IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
BERKUNJUNG


__ADS_3

Ketika sedang asik berbincang, tiba-tiba saja telinga mereka semua mendengar suara pintu kamar diketuk dari luar.


Mama Jian yang kebetulan sudah selesai makan, serta duduk tidak jauh dari pintu, dia langsung berinisiatif membukakan pintunya, yang ternyata yang datang adalah Umma Nada.


" Eh, kamu Nada, ayo sini silahkan masuk ," kata Mama Jian sangat ramah sekali.


" Terimakasih Mbak Jian ," jawab Umma Nada dengan ramah juga.


Umma Nada langsung masuk sambil membawa beberapa makanan dan juga camilan yang sudah dibelinya tadi terlebih dahulu sebelum sampai di rumah sakit.


Umma Nada sebenarnya sangat terkejut sekali, ketika Mirza menelponnya dan mengabarkan jika Cyra sedang dirawat di rumah sakit.


Namun, ketika mendengar di rumah sakit mana Cyra sedang di rawat, Umma Nada sedikit tenang, sebab sang Abi juga dinas di situ.


Umma Nada yang sudah masuk, dia langsung saja bergegas menuju ke ranjang pasiennya Cyra.


" Sini Umma, silahkan duduk di sini ," kata Mirza menyerahkan kursi yang tadi dia duduki.


" Terimakasih Nak ," kata Umma Nada sambil tersenyum.


" Sama-sama Umma ," jawab Mirza sambil berdiri di ranjang yang satunya.


" Kamu sendirian datangnya Nada?? ," tanya Ayah Rasyid.


" Iya Mas, tadi cuma diantar sama sopir ," jawab Umma Nada.


" Lalu Saaqif apakah tidak ikut kamu?? ," tanya Mama Jian.


" Dia masih sekolah Mbak, dan pulangnya juga masih sangat lama ," jawab Umma Nada.


Setelah menjawab pertanyaan dari Mama Jian dan Ayah Rafiq, Umma Nada lalu mengalihkan pandangannya ke arah Cyra.


" Oh ya Nak, bagaimana keadaan kamu sekarang?? ," tanya Umma Nada kepada Cyra.


" Cyra sudah lebih baik ko Umma ," jawab Cyra.


" Alhamdullah, Umma senang mendengarnya ," jawab Umma Nada.


" Apakah Abi sudah ke sini?? ," tanya Umma Nada kepada Cyra dan Mirza.


" Belum, katanya masih meng0p3r451 orang, Umma ," jawab Mirza.


" Iya, mungkin sebentar lagi ," jawab Umma Nada.


Umma Nada lalu memberikan nasihat tentang ini dan itu kepada Cyra, supaya menjaga kesehatan dan juga kandungannya.


Akmal yang merasa sedikit bosan, dia lalu berpamitan kepada sang Mama untuk ke luar sebentar.


Akmal terus berjalan, hingga akhirnya dia masuk ke dalam lift, dan ketika dia baru saja ke luar dari dalam lift, tidak sengaja lagi Akmal bertabrakan dengan seseorang.


" Aduh!! ," kata Akmal dan orang itu secara bersamaan.


" Maaf Nona ," kata Akmal lagi.


" Eh, iya tidak ap ..... Eh Tuan Akmal ," kata orang tersebut.


" Anda?? ," kata Akmal.

__ADS_1


" Anda wanita yang tadi saya tabrak kan?? ," tanya Akmal.


" Benar Tuan Akmal, nama saya Aalifa ," jawab Aalifa.


Ternyata tidak di sangka, mereka bertemu kembali untuk ke dua kalinya secara tidak sengaja lagi.


" Nona Aalifa ada apa ke sini,? Apakah anda sedang memeriksakan kaki anda yang sakit?? ," tanya Akmal.


" Eh, bukan .... ," jawab Aalifa dengan segera.


" Saya ke sini sedang menjenguk saudara saya, dan ini saya baru saja mengambil makanan yang tadi tertinggal di dalam mobil ," jawab Aalifa.


" Oh, kaki anda benar-benar tidak kenapa-kenapa kan?? ," tanya Akmal lagi.


" Benar Tuan, ini tidak kenapa-kenapa ko ," jawab Aalifa.


" Alhamdulillah kalau begitu ," jawab Akmal.


" Kalau begitu, saya permisi dulu ya Tuan Akmal, assalamu'alaikum ," pamit Aalifa.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Akmal, dan akhirnya mereka berdua berpisah tempat ke tujuan mereka masing-masing.


Akmal lalu memilih ke luar dari dalam rumah sakit dengan duduk berteduh di bawah pohon yang rindang yang ada di taman rumah sakit.


Ketika baru saja duduk, tiba-tiba ponsel miliknya berdering dengan sangat kencang sekali.


Ternyata ketika sudah dilihat oleh Akmal, yang menelpon dirinya adalah Abraham.


" Halo assalamu'alaikum Abraham ," kata Akmal.


" Aku sedang di rumah sakit, ada apa memangnya?? ," jawab Akmal.


" Di rumah sakit,? memangnya siapa yang sakit Mal?? ," tanya Abraham lagi.


" Cyra, dia tadi pingsan di rumah ," jawab Akmal.


" Hah, Cyra??," kata Abraham terdengar terkejut.


" Di rumah sakit mana kamu sekarang, biar aku mengajak Kalila menjenguk Cyra saat ini juga ," kata Abraham lagi.


Akmal langsung saja menyebutkan alamat rumah sakit tempat Cyra sedang di rawat kepada Abraham.


" Ok, aku akan segera ke sana sekarang juga ," kata Abraham.


" Iya terserah kamu ," jawab Akmal.


" Lalu kamu menelpon ku sebenarnya ada apa?? ," tanya Akmal.


" Aku ingin membeli suku cadang dan sparepart di toko milikmu, dan aku ingin kamu menemaniku ," jawab Abraham.


" Apakah kamu sedang terburu-buru,? kalau sekarang aku tidak bisa ," tanya Akmal.


" Tidak juga, besok saja tidak apa-apa ," jawab Abraham.


" Baiklah kalau begitu ," jawab Akmal.


" Ok lah, aku tutup dulu teleponnya, assalamu'alaikum ," kata Abraham.

__ADS_1


" Iya, wa'alaikumussalam ," jawab Akmal, dan lalu sambungan teleponnya terputus juga.


Abraham yang sudah mendapatkan kabar tersebut dari Akmal, dia langsung saja mencoba menghubungi Kalila.


Kalila yang sedang mengajar di kelas, memilih ke luar dari dalam kelas terlebih dahulu, untuk mengangkat sambungan telepon dari Abraham.


Untuk sekedar informasi, Kalila akhirnya keterima bekerja menjadi guru di salah satu sekolah yang ada di Yayasan milik Keluarga Akmal.


Walau Mirza menjadi kepala sekolah di SMP, tapi terkadang dia juga ditunjuk untuk ikut menyeleksi calon guru yang akan mendaftar di Yayasan sang Ayah.


Ketika Mirza melihat nama Kalila diantara puluhan pendaftar, tidak pakai mikir untuk ke dua kalinya, dia langsung saja meloloskan Kalila, sebab Mirza yakin jika Kalila sanggup menjadi guru di Yayasan milik Keluarganya.


Kalila tidak tahu, jika dalang dibalik dia diterima bekerja menjadi guru di situ adalah Mirza, dan Cyra sendiri juga sudah tahu, jika sang sahabat menjadi guru di Yayasan milik mertuanya dari cerita sang suami.


" Halo assalamu'alaikum Kak Abraham ," kata Kalila.


" Wa'alaikumussalam Kalila ," jawab Abraham.


" Ada apa Kak menelpon Kalila??," tanya Kalila.


" Apakah jam mengajarmu masih lama?? ," tanya Abraham.


" Memangnya kenapa Kak?? ," tanya Kalila.


" Kakak ingin mengajak kamu menjenguk Cyra, sahabat kamu ," jawab Abraham.


" Memangnya Cyra kenapa Kak?? ," tanya Kalila dengan suara yang terdengar khawatir.


" Cyra sedang dirawat di rumah sakit sekarang, tadi Akmal yang memberitahukannya kepada Kakak ," jawab Abraham.


" Kak Akmal?? ," kata Kalila dan dia sudah memanggil Akmal dengan panggilan Kakak.


" Iya ," jawab Abraham.


" Baiklah Kalila mau Kak, sebentar, Kalila mau ijin dulu, sekalian mau meninggalkan tugas untuk para murid Kalila ," kata Kalila.


" Ok, kalau sudah selesai cepat kabari Kakak ya, biar Kakak bisa langsung menyusulmu ke sekolahan ," kata Abraham.


" Kalila bawa mobil sendiri Kak, terus mobil Kalila bagaimana?? ," tanya Kalila.


" Nanti biar diantarkan pulang sama anak buah Kakak ," jawab Abraham.


" Baiklah kalau begitu ," jawab Kalila.


" Kakak tutup dulu ya teleponnya, Assalamu'alaikum ," kata Abraham.


" Iya, wa'alaikumussalam ," jawab Kalila, dan sambungan telepon mereka lalu terputus.


Kalila lalu bersiap-siap untuk pergi bersama Abraham, dan ketika dia sudah mendapatkan ijin serta meninggalkan beberapa tugas untuk para muridnya, Kalila langsung saja menghubungi Abraham.


Abraham sendiri langsung saja segera menuju ke sekolahan untuk menjemput Kalila, dan dia meninggalkan pesan kepada Akmal, untuk menunggunya sebentar di depan rumah sakit.


Kebetulan juga, Akmal sedang berada di masjid depan rumah sakit untuk mencari udara segar, dan ketika dia mendapatkan pesan dari Abraham, membuat Akmal mengurungkan niatnya yang sebenarnya ingin masuk kembali ke dalam ruang perawatan Cyra.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2