
" Halo Akmal, kenapa kamu malah diam saja?? ," tanya Hamzah, karena setelah terkejut tadi, Akmal seperti diam seribu bahasa.
" Eh, iya Ham ," jawab Akmal sedikit terkejut.
" Cepat sana, kamu ke rumah sakit sekarang juga, semua orang saat ini sedang mencari mu, terutama Paman Rafiq ," kata Hamzah.
Hamzah lalu memberikan nama dan alamat rumah sakit tempat Mirza sedang dirawat saat ini kepada Akmal.
" Aku tidak bisa ke sana Ham ," kata Akmal dengan suara pelan.
" Apa!! ," ucap Hamzah.
" Jangan gila dan egois seperti itu dong Akmal, kasihan Kak Mirza ," kata Hamzah.
" Sekarang katakan kepadaku, kamu ada di mana saat ini?? ," tanya Hamzah.
" Jika aku menjawabnya, apa kamu akan mengatakan keberadaan ku kepada Ayah?? ," tanya balik dari Akmal.
" Kamu seperti baru mengenalku saja Mal ," jawab Hamzah.
" Aku percaya kepadamu, dan ku pegang janjimu ," kata Akmal.
" Iya ," ucap Hamzah.
Akmal lalu memberikan alamat rumah kontrakannya kepada Hamzah, dan Hamzah mengatakan kepada Akmal, jika dirinya akan ke sana sekarang juga.
Selesai menerima telepon dari Hamzah, Akmal memblokir semua nomor Keluarganya, termasuk Cyra dan sang Ayah.
Karena Akmal ingin menenangkan diri dari pikiran yang sedang berkecamuk tentang sang Kakak.
Hamzah yang sudah berjanji ingin mengunjungi Akmal, selesai menerima telepon darinya, dia langsung bergegas menuju ke rumah kontrakan Akmal.
Namun sebelum itu, Hamzah sengaja mendatangi bengkel milik Abraham, untuk mengajak dia juga bersamanya.
Hamzah yang sudah sampai di parkiran bengkel milik Abraham, langsung berjalan masuk menuju ke ruang kerja Abraham, yang saat ini dia sedang mengerjakan laporan bulanannya.
Tanpa banyak berbicara, Hamzah tiba-tiba langsung menyeret tangan Abraham, hingga membuat Abraham merasa terkejut dengan sikapnya.
" Kamu kenapa sih Ham!! ," ucap Abraham, sambil melepaskan kasar cekalan tangan dari Hamzah.
" Datang-datang tidak mengucapkan salam, tahu-tahu langsung ingin menyeret ku ke luar,!! kamu waras kan?? ," kata Abraham lagi.
" Aku tidak mau banyak berbicara, sekarang jelaskan kepadaku, siapa laki-laki yang kemarin bersamamu!! ," Hamzah mulai berakting mengerjai Abraham.
Bisa-bisanya di situasi yang sedang terburu-buru seperti saat ini, Hamzah sempat-sempatnya untuk mengerjai Abraham sejenak.
" Laki-laki,? laki-laki yang mana?? ," Abraham merasa kebingungan.
" Laki-laki yang aku lihat kemarin, kamu bermesraan dengannya di belakangku, kamu selingkuh ya dariku!! ," jawab Hamzah.
" Kamu bicara apa sih Ham,?? kamu sudah gila ya!! ," kata Abraham semakin kebingungan.
" Iya, aku sudah gila, tergila-gila karena mu ," jawab Hamzah sambil terus menahan suara tawanya.
" Hamzah!! ," bentak Abraham sambil menjitak kepala Hamzah.
__ADS_1
Hamzah langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Abraham yang sangat menggelikan sekali menurutnya.
Melihat Hamzah tertawa sampai terpingkal-pingkal begitu, membuat Abraham semakin kebingungan dan mengira jika Hamzah sedang kesurupan dan butuh di ruqyah.
" Sumpah, wajah kamu membuatku ingin buang air kecil di celana ," kata Hamzah masih sambil tertawa terbahak-bahak.
" Hamzah,!! kamu kenapa sih, gila!! ," kata Abraham.
" Ok-ok, maafkan aku ," jawab Hamzah sambil meredakan suara tawanya.
" Sekarang jangan bercanda lagi ," kata Hamzah mencoba serius kepada Abraham.
" Cepat katakan kepadaku, ada apa kamu datang ke sini dan membuat kekacauan di kantorku?? ," tanya Abraham.
" Ayo ikut aku sekarang juga untuk menemui Akmal ," jawab Hamzah.
" Memangnya Akmal kenapa?? ," tanya Abraham.
" Sakit?? ," ucap Abraham lagi.
" Tidak ," jawab Hamzah.
" Tapi dia kabur dari rumah, karena tidak mau dijodohkan dengan Nona Aalifa ," kata Hamzah.
" Apa?? ," Abraham cukup terkejut mendengar jawaban dari Hamzah.
" Bukankah selama ini dia tidak ada masalah dengan Nona Aalifa ," kata Abraham.
" Nah itu yang membuatku penasaran ," kata Hamzah.
" Astaghfirullah, rumit sekali sih hidupmu, Mal ," kata Abraham.
" Sudah ayo, cepat kita temui Akmal sekarang juga ," kata Abraham lagi.
" Iya ayo ," jawab Hamzah.
Abraham dan Hamzah lalu ke luar dari dalam bengkel, untuk menuju ke dalam mobil milik Hamzah.
Hamzah langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumah kontrakan yang tadi sudah dikatakan oleh Akmal.
Abraham sedikit kebingungan, ketika Hamzah melewati jalan yang bukan menuju ke rumah Ayah Rafiq.
" Lho ko kita lewat sini Ham,? bukankah rumah Paman Rafiq ada di jalan yang sana?? ," tanya Abraham.
" Kan sudah aku kasih tahu, jika Akmal pergi dari rumah ," jawab Hamzah.
" Nah ini, jalan menuju ke rumah kontrakannya ," kata Hamzah lagi, dan Abraham sekarang mengerti.
Tidak lama, sekitar beberapa menit berada di perjalanan, akhirnya, mobil yang Hamzah kendarai sampai juga di sebuah rumah kontrakan, yang terlihat dari luar tidak seperti rumah kontrakan.
" Assalamu'alaikum, permisi, Akmal ," panggil Hamzah dari balik pintu gerbang.
Akmal yang sedang melamun di ruang Keluarga, tiba-tiba mendengar ada seseorang yang mengucapkan salam sambil menyebut namanya.
Sebelum ke luar rumah, Akmal pun mengintipnya dari balik jendela, dan ketika dirasa Akmal mengenali suara tersebut, dia langsung saja ke luar rumah lalu berjalan menuju ke arah pintu gerbang.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam, kenapa tidak pencet bell nya saja Ham, " jawab Akmal sambil membuka pintu gerbangnya.
" Sudah ku pencet daritadi, tapi kamu tidak ke luar juga ," jawab Hamzah.
" Apa rusak ya?? ," ucap Akmal sambil mencoba memencet bell nya.
" Iya tidak bunyi, mungkin rusak ," kata Akmal.
" Ayo masuk ," kata Akmal.
Akmal belum menyadari, jika di dalam mobil ada Abraham yang daritadi sedang memperhatikannya.
Rumah kontrakan dengan satu lantai itu, cuma ditinggali oleh Akmal seorang, sebab Akmal tidak suka tinggal dengan orang yang tidak dia kenal.
Hamzah lalu memarkirkan mobilnya ke dalam dan langsung mengajak Abraham untuk ke luar dari dalam mobil.
Akmal sedikit terkejut, ketika melihat Abraham ikut ke luar dari dalam mobil bersama Hamzah.
" Lho, kamu mengajak Abraham juga?? ," tanya Akmal.
" Iya, dia bisa marah, jika tidak aku ajak ," jawab Hamzah.
" Sudah ayo masuk, dan segera ceritakan, serta jelaskan kepada kami ," ucap Abraham.
Akmal hanya mengangguk saja, dan dia langsung mengajak ke dua sahabatnya untuk masuk ke dalam ruang keluarga yang ada di situ.
" Sekarang tolong ceritakan kepada kami Mal, siapa tahu kami bisa membantumu ," kata Hamzah.
" Aku sudah mencoba berbicara kepada Ayah untuk membatalkan pernikahan ini, karena aku benar-benar tidak suka dengan sifat Aalifa yang sangat buruk menurutku ," jawab Akmal.
" Buruk bagaimana sih Mal,? menurutku dia baik dan sopan ko ," tanya Abraham.
Akmal lalu menceritakan bagaimana sifat Aalifa selama ini kepadanya, terutama setelah dia mengetahui jika dirinya masih mencintai Cyra.
Akmal mencoba terbuka kepada ke dua sahabatnya, yang memang sudah berteman cukup lama dengannya.
" Masa Nona Aalifa seperti itu sih Mal orangnya?? ," tanya Abraham tidak percaya.
Abraham dan Hamzah memang cukup terkejut dan sedikit tidak percaya dengan apa yang katakan oleh Akmal.
Akan tetapi, mereka berdua juga tidak bisa mengatakan, jika Akmal sedang berbohong saat ini, sebab baik Abraham dan Hamzah sangat tahu sekali bagaimana sifatnya Akmal.
" Untuk apa aku berbohong kepadamu Abraham,? dan kamu sendiri kan sudah tahu bagaimana sifatku, apa aku akan bercanda untuk masalah serius seperti ini?? ," tanya Akmal.
Abraham dan Hamzah refleks langsung menggelengkan kepalanya.
" Lalu, apakah kamu tidak mau pulang sejenak untuk menjenguk Kak Mirza, Akmal?? ," tanya Hamzah.
Akmal bimbang, dia bingung mau menjawab apa kepada ke dua sahabatnya itu.
Karena, jika dia menuruti hatinya, pasti dirinya ingin pulang dan melihat keadaan sang Kakak.
Namun, di sisi lain, Akmal takut, jika dirinya pulang akan di paksa menikah dengan Aalifa oleh sang Ayah.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...