
Sedang asik membaca pesan di dalam ponselnya, tiba-tiba Cyra mendengar seseorang yang sedang memanggil namanya, dan orang tersebut adalah Deena, Misha dan juga Kalila.
Cyra langsung berdiri dari duduknya, dan menyapa ke tiga temannya dengan perasaan senang sekali, lalu mereka saling berpelukan serta bercipika cipiki ala perempuan biasanya.
" Kalian ko bisa sampai di sini?? ," tanya Cyra.
" Misha yang memberitahukan kepada kami, Cyra ," jawab Kalila.
" Dan maafkan kami baru bisa datang menjenguk Kak Mirza ," kata Misha lagi.
" Iya tidak apa-apa ," jawab Cyra.
" Lagi pula aku juga mau minta maaf, tidak sempat membalas pesan dari kalian sejak kemarin ," kata Cyra lagi.
Deena, Misha dan juga Kalila, cuma menanggapi ucapan Cyra, dengan tersenyum manis.
" Tidak apa-apa, kami mengerti ko ," jawab Kalila.
" Tapi ko kalian bisa tahu, jika aku dan yang lainnya ada di depan ruang 0p3r451?? ," tanya Cyra yang penasaran.
" Tadi kami tanya ke resepsionis Cyra ," jawab Misha.
" Sebenarnya, tadi kami sudah sampai di ruang perawatan Kak Mirza, Cyra, namun sampai di sana, tidak ada orang sama sekali, jadinya ya kami memutuskan untuk bertanya kepada petugas resepsionis ," jelas Deena.
" Lalu, bagaimana keadaan Kak Mirza, Cyra?? ," tanya Kalila.
" Nak, lebih baik kalian duduklah dulu sana sambil mengobrol ," tegur Umma Nada.
" Eh, Umma ," jawab Misha, Kalila dan juga Deena.
Mereka bertiga tidak sadar jika ada yang lainnya juga di situ, jadi sebelum duduk, mereka bertiga menyalami Umma Nada, Abi Rasyid, Mama Jian dan juga Ayah Rafiq.
Setelah menyapa dan menyalami para orang tua, mereka berempat langsung duduk di tempat duduk yang tersedia.
" Kak Akmal ko sepertinya sibuk sekali sih Cyra,? dan aku dengar tadi dia menyebut nama Nona Aalifa ," tanya Misha.
" Mungkin Kak Akmal sedang menelpon Nona Aalifa, kan mereka sebentar lagi mau menikah ," jawab Cyra.
" Kan masih lama Cyra, katanya satu tahun lagi ," kata Deena.
" Tidak, Nona Aalifa minta dimajukan, jadi satu bulan lagi dari sekarang ," jawab Cyra.
Deena, Misha dan juga Kalila, cukup terkejut mendengar jawaban dari Cyra.
" Semoga semuanya berjalan lancar ," doa dari Kalila untuk Akmal.
" Aamiin ," jawab serempak dari mereka berempat.
" Tadi kamu belum menjawab pertanyaanku tentang Kak Mirza, Cyra ," kata Kalila.
__ADS_1
Cyra langsung menjelaskan kepada ke tiga temannya, bagaimana keadaan sang suami saat ini, dan sebagai teman dekatnya Cyra, Deena, Kalila dan juga Misha, merasa ikut prihatin serta sedih melihat Cyra sedang bersedih sekarang.
" Yang sabar ya Cyra, aku percaya kamu wanita yang kuat ," kata Deena.
" Jika kamu membutuhkan bantuanku, aku siap membantumu ," kata Kalila juga.
" Iya, aku juga ," kata Misha ikut menyahut.
" Terimakasih semua, aku senang mempunyai teman seperti kalian ," jawab Cyra sambil tersenyum, dan pada akhirnya mereka berempat berpelukan satu sama lainnya untuk memberikan semangat kepada Cyra.
" Ngomong-ngomong, kamu ko tidak mengajar Kalila,? dan di mana Kak Abraham,? biasanya kamu kan bersamanya?? ," tanya Cyra.
" Hari ini aku sengaja ijin Cyra, makanya aku bisa datang ke sini ," jawab Kalila.
" Dan Kak Abraham saat ini sedang pergi luar kota, tapi dia sudah tahu ko, jika Kak Mirza masuk ke rumah sakit ," kata Kalila lagi.
" Semoga Kak Abraham pulang ke rumah dengan selamat, aamiin ," kata Cyra.
" Aamiin ," jawab Kalila.
" Oh ya, nih aku bawakan makanan kesukaan kamu, biar kamu tambah sehat bersama calon keponakanku ," kata Deena.
" Kami juga bawa makanan untuk yang lainnya nih ," kata Misha juga.
" Terimakasih, kalian sudah perhatian kepadaku ," kata Cyra sambil tersenyum.
Sedang asik mengobrol, tiba-tiba telinga mereka berempat, mendengar ucapan Akmal yang sedikit mengejutkan.
Percakapan Misha, Cyra, Deena dan juga Kalila, langsung terhenti, dan mereka refleks langsung melihat ke arah Akmal.
" Sudah jangan menguping, dosa ," tegur Cyra kepada ke tiga temannya.
" Tapi aku malah jadi penasaran Cyra ," jawab Deena sambil tertawa.
" Hust,!! jangan Deena ," kata Cyra.
" Iya-iya deh Ustadzah Cyra ," jawab Deena.
Pandangan mereka bertiga teralihkan lagi ke arah Akmal, yang tiba-tiba menegur mereka berempat.
" Eh, ada kalian, kapan kalian sampai?? ," sapa Akmal.
Karena Akmal memang tidak sadar jika Deena, Misha dan juga Kalila, sudah berada di situ menemani Cyra.
" Sudah lumayan Kak ," jawab Misha.
" Oh, Kakak pergi dulu ya, mau ke supermarket sebentar, apakah kalian mau menitip sesuatu?? ," tanya Akmal.
" Tidak Kak, terimakasih ," jawab mereka berempat secara kompak.
__ADS_1
" Baiklah ," jawab Akmal, dan setelahnya, Akmal pun berlalu dari hadapan mereka semua.
Akmal sengaja menghindar, karena Akmal tidak mau jika mereka berempat, terutama Cyra, melihat wajahnya yang sedang sebal kepada Aalifa.
Akmal tadi memang sengaja menghubungi Aalifa, karena di dalam ponselnya, ada panggilan tidak terjawab dari Aalifa.
Mereka sempat berbincang sebentar membicarakan rencana pernikahan mereka, hingga akhirnya, perdebatan pun terjadi, karena Aalifa mengatakan hal yang membuat Akmal terkejut.
" Kak, Aalifa sudah tahu, jika Kakak ternyata mencintai Kak Cyra sejak dulu ," kata Aalifa tadi ketika ditelepon.
Deg!!
Jantung Akmal, seperti berhenti beberapa detik, mendengar Aalifa bisa mengetahui kenyataan yang selama ini dia sembunyikan.
" Aalifa mendengarnya sendiri kemarin, ketika Kakak dan Kak Cyra berbincang di taman rumah sakit ," kata Aalifa lagi, dan Akmal masih diam saja.
" Lalu?? ," tanya Akmal dengan santai.
" Aalifa ingin Kakak jangan dekat-dekat lagi dengan Kak Cyra, jika tidak mau Aalifa membocorkan rahasia Kakak kepada yang lainnya!! ," Aalifa mengancam Akmal.
" Kamu jangan egois begitu dong Aalifa, Kakak tidak suka!! ," ucapan Akmal yang tadi didengar oleh Cyra, Deena, Kalila dan juga Misha.
" Aalifa tidak egois Kak, Aalifa cemburu,!! apa Kakak tidak mengerti perasaan Aalifa!! ," bantah Aalifa.
" Kamu yang tidak mengerti perasaan Kakak!! ," jawab Akmal.
" Jika Kakak mencintai Aalifa, dan masih mau menikah dengan Aalifa, Aalifa harap Kakak jangan dekat-dekat lagi dengan Kak Cyra!! ," kata tegas dari Aalifa untuk Akmal.
Mau menjawab ucapan dari Aalifa, eh Akmal keburu tidak sengaja melihat Cyra, Deena, Misha dan juga Kalila yang sedang mengobrol.
Jadinya, daripada melanjutkan perdebatan yang unfaedah dengan Aalifa, akhirnya, Akmal memilih mengakhiri sambungan teleponnya tersebut secara sepihak.
Di sinilah Akmal sekarang, sedang duduk termenung sendirian di taman rumah sakit, untuk meredakan emosinya atas ucapannya Aalifa tadi.
Alasan ke supermarket adalah cuma kedok belaka, supaya Akmal bisa menghindar dari Keluarganya, terutama Cyra.
" Sampai kapanpun Kakak tidak bisa menjauhi Cyra, Aalifa!! ," kata Akmal berbicara sendiri.
" Walau di dalam hati ini masih ada cinta untuknya, tapi sedikitpun tidak ada rasa dan niat untuk merebut kebahagiaan Kakakku sendiri ," kata Akmal lagi.
" Melihat sikapmu begini, rasanya aku ingin membatalkan pernikahan denganmu, Aalifa ," kata batin Akmal.
" Aku harus lebih mendekatkan diri kepada Allah, untuk mencari jalan ke luar atas masalah ini, sebelum semuanya terlambat ," ucap Akmal lagi di dalam hatinya.
Supaya semua orang tidak merasa curiga kepadanya, akhirnya, Akmal pun memutuskan pergi ke supermarket juga, untuk membeli beberapa minuman dan camilan untuk mereka semua.
Selesai membeli barang yang dia butuhkan, Akmal pun langsung kembali ke dalam rumah sakit lagi untuk menunggu sang Kakak selesai di 0p3r451.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...