
Jika itu pengalaman pertama dari Hamzah bisa berbincang dengan Aalifa, begitu pula dengan Umma Nada dan Abi Rasyid, karena mereka juga baru pertama kali melihat calon istrinya Akmal.
Sebab sebelumnya, Abi Rasyid dan Umma Nada cuma tahu saja, jika Akmal sudah bertunangan dengan seseorang, akan tetapi, mereka belum pernah melihat wajah dari sang calon mempelai perempuan.
" Nak Aalifa ini orangnya cantik juga ya, dan insyaallah sholehah ," puji Umma Nada kepada Aalifa.
" Alhamdulillah, Tante bisa saja ," jawab Aalifa malu-malu sambil melirik ke arah Akmal.
Akmal biasa saja ketika Aalifa dipuji seperti itu oleh Umma Nada, dan itu dilihat jelas di mata Hamzah.
Sebab sesama laki-laki, pasti Hamzah sangat tahu sekali, condong ke mana perasaan Akmal saat ini.
Cyra tidak ikut duduk bergabung dengan mereka semua, karena dia lebih memilih menyendiri duduk di samping brankar sang suami, sambil membaca al-qur'an kecil yang selalu dibawanya di dalam tasnya.
Bahkan, Hamzah melihat sendiri, jika Akmal lebih sibuk memperhatikan Cyra dan melirik ke arah Cyra terus, ketimbang ke Aalifa, yang jelas-jelas calon istrinya.
" Jangan panggil Tante dong ," kata Umma Nada.
" Panggil Umma Nada seperti yang lainnya ," kata Umma lagi.
" Baik Umma ," jawab Aalifa.
" Emm, secantik-cantiknya Aalifa, masih cantikan Kak Cyra ko Umma, benar kan Umma ," kata Aalifa lagi, dan semua orang reflek melihat ke arah Cyra yang masih mengaji.
" Benar sekali Nona Aalifa, eh, ngomong-ngomong Nona Aalifa ko bisa tahu, jika Cyra cantik dari siapa?? ," kata Misha.
" Kan Aalifa pernah melihat sendiri Nona, ketika Kak Cyra menumpang sholat isya' di rumah pas waktu lamaran kemarin ," jawab Aalifa.
" Masyaallah, eh sudah jangan diteruskan, di sini ada laki-laki yang bukan mahramnya ," tegur Umma Nada, dan semua orang reflek langsung melihat ke arah Hamzah dan juga Akmal.
Hamzah yang dilihat oleh semua orang, dia langsung berkata sesuatu.
" Kenapa kalian semua melihat ke arah saya, insyaallah saya setia cuma sama dia ," kata Hamzah sambil merangkul pundak Misha.
" Alhamdulillah ," kata Abi Rasyid sambil tersenyum.
Perkataan Hamzah, membuat Umma Nada dan Abi Rasyid tersenyum menggoda, dan hal itu membuat Hamzah merasa malu sendiri.
Namun berbeda dengan Akmal, yang masih asik memandang ke arah Cyra yang sedang sibuk mengaji, tanpa mempedulikan jika ada banyak orang di sekitarnya.
" Mal, sust!! ," panggil Hamzah sambil menyenggol pundaknya.
" Eh, iya Ham, ada apa?? ," tanya Akmal.
__ADS_1
Hamzah menkode Akmal, jika semua orang sedang memperhatikannya, dan tatapannya yang mengagumi Cyra tadi, dilihat dan diketahui oleh semua orang.
Hati Aalifa ada rasa sedikit cemburu melihat tatapannya Akmal tadi untuk Cyra, karena jika sedang bersama dirinya saja, Akmal tidak pernah menatapnya seperti itu.
" Eh, emm, kenapa kalian semua melihat ke arahku?? ," kata Akmal merasa malu.
Rasa malu yang di rasakan oleh Akmal teralihkan, karena suara adzan maghrib berkumandang dari dalam ponselnya Abi Rasyid.
" Eh, sudah maghrib ternyata, masyaallah cepat sekali ," kata Abi Rasyid.
" Ayo bagi yang laki-laki kita ke masjid depan dulu ," kata Abi Rasyid lagi.
" Iya Abi ," jawab Hamzah dan Akmal secara bersamaan.
" Kak Akmal ," panggil Cyra dengan tiba-tiba.
" Eh, iya Cyra ," jawab Akmal, dan interaksi antara Akmal dan Cyra, diperhatikan sangat serius sekali oleh Aalifa.
" Kak, Cyra boleh minta tolong tidak?? ," tanya Cyra.
" Minta tolong apa Cyra,? pasti boleh dong ," jawab Akmal sambil tersenyum.
Lupakah Akmal, jika ada Aalifa di situ yang sedang memperhatikannya, karena sikap yang dia tunjukkan kepada Cyra, begitu terlihat, jika dirinya sangat perhatian sekali kepada Cyra.
Begitupun dengan Aalifa, yang merasa sikap Akmal sedikit berlebihan untuk Cyra, yang harusnya dia hormati sebagai Kakak iparnya.
Cyra tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecilnya, yang ternyata sebuah kunci mobil.
" Ini tolong ambilkan mukenanya Cyra ya Kak, ada di dalam mobilnya Kak Mirza ," kata Cyra sambil menyerahkan kunci mobil.
" Iya, baiklah ," jawab Akmal sambil tersenyum.
" Terimakasih Kak ," kata Cyra lagi.
" Sama-sama ," jawab Akmal.
Setelahnya, Akmal, Abi Rasyid dan Hamzah, lalu ke luar dari dalam ruang perawatan, menuju ke masjid yang ada di depan.
Sedangkan bagi yang perempuan, mereka menunaikan sholat maghrib di dalam ruangan, secara bergantian.
" Kak Cyra, Aalifa juga bawa mukena, apakah mau pinjam dulu, takutnya kelamaan jika menunggu Kak Akmal ," kata Aalifa.
" Eh, boleh deh Nona Aalifa ," jawab Cyra.
__ADS_1
Aalifa hanya mengangguk saja, dan Cyra pun lalu melepaskan niqob yang dipakainya, karena di situ cuma ada perempuan saja.
Baru saja melepaskan niqobnya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dari luar dan masuklah Akmal yang ingin mengambil ponselnya yang ketinggalan.
Bak adegan di film bollywood, Akmal dan Cyra saling menatap untuk beberapa detik lamanya, hingga Cyra yang tersadar duluan, langsung memalingkan mukanya, sambil berbalik badan.
" Emm, maaf, aku cuma mau mengambil ponselku yang tertinggal ," kata Akmal sambil mengambil ponselnya di atas meja.
Setelahnya, Akmal langsung berlalu ke luar dari situ, sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Karena sebenarnya, jantung Akmal seakan mau ke luar dari tempatnya, ketika tidak sengaja melihat wajah Cyra yang benar-benar sangat cantik seperti kata orang-orang.
Begitu pula dengan Cyra, dia sangat terkejut sekali melihat Akmal tiba-tiba masuk kembali ke dalam ruang perawatan.
Akan tetapi mau disesali pun, semua sudah terjadi, jadi sikap yang bisa Cyra lakukan, cuma menerima dan berpura-pura jika tidak terjadi apa-apa.
Sepanjang perjalanan menuju ke masjid, pikiran Akmal malah tertuju ke wajah Cyra terus, hingga tanpa dia sadari, langkah kakinya sudah menuntunnya menuju ke tempat wudhu laki-laki.
Ketika sedang menunaikan sholat maghrib pun, Akmal sedikit tidak fokus, karena terbayang wajahnya Cyra terus, tapi Akmal berusaha fokus dan tenang, untuk menunaikan sholatnya dengan menghilangkan bayang-bayang Cyra di ingatannya.
Selesai sholat maghrib, Abi Rasyid dan Hamzah, memilih berjalan ke ruang perawatan terlebih dahulu, sedangkan Akmal akan ke parkiran sebentar, untuk mengambilkan mukena milik Cyra yang ada di dalam mobil.
Akmal tersenyum sendiri, ketika mengambil mukena milik Cyra, yang mempunyai aroma khas, seperti jika berdekatan dengan yang punya.
Akmal-Akmal, sadar dong, ada Aalifa di situ, jangan membuatnya merasa curiga kepadamu, dan cemburu dengan Cyra.
Bagi readers yang melihat Akmal, tolong dong sadarkan dia, kalau perlu rebutlah hatinya, supaya bisa berpaling dari Cyra, hehe🤭.
Akmal terus berjalan, hingga akhirnya, dia sampai juga di ruang perawatannya Mirza, dan para wanita yang ada di situ juga sudah selesai menunaikan sholat maghrib tadi.
" Cyra, ini mukena kamu ," kata Akmal sambil menyembunyikan perasaan geroginya.
" Iya Kak, terimakasih ," jawab Cyra sambil mengangguk.
Akmal hanya mengangguk dan tersenyum tipis saja, karena jantungnya sedang tidak bisa dikondisikan dengan normal.
Sudah berpuasa senin dan kamis, selama tiga bulan lamanya, sepertinya langsung gugur dalam satu hari, karena tadi tidak sengaja melihat wajah cantiknya Cyra yang selama ini tidak pernah dilihatnya.
...❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️...
Hadeuuhh🤦.
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
__ADS_1
...***TBC***...