IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KELUARGA PAK HAZIN


__ADS_3

Sedangkan dibeda tempat, lebih tepatnya di rumah Kalila.


Setelah bangun tidur tadi, mata Kalila sangat bengkak sekali, bahkan sudah dia kompres dengan air hangat pun, masih terlihat bengkak, sebab semalam menangis, karena perubahan sikap Abraham.


Selesai sholat subuh tadi, Kalila memilih untuk tidur lagi, padahal biasanya dia akan membantu sang Ibu atau Kakak iparnya untuk memasak dan bersih-bersih rumah.


" Kalila mana Bu?? ," tanya Pak Hazin kepada sang istri, ketika baru pulang dari musholla.


" Masih ada di dalam kamarnya ," jawab Bu Abidah.


Pak Hazin hanya diam saja, dan lalu dia memilih masuk ke dalam kamar.


Ketika sarapan pun, semua orang sudah pada siap di ruang makan, kecuali Kalila.


" Di mana Kalila,? tumben sekali dia belum ada di sini?? ," tanya Pak Hazin.


" Sepertinya masih ada di dalam kamarnya Pak ," jawab Dahlia, menantu Pak Hazin.


" Biar Dahlia panggilkan dulu ," kata Dahlia lagi dan Pak Hazin hanya mengangguk saja.


Dahlia pun lalu berjalan menuju ke dalam kamar Kalila, dan sesampainya di depan kamar Kalila, Dahlia mengetuk pintunya dengan perlahan.


Tidak lama, pintunya dibuka oleh Kalila dan Dahlia sangat terkejut, melihat wajah kalila dengan mata bengkak dan ada mata panda nya.


" Astaghfirullah Kalila, kamu kenapa?? ,'' tanya Dahlia.


" Tidak apa-apa Kak ," jawab pelan dari Kalila.


" Apakah kamu sakit?? ," tanya Dahlia merasa sangat khawatir.


" Tidak ," jawab Kalila.


Iya, tubuh Kalila saat ini memang sedang tidak sakit, tapi hatinya sedang tidak baik-baik saja.


" Ayo cuci muka, sudah ditunggu Bapak, Kalila di ruang makan ," kata Dahlia.


" Iya sebentar, biar Kalila memakai hijab dulu ," jawab Kalila.


Dahlia hanya mengangguk saja, dan dia masih menunggu di depan kamar, ketika Kalila sedang mencuci muka terlebih dahulu, setelahnya baru memakai hijab instannya.


Setelah selesai, Kalila dan Dahlia lalu berjalan menuju ke ruang makan.


Baru saja duduk, Kalila sudah mendengar perkataan dari sang Bapak yang tidak ingin didengarnya.


" Kamu masih santai sekali Kalila,? apakah hari ini kamu tidak berangkat mengajar?? ," tanya Pak Hazin.


" Sepertinya tidak Pak untuk hari ini, karena rasanya badan Kalila sedang kurang fit ," jawab Kalila.

__ADS_1


Sebenarnya yang kurang fit itu bukan badannya, tapi hatinya. Dan berhubung matanya sedang bengkak plus ada mata panda nya, ya pasti Kalila malu untuk berangkat mengajar hari ini.


" Bagus, jadi kamu nanti bisa bantuin Mama sama Kak Dahlia, karena nanti malam ada yang datang melamar mu ," kata Pak Hazin.


Gerakan mengunyah Kalila langsung terhenti, ketika mendengar perkataan dari sang Bapak.


" Dia laki-laki baik, Bapak jamin kamu pasti suka dengan dia ," kata Pak Hazin lagi.


Kalila masih diam saja sambil menikmati makanannya dengan diam.


" Jangan coba-coba kabur Kalila, karena Bapak bisa sangat marah besar kepadamu ," pesan Pak Hazin kepada Kalila, dan semua anggota Keluarga hanya bisa diam saja.


Yang tahu jika yang datang nanti malam adalah Abraham, cuma sang Ibu saja, sedangkan sang Kakak yaitu Fayruz beserta istrinya tidak tahu apapun.


" Iya Pak ," jawab pasrah dari Kalila.


Pak Hazin hanya mengangguk saja, dan Kalila yang sudah selesai sarapan, dia meminta ijin untuk masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu.


Sesampainya di dalam kamar, Kalila masih mencoba menghubungi Abraham, tapi malah sekarang ponselnya sedang tidak aktif. Dan ketika Kalila mencoba mengirimkan pesan pun, juga sama saja, cuma centang satu, yang artinya, memang ponsel Abraham sedang tidak aktif.


Atau bisa juga, Abraham sengaja mengblock sementara nomor Kalila, supaya dia tidak bisa menghubunginya.


Kalila langsung menangis lagi, ketika dia tidak bisa menghubungi Abraham.


Berjalan gontai menuju ke dalam kamar mandi, Kalila langsung saja mandi serta mencuci mukanya supaya terlihat segar.


Setelah selesai melakukan rutinitasnya di dalam kamar, Kalila langsung saja ke luar dari dalam kamar, untuk membantu sang Ibu dan sang kakak ipar menyiapkan ini serta itu.


" Kak ," kata Kalila.


" Hmm, ada apa Kalila ," jawab Dahlia.


" Apakah Kakak tahu, siapakah laki-laki yang akan melamar Kalila?? ," tanya Kalila.


" Bukankah yang datang nanti itu si Abraham, kan kamu sedang dekat dengan dia?? ," jawab Dahlia.


" Iya, memang Kalila sedang dekat dengan dia Kak, tapi .... ," kata Kalila.


" Tapi apa Kalila?? ," tanya Dahlia.


" Tapi ketika kemarin dia sudah menemui Bapak, Kak Abraham tidak ada kabar lagi Kak ," jawab Kalila.


" Bahkan teman Kalila ada yang melihat dia semalam jalan dengan wanita lain Kak, dan ketika Kalila tanya, katanya dia sedang ada acara Keluarga ," cerita Kalila.


" Mungkin teman kamu salah melihat Kalila ," kata Dahlia.


" Tidak Kak, wong teman Kalila video call Kalila ko ,'' jawab Kalila.

__ADS_1


" Dan memang benar laki-laki itu adalah Kak Abraham ," lanjut lagi kata Kalila sambil menunjukkan wajah sedihnya.


" Tadi saja ketika Kalila coba hubungi, nomornya sudah tidak aktif Kak ," kata Kalila lagi.


" Kalau begitu Kakak tidak tahu Kalila ," kata Dahlia.


" Kakak kira yang datang nanti itu Abraham ," kata Dahlia lagi.


" Apakah Kakak benar-benar tidak tahu apa-apa?? ," tanya Kalila lebih memastikan.


" Benar Kalila, bahkan Kakak kamu saja, tidak bercerita apa-apa sama Kakak ," jawab Dahlia.


" Coba tanya sama Ibu, Kakak yakin Ibu pasti tahu ," saran Dahlia.


Kalila hanya mengangguk saja, dan setelah itu dia mencoba menemui sang Ibu yang sedang membuat camilan di dalam dapur.


" Bu ," panggil Kalila.


" Hmm ," jawab sang Ibu tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Kalila.


" Kalila mau tanya boleh?? ," tanya Kalila.


" Boleh, mau tanya apa?? ," jawab Ibu Abidah.


" Sebenarnya siapa sih Bu, laki-laki yang akan melamar Kalila,? dia orangnya tampan tidak?? ," tanya Kalila.


" Lebih tampan mana sama Kak Abraham?? ," tanya Kalila lagi.


Sang Ibu yang mendengar pertanyaan dari sang putri pun, langsung menghentikan kegiatannya yang sedang membuat camilan.


" Tampan itu relatif Nak, yang penting hati dan keimanannya ," jawab Ibu Abidah.


" Untuk apa mencari ketampanan, jika dia tidak bisa memuliakan seorang istri atau membahagiakan istrinya sendiri?? ," kata Ibu Abidah.


" Siapapun jodohmu nanti, itu pasti yang terbaik untuk kamu ," kata Ibu Abidah lagi.


" Karena Bapak pasti akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk kamu, walau bukan dengan Nak Abraham sekalipun ," nasihat sang Ibu kepada Kalila.


Kalila pun hanya diam saja, karena semua yang dibicarakan oleh sang Ibu itu benar adanya.


" Ko malah bengong Kalila ," kata Ibu Abidah.


" Daripada bengong, cepat bantuin Ibu, sudah jam segini, kita belum membuat yang lainnya lagi ," kata Ibu Abidah lagi.


" Eh, iya Ibu ," jawab Kalila sedikit terkejut.


Kalila pun akhirnya ikut membantu sang Ibu memasak dan membuat ini serta itu, hingga dia jadi lupa serta sungkan mau bertanya lagi kepada sang Ibu, siapakah laki-laki yang akan melamarnya nanti.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2