IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
BABY BLUES SYNDROME


__ADS_3

Setelah cukup lama para orang tua menunggu Cyra dan cucu mereka di depan ruang bersalin, akhirnya ruang bersalin pun terbuka pintunya dari dalam, dan ke luar lah Akmal terlebih dahulu diantara para tenaga medis.


Kedatangan Akmal, langsung disambut oleh para orang tua, yang sudah tidak sabar mendengar kabar tentang Cyra dan cucu mereka.


" Akmal, bagaimana keadaan Cyra dan cucu Ayah? ," tanya Ayah Rafiq.


" Cucu Ayah perempuan ," ucap Akmal dengan wajah yang masih ada sisa air mata di matanya.


" Alhamdulillah, masyaallah ," ucap semua orang.


" Dia sangat cantik dan wajahnya sangat mirip dengan Kakak ," kata Akmal sambil meneteskan air matanya.


Para orang tua langsung menangis terharu lagi, mendengar ucapannya Akmal.


" Lalu, bagaimana dengan Cyra, Nak?? ," tanya Abi Rasyid.


" Alhamdulillah, kondisinya baik-baik saja Abi ," jawab Akmal.


" Sebentar lagi dia akan ..... ," ucapannya belum selesai, karena tiba-tiba brankar pasien Cyra di dorong ke luar oleh para tim medis beserta box baby nya juga.


Cyra diam saja, ketika melihat semua Keluarganya sedang menangis terharu plus bahagia melihat keadaannya dan anaknya.


Pikirannya kosong entah ke mana, dan Cyra pun seperti tidak ingin menyentuh anaknya sama sekali.


Tanpa semua orang sadari, jika Cyra saat ini sedang mengalami baby blues syndrome, karena baru saja melahirkan baby nya.


Bukan mental yang membuat Cyra terkena baby blues syndrome, melainkan perasaannya yang sedang bersedih dan hatinya yang sedang patah, itulah yang membuatnya semakin terpuruk dengan keadaan, sebab dia baru saja melahirkan sang putri tanpa adanya suami di sisinya.


Akhirnya, setelah berjalan beberapa menit lamanya, Cyra bersama baby nya sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para tim medis.


Setelah para tim medis pergi dari dalam ruang perawatan Cyra, para orang tua ada yang langsung mendekati cucu perempuan mereka, ada juga yang sedang mendekati Cyra, seperti yang dilakukan oleh Umma Nada saat ini.


" Nak, selamat ya, Umma senang, kamu akhirnya bisa selamat melahirkan cucu Umma ," ucap Umma Nada kepada Cyra.


Cyra hanya diam saja, matanya cuma menatap lurus ke depan tanpa ada ekspresi sama sekali.


Walau Cyra sudah memakai niqabnya kembali, tapi Umma Nada sebagai ibu yang sudah melahirkannya, sangat tahu sekali, kalau Cyra saat ini sedang merasa sangat bersedih.


" Cyra, Nak, apakah kamu mendengar Umma?? ," tanya Umma Nada.


Namun, lagi dan lagi, Cyra hanya diam saja, tanpa mau merespon ucapan sang Umma sama sekali.


Umma Nada yang melihat Cyra tidak merespon ucapannya, dia menjadi sangat khawatir dengan keadaannya.


" Abi ," panggil Umma Nada.

__ADS_1


" Kenapa Cyra diam saja ," tanya Umma Nada.


Mendengar ucapan dari Umma Nada, Abi Rasyid dan yang lainnya langsung mendekat ke arah Cyra.


" Nak, apakah kamu baik-baik saja?? ," tanya Abi Rasyid.


Cyra tidak sengaja melihat anak perempuannya yang sedang digendong oleh Mama Jian, dan dia tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat semua orang menjadi sangat terkejut.


" Bawa pergi anak itu!! ," ucap Cyra dengan singkat namun mengejutkan.


" Kamu berbicara apa Cyra,? ini anak kamu sama Mirza?? ," jawab Mama Jian.


" Cyra bilang, bawa pergi anak itu!! ," teriak Cyra. Dan baru kali ini Cyra berteriak seperti itu kepada orang tua.


Semua orang merasa heran dengan sikap Cyra yang terlihat sangat membenci anaknya. Namun tidak dengan Abi Rasyid, karena Abi Rasyid seperti melihat gejala baby blues di dalam diri Cyra.


" Nak, istighfar Nak, ini anak yang baru saja kamu lahirkan ke dunia, dan yang sudah kamu nanti-nantikan bersama Mirza selama ini ," ucap Ayah Rafiq.


" Cyra tidak mau!! ," ucap Cyra dengan membentak.


" Bawa pergi!! ," kata Cyra lagi sambil berteriak dan menutup ke dua matanya.


" Sepertinya Cyra terkena baby blues syndrome, karena terlalu tertekan dan jiwanya kosong ," ucap Abi Rasyid.


Terkejutlah mereka semua mendengar ucapan Abi Rasyid.


" Apa yang harus kita lakukan Abi?? ," tanya Akmal.


" Yang harus kita lakukan cuma memberikan kasih sayang dan dukungan penuh kepada Cyra, supaya dia bisa melawan baby blues syndrome nya itu ," jawab Abi Rasyid.


" Tanpa dukungan dari kita semua, bisa dipastikan, Cyra akan depresi dan menjadi gila ," kata Abi Rasyid lagi.


" Astaghfirullah ," ucap Akmal dan semua orang.


Cyra yang sedang menangis sambil menutupi ke dua matanya, membuat Akmal mencoba memberanikan diri berdiri di samping Cyra.


" Bismillah ," ucap Akmal.


Setelahnya, Akmal pun mencoba berbisik mesra di telinga Cyra, dengan membacakan sebuah doa dan ayat kursi di telinganya.


Cyra yang terus memberontak karena tidak mau melihat sang anak, akhirnya merasa tenang, karena doa dan suara mengaji dari Akmal.


Para orang tua hanya bisa terdiam, sambil mendengarkan Akmal yang sedang membacakan ayat suci Al-Qur'an untuk Cyra.


Selesai membacakan ayat kursi dan doa tadi, Akmal lalu berbicara lembut di telinga Cyra.

__ADS_1


" Cyra, janganlah terlalu terpuruk dengan keadaan, masih ada Kakak dan yang lainnya, yang akan senantiasa menemanimu ," kata lembut dari Akmal.


" Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insyirah ayat 1-5 yang artinya:


" ( Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan )." ucap Akmal.


" Kamu pasti tahu ayat itu kan Cyra ," kata Akmal.


" Ayo semangat Nak, ada Abi, Umma, Mama dan Ayah, yang akan selalu menemanimu ," Abi Rasyid ikut menyahut ucapan Akmal.


" Iya Nak, lihatlah dia sangat lucu sekali ," kata Mama Jian.


" Pergilah, Cyra tidak mau berdekatan dengan bayi itu ," ucap pelan dari Cyra dengan mata yang terlihat kosong.


Akmal dan para orang tua langsung saling pandang mendengar ucapannya Cyra yang simple, tapi masih membuat perasaan mereka bersedih.


" Ayo, kita biarkan Cyra tenang dulu ," ucap Abi Rasyid.


" Umma tolong terus temani Cyra, jangan sampai dia melamun ," pesan Abi Rasyid.


" Iya Abi ," jawab Umma Nada.


" Ijinkan Akmal di sini saja ya Abi ," pinta Akmal.


" Akmal mau mengaji di samping Cyra, karena cuma kepada Allah kita berserah diri, dan semoga Cyra cepat sadar dari baby blues syndrome nya ," kata Akmal lagi.


" Iya baiklah, Abi mengerti ," jawab Abi Rasyid.


" Tolong bantu Cyra ya Nak ," kata Abi Rasyid lagi.


" Baik Abi ," jawab Akmal.


" Akmal, Ayah yakin kamu pasti bisa membantu Cyra, untuk membuatnya lupa dengan Mirza sementara waktu, kasihan cucu Ayah ," kata Ayah Rafiq.


" Insyaallah Ayah ," jawab Akmal.


Akhirnya, Abi Rasyid, Mama Jian yang masih menggendong sang cucu dan Ayah Rafiq pun, berlalu menyingkir dan duduk di sofa yang ada di situ, sambil memperhatikan Akmal yang sedang mengaji serta Umma Nada yang sedang mengajak berbicara Cyra.


Karena berhubung di dalam ruangan itu tidak ada makanan atau camilan sama sekali, dan mereka semua belum makan sejak tadi, akhirnya, Abi Rasyid memutuskan untuk pamit membeli makanan untuk mereka semua.


Sedangkan Akmal terus mengaji ayat-ayat suci Al-Qur'an, untuk mengisi jiwa kosongnya Cyra dengan Al-Qur'an, supaya kekosongan di hati Cyra, tidak terisi dengan hawa naafsuu setan.


Begitupula dengan Umma Nada, yang terus mencoba mengajak berbicara Cyra, supaya dia tidak melamun, dan bisa segera sadar dari baby bluesnya itu.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2