IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MENCOBA JUJUR


__ADS_3

Selesai pengajian dari Ibu-ibu komplek, saatnya tausiah singkat dari Pak Kyai, yang sengaja diundang oleh Ayah Rafiq.


Akmal daritadi tidak terlihat sendiri, karena dia mendapatkan mandat alias tugas dari sang Ayah untuk menjemput Pak Kyai. Dan Alhamdulillah Akmal bisa menjemput Pak Kyai dengan selamat sampai di rumah.


Akmal yang saat ini sedang mendengarkan ceramah dari Pak Kyai, tidak sengaja teringat dengan nasihat yang Pak Kyai sampaikan tadi kepadanya, ketika masih berada di dalam mobil.


" Hidup itu ibarat es batu Nak, jika kamu biarkan di tempat terbuka, akan mencair, jika kamu masukkan ke dalam freezer, akan terus membeku ," kata Pak Kyai.


" Seperti kisah cintamu dengan Kakak iparmu itu ," ucap Pak Kyai.


Iya, Akmal memang sudah bercerita kepada Pak Kyai tadi, dan sengaja Akmal ceritakan, karena dia ingin mendengar nasihat dari orang yang dia hormati, supaya kegundahan hatinya sedikit terobati.


" Jika kamu terus simpan di dalam hatimu, cinta itu tidak akan menguap ke luar dan kamu akan terperangkap terus dengan kisah cintamu itu ," nasihat Pak Kyai.


" Namun, jika kamu biarkan dia terbang bebas, lillahi ta'ala karena Allah, insyaallah cinta itu tidak akan pergi menjauh darimu ," ucap Pak Kyai lagi.


" Dan ingat satu hal, dia itu Kakak iparmu, berdosa hukumnya, jika kamu terus memikirkannya, yang jelas-jelas sudah menjadi istri Kakak kandungmu sendiri Nak ," nasihat Pak Kyai lagi, sedangkan Akmal masih diam mendengarkan.


" Lalu apa yang harus saya lakukan dengan calon istri saya Pak Kyai?? ," tanya Akmal lagi.


" Jika suka, lanjutkan, jika tidak tinggalkan ," jawab singkat dari Pak Kyai.


" Jangan sampai ada banyak hati yang terluka, hanya karena kamu masih terus mempertahankan yang tidak seharusnya kamu harapkan ," kata Pak Kyai.


" Akmal ," ada yang memanggil Akmal, dan panggilan itu membuat Akmal tersadar dari masa melamunnya.


" Eh iya, ada apa Mas?? ," tanya Akmal kepada saudaranya.


" Itu di panggil Tante, katanya calon istri kamu bersama Keluarganya sudah pada datang ," jawab sang saudara.


" Eh, iya Mas, terimakasih, Akmal permisi dulu kalau begitu ," jawab Akmal dan sang saudara hanya mengangguk saja.


Akmal sedikit terkejut, ketika sang Mama ternyata mengundang Aalifa dan Keluarganya juga.


Entah kenapa, hati Akmal semakin tidak nyaman dengan berada di sampingnya Aalifa, akan tetapi Akmal sangat susah sekali ingin berkata jujur kepada Keluarganya, apa yang menjadi kegundahan hatinya belakangan ini.


" Kak Akmal ," sapa Aalifa dengan riang gembira, dan Aalifa sepertinya tidak tahu malu, karena seperti menunjukkan kepada semua orang yang hadir, jika dialah calon istri Dosen tampan nan sholeh sejuta umat.


Akmal hanya tersenyum tipis saja melihat Aalifa, dan sebagai tanda kesopanan, akhirnya Akmal memilih menemani Keluarga sang calon mertua.


" Acaranya ramai sekali ya ," kata Pak Ismail.


" Maaf, Papa baru sampai di sini, tadi jalanan sangat macet sekali ," kata Pak Ismail lagi.

__ADS_1


" Iya Pa, tidak apa-apa ," jawab Akmal.


" Oh ya Kak, Kak Cyra mana,? aku ada kado untuk dia ," kata Aalifa.


" Dia sedang sama yang lainnya, sini kadonya, biar Kakak saja yang memberikannya ," jawab super dingin dari Akmal.


Bukan maksud hati Akmal ingin berdekatan dengan Cyra, hanya saja Akmal takut, kalau Aalifa berdua saja dengan Cyra, akan mengatakan hal yang tidak-tidak, karena itu bisa membuat Cyra semakin tambah banyak pikiran atau beban.


" Tidak mau,!! itu paling akal-akalan Kakak saja, supaya bisa berdekatan dengan Kak Cyra!! ," jawab Aalifa sambil berbisik di telinga Akmal, karena mereka sedang duduk berdampingan.


Jika masih ada kursi yang kosong lagi, Akmal tidak akan duduk di samping Aalifa, pasti dia memilih menyingkir, hanya saja keadaanlah yang membuatnya duduk berdekatan dengan Aalifa.


Mendengar jawaban dari Aalifa, Akmal langsung menarik nafasnya sangat panjang, supaya tidak terpancing emosi.


Setelah berjam-jam lamanya acara berlangsung, akhirnya pengajian yang diadakan oleh Ayah Rafiq, berjalan dengan lancar dan selesai sesuai yang diharapkan.


Jika tadi yang menjemput Pak Kyai adalah Akmal, kali ini Pak Kyai di antarkan pulang oleh orang lain yang masih kerabat dengan Keluarga Ayah Rafiq, sebab Akmal sedang ada Keluarganya Aalifa.


Akmal, Ayah Rafiq, Mama Jian, Umma Nada, Mama Atika, Aalifa, Cyra, Mirza, Saqif dan ke dua adiknya Aalifa, saat ini mereka semua sedang duduk bersama di ruang Keluarga rumah Ayah Rafiq.


" Kak Cyra, ini Aalifa bawakan sesuatu untuk Kakak ," kata Aalifa kepada Cyra.


" Terimakasih Nona Aalifa ," ucap Cyra.


Mereka lalu berbincang-bincang santai membicarakan ini dan itu, terutama tentang pernikahan Akmal dan Aalifa.


" Oh ya Pak Rafiq, untuk pernikahan anak-anak kita, semuanya sudah saya siapkan ," kata Pak Ismail.


" Alhamdulillah, saya senang mendengarnya Pak ," jawab Ayah Rafiq.


" Saya juga membawakan banyak undangan di dalam mobil, untuk kalian bagikan kepada sanak saudara nantinya ," kata Pak Ismail lagi.


" Iya Pak ," jawab Ayah Rafiq.


" Semoga bisa berjalan dengan lancar sampai hari H ," kata Pak Ismail, dan ucapan Pak Ismail, langsung di aamiinkan oleh semua orang, kecuali Akmal.


Aalifa merasa senang sekali, karena Akmal tidak berbicara apapun kepada mereka semua, tentang rencananya yang ingin membatalkan pernikahan mereka.


Selesai puas berbincang ini dan itu, akhirnya, Keluarga Aalifa berpamitan pulang kepada Keluarga besar Ayah Rafiq.


Singkat cerita selesai makan malam, tiba-tiba Akmal datang menemui sang Ayah yang sedang membaca sesuatu di dalam ruang kerjanya.


" Ada apa Akmal, masuk saja sini ," jawab Ayah Rafiq.

__ADS_1


Akmal yang sedang berdiri di depan pintu langsung saja masuk dan duduk di kursi depan meja kerja sang Ayah.


" Ada yang harus Akmal sampaikan kepada Ayah ," kata Akmal.


" Katakan saja Nak ," ucap Ayah Rafiq.


" Akmal sepertinya tidak bisa melanjutkan acara pernikahan ini Ayah, karena Aalifa bukan termasuk wanita yang Akmal inginkan ," jujur Akmal kepada sang Ayah.


Ayah Rafiq yang sedang asik membaca, langsung menatap ke arah Akmal dengan ekspresi terkejut.


" Kenapa kamu berbicara seperti itu Nak?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Apa yang membuatmu ingin membatalkan pernikahan kalian?? ," tanya Ayah Rafiq lagi.


" Akmal tidak suka dengan sikap Aalifa, Ayah, dia tidak termasuk dalam kriteria Akmal ," jawab Akmal.


" Akmal sudah berusaha jujur kepada kalian semua sejak kemarin, hanya saja waktunya tidak tepat ," ucap Akmal lagi.


" Tapi semua undangan sudah mulai di sebar Nak ," kata Ayah Rafiq.


" Jika kamu membatalkannya, nanti bisa membuat Keluarga kita malu ," ucap Ayah Rafiq lagi.


" Biar semuanya Akmal yang mengurus Ayah, jika Ayah mengijinkan Akmal tidak melanjutkan lagi acara perjodohan ini?? ," jawab Akmal.


" Lalu, jika kamu tidak mau melanjutkan lagi acara pernikahan ini, kamu mau menikah dengan siapa, Akmal?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Kamu sudah terlalu tua, jika harus berkelana mencari seorang istri ," kata Ayah Rafiq.


" Harusnya, kamu sudah menggendong anak seperti yang lainnya, dan sebenarnya kriteria istri yang kamu cari bagaimana Nak?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Apa yang kurang dari Nak Aalifa?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Dia baik, cantik, sholehah, dan yang pasti dia mandiri, lalu apa yang kamu cari selain itu?? ," kata Ayah Rafiq.


" Mungkin kamu belum mengenal dia sepenuhnya, jadinya kamu menganggap sikap Nak Aalifa tidak baik untukmu, cobalah bertahan dulu, lebih banyaklah sholat malam, untuk meminta petunjuk dari-Nya, Nak ," nasihat Ayah Rafiq lagi dan Akmal masih setia mendengarkan.


" Baiklah permisi Ayah ," jawab simple dari Akmal.


Mendengar semua ucapan dari sang Ayah, Akmal bisa menyimpulkan, jika dirinya tidak diijinkan untuk membatalkan acara pernikahannya yang tinggal menghitung hari.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2