IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
DIHINA


__ADS_3

Cyra sangat terkejut sekali melihat Akmal tidak sengaja menyenggol spion mobil tersebut.


Cyra langsung mendekat untuk melihat spion mobil tersebut. "Abu! Spionnya patah!"


Akmal langsung turun dari atas motor untuk melihat kaca spion mobil tersebut. "Iya! Patah Umi!"


"Mana ya yang punya mobil ini? Abu kebetulan juga tidak bawa uang yang cukup," ucap Akmal lagi.


"Lebih baik kita tunggu saja di sini Abu. Sampai pemiliknya datang ke sini. Siapa tahu pemiliknya sedang ada di dalam supermarket."


Akmal menganggukkan kepalanya. Dan tidak lama sang punya mobil pun datang dalam keadaan sangat terkejut. Sebab melihat spion mobilnya sudah patah karena tersenggol Akmal tadi.


"Apa-apaan ini! Apa yang sebenarnya terjadi di sini!" ucap sang pemilik mobil.


Akmal dan Cyra langsung mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang baru saja datang. Akmal memperkirakan umurnya lebih tua darinya. Di sampingnya juga berdiri seorang perempuan yang Cyra yakini dia adalah istrinya.


"Spionnya patah, Ayah!" ucap sang perempuan. Nah! Benar 'kan tebakannya Cyra tentang siapa perempuan tersebut.


"Apa yang kalian berdua lakukan dengan mobil saya? Hingga membuat spion saya patah begini! Kalian berdua mau mencuri ya!" laki-laki tersebut terlihat sangat marah sekali.


"Maaf Pak! Kami tidak mau mencuri. Tadi saya tidak sengaja menyenggol kaca spion mobil Bapak. Dan saya siap bertanggung jawab," Akmal menjawab dengan sopan.


"Anda mau bertanggung jawab bagaimana. Hah! Kendaraan saja cuma naik motor. Anda mana punya uang untuk menggantinya!" laki-laki itu terlihat sombong dan mengejek Akmal.


Dia tidak tahu saja. Jika mobil miliknya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan semua mobil yang terparkir di garasi mobil rumah Akmal.


"Astaghfirullah." Cyra beristighfar dengan suara pelan.


Masih dalam keadaan tenang. Akmal meminta ijin kepada sang laki-laki itu. "Tunggu sebentar Pak."

__ADS_1


Akmal lalu masuk ke dalam supermarket. Dan tidak lama Akmal kembali sambil membawa secarik kertas yang bertuliskan alamat rumahnya. Sebab Akmal sedang tidak membawa dompet. Jadi dirinya tidak membawa kartu namanya.


"Ini alamat rumah saya, Pak. Anda bisa datang ke rumah saya kapan saja yang anda mau untuk meminta uang ganti ruginya. Karena untuk sekarang. Saya benar-benar tidak bawa uang sama sekali." Akmal menyerahkan secarik kertas tadi.


Dengan sedikit kasar. Sang laki-laki pemilik mobil langsung mengambil kertas tersebut.


"Ini alamat perumahan mewah, Ayah. Siapa tahu mereka memang orang kaya yang suka merendah," bisik sang istri.


"Halah! Palingan mereka cuma pembantu di rumah itu!" jawab sang laki-laki.


"Ok! Saya akan datang ke rumah kalian saat ini juga! Cepat naik ke motor kalian!" ucap tegas dan terdengar sombong dari laki-laki tersebut.


Suara yang tidak bisa lembut dan terdengar seperti sedang ribut. Mengundang tukang parkir yang bekerja tidak jauh dari supermarket tersebut.


"Maaf! Ini ada apa ya?" ucap sang tukang parkir. "Ya Allah. Mas Akmal, Mbak Cyra!" sang tukang parkir sangat terkejut melihat Akmal dan Cyra ada di situ.


"Saya yang pernah ikut ke rumah Mas Akmal mengambil sumbangan setiap jumat. Pasti Mas Akmal lupa, karena ada banyak orang."


"Emm! Ada apa ya Mas Akmal? Kenapa bapak ini terlihat marah-marah kepada Mas?"


"Kamu siapa? Jangan ikut campur dengan urusan saya! Kamu itu cuma tukang parkir. Jangan sok jadi pahlawan deh!" ucapan arogan dari sang laki-laki.


"Walau saya cuma tukang parkir. Tapi saya masih punya akhlak yang sopan tidak seperti Bapak!"


Tukang parkir itu benar-benar berani dan tidak takut sama sekali dengan laki-laki sombong tersebut. Sang laki-laki itu yang tidak terima dengan ucapan sang tukang parkir. Refleks ingin menonjok wajah sang tukang parkir. Tapi langsung dicegah oleh Akmal.


"Pak! Tenang. Anda jangan main kekerasan di sini! Malu dilihat orang." ucap Akmal kepada sang laki-laki sombong.


Akmal lalu mengalihkan pandangannya ke arah tukang parkir. "Bapak! Terimakasih sudah membantu saya. Bapak silahkan bekerja kembali. Saya masih bisa mengatasi ini sendiri."

__ADS_1


Sang tukang parkir mengangguk. "Baiklah Mas Akmal. Kalau bapak ini macam-macam dengan Mas. Saya siap membantu. Dan saya akan memanggil semua teman-teman saya untuk mengeroyok bapak ini!"


Akmal tersenyum dan cuma mengangguk saja kepada sang tukang parkir. Setelahnya. Sang tukang parkir pun berlalu pergi dari hadapan Akmal dan mereka semua.


"Ayo ikut dengan saya Pak. Kita selesaikan masalah ini di rumah saya saja." Akmal masih sopan dengan laki-laki sombong itu.


"Baik! Awas jika Anda berbohong kepada saya! Saya punya keluarga dari anggota polisi. Jika Anda macam-macam dengan saya. Saya bisa menyuruh keluarga saya untuk memasukkan Anda ke kantor polisi!" ancam laki-laki tersebut.


Akmal tersenyum saja. Dirinya berusaha tidak terpancing emosi dengan semua ucapan angkuh dari sang laki-laki tersebut.


Setelahnya. Akmal dan Cyra naik ke atas motor. Sedangkan laki-laki tadi bersama istrinya langsung naik ke dalam mobil. Dan mengikuti ke mana perginya Akmal.


Di atas motor yang sedang berjalan. Cyra mencoba berbicara kepada Akmal. "Laki-laki itu sangat sombong sekali ya Abu. Dia seperti tidak ingat. Jika di atas langit masih ada langit lagi. Mobilnya saja masih kalah jauh dari semua mobil milik kita," ucapan Cyra terdengar sebal dan juga marah.


"Di dalam islam. Sombong itu dosa hukumnya. Namun jika kita ingin membalas perbuatan orang sombong dengan kesombongan pula. Itu diperbolehkan atau diperkenankan Umi."


Bersikap sombong/angkuh kepada mereka yang angkuh adalah bagian dari sedekah.


"Attakabburu 'alal mutakabbari shodaqotan" ( Artinya: β€œSombong terhadap orang yang sombong adalah sedekah.” )


"Waqiila qad yakuunul takabbaru litaniihil mutakabbari laa lirif'atinnafsi" ( Artinya: β€œDan dikatakan, terkadang sombong dimaksudkan untuk mengingatkan orang yang sombong bukan untuk meninggikan diri.” )


Cyra menganggukkan kepalanya dan mengerti ucapan Akmal. Hingga akhirnya mereka sampai juga di rumah. Namun mobil milik laki-laki tadi belum terlihat di dalam kompleks perumahan mereka. Kesempatan itu Akmal gunakan untuk membuka lebar garasi miliknya. Dan mengeluarkan mobil super mewah milik Cyra, yang dirinya berikan sebagai hadiah pernikahan kemarin. Serta juga mobil miliknya dan juga mobil sang kakak.


Cyra hanya diam saja melihat apa yang dilakukan oleh Akmal saat ini. Sebab dirinya juga geram dengan kesombongan dari laki-laki tadi.


"Umi mau menyuruh bibi untuk menyiapkan minuman dan camilan yang enak-enak yang kita punya Abu. Biar mereka jera."


Akmal mengangguk saja. Dan Cyra langsung segera masuk ke dalam rumah untuk menyuruh para bibi yang bekerja di rumahnya.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2