
Hari-hari tanpa terasa sudah silih berganti. Tanpa mereka sadari terutama bagi Akmal dan Cyra. Jika Cyra sudah sekitar satu minggu tinggal di rumah sang abi.
Selama satu minggu itu pula. Cyra dan Akmal tidak pernah berkomunikasi sama sekali. Yang mereka lakukan cuma saling melihat story media sosial mereka masing-masing tanpa berani untuk bertegur sapa.
Ada kerinduan yang dirasakan oleh Akmal untuk Cyra. Apakah Cyra juga merasa rindu dengan Akmal? Jawabannya iya.
Ada sedikit kerinduan dengan perhatian Akmal kepadanya. Namun tidak bisa dipungkiri jika dirinya juga masih sangat mencintai Mirza, almarhum suaminya.
"Apakah aku terlalu cepat untuk jatuh cinta lagi? Tidak! Ini bukan cinta." Selalu seperti itu. Cyra seperti perang batin dengan hatinya.
Umur baby Zahwa juga tanpa terasa sudah hampir dua bulan.
Akmal yang terbiasa menggendong baby Zahwa merasa ada yang kurang di hatinya.
"Apakah kamu baik-baik saja sayang di sana? Abi sangat merindukanmu." Akmal melamun di pinggir jendela kamarnya.
Malam harinya di rumah abi Rasyid. Cyra merasa sangat panik sekali. Karena tiba-tiba baby Zahwa badannya sangat panas sekali. Dan ketika di cek oleh Cyra panasnya sangat tinggi.
Abi Rasyid langsung bergegas membantu Cyra untuk membawa baby Zahwa ke klinik sebelumnya.
"Tenang ya Nak. Bertahanlah demi Umi." Cyra memeluk sang baby sambil meneteskan air matanya.
Sesampainya di klinik. Cyra langsung bergegas meminta tolong kepada Bidan yang berjaga.
Runtuh hati Cyra mendengar ucapan sang Bidan. Jika baby Zahwa harus menginap di klinik tersebut.
"Panasnya terlalu tinggi Nyonya. Lebih baik dia di rawat di sini dulu sampai sembuh." Begitulah ucapan sang Bidan.
Mau tidak mau Cyra pun menurut saja mendengar saran dari Bidan tersebut.
Cyra memilih menunggu baby Zahwa. Sedangkan abi Rasyid langsung kembali pulang untuk menjemput sang istri sekaligus mengambil keperluan baby Zahwa.
Di seberang sana, lebih tepatnya di rumah ayah Rafiq.
Akmal semalam tidak bisa tidur sama sekali. Tangannya yang cedera kemarin juga sudah bisa dia gerakan bebas seperti sedia kala. Hanya saja belum bisa untuk mengangkat beban berat.
Akmal mencoba jalan-jalan di dalam kamar untuk mencari kesibukan, tetap saja matanya tidak mau terpejam.
Mencoba mengaji, sampai sudah beberapa juz dia baca. Tetap saja matanya masih jreng.
__ADS_1
Mencoba melompat-lompat untuk menghilangkan kerinduan dan kegundahan hatinya. Malah membuatnya semakin tidak karuan saja. Karena malam itu Akmal benar-benar sangat rindu sekali dengan baby Zahwa.
Hingga pada akhirnya. Akmal bisa tertidur ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.
Di saat waktu sudah menunjukkan pukul empat lebih. Waktunya untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Akmal yang masih mengantuk mendengar pintu kamarnya ada yang menggedor dari luar dengan sangat kencang sekali.
"Iya sebentar." Ucap Akmal sambil berjalan menuju ke arah pintu.
"Ayah! Ada apa Yah?" ternyata sang ayah-lah pelakunya.
"Zahwa dibawa ke klinik Akmal. Semalam panasnya sangat tinggi sekali." Akmal benar-benar sangat terkejut mendengarnya.
"Apa!"
Mata yang awalnya masih mengantuk langsung terlihat segar karena kabar tersebut.
"Cepat sholat subuh. Setelah itu ayo kita segera ke sana." Akmal langsung mengangguk semangat.
Ayah Rafiq setelah menyampaikan berita tersebut kepada Akmal. Lalu kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil peci dan juga baju kokonya. Begitupula dengan Akmal.
Selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Akmal, mama Jian dan ayah Rafiq. Langsung bergegas menuju ke klinik tempat baby Zahwa sedang dirawat
"Nak. Bertahanlah. Ada Umi yang selalu menemanimu." Cyra berderai air mata.
Sekitar pukul hampir setengah tujuh pagi. Akhirnya Akmal, mama Jian dan ayah Rafiq. Sampai juga di klinik tempat baby Zahwa sedang dirawat.
Pandangan mata Cyra, umma Nada dan abi Rasyid. Langsung teralihkan ke arah Akmal, mama Jian serta ayah Rafiq yang baru saja datang.
"Aiza!" Akmal langsung bergegas menuju ke arah ranjang pasien.
"Astaghfirullah panas sekali tubuh kamu sayang." Akmal langsung memeluk sang keponakan yang sudah dia anggap sebagai putrinya dengan penuh kerinduan dan kekhawatiran.
Cyra dan yang lainnya hanya diam saja melihat apa yang sedang dilakukan oleh Akmal kepada baby Zahwa.
"Kenapa panasnya belum juga turun Cyra?" Cyra menggelengkan kepalanya.
"Cyra tidak tahu Kak. Bidan juga sudah memberikan obat penurun panas, tapi belum ada efeknya." Mata Cyra terlihat lesu dan juga lelah.
Tiba-tiba Akmal membuka baju yang dipakainya, lalu mendekap tubuh mungil baby Zahwa ke dadanya dengan diselimuti selimut miliknya.
__ADS_1
Entah Akmal dapat pemikiran dari mana? Namun yang pasti niat Akmal supaya suhu panas itu tersalurkan ke tubuhnya.
Akmal bersholawat, menepuk pelan tubuh baby Zahwa dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Capek berdiri. Akmal pun memilih duduk bersandar di ranjang pasien dengan baby Zahwa terus berada didekapannya.
Semua orang yang ada di situ masih diam saja. Tanpa ada yang mau menegur Akmal sama sekali.
Mata yang kurang tidur semalam. Membuat Akmal ketiduran dengan posisi baby Zahwa ada di atas dadanya.
Wallahualam Bissawab. Apa yang dilakukan oleh Akmal bisa membuat demam di tubuh baby Zahwa turun drastis.
Selama Akmal tertidur, tidak ada yang berani mengganggunya. Bahkan sang Bidan atau suster yang ingin memeriksa baby Zahwa, mereka memilih mengurungkan niatnya.
Sekitar dua jam sudah Akmal tertidur bersama baby Zahwa. Dan selama dua jam itu pula semua orang memilih berbincang, makan, sambil menunggu Akmal terbangun dari tidurnya.
Selama Akmal tidur. Cyra tidak banyak berbicara. Cuma diam sambil memperhatikan Akmal yang sedang memejamkan matanya.
Hingga pada akhirnya. Akmal pun terbangun masih sambil memeluk baby Zahwa.
"Alhamdulillah. Tubuh kamu sudah tidak panas lagi sayang." Ucapan Akmal mengalihkan pandangan semua orang ke arahnya.
Para orang tua yang sedang mengobrol dan juga Cyra, langsung bergegas ke arah Akmal yang sudah bangun dari tidurnya.
Cyra mencoba mengambil sang baby dari atas dada Akmal. Dan benar saja, tubuh baby Zahwa sudah tidak sepanas tadi.
Merasa tubuhnya dipindahkan, baby Zahwa langsung menangis sejadi-jadinya.
Akmal yang sudah memakai bajunya, merasa tidak tega lalu memilih mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Cyra. Dan berhasil. Baby Zahwa langsung diam seketika.
Para orang tua merasa aneh dengan kejadian tersebut. Secara medis hubungan Akmal dan baby Zahwa cuma sekedar paman dan keponakan.
Namun secara batin. Kedekatan mereka seperti seorang ayah dan anak.
Semua itu mungkin terjadi. Karena Akmal-lah orang yang pertama kali menggendong dan skin to skin dengan baby Zahwa, di waktu dia baru saja lahir ke dunia. Jadi tidak heran jika kedekatannya bisa melebihi Cyra.
Akmal menimang baby Zahwa dengan penuh kasih sayang, dan mencoba menidurkannya lagi. Supaya baby Zahwa bisa segera diijinkan pulang ke rumah oleh sang Bidan.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...