IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
RENCANA PERNIKAHAN


__ADS_3

Sesampainya di dalam ruang perawatan Mirza, yang bertanya lebih dulu kepada para Dokter adalah Ayah Rafiq.


" Dokter, bagaimana keadaan dari anak saya?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Tuan Mirza mengalami kanker otak stadium akhir Tuan, dan setelah tadi kami melakukan pemeriksaan, kami sudah bisa menyimpulkan untuk melakukan pengobatan dengan 0p3r451, kemoterapi, radioterapi dan juga obat-obatan Tuan ," jawab salah satu Dokter.


" Memang cukup banyak prosedur pengobatan yang harus Tuan Mirza lakukan Tuan, dan lamanya pengobatan tersebut, tergantung kanker yang diderita oleh Tuan Mirza ," jelas Dokter yang satunya.


" Karena kanker otak yang menyerang Tuan Mirza, sudah menyebar ke seluruh saluran otak, bahkan sudah menyebar hingga ke tulang belakangnya Tuan ," jelas Dokter yang satunya lagi.


" Walau kami sudah berusaha membantunya, sebagai umat muslim, patutlah kita berdoa dan memasrahkan diri untuk meminta kesembuhan dari-NYA ," kata Dokter yang pertama.


" Dokter benar sekali ," jawab Ayah Rafiq.


" Berapapun biayanya, akan saya bayar, tolong lakukan yang terbaik untuk membantu penyembuhan anak saya Dokter ," kata Ayah Rafiq.


" Baik Tuan ," jawab salah satu Dokter sambil mengangguk.


" Kami berencana akan melakukan 0p3r451 besok Tuan, dan nanti setelah jam dua siang, anda sudah tidak boleh makan lagi ya Tuan, harus berpuasa ," kata Dokter yang satunya kepada Mirza.


" Baik Dokter ," jawab Mirza.


" Kalau begitu, kami permisi dulu Tuan, Nyonya, karena ada pasien lainnya yang harus kami cek juga ," pamit perwakilan Dokter.


" Iya Dokter, terimakasih ," jawab salah satu orang, dan yang lainnya cuma mengangguk sambil tersenyum saja.


Setelahnya, para tenaga medis itu, berlalu pergi dari dalam ruang perawatan Mirza.


" Nak, kamu pasti sembuh, lihatlah, anak kamu sebentar lagi akan lahir ke dunia, kamu harus semangat ya ," kata Mama Jian.


" Iya Ma ," jawab Mirza sambil tersenyum.


" Yang ikhlas ya Nak, karena jika ikhlas, insyaallah, Allah akan meringankan bebanmu saat ini, dan jika Allah Ridho terhadapmu, apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin ," kata Umma Nada.


" Semoga Allah segera mengangkat semua penyakit yang kamu rasakan saat ini ya Nak ," kata Umma Nada lagi, dan perkataan dari Umma Nada langsung di aamiinkan oleh semua orang.


Ketika mereka semua sedang berbincang dan memberikan semangat untuk Mirza, tiba-tiba telinga mereka semua mendengar pintu ruang perawatan Mirza di ketuk dari luar.


Orang yang berinisiatif membukakan pintunya adalah Akmal.


Di saat sudah dibuka oleh Akmal, ternyata yang datang adalah ke dua calon mertuanya, yaitu Pak Ismail dan juga Mama Atika.


" Eh, Pa, Ma, kalian sudah datang, ayo mari, silahkan masuk ," kata Akmal.

__ADS_1


Pak Ismail dan Mama Atika langsung mengucapkan salam sambil melangkah masuk ke dalam ruang perawatan tersebut.


Ayah Rafiq, Mama Jian, dan juga Umma Nada langsung menyalami dan menyapa tamu mereka dengan ramah.


Begitupula dengan Cyra yang ikut menyapa calon ke dua mertuanya Akmal, sedangkan Mirza hanya tersenyum ramah saja kepada mereka.


Aalifa begitu senang, ketika melihat kedatangan dari ke dua orang tuanya.


" Ayo mari silahkan duduk Pak Ismail, Ibu Atika ," kata Ayah Rafiq.


Mereka semua, kecuali Cyra, langsung pada duduk di sofa, untuk berbincang bersama ke dua tamu mereka.


" Bagaimana perjalanan anda Pak Ismail, lancar kan?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Alhamdulillah lancar Pak Rafiq ," jawab Pak Ismail.


" Alhamdulillah ," jawab serempak dari semua orang.


" Kemarin, ketika mendapatkan telepon dari Aalifa, kami begitu sangat terkejut sekali, dan kami berdua berdoa, semoga Nak Mirza cepat sembuh dan diangkat penyakitnya oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala ," kata Pak Ismail.


" Aamiin ," jawab semua orang.


" Oh ya, ngomong-ngomong, Nak Mirza ini sakit apa ya Pak Rafiq?? ," tanya Pak Ismail.


" Mirza terkena kanker otak stadium akhir Pak ," jawab Ayah Rafiq dengan lirih.


" Astaghfirullah ," ucap Pak Ismail dan Mama Atika secara bersamaan.


Pak Ismail dan Mama Atika benar-benar merasa terkejut sekali, mendengar jawaban tentang penyakitnya Mirza dari Ayah Rafiq.


" Ka-kanker otak Pak?? ," kata Pak Ismail.


" Iya, dan besok Mirza harus segera melakukan 0p3r451 dan serangkaian pengobatan ," jawab Ayah Rafiq.


" Astaghfirullah, sungguh berat sekali cobaan yang Nak Mirza hadapi ," kata Mama Atika.


" Oleh karena itu, Pak, Bu, ada permintaan dari Mirza yang harus kami sampaikan kepada kalian berdua terutama Aalifa ," kata Ayah Rafiq lagi, sedangkan yang lainnya memilih diam mendengarkan.


" Iya Pak, katakanlah, kami akan mendengarkannya ," jawab Pak Ismail.


" Mirza ingin pernikahannya Akmal dan Nak Aalifa dipercepat, tidak perlu menunggu satu tahun lagi, karena Mirza sudah sangat ingin menyaksikan Akmal dan Aalifa menikah sebelum ..... ," Ayah Rafiq tidak bisa melanjutkan perkataannya.


" Saya mengerti Pak, bagaimana Aalifa?? ," kata Pak Ismail.

__ADS_1


Aalifa sedikit bingung harus menjawab apa,? karena sejujurnya menikah dengan Akmal adalah salah satu impiannya.


Namun, karena pekerjaannya yang masih menumpuk banyak, dia terpaksa harus menunda keinginannya tersebut.


" Aalifa, bagaimana Nak?? ," tanya Mama Atika menyadarkan Aalifa yang sedang melamun.


Semua orang sedang memandang ke arahnya, dan Aalifa menjadi salah tingkah sendiri.


" Emm, baiklah, Aalifa mau, Ayah, Papa, Mama ," jawab Aalifa.


" Tapi jangan dalam waktu dekat ini, sekitar dua atau tiga bulan lagi, bagaimana Yah ," kata Aalifa lagi.


" Karena bulan depan sudah ada empat client yang memakai jasa W.O di tempat saya ," jelas Aalifa.


" Kalau belum bisa ramai-ramai, ijab kabul saja dulu, baru resepsinya belakangan ," saran Umma Nada.


" Jika sudah ada ke dua mempelai, wali, saksi dan semua syarat-syaratnya sudah terpenuhi, ya semuanya sah ," kata Umma Nada lagi.


" Boleh juga sarannya Bu, bagaimana Aalifa?? ," kata Pak Ismail.


" Kalau Kak Akmal sendiri bagaimana?? ," Aalifa malah bertanya kepada Akmal yang daritadi hanya diam saja.


" Kalau Kakak menurut saja apa kata Mama, Ayah dan juga Kak Mirza, Aalifa ," jawab Akmal.


" Hmm, sangat penurut sekali ," kata Aalifa di dalam hatinya.


" Baiklah, Aalifa setuju ," jawab Aalifa.


" Kalau begitu dua bulan lagi saja ya Ayah, insyaallah Aalifa bisa, jika cuma ijab kabul saja ," kata Aalifa lagi.


Akmal pikirannya fokus ke pembicaraan, tapi raganya malah daritadi asik melirik ke arah Cyra yang sedang berbincang mesra dengan Mirza.


" Bagaimana denganmu Akmal, apakah kamu juga setuju dengan usul Nak Aalifa?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Eh, iya Ayah, setuju, Akmal setuju saja ," jawab Akmal merasa terkejut.


Mereka lalu, berbincang santai antara satu Keluarga, sedangkan Akmal tiba-tiba memilih beranjak berdiri dan berjalan ke arah sang Kakak dan juga Cyra.


Aalifa begitu sangat memperhatikan sekali, ketika Akmal berbincang dengan Cyra, karena sebagai perempuan, mereka ditakdirkan mempunyai firasat yang sangat kuat sekali tentang pasangannya.


Pikir Aalifa, tidak apa-apa menikah dulu, resepsi belakangan, karena siapa tahu, dengan pernikahan itu, bisa membuat Akmal lebih dekat lagi dengannya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2