IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
PENILAIAN HAMZAH


__ADS_3

Mobil yang Akmal dan Hamzah kendarai, akhirnya sampai juga di rumah sakit tempat Mirza sedang dirawat.


Setelah mereka memarkirkan mobilnya, mereka berempat lalu ke luar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Ketika baru setengah perjalanan, dan hampir saja masuk ke dalam lift, tiba-tiba ponsel milik Akmal berdering cukup kencang.


Akmal tentu saja menghentikan langkah kakinya, untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya.


Langkah kaki Akmal yang terhenti, membuat Cyra, Hamzah dan juga Misha ikut berhenti juga.


" Sebentar ya ," kata Akmal kepada semua orang, dan semua orang hanya mengangguk saja kepada Akmal.


Ternyata yang sedang menelpon Akmal adalah Aalifa.


" Halo, Assalamu'alaikum Aalifa ," salam dari Akmal.


" Wa'alaikumussalam Kak, Kakak ada di mana,? ko di rumah tidak ada orang sama sekali?? ," tanya Aalifa.


" Memangnya kamu ada di mana sekarang Aalifa?? ," tanya balik dari Akmal.


Dan pembicaraan mereka berdua didengar jelas oleh Cyra, Hamzah, dan juga Misha, karena Akmal mengangkat telepon masih berdiri diantara mereka bertiga.


" Di rumah Kakak, kejutan ," jawab Aalifa dengan ceria.


Akmal sedikit terkejut ketika mendengar jawabannya Aalifa, yang mengatakan jika dia sedang berada di rumahnya.


" Kakak tidak ada di rumah Aalifa, semua orang tidak ada di rumah ," kata Akmal.


" Di rumah cuma ada bibi dan para satpam saja ," kata Akmal lagi.


" Lalu kalian semua ada di mana?? ," tanya Aalifa.


" Ada di rumah sakit, Kak Mirza sedang sakit ," jawab Akmal.


" Astaghfirullah ," kata Aalifa terkejut.


" Bolehkah Aalifa ke sana sekarang Kak?? ," tanya Aalifa lagi.


" Boleh, datanglah ke sini saja ," jawab Akmal, dan lalu Akmal menyebutkan alamat rumah sakit tempat Mirza sedang dirawat.


" Baiklah, tunggu Aalifa kalau begitu Kak ," kata Aalifa.


" Iya ," jawab Akmal.


" Assalamu'alaikum ," salam dari Aalifa.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Akmal, dan akhirnya sambungan teleponnya terputus.


" Ayo, kita masuk ke dalam lift ," kata Akmal sambil mengantongi kembali ponselnya.


Akmal, Hamzah, Misha dan juga Cyra, saat ini sudah masuk ke dalam lift, untuk menuju ke ruang perawatannya Mirza.


" Apakah Aalifa akan ke sini Akmal?? ," tanya Hamzah.

__ADS_1


" Iya, dia akan ke sini ," jawab Akmal.


" Bukankah rumahnya jauh ya dari sini, ko dia ada di sini, Kak?? ," tanya Misha.


" Katanya tadi dia sedang pergi, entah kenapa ko tahu-tahu sudah ada di rumah ," jawab Akmal.


" Oh, Misha tahu, Nona Aalifa mau memberikan kejutan kepada Kakak dengan kedatangannya ," kata Misha, dan Akmal hanya mengangkat ke dua bahunya saja sambil tersenyum tipis.


Sedangkan Cyra, hanya diam saja daritadi sambil mendengarkan pembicaraan mereka bertiga.


Akhirnya, lift yang mereka naiki, sampai juga di lantai ruang perawatannya Mirza berada.


Mereka berempat langsung saja menuju ke ruang perawatan Mirza, sesampainya di depan pintu ruang perawatan, Akmal yang mencoba membuka pintunya, sambil mengucapkan salam dan diikuti oleh yang lainnya.


Abi Rasyid dan Umma Nada yang menjaga Mirza, langsung saja menjawab salam dari mereka berempat.


" Eh, ada Nak Hamzah dan Nak Misha juga ," kata Umma Nada.


" Iya Umma ," jawab Misha.


" Ko kalian bisa bersama Cyra dan Akmal?? ," tanya Abi Rasyid kepada Hamzah.


" Tadi tidak sengaja bertemu di Cafe, Abi ," jawab Hamzah.


Misha dan Hamzah tidak lupa, menyalami tangan Abi Rasyid dan Umma Nada sebagai tanda kesopanan di dalam islam dan di Indonesia.


" Masyaallah ," kata Umma Nada.


Misha langsung saling pandang dengan Hamzah sambil tersenyum manis.


" Iya Umma, Alhamdulillah Misha sudah menyusul Cyra ," jawab Misha sambil tersenyum.


" Masyaallah, berapa bulan Misha, kamu ko tidak cerita kepadaku ," kata Cyra


" Baru jalan tiga bulan Cyra, lebih tepatnya sepuluh minggu ," jawab Misha.


" Alhamdulillah ," kata Umma Nada.


" Sehat-sehat ya Misha, aku ikut senang mendengarnya ," kata Cyra sambil memeluk Misha.


" Iya kamu juga ya, sehat dan kuat selalu, harus tegar, karena Cyra yang aku kenal orangnya kuat ," kata Misha kepada Cyra.


Cyra mengangguk sambil meneteskan air matanya, sedangkan Akmal langsung memberikan kata selamat kepada sang sahabat, yaitu Hamzah.


" Sebentar lagi kamu nih Akmal ," goda Hamzah.


" Aku masih lama Ham ," jawab Akmal.


" Jika kita sebagai laki-laki di suruh menunggu, sedangkan umur kita sudah tidak ada waktu untuk menunggu lagi, lebih baik aku cari wanita lain saja Mal ," kata Hamzah.


" Di dunia ini wanita tidak cuma satu saja, jadi kenapa harus menunggu, sedangkan kita bisa mendapatkan wanita yang langsung mau menikah dengan kita ," kata Hamzah lagi.


" Benar begitu kan Abi Rasyid ," kata Hamzah kepada Abi Rasyid.

__ADS_1


" Jika sudah ada kesepakatan berdua, antara si laki-laki dan si perempuan, serta mereka berdua juga tidak saling mempermasalahkan, ya tidak masalah Nak, akan tetapi jika laki-laki sudah tidak sabar ingin segera menikah dan menghindari fitnah, lebih baik cari wanita lain saja ," jawab Abi Rasyid.


" Jadi di sini kembali lagi kepada Nak Akmal, apakah dia terburu-buru ingin menikah, atau tidak?? ," kata Abi Rasyid, dan pandangan semua orang lalu teralihkan kepada Akmal.


Akmal menjadi bingung sendiri mendengar perkataan dari Abi Rasyid, karena sejujurnya dia sudah ingin menikah dan mempunyai anak, karena usianya juga sudah tidak bisa terbilang muda lagi.


Akan tetapi, jika dia membatalkan pertunangannya dengan Aalifa, dirinya tidak tahu akan bersama wanita yang mana lagi.


Sedangkan dirinya saja sangat susah sekali jatuh cinta dengan seorang wanita, terlebih lagi, Akmal sangat susah merasa klop atau cocok dengan seorang wanita.


Dengan Aalifa saja, Akmal masih butuh waktu lagi untuk merasa benar-benar cocok sekali, walau dia sudah ada rasa kecocokan dengannya.


Rasa tegang yang dirasakan oleh Akmal, akhirnya teralihkan, karena suara ketukan pintu ruang perawatannya Mirza.


Akmal langsung bergegas membukakan pintunya, yang ternyata itu adalah Aalifa yang baru saja sampai di rumah sakit.


" Ayo masuk Aalifa ," kata Akmal.


Aalifa langsung mengucapkan salam, dan salamnya langsung di jawab serempak oleh semua orang yang ada di situ.


Semua orang langsung saling pandang satu sama lainnya, karena orang yang baru saja mereka bicarakan, sekarang sdah ada dihadapan mereka semua.


" Ko tidak ada Mama, sama Ayah, Kak?? ," tanya Aalifa kepada Akmal.


" Ayah sama Mama belum pulang dari Desa ," jawab Akmal.


Aalifa hanya mengangguk saja, dan dia lalu berjalan mendekati Cyra yang sedang duduk di kursi samping ranjang pasien.


" Kak Cyra ," kata Aalifa.


" Yang sabar dan tabah ya Kak, Aalifa turut sedih dengan apa yang di alami oleh Kak Mirza ," kata Aalifa lagi.


" Terimakasih ya Nona Aalifa ," jawab Cyra.


" Sama-sama Kak ," kata Aalifa.


" Oh ya Kak Akmal, Aalifa sudah menghubungi Papa dan Mama, mereka sepertinya besok akan ke sini menjenguk Kak Mirza, boleh kan Kak Cyra?? ," kata Aalifa kepada Akmal dan Cyra.


" Boleh, tentu saja boleh ko ," jawab Cyra.


" Terimakasih ya Kak ," kata Aalifa.


" Sama-sama ," jawab Cyra sambil mengangguk.


Aalifa lalu duduk bergabung dengan yang lainnya yang ada di situ, mereka berbincang santai, dan Hamzah melihat jika di mata Akmal seperti ada yang berbeda.


Mata Akmal menatap Aalifa tidak seperti matanya ketika menatap Cyra, itulah penilaian Hamzah untuk Akmal.


Karena baru sekarang, Hamzah bisa bertemu bahkan berbincang lama dengan Aalifa, sang calon istrinya Akmal.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2