IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
TERKEJUTNYA PAK ISMAIL


__ADS_3

Meninggalkan kebahagiaan Akmal sejenak. Kita akan beralih kepada orang yang bikin kalian semua gemas. Siapa lagi jika bukan Aalifa.


Terdengar suara bell pintu berbunyi. Sang punya rumah langsung segera membukakan pintunya. Ketika pintu sudah dibuka. Terlihatlah tiga orang polisi berseragam lengkap sudah berdiri dibalik pintu.


Hal itu membuat sang punya rumah menjadi heran dan terkejut.


"Pak Polisi! Ada apa ya Pak. Anda datang ke rumah saya?" ucap sang pemilik rumah.


"Apakah benar, di sini kediaman Nyonya Aalifa Khumairah?" tanya pak polisi.


Sang punya rumah langsung menjawabnya. "Benar Pak. Saya Mamanya," ternyata yang membuka pintu adalah mama Atika.


"Bolehkah kami masuk dulu ke dalam Nyonya?" tanya pak polisi.


Dengan keadaan masih terkejut. Dan juga takut. Mama Atika tetap mempersilahkan ke tiga polisi itu masuk ke dalam ruang tamunya.


Setelah duduk rapi. Salah satu polisi bertanya lagi kepada mama Atika. "Bisakah Anda memberitahu kami Nyonya. Di mana keberadaan Nyonya Aalifa saat ini?"


Mama Atika menjawab sambil menahan rasa takutnya. "Saat ini anak saya masih berada di tempat kerjanya Pak."


"Kapan kira-kira Nyonya Aalifa akan pulang ke rumah Nyonya?"


Belum sempat menjawab. Tiba-tiba datanglah orang yang sudah mereka tunggu-tunggu. Yaitu Aalifa yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.


Pandangan mata ke tiga polisi dan mama Atika langsung teralihkan ke arah Aalifa yang baru saja memasuki rumah.


Sedangkan Aalifa yang melihat ada polisi di dalam rumahnya. Dirinya langsung berusaha lari. Tapi langsung dikejar dan berhasil ditangkap oleh ke dua polisi tersebut.


"Ampun Pak. Jangan bawa saya," Aalifa merengek ketakutan.


"Apa benar Anda yang bernama Aalifa Khumairah?" tanya salah satu polisi.


"Be-benar Pak. Ampuni saya. Saya tidak bersalah."


"Semua ini kesalahan dari wanita yang bernama Cyra."


Mendengar nama Cyra. Mama Atika menjadi tambah penasaran sekali.


"Pak Polisi! Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kalian mau menangkap anak saya?"

__ADS_1


"Nyonya Aalifa ini sudah mencemarkan nama baik Nyonya Cyra di tempat umum Nyonya. Dan pihak yang bersangkutan. Tidak terima atas tuduhan yang tidak mendasar serta fitnah yang diberikan oleh Nyonya Aalifa kepada Nyonya Cyra," jelas pak polisi.


Mama Atika sangat terkejut. Hingga sampai membuka mulutnya sangat lebar sekali. "Apa benar yang dikatakan sama pak polisi, Aalifa!"


Aalifa langsung menggelengkan kepalanya. "Itu semua fitnah Ma. Aalifa berbicara yang sebenarnya. Jika Cyra adalah wanita murahan!" elak Aalifa.


"Anda bisa menjelaskan semuanya nanti di kantor. Sekarang! Saat ini Anda harus ikut kami ke kantor polisi."


Aalifa menggelengkan kepalanya ketika ke dua polisi terus menyeret ke dua tangannya untuk masuk ke dalam mobil polisi.


Sedangkan sang mama Atika segera menghubungi sang suami, yaitu pak Ismail untuk segera pulang ke rumah.


Pak Ismail sangat terkejut sekali sesampainya di rumah langsung mendapatkan kabar yang kurang menyenangkan dari sang istri.


Pak Ismail sampai lelah memberitahu kepada putri sulungnya itu untuk selalu menjaga ucapan dan sikapnya. Tapi apa yang dia perbuat? Selalu saja membuat dirinya malu.


Pak Ismail tidak mau gegabah dalam menolong Aalifa. Dirinya ingin mencari tahu terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dengan mencoba menghubungi ayah Rafiq.


Kembali ke rumah Akmal dan Cyra lagi.


Akmal yang baru membuka mulutnya. Tiba-tiba terdengarlah dua ponsel yang sedang berbunyi. Setelah dicari, ternyata ponsel tersebut berasal dari milik ayah Rafiq dan juga Akmal. Secara bersamaan mereka berdua langsung mengangkat sambungan teleponnya itu.


Namun Akmal bukan mendapatkan telepon dari pak Ismail. Melainkan dari temannya Hamzah yang sudah melakukan tugasnya seperti yang Akmal mau.


"Wa'alaikumussalam Pak Akmal," jawab sang polisi.


"Pak Akmal. Saya sudah menjalankan tugas seperti yang Anda mau. Dan kami sudah mengamankan Nyonya Aalifa di kantor polisi."


Mendengar laporan dari temannya Hamzah. Akmal semakin tersenyum puas sekali. "Terimakasih Pak atas kerjasamanya. Biarkanlah wanita itu sementara ini berada di dalam penjara. Supaya dia jera dan bisa menggunakan mulutnya lebih baik lagi."


Mendengar kata penjara, membuat para orang tua sedikit terkejut. Akan tetapi mereka hanya diam saja tidak mau menyela Akmal yang sedang menerima telepon.


"Baik Pak Akmal. Kami mengerti. Dan kami tidak akan mengeluarkannya sebelum Anda menarik tuntutan Anda di kantor."


"Sekali lagi. Terimakasih Pak."


Sang polisi mengangguk langsung menjawabnya. "Sama-sama." Dan lalu sambungan telepon mereka terputus.


Untuk ayah Rafiq sendiri tadi. Ketika melihat nama mantan calon besannya. Dirinya langsung mengangkat sambungan teleponnya. Berbeda dengan Akmal yang mengangkat masih sambil duduk di antara mereka semua. Ayah Rafiq mengangkatnya sedikit menjauh dari mereka.

__ADS_1


"Halo! Assalamu'alaikum Pak Ismail."


Pak Ismail langsung menjawab salam dari ayah Rafiq. "Wa'alaikumussalam Pak Rafiq."


Pak Ismail lalu dengan perlahan mengutarakan maksud dan tujuannya. "Emm Pak Rafiq. Bisakah Anda membantu saya."


Ayah Rafiq merasa kebingungan. "Membantu apa ya Pak Ismail?"


"Anak saya, Aalifa masuk ke dalam penjara Pak. Dan kata pak polisi yang menangkapnya. Mereka mendapatkan laporan dari Nak Akmal dan Nak Cyra. Bisakah Anda membicarakan hal ini dengan mereka berdua Pak. Saya mohon."


Ayah Rafiq yang tidak tahu apa-apa perihal masalah yang dihadapi Akmal dan Cyra, benar-benar merasa sangat terkejut sekali. Apalagi Akmal dan Cyra sampai melaporkan Aalifa kepada pihak yang berwajib. Jika memang itu kenyataannya. Ayah Rafiq tahu. Pasti kesalahan yang Aalifa lakukan sudah sangat besar sekali kepada ke dua anak-anaknya itu.


"Mohon maaf sebelumnya Pak Ismail. Untuk masalah itu, saya tidak bisa menjanjikan terlalu banyak. Itu urusan mereka berdua. Pastinya Akmal dan Cyra ada alasan mendasar kenapa mereka sampai melaporkan Nak Aalifa kepada polisi."


"Tolonglah saya Pak Ismail. Saya mau mengganti rugi berapapun itu supaya anak saya Aalifa bisa bebas dari penjara."


"Insyaallah akan saya usahakan dulu membicarakan hal ini kepada Akmal dan Cyra, Pak Ismail. Tapi saya tidak berjanji kepada Anda apakah mereka mau mencabut laporannya apa tidak," jawab ayah Rafiq.


"Baiklah. Saya mengerti. Dan sebelumnya mewakili anak saya. Saya mengucapkan kata maaf sebesar-besarnya Pak Rafiq."


"Iya. Nanti akan saya sampaikan maaf dari Anda untuk mereka."


"Kalau begitu. Saya tutup dulu teleponnya. Assalamu'alaikum."


Ayah Rafiq langsung menjawabnya. "Wa'alaikumussalam." Dan sambungan teleponnya akhirnya terputus.


Selesai menerima telepon dari pak Ismail. Ayah Rafiq segera kembali masuk ke dalam ruang keluarga untuk meminta penjelasan yang sebenarnya kepada Akmal dan Cyra, tentang masalah Aalifa saat ini.


Melihat kedatangan sang ayah dengan ekspresi wajah yang berbeda dari sebelumnya. Membuat Akmal sedikit merasa curiga, dengan siapakah sang ayah tadi menerima telepon.


"Akmal!"


Dari nada bicara sang ayah. Akmal sudah bisa menebak. Jika sang ayah akan membicarakan hal yang sangat serius kepadanya.


"Ada masalah apa kamu dengan Aalifa? Hingga kamu dan Cyra sampai melaporkannya kepada polisi?"


Nah! Benar 'kan tebakannya Akmal. Jika sang ayah akan bertanya soal yang cukup serius. Mendengar pertanyaan ayah Rafiq kepada Akmal. Membuat para mama dan juga abi Rasyid semakin sangat terkejut sekali.


Sedangkan Cyra. Dia sebenarnya juga terkejut, tapi tidak sebesar seperti para orang tua. Sebab Cyra pikir. Jika Akmal tidak jadi melaporkan Aalifa kepada pihak kepolisian. Tapi ternyata di luar dugaannya.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2