapnya itu."
"Biar dia sementara waktu ini berada di dalam penjara. Hingga dirinya menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya dengan ucapan kasar yang selalu dia ucapkan seenaknya sendiri."
Akmal seperti jenuh dan jengah dengan membicarakan Aalifa. Sekarang dirinya ingin memberikan kabar gembira kepada para keluarganya.
"Sudahlah Ayah, Abi, Umma, Mama. Biar masalah ini Akmal saja yang menyelesaikannya sendiri. Kalian tenang saja. Akmal masih bisa mengatasinya sendiri."
"Dan Ayah. Jika pak Ismail mencoba menghubungi Ayah. Suruhlah dia untuk menghubungi atau menemui Akmal secara langsung."
Ayah Rafiq menganggukkan kepalanya. "Iya baiklah. Ayah mengerti."
"Sekarang Akmal akan memberikan kabar gembira kepada kalian semua."
Wajah para orang tua langsung berubah mendengar ucapannya Akmal. "Kabar gembira apa Nak?" tanya umma Nada.
Sambil merangkul Cyra dan menatap penuh cinta kepadanya. Akmal lalu menjawabnya. "Ternyata Cyra tidak jatuh sakit biasanya Umma."
Wajah semua orang terlihat sangat khawatir sekali. "Lalu Cyra sakit apa Nak? Kamu jangan membuat kami merasa semakin khawatir."
"Ini! Kalian semua lihatlah sendiri hasil pemeriksaan Cyra tadi." Akmal memberikan amplop hasil pemeriksaan Cyra.
Umma Nada dan abi Rasyid sedikit gemetaran membaca hasil pemeriksaannya Cyra. Sedangkan Akmal dan Cyra hanya tersenyum saja. "Cy-Cyra hamil? Kamu hamil lagi Nak?" ucap umma Nada.
Wajah mama Jian langsung berbinar senang. Dan ayah Rafiq langsung menyunggingkan senyumannya mendengar ucapan umma Nada.
Akmal dan Cyra langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Iya Umma. Cyra hamil lagi. Adiknya Aiza."
"Dan usia kandungannya Cyra ternyata sudah memasuki dua bulan." Akmal menambahkan sedikit.
Mama Jian langsung berdiri dari duduknya untuk memeluk dan memberikan ucapan selamat kepada Cyra. Penuh haru sekarang terlihat jelas di antara mereka semua.
"Selamat Nak. Mama senang sekali mendengarnya. Kami akan mempunyai dua cucu sekarang." Mama Jian tersenyum senang.
Cyra mengangguk sambil tersenyum dibalik niqabnya. "Iya Ma."
Gantian umma Nada yang memeluk Cyra. "Nak. Semoga kamu selalu menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu. Umma senang mendengar kabar bahagia ini."
__ADS_1
"Terimakasih Ma," jawab Cyra.
Abi Rasyid mengajak bicara Akmal. "Ingat Nak. Kamu juga punya tanggung jawab dengan Zahwa. Jangan sampai kamu tidak adil kepada mereka berdua nantinya."
Akmal menjawabnya dengan mantap. "Abi tenang saja. Aiza tetap menjadi anak pertama Akmal. Dan insyaallah, Akmal akan berusaha adil kepada mereka berdua."
Abi Rasyid tersenyum senang dengan jawabannya Akmal. Sekarang ayah Rafiq yang berbicara. "Oh ya! Untuk berbagi kebahagiaan ini. Bagaimana kalau jumat depan kita makan-makan bersama dengan kaum dhuafa yang biasa datang ke sini. Nanti pulangnya mereka kasih bingkisan. Bagaimana Nak? Biar semakin banyak yang mendoakan kehamilan kamu?"
Cyra mengangguk. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah Akmal. "Ok! Akmal setuju Ayah. Nanti biar Akmal atur. Karena Akmal sekarang sudah tidak mengajar lagi di kampus."
Mama Jian merasa terkejut lagi. "Lho! Kamu sudah mengundurkan diri jadi dosen Nak?" ternyata tidak mama Jian saja yang merasa terkejut. Melainkan umma Nada, ayah Rafiq dan abi Rasyid pun juga terkejut.
Akmal mengangguk. "Iya Mama. Akmal ingin fokus dengan butik, toko dan Yayasan milik ayah."
Ayah Rafiq sekarang yang mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Akmal. "Bagus! Ayah senang mendengarnya jika kamu mau menggantikan Ayah untuk mengurus Yayasan. Apalagi sekarang Cyra sedang hamil lagi. Tidak mungkin 'kan kamu menyuruhnya untuk mengurus butik sendirian."
"Iya Ayah. Akmal juga tahu hal itu."
Ternyata ada salah satu bibi yang menguping pembicaraan mereka. Dan ketika salah satu bibi itu mendengar jika Cyra sedang hamil lagi. Bibi tersebut langsung memberitahukan kepada yang lainnya. Mereka semua juga menyambut suka cita atas kehamilannya Cyra. Dan berdoa semoga kehamilannya Cyra lancar sampai hari melahirkan.
Akmal benar-benar sangat bahagia sekali dengan apa yang terjadi di hidupnya setelah menikah dengan Cyra.
Kebahagiaan yang selama ini dia harapkan, sekarang bisa menjadi kenyataan berkat Cyra. Dan apa yang ada dia angan-angankan selama ini bisa terwujud satu persatu atas ijin dari-Nya dan dukungan dari Cyra.
Akmal dan Cyra cuma cerita halu semata. Setidaknya kita bisa mengambil setiap hikmah dan pelajaran yang terkandung didalamnya.
Akmal dan Cyra setiap melakukan tindakan akan selalu dipikirkan dengan matang-matang. Contohnya saja seperti menghadapi Aish dan Aalifa. Mereka tidak serta merta mempunyai kekuasaan lalu ingin menjatuhkan orang lain. Semua itu terjadi karena sikap dan sifat jahat mereka sendiri.
Ketulusan cinta Akmal kepada Cyra perlu diapresiasi. Karena dia bisa menjaga hatinya dari godaan wanita manapun. Untuk bisa mendapatkan wanita yang benar-benar baik dan sesuai dengan kriterianya. Hingga tanpa dia sadari umurnya sudah tidak muda lagi.
Namun sekarang. Ikhtiar Akmal dalam menggapai itu semua sudah membuahkan hasil yang sangat Akmal harapkan. Jadi kesabaran yang dilakukannya selama ini. Seakan terbayar tunai dengan hasil yang dia dapatkan.
Mempunyai kehidupan rumah tangga yang harmonis. Mempunyai anak sambung yang lucu. Mempunyai kecukupan materi yang melimpah. Serta jangan lupakan, jika dirinya masih bisa berbagi dengan sesama.
Semoga kita bisa mencontoh setiap hal baik yang Akmal dan Cyra contohkan kepada kita. Dan semoga juga. Kita selalu terhindar dari sifat sombong lagi tercela.
...TAMAT....
__ADS_1
Tenang guys. Nanti aku akan kasih bonus. Tenang-tenang. Santai saja.๐