
Mirza yang sudah berada di depan kamar Akmal, langsung saja mengetuk pintunya dengan pelan.
" Akmal ," kata Mirza sambil mengetuk pintunya.
" Iya ," jawab Akmal dari dalam kamar.
Akmal yang sudah membuka pintunya pun sedikit terkejut, ketika ternyata sang Kakak yang ada di depan kamarnya.
" Boleh Kakak masuk?? ," tanya Mirza.
" Iya boleh, silahkan Kak ," jawab Akmal.
Mirza lalu masuk ke dalam kamar Akmal, dan dia memilih duduk di pinggir ranjang.
" Ada apa Kak?? ," tanya Akmal yang ikut duduk di samping sang Kakak.
" Boleh Kakak minta tolong kepadamu?? ," tanya Mirza.
" Boleh, memangnya Kakak mau minta tolong apa?? ," tanya balik dari Akmal.
" Tolong sekarang antarkan Cyra untuk datang ke rumah Kalila ya ," jawab Mirza.
Deg!!
Jantung Akmal seperti berhenti dari detakannya, ketika mendengar permintaan dari sang Kakak. Dan bagaimana dia bisa melupakan Cyra, jika keadaan terus-terusan memaksanya berdekatan dengan Cyra.
" Memangnya, kenapa bukan Kakak sendiri yang mengantarkan Cyra?? ,'' tanya Akmal mencoba bersikap tenang.
" Kepala Kakak pusing Akmal, dan semakin ke sini semakin pusing saja ," jawab Mirza.
" Iya, wajah Kakak terlihat sedikit pucat ," kata Akmal.
" Ayo Akmal antar periksa ke Dokter, Kak ," kata Akmal merasa sangat khawatir.
" Tidak, Kakak cuma butuh istirahat saja, insyaallah besok sudah lebih baik ," jawab Mirza.
" Apakah Cyra mau, jika Akmal yang mengantarnya?? ," tanya Akmal.
" Dia mau, Kakak beralasan kepadanya jika Kakak sedang ada banyak pekerjaan mendadak ," jawab Mirza.
" Kakak lebih percaya kamu daripada sopir Akmal ," kata Mirza lagi.
" Memangnya di rumah Kalila ada acara apa Kak,? ko Cyra harus datang malam-malam begini?? ," tanya Akmal lagi.
" Katanya malam ini, Kalila sedang bertunangan dengan seorang laki-laki, karena dijodohkan oleh Bapaknya ," jawab Mirza.
" Hah!! ," Akmal tentu saja merasa sangat terkejut sekali, sebab setahunya jika Kalila saat ini sedang dekat dengan Abraham.
__ADS_1
" Sudah cepat bersiap-siap, istri Kakak sudah siap daritadi, nanti kalau datang terlambat kan tidak enak sama Tuan rumah ," kata Mirza menyadarkan Akmal yang sedang melamun.
" Eh, iya Kak ," jawab Akmal.
" Kakak ke luar dulu ya, dan tolong kamu jangan kasih tahu Cyra, tentang kondisi Kakak yang kurang fit malam ini ," kata Mirza.
" Baiklah Kak ," jawab Akmal pasrah.
Akhirnya, Mirza pun lalu ke luar dari dalam kamar Akmal menuju ke dalam kamarnya sendiri.
Di dalam kamar, dia melihat sang istri sudah dandan cantik dengan niqob yang senada dengan warna bajunya, dan jangan lupakan matanya yang teduh yang mampu membuat Mirza semakin jatuh cinta saja.
Singkat cerita, Akmal dan Cyra saat ini sudah berada di dalam mobil untuk segera menuju ke rumah Kalila.
Walau mereka cuma berdua saja, Mirza sangat percaya dengan sang istri maupun adik kandungnya itu, jika mereka tidak akan merusak kepercayaannya.
Cyra duduk di kursi belakang seperti biasanya, karena dia merasa lebih nyaman saja, dan juga untuk menghindari fitnah.
Akmal menjadi grogi sendiri, setelah sekian lamanya tidak pernah berada di dalam satu mobil dengan Cyra.
Tidak ada pembicaraan berarti antara Cyra dan Akmal, hingga akhirnya mobil yang Akmal kendarai sampai juga di rumah mewah milik Kalila.
Kedatangan Cyra dan Akmal disambut ramah oleh Keluarga Kalila, karena mereka semua tahu, jika Cyra ini sahabat baiknya Kalila.
" Ayo Nak Cyra, ajak suaminya masuk juga ke sini ," kata Pak Hazin dan Fayruz kepada Cyra.
Akmal dan Cyra langsung saling pandang, ketika mereka selalu dikira sebagai sepasang suami istri.
" Astaghfirullah, maafkan saya Nak, saya tidak tahu ," kata Pak Hazin.
Akmal dan Cyra hanya tersenyum saja menanggapi perkataannya Pak Hazin.
" Ternyata Pak Dosen toh ," kata Pak Hazin lagi.
" Lalu di mana suami kamu Nak Cyra?? ," tanya Pak Hazin kepada Cyra.
" Suami Cyra sedang ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa ditunda Pak, jadi saya diantarkan sama Kak Akmal ," jawab Cyra.
" Ko Kak,? katanya dia, kamu Kakak iparnya?? ," nah kan Pak Hazin kebingungan sendiri.
" Iya, dia memang adik ipar saya Pak, tapi saya tidak bisa memanggilnya dengan panggilan nama saja, terlebih lagi dia mantan Dosen saya Pak ," jawab Cyra.
" Masyaallah begitu toh ceritanya, dunia ini memang sangat sempit sekali ya, ayo mari masuk-masuk ," jawab Pak Hazin.
" Emm, jika boleh tahu, Kalila ada di mana ya Pak?? ," tanya Cyra.
" Dia ada di dalam kamarnya, bersama Dahlia ," jawab Pak Hazin.
__ADS_1
" Bolehkah Cyra ke sana Pak?? ," tanya Cyra lagi.
" Oh silahkan Nak ," jawab Pak Hazin.
Akhirnya, Cyra pun berlalu masuk menuju ke dalam kamar Kalila, sedangkan Akmal lalu duduk di ruang tamu, ikut menunggu kedatangan Abraham sekeluarga bersama Keluarga besarnya Kalila.
Tidak lama, rombongan Keluarga besarnya Abraham pun sampai juga di rumah Kalila, dan Abraham sangat terkejut sekali melihat Akmal ada dibarisan Keluarga besarnya Kalila.
" Ko kamu ada di sini Akmal?? ," tanya Abraham.
" Iya, saya disuruh mengantarkan Cyra ke sini ," jawab Akmal.
Perbincangan mereka terhenti, karena Abraham harus segera duduk di tempat yang sudah disediakan.
Kalila yang sudah tidak sabar ingin segera melihat wajah sang sang calon suaminya pun, dia menjadi semakin berdebar saja ketika rombongan keluarga Abraham sudah sampai di rumahnya.
" Tenang Kalila, semuanya akan baik-baik saja ," kata Cyra.
Kalila hanya mengangguk saja, dan sebelum berjalan ke luar menuju ke ruang tamu, Cyra menyuruh Kalila untuk mengatur nafasnya dengan baik, supaya dia semakin tenang.
Akhirnya, Kalila, Cyra dan juga Dahlia, sampai juga di ruang tamu, dan ketika mata Kalila melihat Abraham duduk diantara semua orang yang ada di situ, dia langsung sangat terkejut sekali.
" Kak Abraham, ko?? ," kata Kalila sambil menunjuk Abraham.
" Kejutan Kalila, dan semua ini permintaan dari Bapak kamu ," jawab Abraham sambil tersenyum.
Kalila lalu mengalihkan pandangannya ke arah sang Bapak, dan Pak Hazin langsung tersenyum sangat lebar sekali kepada Kalila.
Wajah yang tadinya murung, sekarang sudah tidak terlihat lagi di wajah Kalila.
Malam ini Kalila benar-benar merasa sangat bahagia sekali, karena keinginannya ingin bertunangan dengan Abraham akhirnya terwujud juga.
Cyra sebagai sang sahabat, yang mengetahui cerita sebenarnya, juga merasa terharu dan ikut senang, jika pada akhirnya sang sahabat bisa bertunangan dengan laki-laki yang dicintainya.
Acara pertunangan Kalila dan Abraham berjalan dengan sangat lancar sekali, dan yang diundang oleh Kalila cuma Cyra seorang, serta yang tahu jika dirinya malam ini bertunangan dengan Abraham pun juga Cyra saja.
Sebab acara lamarannya sangat mendadak dan tidak direncanakannya sama sekali.
Selesai acara pertunangan itu, sekitar pukul sepuluh malam, Cyra dan Akmal akhirnya berpamitan pulang kepada Keluarga besarnya Kalila, ketika rombongan Keluarga Abraham sudah pada pulang sebelumnya.
Selama diperjalanan, masih sama seperti tadi, tidak ada pembicaraan sama sekali antara Akmal dan Cyra.
Namun, tiba-tiba Akmal menanyakan sesuatu kepada Cyra, hingga membuat Cyra menjadi sangat terkejut sekali.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Mau tahu, apa yang ditanyakan Akmal kepada Cyra, yuk coba tebak🤭.
__ADS_1
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
...***TBC***...