IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KEMBALI PULANG


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya orang yang ditunggu oleh Akmal datang juga, yaitu Abraham dan juga Kalila.


Abraham yang sudah memarkirkan mobilnya, langsung saja mencoba menghubungi Akmal yang masih menunggunya di masjid depan rumah sakit.


" Halo Assalamu'alaikum Abraham ," kata Akmal.


" Halo Wa'alaikumussalam Mal, ini aku sudah sampai bersama Kalila, kamu ada di mana?? ," tanya Abraham.


" Kamu ada di mana sekarang?? ," tanya balik dari Akmal.


" Masih ada di parkiran, mau berjalan masuk ke dalam rumah sakit ," jawab Abraham.


" Baiklah, tunggu di area loby sebentar, aku segera ke sana ," kata Akmal.


" Baiklah ," jawab Abraham, dan sambungan telepon mereka akhirnya terputus juga.


Akmal langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan langsung juga berjalan menuju ke loby rumah sakit.


Tidak lama, dari jauh mata Akmal sudah melihat Abraham dan Kalila sedang berdiri di pinggir pintu masuk.


" Abraham ," panggil Akmal, dan Abraham langsung mengalihkan pandangannya ke arah Akmal.


" Eh Mal, cepat sekali kamu sampainya?? ," kata Abraham.


" Iya aku ada di masjid itu tadi, tapi ko aku tidak melihat mobilmu ya?? ," jawab Akmal sambil menunjuk masjid yang tadi dia singgahi.


" Sudah yuk masuk, aku sudah tidak sabar ingin melihat Cyra ," kata Kalila menyela pembicaraan.


" Iya baiklah, ayo ," jawab Akmal.


Akmal, Abraham dan juga Kalila, langsung saja berjalan menuju ke ruang perawatan Cyra.


Setelah ke luar masuk lift, akhirnya mereka bertiga sampai juga di ruang perawatan Cyra.


Akmal langsung saja masuk ke dalam, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, dan hal itu membuat semua orang yang ada di dalamnya, langsung juga mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


" Assalamu'alaikum ," salam dari Akmal, Abraham dan juga Kalila.


Dan salam dari mereka bertiga langsung saja di jawab serempak dari semua orang, termasuk dari Abi Rasyid sekalipun, sebab Abi Rasyid sudah selesai meng0p3r451 pasiennya.


" Abi,? Abi sudah selesai m3ng0p3r451nya?? ," tanya Akmal.


" Sudah, dan Abi juga baru saja masuk ke sini ko Mal ," jawab Abi Rasyid.


Meninggalkan Akmal yang langsung duduk di samping Abi Rasyid, kita beralih kepada Kalila dan juga Abraham dulu, yang langsung berdiri di samping ranjang pasien Cyra.


" Hai Kalila ," sapa Cyra.


" Cyra, bagaimana keadaan kamu?? ," tanya Kalila.


" Aku sangat khawatir mendengar mu masuk ke rumah sakit?? ," kata Kalila.

__ADS_1


" Calon keponakanku baik-baik saja kan?? ," tanya Kalila lagi.


" Kalau tanya satu persatu dong sayang, kasihan Cyra nanti kebingungan ," tegur Abraham.


" Sayang?? ," kata Mirza, Cyra dan juga Kalila secara bersama-sama dengan ekspresi terkejut.


" Eh, emm ," kata Abraham sambil menutup mulutnya, karena keceplosan tadi.


" Ehem, sepertinya sebentar lagi ada yang mau menikah nih ," goda Mirza kepada Abraham dan Kalila.


Wajah Kalila langsung terlihat memerah sekali, karena merasa malu, sedangkan Abraham langsung saja menggaruk tengkuknya, sebab merasa malu juga.


" Nanti jangan lupa undangannya ya ," kata Cyra juga.


" Apaan sih Cyra, tadi Kak Abraham bercanda tahu ," kata Kalila.


" Lagi pula kalau seriuspun aku juga setuju ko, iya kan Abi ," kata Cyra.


" Iya, SAYANG ," jawab Mirza sambil menekan kata sayang, yang semakin menambah malu Kalila dan juga Abraham.


Mirza tertawa geli, dan Crya pun sama halnya, karena melihat sepasang manusia yang sedang malu-malu sebab tidak sengaja memanggil kata sayang tadi.


" Nak Kalila, kamu mengajar di mana,? ko dari seragamnya seperti mengajar di Yayasan saya?? ," tanya Ayah Rafiq dengan tiba-tiba.


" Iya Tuan Rafiq, saya memang mengajar di sana, tepatnya di SMA milik anda ," jawab Kalila sambil tersenyum ramah.


" Jadi guru yang amanah, dan sabar ya Nak, biar Negara kita bisa semakin maju dengan banyaknya anak-anak muda yang pintar, karena didikan dari para guru yang sabar ," kata Ayah Rafiq.


" Iya Tuan Rafiq, walau sebenarnya ada juga anak-anak yang sedikit bandel, tapi insyaallah, itu tantangan untuk saya ," jawab sopan dari Kalila.


" Jika ada kendala di sana, nanti kamu bisa tanyakan kepada Akmal maupun Mirza ," kata Ayah Rafiq lagi.


" Iya Tuan ," jawab Kalila.


Setelahnya, Kalila langsung mengalihkan lagi pandangannya ke arah Cyra.


" Cyra, sayang sekali ya, kamu belum bisa mengajar, kalau sudah bisa kan enak, kita bisa bertemu setiap hari ," kata Kalila kepada Cyra.


" Aku belum bisa mengajar Kalila, dan Abi juga belum mengijinkan, karena kondisiku yang mudah drop begini ," jawab Cyra.


" Nanti saja, jika semuanya sudah membaik ya keadaannya sayang ," jawab Mirza.


" Iya ," jawab Cyra.


" Oh ya, ini si Misha tidak ikut sama kalian berdua,? si Deena juga bagaimana?? ," tanya Cyra.


" Misha dan Hamzah kan sedang berbulan madu Cyra, mereka baru saja berangkat lusa kemarin ," jawab Abraham.


" Sedangkan Deena, katanya sedang pergi dengan Keluarganya, tadi sudah aku telepon ," kata Kalila.


" Oh, iya sudah, tidak apa-apa, yang penting mereka pada sehat semua ," jawab Cyra.

__ADS_1


" Huum ," jawab Kalila, dan mereka lalu berbincang santai bersama para orang tua juga yang masih ada di situ.


Singkat cerita, sudah tiga hari Cyra di rawat di rumah sakit, dan yang menjaga Cyra di rumah sakit adalah Mirza bersama Umma Nada, sedangkan Mama Jian, Ayah Rafiq maupun Akmal, akan silih berganti datangnya untuk gantian berjaga.


Kalau untuk Abi Rasyid sudah setiap hari menemani Cyra, jika waktu bekerjanya sudah selesai.


Saat ini Cyra sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya, dan saat ini juga dia sedang berada di perjalanan pulang menuju ke rumah sang Ayah mertua bersama Mirza.


Cyra dan Mirza berada di dalam satu mobil yang sama, sedangkan Umma Nada berada di dalam mobilnya sendiri bersama sang sopir.


" Abi, apakah Abi tidak ada keinginan ingin pindah ke rumah sendiri?? ," tanya Cyra.


" Apakah Umi sudah teringin mempunyai rumah sendiri?? ," tanya balik dari Mirza.


" Iya, Umi rasanya ingin mandiri Abi, dan merasakan menjadi sepasang suami istri yang hidup dengan akidah yang kita inginkan ," jawab Cyra.


" Baiklah, nanti akan Abi bicarakan dulu sama Abi dan Mama ya sayang ," kata Mirza.


" Iya ," jawab Cyra sambil mengangguk.


Mobil yang mereka tumpangi, akhirnya sampai juga di kediaman Ayah Rafiq.


Mirza yang sudah memarkirkan mobilnya, langsung saja membantu Cyra ke luar dari dalam mobil, karena kondisinya belum terlalu fit, dan wajahnya masih sedikit terlihat pucat.


" Hati-hati sayang ," kata Mirza.


Dengan penuh perhatian, Mirza merangkul mesra pundak sang istri untuk dia ajak masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, ternyata sudah dibuatkan syukuran kecil-kecilan yang sengaja Mama Jian buatkan khusus untuk Cyra.


" Masyaallah, Mbak Jian kenapa repot-repot begini ," kata Umma Nada.


" Tidak repot ko Nada, ini tanda syukur dari kami sekeluarga ," jawab Mama Jian.


" Sepertinya semuanya sudah pada berkumpul, ayo Mirza pimpin baca doanya ," kata Ayah Rafiq.


" Tapi di sini tidak ada Abi sama Akmal, Ayah ," jawab Mirza.


" Kalau Abi tidak bisa diharapkan Nak, kan tadi Abi bilang sendiri, jika jadwalnya di rumah sakit sangatlah banyak ," jawab Umma nada.


" Iya, dan si Akmal juga katanya sedang banyak pekerjaan di kampus ," kata Ayah Rafiq.


" Ayo Nak, pimpin doanya, biar para pekerja di sini bisa segera menikmati hasil jerih payah memasak mereka ," kata Mama Jian.


Dan pada akhirnya, Mirza pun memimpin jalannya doa, untuk berterimakasih atas kesembuhan dari sang istri.


Ayah Rafiq dan Mama Jian juga tidak segan-segan menyuruh semua pekerja di rumahnya untuk ikut menikmati syukuran bersama-sama dengan mereka semua.


Cyra sendiri merasa terharu dan juga tersanjung atas perhatian yang diberikan oleh sang mertua kepadanya.


Cyra sangat bersyukur sudah mempunyai suami yang baik, beserta mertua yang baik pula.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2