IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
THE POWER OF SEDEKAH


__ADS_3

Client yang Akmal dan Cyra tunggu akhirnya datang juga. Akmal dan Cyra menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah sekali. Ternyata yang datang tidak cuma manajernya saja, melainkan dengan artis yang bersangkutan langsung.


"Keluarga saya sudah berlangganan di butik ini cukup lama. Dan karena rekomendasi dari mereka. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih butik ini untuk menunjang pernikahan saya, Tuan Akmal, Nyonya Cyra," ucap sang artis.


"Apalagi ketika kemarin saya melihat sendiri sample dan gambar yang sudah ditunjukkan kepada saya oleh manajer butik ini. Saya merasa semakin yakin untuk memilih butik ini."


Akmal tersenyum. "Tapi jangka waktu satu minggu itu terlalu singkat bagi kami yang harus menyediakan setidaknya cukup banyak pesanan baju tersebut Nona."


"Ayolah Tuan. Saya mohon. Bantu saya. Pernikahan ini juga mendadak. Sebab tidak ada kabar dan tidak ada angin. Calon suami saya yang notabennya tidak pernah pacaran atau ta'aruf dengan saya tiba-tiba mengajak saya menikah."


Gantian Cyra yang tersenyum. "Masyaallah. Itulah yang namanya jodoh Nona."


Sang artis tersenyum manis. "Iya Nyonya Cyra. Alhamdulillah."


"Emm begini Nona. Jika kami bisa menyelesaikan semua pesanan Anda dalam jangka waktu satu minggu itu. Tentunya akan ada banyak tenaga dan waktu yang diperlukan. Dan kami juga harus membayar tenaga lembur semua karyawan kami."


"Mereka semua punya keluarga. Jadi kami harus menghargai waktu mereka yang seharusnya untuk berkumpul dengan keluarga tapi mereka habiskan untuk bekerja dengan kami."


Sang artis mengerti maksud ucapan Cyra. "Saya mengerti Nyonya Cyra. Sebagai tanda jadinya. Ini saya bayar dua kali lipat lebih dari perjanjian sebelumnya. Dan sisanya nanti akan saya lunasi jika semua pesanan saya sudah selesai. Bagaimana?"


Akmal dan Cyra langsung saling pandang melihat beberapa gepok uang yang ada di atas meja di depannya.


"Ayolah Tuan, Nyonya. Ini waktunya sudah mepet. Saya tidak tahu harus cari butik mana lagi. Sedangkan butik yang selalu di hati keluarga saya cuma butik ini."


"Bismillah. Baiklah! Kami sanggup membantu Anda, Nona. Tolong Anda tanda tangani berkas ini dulu. Supaya ada tanda bukti di atas materai," Cyra menjawab dengan mantap sekali.


Sang artis langsung saja menandatangani berkas yang Cyra maksudkan. Setelah selesai saling bernego. Akhirnya, sang artis beserta manajernya kembali ke pekerjaan mereka.


"Umi yakin sanggup membuatkan baju pesanannya?" Akmal sedikit ragu.


"Insyaallah Abu. Kita coba saja dulu. Nanti Allah pasti akan memberikan jalan ke luarnya untuk kita," jawab Cyra.


"Ayo sekarang Abu antarkan Umi ke konveksi yang bekerjasama dengan butik ini."

__ADS_1


Akmal mengangguk. Dan mereka lalu bergerak cepat menuju ke konveksi tersebut. Setidaknya ada sekitar tiga konveksi yang bekerjasama dengan butik milik Mirza. Ke tiganya itu Akmal dan Cyra kerahkan semua untuk menyelesaikan pesanan sang artis.


Untuk baju yang akan siap rilis. Mereka cancel dulu untuk sejenak sampai pesanan baju sang artis selesai mereka buat.


Akmal, Cyra, dan para pekerja konveksi, seperti tidak beristirahat sama sekali selama pembuatan baju yang diinginkan oleh sang artis.


"Oh ya semuanya. Untuk besok saya dan suami tidak bisa memantau kalian. Karena ke dua orang tua saya dan ke dua mertua saya ada syukuran mau umroh. Jadi saya harap kalian terus bekerja untuk segera menyelesaikan pesanan dari client kita," ucap Cyra.


"Untuk urusan uang lembur dan gaji untuk tenaga kalian. Kalian semua tidak perlu khawatir. Akan kami bayar nanti setelah semua pesanan ini sudah selesai dibuat," sambung Akmal.


"Baik Pak Akmal, Bu Cyra," jawab serempak dari para pekerja konveksi yang terdiri dari beberapa laki-laki dan perempuan.


Setelah menyampaikan itu semua. Akmal dan Cyra lalu pergi meninjau konveksi yang lainnya lagi.


Seperti ucapan Cyra dan Akmal kemarin. Hari ini adalah hari di mana ayah Rafiq, mama Jian, umma Nada dan abi Rasyid, akan berangkat ke makkah untuk menunaikan ibadah umroh.


Akmal dan Cyra beserta beberapa keluarga mengantarkan kepergian mereka sampai ke Bandara.


"Kalian hati-hati ya di sana," ucap Cyra kepada ke dua orang tua dan ke dua mertua.


"Oh ya Akmal. Itu sumbangan yang untuk besok, sudah Ayah titipkan kepada mamang. Besok kamu berikan kepada orang-orang yang datang ke rumah kamu ya," ucap ayah Rafiq.


"Iya Ayah. Akmal sudah tahu. Tadi si mamang sudah cerita kepada Akmal."


"Baguslah." Dan mereka lalu berpisah ketika ada suara panggilan, jika pesawat jemaah umroh akan segera berangkat.


Selesai mengantarkan ke dua orang tua dan ke dua mertua. Akmal dan Cyra kembali ke rumah mereka lagi.


"Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga di rumah. Badanku rasanya capek sekali."


Ucapan Cyra didengar jelas oleh Akmal. Akmal lalu mendekati Cyra dan mencoba ingin memijat pundaknya. "Capek ya Umi. Sini Abu pijat."


Cyra yang merasa tidak pantas dipijat oleh Akmal. Sebab Cyra juga tahu jika Akmal sama-sama capek sepertinya. Dia langsung menolak. "Eh! Tidak perlu Abu. Abu kan juga capek sama seperti Umi."

__ADS_1


"Oh ya Abu. besok kan hari jum'at. Waktunya kita untuk berbagi. Sedangkan besok kita harus memantau pesanan baju dari sang artis?"


"Iya kita titipkan saja sama bibi atau mamang yang ada di sini Umi."


"Atau begini saja. Kita tunggu mereka sebentar. Kalau sampai siang mereka belum datang. Baru deh kita titipkan kepada bibi dan mamang."


Akmal mengangguk setuju. Tidak terasa. Akmal dan Cyra menikah sudah dua minggu lamanya. Dan besok adalah jum'at ke dua bagi mereka untuk bersedekah.


Sekitar jam tujuh pagi sama seperti kemarin. Hari ini kaum dhuafa yang datang ada sekitar tiga belas orang. Tambah tiga orang dari sebelumnya.


Kali ini sedekah yang Cyra dan Akmal keluarkan cuma nasi box saja dengan menu yang pastinya berbeda dari kemarin. Serta sumbangan dari ayah Rafiq yang berupa beras sekitar dua setengah kilogram dan juga mie instan satu karton.


Akmal dan Cyra merasa hatinya sangat tenang dan senang sekali, bisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari para kaum dhuafa tersebut yang menerima sumbangan dari mereka.


Selesai memberikan sumbangan tersebut. Akmal dan Cyra yang sudah selesai sarapan pun langsung bergegas mengecek baju pesanan dari sang artis kemarin.


Akmal selalu menyempatkan waktunya untuk ikut memantau pesanan tersebut. Walau dirinya juga harus sibuk mengajar di kampus.


Cyra yang terkadang harus memantau sendiri. Tapi dirinya tidak pernah meninggalkan baby Zahwa di rumah bersama sang bibi. Baby Zahwa selalu ikut dengan Cyra ke mana pun Cyra pergi.


Hingga akhirnya! Kerja keras mereka semua membuahkan hasil. Pesanan dari artis tersebut selesai tepat waktu dan hasilnya sangat memuaskan sekali bagi artis tersebut. Bahkan sang artis berani membayar gaun pernikahan dan gaun untuk semua keluarga, serta bridesmaidnya, empat kali lipat dari perjanjian sebelumnya.


Akmal dan Cyra sangat bahagia sekali. Sedekah yang tidak seberapa mereka keluarkan. Allah sudah menggantinya dengan berlipat-lipat ganda.


Akmal dan Cyra juga tidak mau menjadi bos yang dzolim. Mereka membayarkan gaji dua kali lipat dari biasanya, serta uang lemburnya juga dua kali lipat untuk menghargai pekerjaan serta tenaga dari mereka semua.


Para karyawan tersebut semakin senang bekerja dengan Akmal dan Cyra. Sebab Akmal dan Cyra memegang janjinya untuk memberikan gaji yang pantas untuk mereka, sesuai dengan tenaga yang sudah mereka keluarkan dalam satu minggu kemarin.


Rancangan gaun pengantin yang dipakai oleh sang artis. Membuat butik milik Mirza yang sekarang dikelola oleh Cyra dan Akmal saat ini sedang kebanjiran orderan.


Akmal dan Cyra sampai merekrut beberapa karyawan lagi untuk mempercepat jahitan baju pesanan dari semua orang.


Inilah yang di namakan the power of sedekah.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2