
Akmal pulang ke rumah, ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dan sesampainya di rumah, dia melihat ada beberapa mobil terparkir rapi di halaman rumah sang Ayah.
Akmal sedikit penasaran, mobil milik siapakah itu, dan dia berpikir, jika di rumahnya sedang kedatangan beberapa tamu, namun yang membuatnya penasaran, tamu siapakah itu.
Salam Akmal langsung dijawab serempak oleh ke empat orang wanita yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya.
" Wa'alaikumussalam ," jawab serempak dari para wanita tersebut.
" Kalian?? ," kata Akmal.
" Iya Kak Akmal, kita sengaja berkunjung ke sini untuk bertemu dengan Cyra ," jawab Kalila kepada Akmal.
Yaps, yang datang ke rumah Ayah Rafiq, adalah Kalila, Misha, serta Deena, dan mereka bertiga sengaja ingin bertemu sekaligus reonian bersama Cyra, yang sudah jarang sekali bisa berkumpul dengan mereka.
" Kakak tidak mengajar?? ," tanya Misha.
" Untuk hari ini tidak, karena Kakak baru saja pulang dari rumah tunangannya Kakak ," jawab Akmal.
" Waaah, Kak Akmal sudah mulai nakal rupaya ," kata Deena mencoba mengajak bercanda, dan Akmal hanya tersenyum saja menanggapinya.
" Lain kali kenalkan dia dong Kak kepada kita-kita ," kata Deena lagi.
" Iya, lain kali saja, jika ada kesempatan ," jawab Akmal.
Sedangkan Cyra hanya diam saja, sambil terus mendengarkan mereka semua yang sedang berbincang dengan Akmal.
" Kamu sendiri tidak mengajar Kalila?? ," tanya Akmal.
Sambil tertawa garing, Kalila pun menjawab, " untuk hari ini tidak dulu deh Kak, karena mereka berdua bisanya berkumpul hari ini, maaf ya Kak, jangan dilaporkan ke Yayasan ya ," jawab Kalila.
" Untuk kali ini Kakak maafkan, tapi jangan diulangi lagi ya Kalila ," jawab Akmal.
" Ok, siap Kak ," kata Kalila.
" Ya sudah, kalian lanjutkan saja mengobrolnya, Kakak mau masuk ke dalam kamar dulu ," kata Akmal.
" Iya, Kak ," jawab serempak dari mereka bertiga, kecuali Cyra.
Sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, Akmal mencoba bertanya terlebih dahulu kepada Cyra.
" Cyra, apakah Kak Mirza hari ini berangkat mengajar?? ," tanya Akmal.
" Berangkat ," jawab singkat dari Cyra.
__ADS_1
" Bagaimana keadaannya Kak Mirza?? ," tanya Akmal lagi.
" Alhamdulillah baik ," jawab singkat lagi dari Cyra.
" Alhamdulillah kalau begitu ," kata Akmal, dan dia lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Cyra bersama yang lainnya.
Akmal tahu, jika Cyra masih malas berbicara dengannya, terdengar dari jawabannya yang super singkat dan terlihat cuek begitu.
Ketika Akmal sudah berlalu pergi dari hadapan mereka berempat, para cewek-cewek itu langsung melanjutkan lagi mengobrolnya.
" Cyra, Kalila sungguh membuatku marah tahu, karena dia bertunangan dengan Kak Abraham tapi tidak bercerita denganku sama sekali ," kata Misha sambil berpura-pura merajuk.
" Oh ya, kamu kan belum bercerita denganku Kalila, bagaimana kamu bisa bertunangan dengan Kak Abraham, padahal sebelumnya kamu melihat sendiri, jika dia sedang bersama wanita lain di mall ," kata Deena.
Kalila langsung tertawa ketika mendengar pertanyaan dari Deena.
" Kamu dan aku salah besar Deena ," kata Kalila.
" Salah bagaimana sih, aku tidak mengerti?? ," tanya Deena.
" Wanita itu adalah adik kandungnya, bahkan kemarin aku sudah melihat sendiri dan berkenalan dengannya, iya kan Cyra ," jawab Kalila dan Cyra langsung mengangguk.
" Oh ya, ko kamu datangnya bersama Kak Akmal, Cyra, bukan sama Kak Mirza?? ," tanya Deena lagi, kali ini kepada Cyra.
" Astaghfirullah Misha, jelek sekali sih ucapannya ," kata Cyra, dan Misha langsung saja tertawa tanpa dosa.
" Malam itu Kak Mirza sedang ada pekerjaan mendadak, jadinya ya Kak Akmal yang harus mengantarkanku, demi Kalila ," jawab Cyra.
" Makasih banyak ya Cyra, padahal kamu malam itu bisa membatalkannya ," kata Kalila sambil memeluk Cyra, dan Cyra hanya tersenyum saja kepada Kalila.
" Cyra-cyra, itu calon istrinya Kak Akmal cantik tidak, cantikan mana sama kamu?? ," tanya Deena, dan kebetulan Akmal yang ingin berjalan ke arah ruang Keluarga, tidak sengaja mendengar pertanyaan tersebut dari Deena.
Akmal jadi penasaran dengan jawaban dari Cyra kepada ke tiga temannya, hingga akhirnya, dia memilih menguping untuk sejenak.
" Yang namanya perempuan, pasti mereka cantik Deena, dan kita tidak boleh membeda-bedakannya, karena kita semua ciptaannya Allah ," jawab Cyra.
Jawaban Cyra, didengar jelas oleh Akmal yang sedang menguping dibalik tembok.
" Kamu ada fotonya tidak sih Cyra, aku jadi penasaran dengan wajah calon istrinya Kak Akmal ," tanya Kalila.
" Aku ada, kemarin sempat foto ketika acara tunangannya Kak Akmal ," jawab Cyra.
" Coba lihat dong Cyra, boleh ya ," kata Misha.
__ADS_1
" Boleh, tapi janji, jangan dibeda-bedakan denganku ya ," kata Cyra.
" Iya ," jawab Kalila, Deena, dan juga Misha secara bersamaan.
Cyra lalu membuka ponselnya untuk memperlihatkan fotonya kemarin, ketika mereka berempat berfoto bersama di acara pertunangannya Akmal.
Cyra berdiri di samping Aalifa, dan Mirza berdiri di sampingnya Akmal.
" Gantian dong, aku kan juga mau lihat ," kata Misha kepada Deena dan juga Kalila.
Ketika mereka bertiga sudah melihat foto tersebut, mereka bertiga reflek mengatakan sesuatu secara bersamaan.
" Masih cantikan kamu Cyra, daripada dia ," kata Deena yang suka ceplas ceplos dan berbicara jujur.
" Deenaaa!! ," tegur Cyra, dan Deena langsung tertawa.
" Tapi memang lebih cantikan kamu Cyra, kamu saja mempunyai lesung pipi yang selalu ingin kami cubit pipinya ," kata Kalila.
" Aku sebagai wanita juga iri denganmu Cyra, bisa mempunyai wajah cantik alami natural begitu ," kata Misha juga.
" Alhamdulillah, kalian jangan memujiku seperti itu, kecantikanku ini cuma milik Kak Mirza seorang dan kalian tadi sudah berjanji kepadaku untuk jangan membeda-bedakan dia denganku ," jawab Cyra.
Semua yang dikatakan oleh Misha, Deena dan juga Kalila, membuat Akmal langsung membayangkan wajah Cyra yang selama ini tidak pernah dia lihat sama sekali.
Akmal yang tidak mau terjerumus ke dalam dosa yang lebih besar lagi, dia pun akhirnya memilih pergi dari tempat persembunyiannya.
" Bukan keinginanku untuk mengetahui bagaimana wajah Cyra, tapi kenapa mereka bertiga malah berbicara yang tidak aku pikirkan ," kata Akmal sambil berlalu menuju ke ruang Keluarga.
Gara-gara ucapan dari Kalila, Misha dan juga Deena, membuat Akmal jadi penasaran dengan wajah Cyra, yang selama ini tidak pernah dia bayangkan.
Akmal menyalakan televisi, tapi bukannya dia lihat, malah televisinya yang melihat ke arahnya, sebab Akmal sedang melamun sendiri.
" Bagiku, Aalifa adalah wanita yang cantik, ternyata masih kalah cantik dari Cyra ," kata batin Akmal.
" Astaghfirullah-astaghfirullah hal 'adzim, harus sampai kapan aku begini ," kata batin Akmal sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Besok aku harus berpuasa, untuk mengurangi dan menghilangkan perasaan yang selalu menyiksaku ini ," kata Akmal bertekad di dalam hati.
Yah, sepertinya itu pilihan yang bagus Akmal, karena kunci untuk mengurangi hawa naf5u atau hal-hal yang bersifat nahi munkar adalah dengan berpuasa.
Semoga Allah bisa meridhoi puasamu nanti, dan memberikanmu petunjuk untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, serta tidak selalu kepo dengan kehidupan wanita yang sudah bersuami, terlebih lagi, suami dari wanita itu sendiri adalah kakak kandungmu.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...