IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KARENA CAMILAN


__ADS_3

" Waaah sepertinya enak tuh ," begitulah kata Akmal, ketika melihat Cyra dan ke tiga temannya sedang asik makan makanan yang tadi mereka bawa.


Akmal yang baru saja sampai di depan ruang 0p3r451, tanpa permisi langsung mengambil makanan yang tadi baru saja di makan oleh Cyra.


Tanpa Akmal sadari, dia baru saja makan dari sendok bekasnya Cyra, dan hal itu membuat Deena, Kalila, Misha dan juga Cyra langsung melongo dibuatnya.


" Hmm, enak sekali ," kata Akmal.


Akmal lalu menambah lagi makanan tersebut untuk beberapa kali, dan hal itu diperhatikan jelas oleh ke empat wanita yang ada di depannya.


" Siapa tadi yang bawa makanan ini, besok Kakak mau lagi dong ," kata Akmal.


" Saya Kak, itu Mama yang masakin buat Cyra ," jawab Deena.


" Dan sendoknya itu bekas makannya Cyra, yang belum selesai dia makan, Kak ," kata Deena lagi.


" Uhuk!! ," nah kan tersedak.


Mendengar ucapan Deena, Akmal langsung tersedak cukup parah, karena dia benar-benar terkejut mendengar ucapannya Deena.


Kalila yang duduk di dekat Akmal, refleks langsung memberikan sebotol air mineral yang belum dia buka untuk Akmal.


Akmal langsung meminum air tersebut hingga habis setengah botol.


" Ta-tadi kamu .....?? ," Akmal sampai tidak bisa ngomong.


" Iya, tidak apa-apa ," jawab Cyra.


" Kalau mau nambah lagi silahkan Kak, nih habiskan ," kata Cyra lagi, sambil tersenyum dan memberikan makanannya juga.


Sumpah,!! Akmal sangat malu sekali kepada semuanya, tapi terutama kepada Cyra.


" Sudah Kak, habiskan saja ," kata Misha.


" Lagi pula di sini masih banyak makanan ko ," kata Misha lagi.


" Ya sudah, sini Kakak habiskan saja ," kata Akmal menutupi rasa malunya.


" Ini Kakak juga beli beberapa snack dan camilan untuk kita semua ," kata Akmal lagi.


" Waaah ini kesukaanku ," kata Kalila.


" Yang ini kesukaanku ," kata Cyra.

__ADS_1


" Dan kesukaan Kak Akmal ," kata Cyra lagi.


" Uhuk!! ," lagi dan lagi Akmal tersedak, namun kali ini dia tersedak karena ucapannya Cyra.


" Kakak kenapa sih, daritadi tersedak terus, kangen ya sama Nona Aalifa, padahal tadi baru saja telepon-teleponan lho ," goda Deena.


Akmal belum bisa menjawab, karena dia sedang sibuk minum air putih.


Setelah reda dan lebih baik, Akmal pun berkata kepada mereka semua, terutama Cyra.


" Bagaimana kamu bisa tahu Cyra, jika camilan itu kesukaan Kakak?? ," tanya Akmal.


" Di lemari penyimpanan di dapur, ada penuh camilan seperti ini, dan kata Bibi jika camilan itu kesukaannya Kakak ," jawab Cyra.


" Emm, maafkan Cyra ya Kak, karena pernah menghabiskan camilan itu sendirian ," kata Cyra baru mengaku jujur.


" Iya tidak apa-apa, kan Kakak memang sengaja menyediakan banyak untuk di makan semua orang ," jawab Akmal.


" Bahkan Bibi juga sering ko, sama anak-anak yang lain ikut makan camilan itu ," kata Akmal lagi.


" Cuman, yang Kakak heran, masa iya kamu kuat menghabiskan itu sendirian?? ," tanya Akmal.


" Iya Kak, dulu waktu hamil trimester pertama ," jawab Cyra.


Setelah bercerita, Cyra langsung tertawa geli sendiri, karena tanpa dia sadari pernah menghabiskan camilan itu sendirian sambil menonton televisi, padahal camilan itu per bungkusnya isinya cukup banyak dan besar.


Akmal yang biasa kalem dan cool, tiba-tiba tertawa cukup keras, karena mendengar cerita dari Cyra yang baru berani berkata jujur kepadanya.


" Jadi, yang pada waktu itu Kakak mau nyemil dan cari camilan ini enggak ada, ternyata kamu tho yang habiskan Cyra?? ," kata Akmal.


" Iya ," jawab Cyra sambil tertawa.


" Dan pada waktu itu Cyra dengar pas Kakak tanya sama Bibi, tapi Cyra pura-pura tidak dengar saja, karena merasa malu, maafkan Cyra ya Kak ," kata Cyra lagi.


" Cyra malu mau berbicara jujur sama Kakak, sekalinya mau bilang, waktunya tidak sempat ," kata Cyra.


" Tidak apa-apa ," jawab Akmal sambil tersenyum.


'' Justru Kakak senang, jika kamu juga suka Cyra ," kata Akmal.


" Besok Kakak mau stok lebih banyak lagi khusus untuk kamu ," kata Akmal lagi, sedangkan Deena, Misha, dan juga Kalila masih asik diam mendengarkan mereka berdua.


" Ini ko Kak Akmal, sama Cyra malah asik mengobrol sendiri sih?? ," kata Deena.

__ADS_1


" Eh, maaf Deena ," kata Cyra sambil tertawa.


Mereka sedikit lupa dengan masalah yang sedang terjadi. Bukan maksud hati untuk bersenang-senang dikala Mirza sedang terpuruk, tapi bagi Cyra, hiburan sekilas seperti ini, sangat membantu moodnya yang berubah-ubah, apalagi dia sedang banyak pikiran, memikirkan tentang keadaan suaminya.


Mereka berlima, termasuk Akmal, lalu asik berbincang bersama, hingga tanpa terasa, tiba-tiba Dokter sudah ke luar dari ruang 0p3r451 dan membuat semua orang langsung membubarkan diri untuk bertanya kepada sang Dokter.


" Dokter, bagaimana keadaan suami saya?? ," tanya Cyra.


" Emm, bisakah kita berbicara di ruangan saya saja?? ," jawab sang Dokter.


" Boleh Dokter, ayo Abi temani, Cyra ," kata Abi Rasyid, dan sang Dokter hanya mengangguk saja.


" Cyra permisi dulu ," kata Cyra kepada semua Keluarganya, termasuk ke tiga temannya.


" Iya, kamu tenang saja Nak, biar Mirza, kami saja yang menunggu ," kata Ayah Rafiq, dan Cyra hanya mengangguk saja.


Setelahnya, Cyra bersama Abi Rasyid mengikuti langkah sang Dokter untuk menuju ke ruang kerjanya.


Sesampainya di ruang kerja sang Dokter, Dokter tersebut langsung mempersilahkan duduk Abi Rasyid dan Cyra dengan ramah.


" Dokter, sekarang tolong anda jelaskan kepada kami, bagaimana kondisi dari menantu saya?? ," tanya Abi Rasyid.


" Begini Tuan ," kata Dokter itu.


" Ternyata sel kanker yang diderita Tuan Mirza sudah menyebar ke seluruh jaringan otaknya, Tuan ," jelas Dokter tersebut.


Perasaan Cyra sudah berkata tidak enak sekali, padahal baru cuma mendengar penjelasan singkat dari Dokter di depannya.


" Kami tadi sudah semaksimal mungkin untuk meng0p3r451 sel kanker tersebut, tapi tidak bisa kita ambil semuanya, karena sel kankernya ada yang terletak di bagian terpenting di otak kita ," kata sang Dokter lagi.


" Lalu, apakah dengan kemoterapi dan radioterapi itu juga tidak akan membantu kesembuhan suami saya Dokter?? ," tanya Cyra.


" Walau bisa, itu kecil kemungkinan Nyonya, karena keterlambatan pengobatan yang dilakukan oleh Tuan Mirza ," jawab sang Dokter.


" Tapi kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperlambat sel kanker tersebut Nyonya, supaya tidak menyebar semakin parah di otaknya, dan untuk lebih lanjutnya, kita pasrahkan saja kepada Allah ," ucap sang Dokter lagi.


Air mata Cyra langsung menetes mendengar penjelasan dari Dokter tersebut.


Karena Cyra merasa, hidup Mirza seperti sudah tidak ada harapan lagi, jika tidak dibantu obat-obatan dan kemoterapi.


Abi Rasyid yang melihat sang putri sedang bersedih, langsung mengusap pundaknya, untuk memberikan ketenangan, supaya Cyra tidak terlalu stres, karena itu tidak akan baik untuk calon buah hatinya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2