
Akhirnya, setelah persiapan yang matang, tibalah hari di mana Mirza akan mengucapkan ijab kabul di hadapan semua orang dan para saksi.
Berhari-hari Akmal terus menyembunyikan perasaan sedihnya dan berpura-pura bahagia dihadapan semua orang, terutama sang Kakak.
Sebab Akmal tidak mau jika sang Kakak sampai mengetahui isi hatinya yang masih sangat mencintai calon istrinya, yaitu Cyra.
Rombongan mempelai laki-laki saat ini sedang berada di perjalanan menuju ke rumah Cyra, dan selama di perjalanan itu pula, jantung Akmal berdetak semakin kencang sekali.
Sebagai sifat manusia alami, Akmal seperti berharap ada kejadian yang tidak terduga untuk menggagalkan acara pernikahan sang Kakak.
Jika dia perbanyak istighfar lagi, Akmal merasa bersalah sudah mempunyai keinginan buruk di hari spesial sang Kakak.
Perang batin di dalam diri, membuat Akmal terasa sesak di antara kerumunan banyak orang yang sedang mengantarkan sang Kakak menuju ke rumah Cyra.
Setelah melewati jalanan yang cukup padat, rombongan pengantin laki-laki tiba juga di rumah mempelai wanita.
Di rumah Cyra sendiri sudah banyak sekali orang, dari Keluarga besar, tamu undangan, Pak Penghulu, para saksi, bahkan ada Pak Kyai yang nantinya akan mengisi acara setelah pernikahan.
Kedatangan Keluarga besar Ayah Rafiq disambut sangat ramah sekali dari Keluarga besarnya Cyra.
Mereka semua dipersilahkan masuk ke dalam tempat yang sudah di dekor untuk melangsungkan ijab kabul.
Mirza yang sudah tampan, dia semakin tampan saja dengan baju pengantin yang dipakainya, terlihat semakin matang, dan juga dewasa sekali.
Cyra sendiri masih berada di dalam kamar, dan dia akan diajak ke luar nanti, jika para saksi sudah mengatakan kata sah kepada Mirza.
" Bagaimana, apakah ini sudah bisa di mulai ijab kabulnya?? ," tanya Pak Penghulu.
" Bisa, silahkan Pak ," jawab dari beberapa orang.
" Silahkan Tuan Rasyid saya persilahkan ," kata Pak Penghulu.
Ternyata Abi Rasyid sendiri yang akan menikahkan Cyra dengan Mirza.
Mirza langsung menyambut tangan sang calon mertua untuk dia genggam dengan erat.
Mirza yang akan menikah, tapi Akmal yang merasa berdebar, sebab sebentar lagi detik-detik cintanya akan pupus selamanya.
" "Saudara Mirza Zimraan Attar Khaliq bin Khaliq, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan anak perempuan saya Cyra Adeeva Rasyid binti Rasyid, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar lima ratus ribu riyal dibayar tunai ,"
Ucap Abi Rasyid kepada Mirza, dan Mirza langsung menjawabnya dengan sangat lantang sekali.
Lima ratus ribu riyal jika dirupiahkan sebesar satu miliar sembilan ratus lima puluh enam sekian, mahar yang sangat fantastis sekali.
" Saya terima nikah dan kawinnya Cyra Adeeva Rasyid binti Rasyid dengan mas kawin tersebut dibayar tunai ,"
Jawab Mirza dalam satu kali tarikan nafas. Dan semua para saksi langsung menjawab kata Sah dengan sangat lantang sekali.
__ADS_1
Mirza sangat lega sekali, penantiannya selama empat tahun lamanya berbuah manis, dia bisa menikahi gadis yang sangat dia nanti selama ini.
Pak Kyai langsung membacakan doa setelah pernikahan untuk memberikan berkah kepada ke dua mempelai.
Di saat semua orang sedang pada tersenyum dan tertawa bahagia, ada satu orang yang merasa bersedih sendiri, siapa lagi jika bukan Akmal.
Mendengar kata Sah dari para saksi, Akmal langsung menundukkan kepalanya, untuk menyembunyikan perasaan sedihnya.
Karena bagaimanapun juga, melihat wanita yang sangat dicintai menikah dengan orang lain pasti rasanya sangat sakit sekali.
Terlebih lagi, sang wanita pujaan hati menikah dengan Kakak sendiri yang sangat dia sayangi, pastinya sakitnya akan berlipat-lipat ganda.
Entah, harus mengungkapkan dengan bagaimana lagi apa yang sedang dirasakan oleh Akmal saat ini, namun yang pasti, saat ini Akmal seperti mati rasa dengan segala rasa.
Umma Nada lalu membawa Cyra ke luar dari tempat persembunyiannya, dan Akmal yang melihat Cyra, sungguh matanya tidak bisa berpaling sama sekali dari Cyra, karena Cyra benar-benar terlihat sangat cantik sekali.
Aura kecantikannya sangat terlihat sekali, dan kesan wanita muslimah yang taat beragama sangat kental melekat di diri Cyra.
Senyum Mirza mengembang sangat sempurna, dia tidak menyangka, wanita cantik yang dia doakan setiap di sepertiga malam, sekarang sudah sah menjadi istrinya.
Cyra yang sudah duduk di samping Mirza, langsung melakukan salam bakti untuk pertama kalinya kepada Mirza.
Tidak lupa juga, untuk pertama kalinya Mirza mencium kening Cyra, sebagai pertanda sayang kepada sang calon istri.
Mirza dan Cyra lalu menandatangani berkas dan buku pernikahan mereka berdua, sebagai bukti jika mereka benar-benar sudah sah secara agama dan juga Negara.
Bisik-bisik mesra sedang Mirza lakukan kepada Cyra, hingga membuat Cyra tersenyum tanpa henti, dan hal itu diperhatikan sekali oleh Akmal yang daritadi hanya diam saja.
Ketika Akmal sedang duduk termenung dan sedikit menjauh dari keramaian, dia dikejutkan oleh kedatangan dari ke dua sahabatnya, yaitu Abraham dan juga Hamzah.
" Akmal ," sapa Abraham dan Hamzah secara bersamaan.
" Oh, hai ," jawab Akmal dengan lesu.
" Kami tahu perasaan kamu, yang sabar ya Mal, semoga kamu bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Cyra ," kata Hamzah.
" Aku sudah tahu semuanya dari Abraham, dia sudah bercerita kepadaku ," kata Hamzah lagi.
" Iya, Cyra memang tidak ditakdirkan berjodoh denganku ," jawab Akmal.
" Walau sakit, tapi aku harus berusaha ikhlas, demi kebahagiaan Kakakku ," kata Akmal lagi.
Abraham dan Hamzah langsung menepuk pundak Akmal sebagai tanda semangat, untuk menjalani hidup walau tanpa Cyra sekalipun.
" Oh ya, apakah kalian datang berdua saja?? ," tanya Akmal.
" Tidak, aku pastinya datang bersama Misha, tuh dia sedang bersama Cyra di atas pelaminan ," jawab Hamzah.
__ADS_1
" Aku juga datang bersama Kalila, kita sengaja janjian untuk datang bersama ," kata Abraham.
" Aku sudah meminta maaf dan menjelaskan kepada Kalila ," kata Abraham lagi yang tahu arti tatapan Akmal kepadanya.
Akmal hanya mengangguk saja, sebab rasanya dia sedang tidak n4f5u sama sekali untuk berbuat apa-apa.
Abraham dan Hamzah juga hanya bisa diam saja sama seperti Akmal, sambil terus melihat Mirza dan Cyra yang duduk bahagia di atas pelaminan.
Yang tahu jika Akmal sangat mencintai Cyra, cuma Hamzah dan juga Abraham, serta Cyra sendiri tentunya.
Selama di pesta pernikahan sang Kakak, yang bisa Akmal lakukan hanya duduk berdiam diri tanpa melakukan hal apapun.
Akmal memilih sedikit menjauh untuk menenangkan hatinya, dan tiba saatnya ketika mereka semua di ajak foto bersama.
Semua Keluarga besar berfoto dengan ke dua mempelai, walau Akmal sebenarnya tidak mau, dia terus dipaksa oleh sang Ayah, dan pada akhirnya hanya senyum kepalsuan yang Akmal berikan ketika berfoto dengan Mirza dan Cyra.
" Selamat Kak Mirza, semoga pernikahan Kakak sakinah, mawadah dan warohmah, hingga maut memisahkan ," kata Akmal sambil memeluk sang Kakak.
" Terimakasih Akmal, semoga kamu segera menyusul Kakak ," jawab Mirza sambil tersenyum bahagia.
Akmal hanya tersenyum tipis saja menanggapi perkataan dari Mirza.
" Cyra, atau sekarang aku harus memanggilmu Kakak ipar ," goda Akmal kepada Cyra sambil tertawa kecil.
Mirza yang mendengar juga ikut tertawa karena perkataannya Akmal tadi, tapi tidak dengan Cyra, sebab Cyra dapat melihat ada luka di dalam mata Akmal, walau sekarang dia sedang tertawa kepadanya.
" Kakak ipar, jadilah istri yang baik dan sholehah untuk Kak Mirza ," kata Akmal.
" Karena aku yakin, Kak Mirza dapat menuntunmu untuk menuju ke surganya Allah secara bersama-sama ," kata Akmal lagi.
" Terimakasih ," kata Cyra sambil tersenyum dengan terpaksa.
Setelah mengucapkan sepatah dua patah kata untuk pernikahan sang Kakak, Akmal langsung turun dari atas pelaminan dan meninggalkan pesta yang masih berlangsung.
Akmal mengendarai mobilnya dengan tidak tentu arah, karena dia sedang ingin menenangkan hatinya.
Hingga tanpa Akmal sadari, dia mengendarai mobilnya sampai di daerah puncak.
Di atas bukit yang sepi, Akmal langsung berteriak sekeras-kerasnya untuk meluapkan rasa sesak di dalam dadanya.
Ketika sudah puas berteriak, Akmal langsung berlutut sambil menangis sangat pilu sekali.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
Kasihan sekali kamu Akmal, di sini siapa readers yang mau menjadi bahu untuk Akmal bersandar🤭🤭.
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
__ADS_1
...***TBC***...