
Baru saja Cyra dan Akmal ingin masuk ke dalam lift, tiba-tiba Cyra menghentikan langkah kakinya, dan hal itu membuat Akmal merasa kebingungan sekali.
" Ada apa Cyra?? ," tanya Akmal.
" Cyra sepertinya tidak bisa ikut sama Kakak ," jawab Cyra.
" Pikiran Cyra tidak tenang Kak, perasaan Cyra tertuju kepada Kak Mirza terus ," kata Cyra lagi.
" Inilah yang dimaksud oleh Abi tadi Cyra ," kata Akmal.
" Kamu saja belum makan, dan jika kamu berada di sana menemani Kak Mirza, yang ada, pikiranmu semakin tidak karuan, dan itu akan berakibat tidak baik untuk buah hati kalian ," nasihat Akmal dengan lembut.
" Di sini yang membutuhkan perhatianmu bukan Kak Mirza saja Cyra, tapi calon buah hatimu juga ," kata Akmal lagi.
Bukan maksud hati Akmal ingin berdua dengan Cyra, hanya saja memang Akmal begitu sangat khawatir dengan calon keponakannya, karena Cyra belum makan dan terlalu banyak pikiran.
Jika sang calon buah hati Cyra dan Mirza kenapa-kenapa, pasti Cyra juga akan merasakan sakitnya, tentu saja Akmal, dan semua orang tidak mau sampai itu terjadi.
Karena pikiran mereka sekarang, sedang tertuju kepada Mirza yang sangat membutuhkan perhatian.
" Jangan kamu dzalim dengannya Cyra, sedangkan dia saja belum melihat dunia ini ," nasihat Akmal lagi.
" Ingat yang dikatakan oleh Rasulullah, jika orang yang berbuat dzalim kepada dirinya atau saudaranya, dia akan mendapatkan balasan di dunia maupun di akherat kelak ," nasihat Akmal.
" QS. Al-Furqan ayat 19 bahwa “ barangsiapa yang berbuat zalim, niscaya akan merasakan azab yang sangat besar.”
" Kezaliman akan mendapatkan laknat berupa dijauhkannya dari kenikmatan-kenikmatan dan rahmat Allah Swt baik di dunia maupun di akhirat. Seperti QS. Ghafir ayat 52 bahwa “(yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk.” ceramah singkat dari Akmal untuk Cyra.
Cyra hanya bisa tertunduk malu dan juga lesu, karena apa yang dikatakan oleh Akmal, itu benar adanya.
Sungguh sangat berdosa sekali, jika Cyra sampai melakukan itu kepada calon buah hatinya yang tidak berdosa dan belum melihat dunia.
Sambil menangis, Cyra pun mengusap perutnya yang sudah buncit itu.
" Maafkan Umi sayang, Umi berdosa kepadamu ," kata Cyra sambil mengusap perutnya.
__ADS_1
" Ampunkan dosa Umi kepada Allah, jangan sampai Allah melakn4t Umi di dunia ini, karena tidak sadar sudah dzalim kepadamu ," kata Cyra lagi sambil menangis.
Akmal mencoba mengusap pundak Cyra untuk memberikan ketenangan.
" Sudah ya, jangan terpuruk lagi, ada Kakak dan ada kita semua yang akan selalu menemanimu dan Kak Mirza ," kata Akmal kepada Cyra.
Cyra hanya tersenyum dan mengangguk saja menanggapi Akmal, hingga akhirnya, Cyra pun mau pergi juga bersama Akmal untuk membeli makanan.
Sedangkan di ruang perawatan Mirza, setelah kepergian dari Cyra dan Akmal tadi, Abi Rasyid mencoba memanggil Dokter supaya segera datang ke ruangan Mirza.
Tidak lama, sekitar beberapa menit kemudian, salah satu Dokter pun datang bersama ke dua asistennya dan masuk ke dalam ruang perawatan Mirza.
" Ada apa Tuan, kenapa anda memanggil kami ke sini?? ," tanya sang Dokter kepada Abi Rasyid.
" Bukankah Tuan Mirza belum sadarkan diri sekarang Tuan?? ," kata sang Dokter lagi.
" Perkenalkan Dokter, saya mertuanya Mirza, dan saya juga seorang Dokter, lebih tepatnya Dokter Bedah Saraf disalah satu rumah sakit yang ada di kota ini ," Abi Rasyid memperkenalkan diri, dan membuat sang Dokter merasa segan kepada Abi Rasyid.
" Tolong bisa jelaskan kepada saya, apa yang sebenarnya di alami oleh menantu saya ini Dokter?? ," tanya Abi Rasyid kepada Dokter tersebut.
Umma Nada juga ikut duduk di samping Abi Rasyid, karena mereka semua saat ini sedang duduk di sofa yang ada di situ.
" Setelah kami meneliti lebih lanjut, kanker itu sudah menyebar dengan cepat ke jaringan lain di otak, atau sistem saraf pusat lainnya seperti, sumsum tulang belakang Tuan ," jelas sang Dokter.
" Untuk hal ini, maaf kami tidak bisa membantu menyembuhkan Tuan Mirza, Tuan, yang bisa kami lakukan cuma membantunya mengurangi rasa sakit yang dideritanya dan mengontrol pertumbuhan sel kankernya ," jelas sang Dokter lagi.
" Apa jenis Kanker otak yang dialami oleh menantu saya Dokter?? ," tanya Ayah Rasyid lagi.
" Kanker otak yang ada di dalam kepala Tuan Mirza termasuk kanker Glioblastoma, yang memiliki pembuluh darah sendiri, sehingga sangat mudah membesar dan bertambah banyak ," jawab sang Dokter lagi.
" Astaghfirullah ," Abi Rasyid langsung beristighfar.
" Kira-kira berapa lama umur dari menantu saya Dokter?? ," kali ini yang bertanya adalah Umma Nada.
" Dari segi medis, diperkirakan umur dari Tuan Mirza sekitar lima belas sampai enam belas bulan saja Nyonya, tapi semua itu kembali kepada Allah yang memberi hidup kepada kita semua ," jawab sang Dokter.
__ADS_1
Wajah Umma Nada langsung terlihat semakin bersedih mendengar penjelasan dari Dokter.
" Lalu pengobatan apa yang harus dijalani oleh menantu saya Dokter, supaya dia bisa sembuh dari penyakit kankernya?? ," tanya Umma Nada lagi.
" Apakah bisa menjalani 0p3r451 lagi?? ," tanya Umma Nada.
" Untuk pengobatannya nanti kita lihat dulu Nyonya, karena jika sel kankernya sudah menyebar, tidak akan bisa dilakukan 0p3r451, dan kalaupun bisa, pengangkatan total sel kanker tersebut tidak akan bisa dilakukan Nyonya ," jawab sang Dokter.
" Baiklah Dokter, terimakasih atas penjelasannya ," kata Abi Rasyid.
" Kalau begitu, kami permisi dulu Tuan, Nyonya ," pamit Dokter itu kepada Abi Rasyid dan Umma Nada.
" Iya Dokter ," jawab Abi Rasyid dan Umma Nada secara bersamaan.
Sang Dokter dan ke dua asistennya langsung berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Mirza, setelah berpamitan kepada Abi Rasyid dan Umma Nada.
" Abi, bagaimana ini?? ," tanya Umma Nada kepada Abi Rasyid.
" Apakah kita harus beritahu kenyataan ini kepada Cyra?? ," tanya Umma Nada lagi.
" Jangan Umma ," jawab Abi Rasyid.
" Inilah yang dimaksudkan oleh Nak Mirza, makanya dia tidak memberitahukan penyakit yang sudah dideritanya sejak dulu ," kata Abi Rasyid lagi.
" Kasihan Cyra, Abi ," kata Umma Nada sambil menangis.
" Umma tenanglah, jangan perlihatkan wajah bersedih seperti ini dihadapan Cyra, karena nanti bisa membuat Cyra semakin bersedih dan tambah pikiran ," kata Abi Rasyid sambil merangkul pundak sang istri.
Itulah kenapa Abi Rasyid tadi menyuruh Cyra ikut dengan Akmal, selain membuat Cyra tidak terlalu kepikiran, Abi Rasyid juga bisa bertanya bebas kepada sang Dokter, tentang penyakit yang dialami oleh Mirza.
Setelah tahu dan mendengar sendiri penjelasan dari sang Dokter, Abi Rasyid sudah mencoba mengikhlaskan dan memantapkan diri, jika seumpama kanker yang diderita Mirza tidak akan bisa disembuhkan.
Dan lebih buruknya lagi, Mirza bisa meninggal sewaktu-waktu karena kankernya itu, atau karena kegagalan dalam menjalani kemoterapi atau juga 0p3r451 yang dijalaninya.
Wallahu a'lam bish-shawab " Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."
__ADS_1
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
...***TBC***...