IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
HAPPY


__ADS_3

Setelah acara menyesakkan dada itu. Mereka berdua, yaitu Akmal dan Cyra lalu duduk di kursi singgasananya untuk melangsungkan acara selanjutnya.


Para anak-anak panti sangat dipuaskan dengan semua makanan dan minuman enak yang tersedia di situ.


Selama duduk di pelaminan, sambil menunggu para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada mereka. Akmal tidak pernah melepaskan genggaman tangan Cyra sama sekali.


"Kakak sudah terlalu banyak memberikan hadiah kepada Cyra," bisik Cyra tepat di telinga Akmal.


Akmal tersenyum. "Hadiah dan mahar itu tidak sebanding dengan perjuangan Kakak selama bertahun-tahun ini Sayang."


Cyra tidak menjawab. Dia memilih menggenggam tangan Akmal menggunakan ke dua telapak tangannya dengan mesra.


"Ehem! Cie-cie yang sudah halal," godaan Hamzah membuat para sahabat yang lainnya langsung tersenyum menggoda.


Hamzah, Misha, Kalila, Abraham, Deena dan juga Fadli. Langsung naik ke atas panggung secara bersamaan.


Akmal memeluk para laki-laki itu dengan erat sebagai tanda terimakasih atas dukungan mereka selama ini. Fadli yang baru dekat dengan Akmal. Juga sudah Akmal anggap sebagai sahabatnya.


Sedangkan untuk para perempuan langsung berpelukan dengan Cyra sebagai ucapan tanda bahagia mereka.


"Sekali lagi. Kami ucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua ya," Hamzah tersenyum bahagia.


"Aku benar-benar terharu melihat kalian berdua sudah bersanding saat ini." Hamzah menepuk keras lengan Akmal.


"Iya Mal. Aku pun turut bahagia. Karena perjuanganmu selama ini tidak sia-sia." Abraham tersenyum bangga kepada Akmal.


"Dan satu hal lagi. Mahar serta hadiah yang kamu berikan kepada Cyra. Membuat kaum hawa merasa iri. Aku berdoa semoga nanti malam Kalila tidak memintanya kepadaku," ucapan Abraham membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak. Dan Kalila reflek langsung mencubit pinggang Abraham dengan mesra.


"Sesak nafasku Mal. Apalah dayaku yang cuma sebagai montir." Abraham berakting menangis dihadapan mereka semua.


"Kak Abraham! Hmm!" Abraham ketakutan melihat muka sangarnya Kalila.


"Yah dia takut istri!" canda Hamzah.


"Bukan takut. Hanya saja Abraham lebih menjaga perasaan. Karena Rasulullah dan para sahabatnya pun sudah mencontohkan akan hal itu untuk kita semua," Akmal memperjelas.


"Begini nih jika mengobrol sama Pak Ustadz. Beda jika mengobrol sama santrinya," sindir Abraham kepada Hamzah.

__ADS_1


Hamzah refleks langsung menjitak kepada Abraham karena merasa gemas.


"Sudah-sudah. Ayo kita berfoto dulu. Biar bisa gantian sama yang lainnya. Tuh dilihatin sama orang-orang," Misha melerai sang suami bersama Abraham.


Mereka semua lalu berfoto bersama untuk kenang-kenangan di hari bahagianya Akmal dan Cyra. Dari gaya formal dan bebas pun mereka lakukan. Dan tentu saja baby Zahwa tidak ketinggalan dalam momen tersebut.


Selesai berfoto-foto dengan para sahabat mereka. Walau sedang di atas panggung pun Cyra dan Akmal tidak malu menimang dan bercanda dengan baby Zahwa.


"Nak! Sini! Biar Zahwa sama Mama dulu. Kalian lanjutkanlah lagi menyapa para tamu undangan." Mereka berdua akhirnya terpaksa memberikan baby Zahwa kepada mama Jian.


Sekitar jam setengah dua belas siang. Cyra tiba-tiba meminta ijin untuk berganti baju saja. Terlebih semua rangkaian acara sudah mereka laksanakan.


Cyra meminta ganti baju. Sebab dirinya supaya bisa mendirikan sholat dhuhur walau sejenak.


Akmal tidak marah akan hal itu. Justru dirinya salut dengan sikap Cyra yang tidak mau meninggalkan sholat walau sekali saja.


Akmal yang tidak mau membiarkan Cyra sendirian. Dia lalu mengikuti Cyra untuk masuk ke dalam kamar tamu yang di tempatinnya. "Kenapa kamu tidur di sini? Bukannya di kamar utama?"


"Kata ayah sama abi. Sebelum nikah, Cyra tidak diperbolehkan tidur di kamar utama," jawab Cyra sambil melepaskan semua aksesorisnya.


Cyra mengangguk menurut. Dan Akmal saat ini juga membantu Cyra melepaskan apa saja yang menempel di tubuhnya. Hingga akhirnya tinggal hijab saja yang saat ini menempel di kepala Cyra.


Akmal mengusap pipi Cyra dengan lembut. Mata mereka beradu pandang dengan mesra. Dan jantung mereka bertalu-talu seakan meminta lebih. "Kamu sangat cantik sekali Sayang."


Mata Akmal memancarkan binar yang selama ini tidak pernah Cyra lihat. Dengan perlahan Akmal melepaskan hijab yang dipakai oleh Cyra. Hingga terlihatlah rambut panjang, hitam nan lurus milik Cyra. "Rambut kamu panjang juga ternyata." Cyra cuma menganggukkan kepalanya.


"Emm! A-ayo kita sholat Kak. Tidak enak ditunggu sama yang lainnya di luar." Akmal tersenyum.


Untung saja Cyra mengingatkan. Jika tidak! Terjadilah yang memang seharusnya terjadi.


Sebelum menunaikan sholat dhuhur. Akmal dan Cyra memutuskan untuk menunaikan sholat sunnah setelah akad. Setelahnya dilanjutkan sholat sunnah qobliyah lalu sholat dhuhur secara bersamaan serta sholat sunah ba'diyah.


Untuk pertama kali bagi mereka menunaikan sholat berjamaah. Dan ketika sudah selesai. Cyra memilih berganti pakaian dengan pakaian yang pantas untuk menyambut para tamu undangan yang hadir.


"Emm!" Cyra merasa malu. Ketika Akmal melihat terus ke arahnya yang sedang ingin melepaskan gaun pernikahannya.


"Apa?" ucap Akmal dengan lembut sekali.

__ADS_1


"Cyra mau ganti baju," Akmal menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Lalu?" Akmal bertanya dengan santai sekali.


"Cyra malu," jawab Cyra sambil menunduk.


"Tolong bantu Cyra sebentar ya Kak. Melepaskan zippernya yang ada di belakang." Akmal mengangguk. Lalu dirinya membuka zipper gaunnya Cyra.


"Kakak takut khilaf. Kakak ke luar dulu ya," Akmal mengusap kepala Cyra dengan gemas.


Cyra cuma mengangguk dan tersenyum geli melihat sikap Akmal. Akhirnya! Akmal memilih ke luar terlebih dahulu meninggalkan Cyra. Karena akan sangat bahaya sekali jika dirinya masih berada di dalam kamar terus.


Sedangkan Cyra setelah kepergiannya Akmal. Dia bergegas berganti baju dengan baju yang membuatnya nyaman. Lalu setelahnya dia ikut keluar menyalami para tamu undangan bersama Akmal dan keluarga yang lainnya.


Pernikahan Akmal dan Cyra berjalan dengan sangat lancar sekali. Dan Acaranya selesai sebelum adzan ashar berkumandang.


Masih ada beberapa tamu undangan dan keluarga yang hadir. Namun tidak sebanyak yang tadi. Dan malamnya untuk pertama kalinya di hidup Akmal. Malam ini adalah makan malam bersama dengan seluruh keluarganya dengan status dirinya sudah menjadi suaminya Cyra.


Akmal bercanda dan daritadi memilih menggendong baby Zahwa terus. Walau posisi dirinya sedang makan sekalipun. Cyra yang duduk di sampingnya, sengaja mengambil sendok Akmal dan menyuapinya dengan mesra.


Apa yang dilakukan oleh Akmal dan Cyra, diperhatikan sekali oleh ke dua orang tua mereka masing-masing.


Senyum Akmal terlihat cerah. Dan Cyra sudah terlihat bahagia lagi seperti sebelumnya. Mereka sudah benar-benar menjadi keluarga yang bahagia sekarang.


"Kamu mau makan juga ya. Aduh kacian. Kamu belum boleh makan sayang," Akmal merasa gemas melihat baby Zahwa yang seperti ingin ikut makan ketika melihat Akmal disuapi oleh Cyra.


Semua orang terutama Cyra juga ikut merasa gemas melihat tingkah baby Zahwa, yang seperti ingin membuka mulut Akmal ketika sedang menguyah.


Berbahagialah Akmal. Bimbinglah Cyra untuk menjadi lebih baik lagi dan bawalah keluargamu till jannah.


Hmm! Baby Zahwa sekarang sudah mendapatkan ke dua orang tua yang lengkap seperti anak pada umumnya. Authornya juga ikut senang melihat kalian berbahagia.


Belum tamat yeee! Tenang saja🀭.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2