IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
TIDAK COCOK


__ADS_3

Akmal dan Mutiara mencoba mengobrol, diselingi dengan Abraham yang ikut menyahut


Namun, dari obrolan tersebut, bisa terlihat sekali yang sangat antusias adalah Mutiara, sedangkan Akmal hanya biasa saja.


" Kalian berdua kaku sekali mengobrolnya ," kata Abraham.


" Iya nih Kak, Kak Akmalnya saja daritadi hanya diam saja jika tidak ditanya ," jawab Mutiara.


" Maafkan aku, beginilah aku, Mutiara ," jawab Akmal.


" Iya tidak apa-apa, ko Kak ," jawab Mutiara.


" Oh ya, kata Kak Abraham, Kak Akmal ini seorang Dosen ya,? Dosen apa?? ," tanya Mutiara.


" Dosen Agama Islam ," jawab singkat dari Akmal.


" Oh ," Mutiara hanya ber oh ria saja.


" Kamu sendiri apa pekerjaannya, selain menjadi model?? ," tanya Akmal.


" Jualan online shop di rumah Kak, jadi jika sedang sepi job, masih ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup ," jawab Mutiara.


" Iya Mal, dia sudah mandiri sejak dulu ," kata Abraham ikut menyahut, dan Akmal hanya mengangguk-angguk saja.


Akhirnya, setelah cukup lama berbincang, Akmal pun berpisah juga dengan Mutiara.


Akmal yang saat ini sedang berada di perjalanan pulang menuju ke rumah, sambil menyetir, dia pun sambil memikirkan Mutiara.


" Mutiara itu cantik, ya standar lah masih bisa dibilang cantik, tapi ..... ," kata Akmal berbicara sendiri.


" Hanya saja kenapa hatiku tidak merasa klik dengan dia ," kata Akmal lagi.


" Apa karena aku baru pertama kali bertemu dengannya ya?? ," kata Akmal bertanda tanya sendiri.


" Selama beberapa hari ini berkomunikasi melalui pesan dengannya, dia nyambung-nyambung saja jika diajak mengobrol, tapi tetap saja kenapa aku tidak tertarik meneruskan perkenalan ini ," kata Akmal lagi.


Sedangkan Mutiara, yang saat ini juga sedang berada di dalam mobil bersama Abraham pun mencoba banyak bertanya tentang Akmal.


" Kak, Kak Akmal ganteng sekali ternyata ," kata Mutiara.


" Iya, dia dari dulu memang sudah tampan ," jawab Abraham.


" Dan banyak sekali wanita yang mencoba mendekatinya, tapi dia tidak tertarik sama sekali dengan mereka semua ," kata Abraham lagi, sambil terus mengendarai mobilnya.


" Apakah Kak Akmal tidak pernah jatuh cinta, Kak?? ," tanya Mutiara.


" Pernah, bahkan dia mencintai wanita itu selama empat tahun lamanya hingga sekarang ," jawab Abraham.

__ADS_1


" Jika sekarang dia masih mencintai wanita itu, kenapa dia tidak mencoba menikahinya saja Kak, bukannya malah mengajak berkenalan Mutiara ," kata Mutiara.


" Ada satu hal yang tidak perlu kamu tahu Mutiara ," jawab Abraham.


" Jika kamu bisa membuat Akmal jatuh cinta kepadamu, mintalah dia segera menikahimu, supaya dia bisa segera melupakan wanita yang di cintainya itu ," kata Abraham lagi.


" Apakah Kak Akmal sedang patah hati?? ," tanya Abraham.


" Kakak tidak bisa menjawabnya, karena bukan hak Kakak ," jawab Abraham.


" Baiklah, akan Mutiara coba, siapa sih yang akan melewatkan laki-laki tampan, mapan dan juga sukses seperti Kak Akmal ," kata Mutiara.


Abraham hanya mengangguk saja menanggapi Mutiara.


Beralih ke rumah Ayah Rafiq.


Mobil yang Akmal kendarai, akhirnya sampai juga di rumah Ayah Rafiq. Dan Akmal yang sudah memarkirkan mobilnya di dalam garasi, dia langsung masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung.


Baru saja masuk, Akmal langsung disuguhkan pemandangan antara Mirza dan Cyra, dengan Mirza sedang rebahan beralaskan p4h4 Cyra.


Mereka bercanda, hingga Cyra menunduk merasa gemas dengan Mirza.


Pandangan Cyra dan Mirza teralihkan ke arah Akmal yang baru saja masuk ke dalam rumah, sambil mengucapkan kata salam.


Senyum di wajah Cyra langsung pudar, karena dia mersa malu, namun tidak dengan Mirza yang biasa saja dengan posisi yang masih sama, dan salam dari Akmal langsung di jawab kompak oleh Mirza maupun Cyra.


" Baru pulang Mal?? ," tanya Mirza.


Mirza langsung saja bercanda dengan Cyra lagi, sambil menggelitik perut Cyra.


" Kak Mirza stop, Cyra marah lho, nanti Kak Mirza tidur sendiri ," kata Cyra yang sudah tidak tahan digelitiki.


Akmal yang mendengar suara Cyra, hanya bisa menghela nafasnya, karena bagaimanapun juga dia tidak bisa menghindar dari tontonan seperti itu yang setiap saat dia saksikan di dalam rumah.


" Kalau Kakak tidur sendirian, malam-malam jika kamu sudah tidur, langsung ku paksa, hahahaha ," jawab Mirza menggoda Cyra.


Seperti sudah kebal dengan rasa sakitnya, hingga membuat Akmal sampai tidak tahu bagaimana rasa sakit yang dirasakannya sekarang.


Akmal yang sudah sampai di dalam kamarnya, langsung saja merebahkan badannya di atas ranjang sambil terlentang.


" Huuuuhhh ......... ," Akmal menghela nafasnya.


" Sesak, senang, sedih, sakit, bercampur menjadi satu ," kata Akmal.


" Aku bahagia melihat Kak Mirza bahagia, tapi aku sedih, dan sakit hati, karena dia bahagia bersama dengan wanita yang aku cintai ," kata Akmal lagi.


" Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia ," kata Akmal lagi sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


Karena kisah cintanya yang rumit itu, tanpa sadar Akmal jadi suka mendengarkan lagunya Armada yang berjudul Harusnya, sebab lirik lagunya sangat pas sekali dengan apa yang dirasakan oleh Akmal sekarang.


Sedang santai sambil rebahan, tiba-tiba ponsel milik Akmal bergetar yang menandakan ada pesan masuk. Di saat sudah dilihat oleh Akmal, ternyata yang mengirimkan pesan kepadanya adalah Mutiara.


" Kak, apakah Kakak sudah sampai rumah?? ," pesan dari Mutiara.


" Iya sudah ," balas Akmal tanpa mau tanya balik kepada Mutiara.


" Jangan lupa sholat ya Kak dan jaga kesehatan ," balas Mutiara lagi.


" Iya ," balas super singkat dari Akmal.


" Dia terlalu agresif ," kata Akmal berbicara sendiri.


Iya, memang Akmal tidak menyukai perhatian-perhatian seperti itu dari wanita yang tidak menjadi mahramnya, jadi menurut Akmal, perhatian yang biasa seperti itu menurutnya terlalu lebay, padahal mereka bukan siapa-siapa.


Akmal lalu mencoba menghubungi Abraham, yang masih dalam perjalanan pulang, karena tadi dia baru saja mengantarkan Mutiara pulang ke rumahnya.


" Assalamu'alaikum Mal ," kata Abraham.


" Wa'alaikumussalam Abraham ," jawab Akmal.


" Apakah kamu sudah sampai rumah?? ," tanya Akmal.


" Belum, lagi di jalan, tadi baru saja mengantarkan Mutiara pulang dulu ," jawab Abraham.


" Ada apa memangnya?? ," tanya balik dari Abraham.


" Sepertinya aku tidak bisa meneruskan perkenalan ini dengan Mutiara deh Abraham ," jawab Akmal.


" Kenapa memangnya Mal,? apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui?? ," tanya Abraham lagi.


" Tidak ada, hanya saja aku tidak merasa cocok ketika sudah bertemu dengannya, Abraham ," jawab Akmal.


" Kamu kan baru pertama kali bertemu Mal, apa tidak terlalu cepat kamu menilai Mutiara begitu?? ," kata Abraham.


" Entahlah Abraham, karena hati ini tidak bisa aku bohongi ," jawab Akmal lagi.


" Jadi maafkan aku Abraham ," kata Akmal.


" It's ok aku mengerti, ini soal urusan hati, jadi aku tidak bisa memaksakan ," jawab Abraham.


" Baiklah, aku tutup dulu teleponnya Abraham, Assalamu'alaikum ," kata Akmal.


" Iya, wa'alaikumussalam ," jawab Abraham.


Ada perasaan lega ketika Akmal sudah menceritakan isi hatinya tentang Mutiara kepada Abraham, dan ini artinya Akmal tidak ditakdirkan berjodoh dengan Mutiara.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2